
Calio berhasil membawa Alvin dan Keke keluar dari perusahaan. Ketiganya kini sudah dijalan menuju Bougival.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alvin pada Keke.
Keke mengangguk.
"Maaf membuatmu lelah hari ini." ujar Alvin.
"Tidak apa-apa, tapi kau melupakan sesuatu. Siapa orang tua angkatku yang ada di kota Dinan?" tanya Keke.
"Oh ya ampun aku hampir lupa, untung saja kau belum banyak berbicara dengan para wartawan. Aku memiliki penjaga kebun di kota Dinan. Namanya Jordi, ia dan istrinya tidak memiliki anak. Jadi aku meminta mereka mengakuimu sebagai anak angkat mereka, setelah kita kembali dari Indonesia, aku akan mengajakmu menemui keduanya. Nama istri Jordi adalah Else. Disana aku juga akan memperlihatkan kebun mawar rahasiaku padamu." ujar Alvin.
"Kebun mawar?" tanya Keke. "Aku sepertinya mengingat sesuatu setelah kau mengatakan bunga mawar." sambungnya.
Keke berusaha mengingat namun kepalanya tiba tiba berdenyut, ia mengerang kesakitan.
"Keke kau baik baik saja kan, Keke kau dengar aku." ujar Alvin panik. "Calio ke rumah sakit." teriaknya.
Calio memutar balik mobilnya dan membawa mereka ke rumah sakit. Keke terus kesakitan, wajahnya memucat dan keringat semakin bercucuran.
"Sayang tenanglah, kita segera sampai di rumah sakit." ujar Alvin panik.
Wanita itu akhirnya pingsan di pangkuan Alvin.
"Calio lebih cepat." teriak Alvin lagi.
"Tenanglah Vin, sebentar lagi kita sampai." ujar Calio.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, tanpa menunggu suster, Alvin sudah membopong tubuh Keke dan sedikit berlari ke ruang UGD.
"Bantu aku panggilkan dokter Mattew." teriak Alvin.
Semuanya suster ikut panik dan membantu Alvin, mereka segera menangani Keke dan menyuruh Alvin keluar. Tak lama dokter Mattew berlari masuk ke ruang UGD.
"Tenanglah Vin, kau membuat keributan." ujar Calio.
"Bagaimana aku bisa tenang Cal." bentak Alvin.
Alvin benar, bagaimana ia bisa tenang melihat keadaan Keke seperti itu. Tapi Calio tak ingin memancing para wartawan. Alvin dan Keke sekarang menjadi tujuan utama berita saat ini. Kedatangannya di rumah sakit saja sudah membuat para pengunjung memperhatikannya.
"Maafkan aku Vin, tapi kau bisa mengundang para wartawan datang kemari. Kalau sampai mereka tahu tentang masalah ingatan Keke, ini akan menjadi bumerang buatmu." ujar Calio.
__ADS_1
Alvin menghela nafasnya. "Kau benar, aku terlalu panik." jawabnya.
Calio menepuk pundak Alvin. "Aku yakin Keke baik baik saja."
Alvin mengangguk, tak lama kemudian dokter Mattew keluar, tentu saja Alvin langsung menemuinya.
"Bagaimana dokter?" tanya Alvin.
"Keadaannya sudah stabil, tapi apa yang terjadi? Bukankah aku melihat berita kalian baru saja melakukan konferensi pers." tanya dokter Mattew.
"Aku juga tak tahu, kami sedang menuju ke rumah. Saat berbicara padanya dan aku menyebutkan bunga mawar, Keke langsung seperti ini." jawab Alvin.
Dokter Mattew menyipitkan matanya. "Bunga mawar? Apakah ia alergi bunga itu? Atau ada kejadian yang membuatnya ingat sesuatu?" tanya dokter Mattew.
"Aku belum tahu pasti, tapi bisakah anda merahasiakan keberadaan kami disini. Sepertinya para wartawan terus mengejar kami." pinta Alvin.
Dokter Mattew mengangguk. "Kita akan memindahkan Keke ke ruang rawat biasa. Dan kau tenang saja aku akan merahasiakan keberadaan kalian. Selanjutnya kita akan tahu keadaan Keke setelah ia tersadar." ujarnya.
"Terima kasih dok." jawab Alvin.
Dokter Mattew meninggalkan mereka, Keke dibawa ke ruang rawat seperti biasanya. Calio pamit untuk kembali ke perusahaan.
"Aku masih banyak pekerjaan." ujar Calio.
*****
Hari semakin malam, Keke masih juga belum tersadar. Alvin sudah menghubungi pelayannya di rumah. Ia kini sedang menghubungi pak Jordi.
"Bunganya semakin mekar, dan kita akan memulai memetiknya seminggu lagi tuan." ujar pak Jordi. "Aku sudah melihat berita tentang anda dan nona Keke. Aku hampir tak percaya ada wanita yang sangat mirip dengan manequin anda." sambungnya.
"Dan wanita itu yang akan menjadi anak angkat kalian, aku sudah menjelaskan sebelumnya. Tapi ada masalah pak Jordi, sepertinya Keke tak bisa dekat dengan bunga mawar. Aku sekarang ada di rumah sakit, Keke pingsan setelah mendengar bunga mawar." jawab Alvin.
"Maksud anda nona Keke alergi bunga mawar?" tanya pak Jordi.
"Aku belum tahu pasti, jika memang ia alergi seharusnya saat berdekatan dengan bunga mawar itu. Tapi mengapa ia pingsan hanya dengan mendengar nama bunganya saja. Aku belum bisa memastikan karena Keke belum tersadar." jawab Alvin lagi. "Bagaimana keadaan bu Farah?" tanyanya.
"Pelayan anda baik baik saja tuan, ia sering bercerita tentang nona Keke, jadi kami sudah banyak mengetahui tentangnya. Bu Farah juga semakin sibuk karena ia terus mengawasi para pekerja yang anda sewa." jawab pak Jordi.
"Aku ingin berbicara pada bu Farah, apakah ia ada didekatmu?" tanya Alvin.
"Tunggu sebentar tuan." jawab pak Jordi. "Else, dimana bu Farah? Panggilkan ia, tuan Alvin ingin berbicara." teriaknya pada istrinya.
__ADS_1
Alvin cukup lama menunggu dan akhirnya bu Farah berbicara padanya.
"Halo tuan, apa kabar? Bagaimana keadaan non Keke setelah kalian melakukan konferensi pers?" tanya bu Farah.
"Kabarku sangat baik bu, kami sukses melakukan konferensi pers. Tapi sekarang aku berada di rumah sakit, Keke pingsan saat kami akan kembali ke rumah." jawab Alvin lalu menjelaskan penyebab dari pingsannya Keke.
"Apa non Keke bilang mengingat sesuatu saat mendengar bunga mawar?" suara bu Farah terdengar sangat pelan, sepertinya wanita itu sedang berbisik.
"Bagaimana anda bisa menebaknya bu?" tanya Alvin.
"Tuan masih ingat kan, saat pertama kali non Keke berada di rumah, ia mengatakan berasal dari dunia lain dan sedang mencari sesuatu yang diperintahkan rajanya. Apa mungkin yang ia cari bunga mawar." ujar bu Farah.
"Bu Farah, tidak adakah yang mendengar ucapanmu disana. Jika sampai ada yang tahu, semuanya akan hancur." kata Alvin.
"Tenang saja tuan, mereka jauh dariku." jawab bu Farah.
"Apa yang terjadi jika tebakanmu benar? Apakah Keke akan kembali ke dunianya dan meninggalkan aku." tanya Alvin panik.
"Aku tak tahu tuan, tapi jika benar ia pernah mengatakannya bahwa jika ia berhasil menemukan yang ia cari, maka sebelum satu tahun pun ia akan kembali ke dunianya." jawab bu Farah.
"Aku tak ingin ini terjadi, aku akan menjauhkan Keke dari bunga mawar dimanapun. Aku mungkin terkesan sangat egois dan jahat, tapi aku belum siap untuk kehilangannya. Aku baru saja memperkenalkan Keke pada dunia sebagi kekasihku, bagaimana jika ia tiba tiba menghilang dari sisiku, aku bisa gila bu Farah." ujar Alvin.
Bu Farah sangat mengerti apa yang dirasakan tuannya. Ia pun ikut sedih mendengarnya.
"Untuk sementara tuan lakukan apa yang tuan inginkan sampai tuan siap untuk melepaskan non Keke. Mungkin setelah satu tahun nanti, anda bisa melepaskan non Keke dengan ikhlas." ujar bu Farah.
"Terima kasih bu, hanya kau yang bisa mengerti perasaanku." kata Alvin. Mata Keke terbuka, wanita itu terbangun dan menatap Alvin. "Bu Farah, Keke terbangun. Aku matikan teleponnya." ujar Alvin seraya mematikan ponselnya.
"Keke..." panggil Alvin.
"Kau siapa?" tanya Keke.
Alvin terbelalak mendengarnya, Keke kembali melupakannya. Alvin keluar lalu segera memanggil dokter Mattew.
*****
1...
2...
3...
__ADS_1
Next Part...
Happy Reading All...😘