Married With Dangerous Boy

Married With Dangerous Boy
74. Zafran Beraksi


__ADS_3

Mobil Alpard berwarna hitam megah mengkilap tiba di pelataran kantor. Karpet merah telah disiapkan untuk menyambut kedatangannya.


Seto membukakan pintu mobil untuk Zafran.Pria itu keluar dengan setelan jas rapi yang melekat ditubuh jenjangnya. Rambutnya tertata rapi. Hidungnya yang mancung serta bibir tipisnya yang terlihat merah muda menambah kesan sempurna.


Tak dapat dipungkiri lagi jika sosok Zafran adalah Ceo termuda dan tertampan di Indonesia.


Hari ini dia datang untuk memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa dia siap menjadi pewaris resmi perusahaan Gun Grup. Memang saat ini masih menjadi Gun Grup tapi nanti, Zafran akan mengganti nama perusahaan menjadi Van Detrash Grup.


Cowok itu menghempaskan jas bagian bawahnya. Angin segar menyapu wajahnya. Meskipun usianya muda, tapi Zafran terlihat bijaksana, dewasa dan mempesona.


Seto mengibaskan tangan pelan. Pria lajang itu mempersilahkan Zafran berjalan terlebih dahulu. Bunga mawar bertebaran menyambut. Banyak pasang mata yang tak berkedip menatapnya.


"Ya ampun ganteng banget CEO muda kita."


"Umur tidak masalah kok, kalau Tuan Muda mau sama saya, saya siap menikah dengan berondong."


"Saya siap jadi istrinya."


"Pasti bakalan lebih maju perusahaan kita, gajinya juga naik."


"Masih muda kok sok-sokan nerima warisan."


"Gak cocok jadi CEO, Seto aja kelabakan apalagi dia."


Banyak mendapat pujian banyak pula mendapat haters. Ya namanya juga hidup pasti ada yang baik ada juga yang iri. Tapi Zafran tidak mempermasalahkan hal itu karna tidak merugikan. Beda ceritanya kalau orang yang membenci tidak memberikan performa yang baik untuk perusahaan, mungkin orang itu akan dipecat.


Gun tersenyum. Dia menjadi orang pertama yang menjulurkan tangan. Dia sudah menantikan hal ini cukup lama.


"Papa bangga sama kamu."


Zafran tersenyum. Dia memeluk sang papa. Gun menepuk punggungnya beberapa kali.


"Ayo, mari kita publikasikan semua."


Zafra mengangguk. Lalu mengekori sang papa untuk konferensi pers.


***


Cahaya layar menyala. Matanya sembab dan bengkak karna menangis. Tapi dia tak bisa mengeluarkan suara sebab mulutnya di lakban.


Dia menatap kecewa pada sosok perempuan sebaya dengannya tengah mengelus layar kaca yang menampilkan seorang yang sangat ia cintai.


Zafran, cowok itu mengumumkan peresmian pewarisan tahta.


"Akhirnya, kau akan jadi milikku."


Alesha menggeleng pelan. Dia hanya bisa bergerak ke kanan dan ke kiri, tak bisa bergerak lebih sebab tangannya terikat.


Wanita itu beralih menatap Alesha. Dia menyeringai. Melepas pelukannya dari televisi dan berjalan menuju ke arahnya.


"Alesha... Alesha.. kenapa lo begitu polos dan bodoh?"


Plak!


Sudah kesekian kalinya dia tertampar. Alesha hanya bisa menahan rasa perih tanpa bisa menjerit. Cewek itu menjambak rambutnya. Penampilan Alesha sudah tidak cantik lagi. Dia lusuh, dekil, kotor bahkan banyak lebam di mana-mana.

__ADS_1


Darah menembus bagian bawahnya. Dia datang bulan di waktu yang tidak tepat. Sungguh malang sekali nasib Alesha.


Dia disiksa, tidak dihargai, dihina bahkan direndahkan oleh sahabatnya sendiri. Wanita itu melepas jambakan serta lakban dengan keras. Hingga kulit bibir Alesha terluka akibat sobekan.


"Awhh..." Alesha sesenggukan. Dia sangat kecewa. Benar-benar sangat kecewa.


"K-kenapa??"


"Kenapa lo tega sama gue, Mar?" Alesha menatap Martha lekat.


Ya, seseorang yang sudah menculik dan menyakiti Alesha adalah Martha- sahabat yang sudah Alesha anggap sebagai saudara kandung sendiri.


Martha kembali menjambak rambutnya. "Karna gue benci sama lo!"


Dia mendorong Alesha hingga dia terjatuh. Alesha bangkit. Menatap nyalang Martha.


"APA SALAH GUE KE LO?"


Air mata tak dapat di bendung. Napasnya tercekat sesak. Hidungnya bengkak dan memerah seperti tomat.


"Salah lo? Banyak, ALESHA!!" Martha meneriaki namanya.


Alesha menganga lebar. Dia menggeleng pelan. "A.. apa, Mar? Kasih tau gue di mana letak kesalahan gue?"


"Dari awal kedatangan, lo udah salah besar!"


Dia menunjuk wajah kucel Alesha. Dada Martha kembang kempis. Dahinya mengernyit kesal.


Alesha menatapnya dengan tatapan cengo. "Dari awal? Maksud lo?"


"Arghh," Alesha benar-benar tersiksa. Darah menstruasinya terus mengalir deras. Martha menangkup wajahnya. Mencengkram kedua pipinya tanpa rasa belas kasihan.


Alesha berusaha melepas. Tapi kuku Martha semakin menekan. Air matanya kembali mengalir deras.


"Asal lo tau, gue udah menunggu Zafran dari kelas satu SMA, dan lo tiba-tiba datang ngasih gue undangan rahasia?"


Martha tertawa sumbang. Dia melepas cengkramannya lalu menampar pipi Alesha dengan keras. Alesha limbung. Martha berdiri dari duduknya.


"LO YANG TEGA SAMA GUE ALESHA!!!"


Alesha menggeleng pelan. Dia berusaha menstabilkan duduknya meski sulit dengan keadaannya yang terikat. Percuma, Alesha kembali terjatuh. Dia tidak kuat. Dia lemah.


"Lo jahat, Mar.." lirihnya.


"LO YANG JAHAT. LO REBUT ZAFRAN DARI GUE!!"


Martha berteriak hebat. Menggemakan seluruh ruangan.


"Kenapa lo nggak bilang kalau lo suka sama Zafran? Kalau lo bilang, gue akan membatalkan perjodohan kita."


"BULLSHIT!!"


Martha menghentikan tamparan yang akan mendarat di pipi Alesha, namun terhenti begitu saja saat mendengar suara Zafran.


"Hari ini selain saya mengumumkan peresmian penerimaan warisan, ada satu hal lagi yang akan saya sampaikan pada publik."

__ADS_1


Martha berhenti mencaci maki Alesha. Dia kembali menatap Zafran yang berpakaian rapi dan tampan di balik layar televisi.


Bibirnya setengah melengkung. Inilah yang ditunggu-tunggu, pasti setelah Zafran mewarisi perusahaan Gun Grup, Zafran pasti akan menceraikan Alesha. Setelah itu, Martha akan membujuknya hidup bersamanya dan memperkuat kerjasama antara perusahaan Zafran dan juga Aura Grup- miliknya.


Tangannya menyilang. Dia melihat kertas yang berada di tangan Zafran.


"Alesha, selamat tinggal. Sebentar lagi lo akan menjadi janda."


Alesha mendelik kaget. Bukan karna omongan Martha, tetapi karna Ferdi dan Laka yang tiba-tiba masuk tanpa suara. Bukan hanya itu, mereka membawa beberapa polisi ke dalam ruangan.


Martha tidak menyadari hal itu, karna suara televisi mengalahkan suara jejak langkah mereka.


Martha membulatkan matanya ketika melihat Zafran menunjukkan sebuah foto pernikahan. Pernikahan antara dirinya dengan Alesha. Keningnya membentuk beberapa lipatan.


"Ini adalah foto pernikahan saya dengan seorang wanita yang saya cintai. Kami berdua sudah menikah lima bulan yang lalu."


"Apa-apan ini? Nggak, ini bukan perjanjian kita, Zafran!!" kacaunya.


"Satu lagi, kertas yang berada di tangan saya ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa Aura Grup, perusahaan yang bekerja sama dengan Gun Grup telah menggelapkan dana kerja sama sebesar 2 Miliyar,"


"Dan untuk kamu, Martha,"


Zafran menunjuk ke arah kamera. Mata elangnya menatapnya tajam.


"Seorang wanita murahan yang sedang menculik dan menyembunyikan istri saya, kamu tidak bisa kabur lagi. Karna sekarang, kamu akan ditangkap beserta keluargamu."


"Kamu telah melakukan tindak kekerasan pada sahabat saya, Nana. Saya tidak akan memaafkan kamu!"


"Kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal!"


Martha menggeleng pelan. Dia melempar layar kaca dengan remot. "Nggak!!"


"Alesha lo harus ikut-"


Martha berbalik. Dia terkejut melihat banyak pria berseragam menghadangnya pistol dihadapannya.


"Angkat tanganmu saggy!"


Ferdi berkacak pinggang. Dia berdiri.paling depan di antara polisi-polisi.


Martha meneguk ludahnya susah payah.


"Ternyata lo uletnya, pantes aja mulai awal kenal, gue udah ngerasain aura setan di dalam diri lo."


"Diam!!" Martha mendekat, tapi salah satu polisi mendekatkan pistol ke arah keningnya.


"Diam di tempat!"


Martha berdecak kesal. Laka membuka ikatan tali. Dia menatih Alesha untuk berdiri.


"Gue kecewa sama lo, Mar.."


Martha mengalihkan pandangannya. Dia sudah tidak peduli apapun tentang Alesha.


"Ferdi, Laka terimakasih bantuannya, sekarang gue ikhlas lepas Martha. Semoga lo menjadi lebih baik kedepannya. Makasih,karna lo udah pernah jadi sahabat terbaik gue." Pesan terakhir Alesha sebelum dia keluar dengan Laka.

__ADS_1


__ADS_2