Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 10


__ADS_3


...Aninda Putri Juliana...


Adik dari Ares, saat ini berumur 26 tahun status sudah menikah dengan laki laki asal Belanda.


Anin sangat dekat dengan Ares, bahkan kedekatannya kadang disalah artikan oleh orang yang baru saja bertemu dengan keduanya.


Saat ini Anin tinggal bersama dengan suaminya di Belanda.


...****************...


" Mas Ares Sayaang " panggil seorang wanita yang sangat Ares hafal suaranya


" Cih ganggu " gumam Ares kesal


" Uppss ada yang lagi berduaan ternyata " ucap Anin menatap Nayla dan Ares


" Ini Anin adik aku Nay " ucap Ares memperkenalkan kepada Nayla


" Nayla " mengulurkan tangan


" Aninda Putri Juliana, panggil aja Anin " Anin membalas uluran tangan Nayla


" Maaf yah kemarin Anin ga bisa hadir " ucap Anin kepada keduanya


" Iyah ga apa apa, kamu mau minum jus..? Mas Ares bikin loh " ucap Nayla kepada Anin


" Mau dong mas, haus nih " Anin memegang lehernya


" Bikin sendiri, ayo Nay kita mandi " ucap Ares yang justru mengajak Nayla pergi


" Eehh tunggu, Nayla kita jalan jalan yuk mumpung Andri lagi ada kerjaan " Ajak Anin menahan Nayla


" Jalan kemana Nin..? " tanya Nayla melirik ke Ares


" Ke Mall aja yukk, Boleh kan Bang Ares.. " Anin menatap Ares penuh harap


" Hmm yaudah, lo tunggu sini gausah ikutin gue sama Nayla ke kamar " ucap Ares menatao Anin sinis


" Iyah Iyah, Anin bikin jus ya bang " ucap Anin setengah berteriak


.


" Sana mandi duluan nanti anak itu bawel lagi " ucap Ares kepada Anin


" Iyah Mas " jawab Nayla mengangguk


Saat Nayla mandi, Arespun menunggu Nayla disofa kamarnya.


Tak lama Nayla keluar dari kamar mandi, seperti biasa ia sudah menggunakan pakaian dikamar mandi.


" Ini kartu kamu pakai ya " ucap Ares memberikan kartu kepada Nayla


" Ngga apa apa memang.." tanya Nayla menatap Ares


" loh ya ngga apa apa dong, pinnya ulangtahun kamu ya " Ares mengelus kepala Nayla


" Makasih ya mas, yaudah saya siap siap dulu " Nayla pun memasukan kartu kedalam dompet dan meletakkan didalam tas


Ares pun segera mandi agar saat Nayla pergi dengan Anin dirinya sudah rapih.


.


.


Anin menunggu Nayla diruang tamu, sambil sesekali mengambil makanan didalam kulkas Ares.


Setelah cukup lama menunggu Ares dan Nayla pun datang menghampiri Anin yang sejak tadi menunggu.


" Ayo Nay " ucap Anin dengan semangat


" Buang dulu sampahnya " ucap Ares dengan ketus


" Tolong buangin, oiya Anin pinjem mobil bang Ares yah " Anin langsung mengajak Nayla untuk pergi.


Ares hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Anin yang tak pernah berubah.


.


.


" Aku panggil kamu Nayla aja ga apa apa kan..? " Tanya Anin sambil fokus menyetir


" Engga apa apa ko Ka Anin " jawab Nayla


" Hush ga boleh Kak, Anin aja okee biar kita makin akrab " ucap Anin


" Oke Anin " jawab Nayla


" Hmm akhirnya bang Ares nikah juga, kamu tau ga sebenarnya Bang Ares udah beberapa kali di jodohin sama perempuan tapi ga ada satupun yang Bang Ares mau. Udah gitu alesannya banyak banget setiap diajak Mamah ketemu, dari yang sibuk kerja lah, UAS dikampus, meeting ah banyak deh. Makanya kemarin pas Mas Ares bilang mau nikah ya aku percaya ga percaya, tapi aku seneng mas Ares akhirnya nikah. Kamu juga cantik Nayla, aku berharap kita bisa deket ya " ucap Anin yang terus berbicara dengan semangat


" Iyaah Anin engga apa apa ko, aku juga berharap kita bisa deket yah " jawab Nayla


" Nin, maaf nih aku lancang. Kamu sudah punya anak..? " tanya Nayla hati hati


" Santai Nay, aku belum punya anak Nay. Aku dan Andri sepakat untuk menunda dulu "


" Memang bisa menunda yah Nin..? "


" Bisa dong, jadi pakai pengalaman gitu Nay. Kenapa memangnya..? "


" Hmm tapi kamu tetep ngelakuin itu " tanya Nayla dengan polos


" ML..? iya dong nin, itukan tugas seorang istri melayani suami. Pokoknya bagi aku itu tuh kewajiban, daripada nanti jajan di luar karena kita tolak. Terus kalau bisa nih kamu pakai pakaian yang menggoda Nay, eehh tunggu jangan jangan kamu sama Bang Ares belum berhubungan..? "


" Belum Nin, aku takut hamil " jawab Nayla dengan polos


" Aduuh Nayla, udah pokoknya masalah itu kamu obrolin sama Bang Ares. Tapi yang penting kamu harus ngelakuin, daripada suami kita jajan diluar yakan..? pasti kamu juga belum beli baju baju haram, nanti kita beli yang banyak "


" Makasih ya Nin "


" Sama sama sayangkuh "


.


.


Tak lama keduanya sampaikan di Mall yang mereka tuju, setelah memarkirkan mobil, mereka pun segera masuk kedalam.

__ADS_1


" Kita beli baju dulu yuk, udah lama nih ga beli baju " ucap Anin menarik Nayla masuk kedalam toko baju


Anin dan Nayla mulai memilih baju, mereka mencoba baju tersebut satu persatu.


Anin memilihkan baju yang cocok untuk Nayla, setelah selesai membeli baju keduanya membayar dengan kartu dari suami mereka masing masing.


" Kita cari sendal, habis itu tas, make up terakhir baju haram okeey " ucap Anin dengan semangat


" Oke let's Go " Jawab Nayla



Merekapun mulai memasuki toko sepatu, keduanya kembali memilih sepatu yang cocok untuk mereka.


Tak lupa mereka juga membeli barang yang sama, Anin dan Nayla sudah sangat akrab seperti sudah lama bertemu.


Saat mereka keluar dari toko sepatu, mereka berpapasan dengan Ayu sahabat Nayla.


" Nayla " "Ayu " sapa keduanya bersamaan


" Lo udah pulang dari Jogja ko ga ngabarin kita kita sih " ucap Ayu kepada Nayla


" Hehe Iyah maaf yah Yu " jawab Nayla yang merasa takut tentang keberadaan Anin


" Ini siapa Nay..? " tanya Ayu kepada Anin


" Anin adik.. " ucapannya terpotong


" Anin ini anaknya adik ibu gue Yu, heheh Iyah kan Nin " Nayla memberi kode


" Iyah bener, nama kamu Ayu yah wah sama kayak orangnya Ayu banget hehe " Anin mencoba mencairkan suasana


" Wah bisa aja, kalian masih mau keliling yah..? " tanya Anin


" Iyah kamu mau ikut Ayu..? " tanya Anin dan Nayla setuju


" Boleh kalau ga ganggu " jawab Anin


" Oke sekarang kita bertiga let's Go " ucap Anin dengan semangat


Ketiganya masuk kedalam toko tas, Anin memilihkan tas untuk Nayla dan Ayu.


" Eeh aku ga beli ini Nin " ucap Ayu menolak


" Anggap aja ini hadiah pertemuan kita, ayo Terima " ucap Anin memaksa


" Baiklah, makasih yah nin " jawab Ayu


" Sama sama " Anin tersenyum kepada Ayu


Anin kembali mengajak keduanya kedalam toko make up, mereka bertiga pun mulai memilih make up dan skincare yang mereka butuhkan.


" Ehh bentar yah suami aku telpon tunggu yah " Anin berpamitan untuk mengangkat telpon


" Nay dia orang kaya yah " tanya Ayu karena melihat barang yang mereka belanja, Ayu berfikir jika Anin juga membelanjakan Nayla


" Iyah Yu " jawab Nayla singkat


Tak lama Anin kembali dan menghampiri keduanya.


" Ayo kita pilih pilih lagi " ucap Anin


" Aku ke toilet sebentar yah " ucap Ayu


" Oke kita tunggu sini yah " jawab Nayla


setelah Ayu masuk kedalam toilet, Nayla meminta bantuan kembali kepada Anin.


" Nin nanti bilangnya itu buat kamu yah nin " ucap Nayla tanpa menjelaskan


" Okee tapi nanti dirumah atau di mobil jelasin ke aku semuanya yah " jawab Anin


" Oke "


Tak lama Ayu keluar, dan mereka langsung memasuki toko pakaian lingerie.


" Kita mau beli ini..? " tanya Ayu melihat isi pakaiannya tersebut


" Iyah kan aku udah nikah Yu, jadi butuh pakaian seperti ini. nih aku ajarin ke kalian berdua biar nanti suami kalian tuh betah " ucap Anin, Ayu dah Nayla hanya tertawa mendengar ucapan Anin


Anin memilih beberapa baju lingerie, sambil sesekali melirik kearah Nayla yang terkejut saat Anin memilihkan nya.


Anin pun langsung membayar ke kasir, dan Nayla berencana akan menggantikan nya nanti.


" Makan dulu yuk laper " ajak Anin melihat tempat makan yang lumayan sepi dibandingkan lainnya


" Oke boleh " Jawab Ayu dan Nayla.


Keduanya masuk kedalam tempat makan dan langsung memesan, setelah itu keduanya pun menunggu makanan untuk diantarkan.


" Kamu teman kerja..? " tanya Anin


" Bukan aku sama Ayu masih kuliah Nin " jawab Nayla


" Ooo kuliah " jawab Anin barulah Anin menyadari jika Ares jatuh cinta kepada muridnya sendiri


" Kamu tau ga Nin, dikampus kita ada dosen ganteng banget, tapi cuek dan dingin " ucap Ayu


" Oya siapa tuh namanya liat dong fotonya " ucap Anin yang penasaran


" nih namanya Pak Ares nin, ganteng kan "


" Kamu bilang dia cuek dan dingin Yu..? " tanya Anin menahan tawa


" Iyah malah kadang galak, nih Nayla aja pernah dikasih tugas suruh buat makalah 100 lembar " jawab Ayu


" Hahahaha " Anin tak bisa menahan tawanya


" Loh ko kamu ketawa nih " Ayu pun bingung kenapa Anin tertawa


" Ngga apa apa, terus terus Ares itu kayak gimana orangnya " Anin terus memancing agar Ayu menjelaskan semuanya


Ayu pun terus bercerita tentang Ares dan Nayla hanya tersenyum saat Ayu menjelaskan kepada Anin.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun sudah siap, mereka mulai menikmati makanan mereka.


" Kamu mau pulang bareng kita Yu..? " tanya Nayla disela sela makan mereka


" Emang ga ngerepotin..? " Ayu berbalik bertanya

__ADS_1


" Engga santai aja Yu, kita kan teman " Jawab Anin


" Makasih yah kalian baik banget " ucap Ayu


Setelah selesai makan keduanya pun memutuskan untuk pulang.


Saat Anin tengah menyalakan mesin mobil, ia mendengar panggilan masuk dari ponselnya.


" Aish ganggu aja, bentar yah " Anin pun mengangkat panggilan tersebut.


" Hallo ya bang kenapa..? " ucap Anin yang Nayla tebak jika itu ialah Ares


".... "


" Ini mau pulang bang " jawab Anin kembali


".... "


" Ponselnya mati kali makanya dia ga jawab chat atau telpon lo " jawab Anin sambil memberi kode kepada Nayla


"..... "


"udah ini mau pulang dulu bang, byee " Anin langsung mematikan panggilannya.


Nayla pun membuka ponselnya dan terlihat beberapa pesan dari Ares dan ada panggilan yang tak terjawab.



( Waduh spam chat gini 😐 gini toh rasanya dicariin suami hehe)


Setelah membaca pesan Ares, Nayla dengan segera membalas pesan Ares.



Anin mulai melajukan mobilnya menuju rumah Ayu, didalam perjalanan ketiga nya tampak asik dengan cerita Anin.


Tak lama mereka pun sampai dirumah Ayu, dan Ayu langsung turun.


" Makasih yah, kalian gamau mampir dulu..? " tanya Ayu kepada Nayla dan Anin


" Engga lain kali aja yah, byee " Anin kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah Ares.


" Oke sekarang kamu jelasin ke aku Nayla sebenernya ada apa..? " tanya Anin menagih janji


Nayla pun menjelaskan semuanya kepada Anin, setelah mendengar cerita Nayla barulan Anin paham.


" Terus kamu ga cemburu Bang Ares di puji sama cewe cewe, mereka taunya pasti Bang Ares belum menikah " ucap Anin


" Aku percaya Mas Ares setia Nin " jawab Nayla


" Yaps betul emang dia tuh setia banget "


" Oiya Nin, untuk baju tadi aku bayar berapa.? " tanya Nayla karena Anin yang membayar baju lingerie tersebut


" Gausah anggap aja kado dari aku yah, ga boleh nolak "


" Makasih banyak yah Nin, aku seneng bisa ketemu kamu "


" Sama aku juga seneng banget ketemu kamu Nay "


Mobil mereka pun sampai dikediaman milik Ares, setelah memarkirkan mobil keduanya pun masuk kedalam rumah.


" Assalamu'alaikum Mas Ares " ucap Nayla memberi salam


" Kayaknya Bang Ares lagi diatas Nay, mungkin diruang kerjanya " ucap Anin


" Ruang kerja..? ' tanya Nayla


" Iyah Ruang kerjanya ada di lantai 2 juga ko, yaudah bilang Bang Ares aku pulang ya kerumah Mamah byee sampai bertemu besok " jawab Anin


" Byee " Nayla melambaikan tangan


Nayla pun naik ketas dengan menggunakan lift, setelah sampai di lantai atas ia mencari ruangan yang Anin maksud.


Dan benar saja Ares sedang berada di ruang kerjanya, Nayla pun masuk secara perlahan agar tak menganggu Ares.



" Assalamu'alaikum " ucap Nayla memberi salam


" Waalaikumsalam " Ucap Ares menjawab salam Nayla


" Maaf ya mas kemaleman " ucap Nayla menghampiri Ares


" Engga apa apa, kamu udah makan Nay..? "


" Udah, Mas Ares udah..? "


" Belum, tadi saya abis meeting dulu jadi belum sempat makan "


" Yaudah mau aku buatin makanan..? "


" Gausah udah disiapin ko sama bibi, kamu beli apa aja..? "


" Beli Baju, Tas sama sepatu " Nayla tak bilang jika ia membeli lingerie


" Ini mas ATM-nya, maaf harganya lumayan mahal mas " ucap Nayla mengembalikan ATM Ares dan merasa tidak enak karena memakai terlalu banyak


" Engga apa apa ko, kamu simpan aja . Yaudah yuk temani Mas makan " ucap Ares membuat Nayla terkejut


" Sejak kapan mas Ares nyebut diri sendiri dengan Mas..? " tanya Nayla


" Sejak sekarang biar lebih akrab " ucap Ares


" Ooo yaudah ayo Mas turun nanti kamu sakit "


" Ga apa apa kan sekarang udah ada yang manjain kalau sakit "


Ares dan Nayla pergi ke ruang makan.


Sesampainya disana Nayla langsung menyiapkan makanan dipiring milik Ares, dan Ares mulai memakan makanan tersebut.


Saat Ares tengah makan terlihat ponsel milik Ares yang berbunyi, namun Ares mengabaikannya.


" Engga diangkat Mas.? " tanya Nayla


" Engga penting " jawab Ares datar


Ponsel tersebut kembali berbunyi berkali-kali dengan nomor yang sama, namun Ares tetap mengabaikan panggilan tersebut.

__ADS_1


" Siapa dia..? apa kekasih Mas Ares.." gumam Nayla dalam hati


__ADS_2