
Hari ini Nayla dan Ares akan pulang ke Jakarta menggunakan mobil, kemarin Nayla dan Ares sudah berkemas agar bisa berangkat pagi pagi.
" Ibu, Bapa Nay sama Mas Ares pamit yah " ucap Nayla sambil memeluk Bu Sri
" Iyah, kamu yang nurut sama Ares yah. Nak Ares kalau Nayla emang bandel, ga nurut, susah di atur bilang ke Ibu yah biar ibu omelin " ucap Bu Sri
" Iyah Bu Ares langsung telpon bapa atau ibu nanti " jawab Ares dan Nayla melirik ke arah Ares
" Kalau ngantuk istirahat res, jangan dipaksa " timpal Pak Agung
" Iyah Pak siap " jawab Ares
" Yaudah Pak Bu, kita berangkat yah " Keduanya bergantian menyalami kedua orang tua Nayla
" Iyah hati hati " ucap keduanya bersamaan
Ares membukakan pintu mobil untu Nayla lebih dulu, setelah itu berganti Ares yang masuk ke dalam mobil.
Setelah selesai berpamitan dan memastikan semuanya sudah siap, Ares melajukan mobilnya meninggalkan rumah orangtua Nayla.
Ares mulai menyetel lagu untuk mengisi kesunyian mereka.
" Mas Ares " panggil Nayla yang kini mulai membiasakan
" Iyah sayang, kenapa..? " saut Ares sambil fokus menyetir
" Mas keberatan ga kalau kita beli makanan dulu di supermarket buat diperjalanan "
" Engga dong, yaudah nanti kalau ada supermarket kita mampir yah sayang "
" Iyah "
Nayla sesekali mendengar Ares yang ikut bernyanyi dengan suara pelan, walaupun terdengar hanya asal menyanyi namun suara Ares lumayan bagus.
Setelah menemukan supermarket, Ares langsung segera mengarahkan mobilnya dan mencari tempat parkir.
Ares lebih dulu keluar dan membukakan pintu Nayla, setelah itu Ares menggenggam tangan Nayla untuk masuk kedalam supermarket.
" Sini bair saya yang dorong, kamu pilih aja mau apa " ucap Ares
Keduanya pun berbelanja sesuai apa yang mereka butuhkan, bagi mereka ini adalah pengalaman pertama.
.
.
Setelah selesai memilih apa yang mereka ingin beli, mereka segera kembali kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.
" Makasih ya mas udah beliin " ucap Nayla dengan tersenyum
" Sama sama, udah tugas mas ko " jawab Ares sambil mengelus kepala Nayla
Ares dan Nayla pun melanjutkan perjalanan mereka, dan mereka cukup senang karena perjalanan yang sejauh ini lancar.
" Nayla " panggil Ares sambil fokus menyetir
" Iyah kenapa ? " saut Nayla yang tengah memainkan ponselnya
" Kamu belum punya pacar kan..? "
" Belum saya juga gamau pacaran, saya mau langsung nikah "
" Hmm berarti saya pas dong langsung ajak nikah "
" Yaa tapi ga secepat ini jugaa sih"
" biar ga keduluan jadi yaudah saya duluan "
" Mas sendiri punya pacar..? "
" Kalau saya punya pacar kenapa saya nikahin kamu Nayla " jawab Ares dengan senyum
" Ya kali aja ada " gumam Nayla pelan
Ares hanya tertawa kecil mendengar jawaban Nayla, keduanya pun kembali saling diam.
.
.
Setelah setengah perjalanan akhirnya Ares mencari tempat istirahat sambil mencari makan.
__ADS_1
" Kita makan fastfood aja yah " ucap Ares
" Iyah ngga apa apa " jawab Nayla setuju
Akhirnya Ares dan Nayla memesan makanan fastfood, setelah mendapatkan Ares mencari tempat yang nyaman.
Nayla dan Ares mulai menikmati makanan mereka, hingga keduanya tak ada yang berbicara.
Tak lama saat keduanya tengah makan, hujan turun dengan lebat mau tidak mau Ares menunda untuk melanjutkan perjalanannya.
" Hujan mas " ucap Nayla melihat ke arah luar
" Iyah, yaudah kita istirahat dulu " jawab Ares yang masih menikmati makanan
Setelah selesai makan, Ares mengambil iPadnya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang bisa ia kerjakan.
" hujannya awet deh kayaknya " gumam Nayla memperhatikan luar
Ares yang melihat Nayla seperti kedinginan langsung melepaskan jaketnya dan memakaikan ketubuh Nayla.
Saat Ares tengah memakaikan, tanpa sengaja keduanya saling bertatapan cukup lama.
Ares mengelus bibir milik Nayla dengan jarinya, entah mengapa Ares ingin sekali mencium bibir Nayla.
" Mas boleh izin untuk ini Nay " ucap Ares dengan lembut
Nayla hanya mengangguk pelan, dan ia memejamkan matanya
Ares mulai mencium bibir Nayla dengan lembut, karena Nayla baru pertama kali ia pun mencoba mengimbangi ciuman Ares.
Tiba tiba ponsel milik Ares berbunyi, Nayla pun langsung melepaskan ciuman Ares.
" Angkat dulu " ucap Nayla sambil mengelap bibirnya yang basah akibat ciuman Ares
" Iyah " Jawab Ares dan ia langsung mengangkat panggilan tersebut.
( GILAAA CIUMAN PERTAMA GUE SAMA PAK ARES 😱 BIBIR GUE UDAH GA SUCI LAGIIII...!!!!!)
" Hallo ya kenapa Bay.. " ucap Ares saat mengangkat panggilan
"..... "
( Tunggu.. ini sebenarnya Pak Ares tuh selain dosen dia juga kerja di perusahaan gitu, pantesan ibu nyuruh gue pulang cepet)
" Mungkin senin gue udah masuk, jadi selebihnya lo handle dulu aja semuanya " ucap Ares sebelum panggilan terputus
Ares kembali meletakkan ponselnya, dan melirik ke arah Nayla yang sedang memainkan ponselnya.
" Maaf yah " ucap Ares yang merasa tidak enak
" Ngga apa apa ko, Mas kerja dimana..? bukannya mas cuma dosen..? emang bisa kerja kayak gitu jadi dosen dan karyawan "
" Karyawan..? " tanya Ares menahan tawa
" Iyah, iyakan..? " ucap Nayla memperjelas
" Iyah Mas karyawan " jawab Ares sambil menahan tawa
" Emang bisa ya mas, kan kerja itu senin sampai jum'at sedangkan mas ngajar aja pasti ada di hari senin sampai jum'at juga kan..? "
" Nanti kamu juga tau ko " jawab Ares yang ingin Nayla tau dengan sendirinya
" Nay, saya tidur sebentar yah soalnya agak ngantuk " ucap Ares sambil memposisikan dirinya agar nyaman
" Iyah " jawab Nayla singkat
Karena Nayla merasa suntuk ia pun memaikan ponselnya sambil menunggu Ares.
Nayla masih terbayang ciumannya bersama Ares, mengingat itu membuat Nayla merasa degdegan.
Sambil menunggu Ares, Nayla membuka ponselnya dan ada chat dari para sahabatnya.
Nayla melirik ke arah Ares memastikan Ares benar benar tertidur, dan setelah dirasa cukup aman Nayla pun mengangkat panggilan dari sahabatnya.
..
Ana : Haiiii Nayla akuu
__ADS_1
Ayu : Mana Nay nyokap sama bokap lo..?
Naya : Iyah kita mau kenalan dong
Nayla : Duhh lagi keluar mereka
Ana : Yaahh
Naya : Eehh ko Pak Ares tumben sih ga upload foto yaa
Ana : Iyaah padahal gue nungguin lo
Ayu : Mana masuk kuliah masih lama lagi
Nayla : Emang apa hubungan sama masuk kuliah lama
Ana : Ya karena kita ga bisa ketemu pak Ares lah
Naya : Gue semangat kuliah tuh karena Pak Ares
Ana : Iyah gue juga
Ayu : Kalau Nayla mah dia ga pahaaam
Nayla : Dih ko jadi gue sih
Saat Nayla tengah asik vidocall dengan teman temannya, Ares pun terbangun dan mendengarkan percakapan namun Ares hanya pura pura tertidur.
Ana : Gue tuh penasaran tipe pacar Pak Ares kayak gimana
Naya : Iyah apalagi dia orangnya cuek, dingin, jutek gitu ya
Ayu : Iyah penasaran
Nayla : Tipe Pak Ares tuh kayak guee
Ana, Ayu, Naya : HAHAHAHAHA
Nayla : Ko lo ketawa sih pada
Ana : Iyalah mana mungkin kayak lo Nay Nay
Naya : Jangan jangan lo juga Naksir ya sama Pak Ares
Ayu : Wih saingan baru nih
Nayla : E.. engga lah, eh udah yah udah dulu byee
Nayla langsung mematikan panggilan saat melihat Ares yang senyum senyum menahan tawa.
" Mas Ares udah bangun yaa " ucap Nayla
" Hahaha ooo jadi kamu tuh yakin nih tipe saya " jawab Ares yang tak mampu menahan tawanya
" Iyalah yakin, kalau ga yakin buat apa mas mau nikahin aku "
" Hahahaha jadi saya tuh sering di omongin di geng kamu toh hmm "
" Apasih engga ge'er "
Nayla menahan malu karena Ares mendengarkan semua percakapan bersama teman temannya, karena Ares merasa gemas kepada Nayla ia pun mendaratkan ciuman di pipi Nayla.
" Cupp " Ares mengecup pipi Nayla, dengan reflek Nayla memegang kedua pipinya
" Mas Ares... " ucap Nayla yang mungkin kini wajahnya sudah memerah
" Gemes " jawab Ares
Nayla melepaskan tangannya dan mencubit lengan Ares
" Adduuh sakit tau " Ares meringis kesakitan akibat cubitan Nayla
" Biarin siapa suruh cium cium, ga ada permisi lagi "
" Yaudah Permisi Mau cium Nayla "
" Cup " Ares kembali mencium Nayla
" Ihh Mas Ares ngeselin banget "
" Tadi katanya suruh permisi dulu, itu kan udah permisi sayang " jawab Ares menahan tawa
" Au ahh "
Nayla menahan senyumnya agar tak keluar didepan Ares, sedangkan Ares sejak tadi hanya tersenyum
__ADS_1
" Yaudah kita lanjut jalan lagi yah " ucap Ares dan Nayla mengangguk setujuu