
Nayla melihat jam menunjukkan pukul 6 sore, ia pun memutuskan untuk pulang kerumah ia takut Ares merasa khawatir.
" Gue pulang ya Nay " ucap Nayla sambil bersiap
" Gue anter ya " ucap Naya menawarkan
" Engga usah gue naik ojek online aja "
" Udah malam, ayo biar saya antar " timpal Alvian
" Ehh gausah kak beneran aku udah biasa ko " Nayla mencoba menolak dengan halus
" Udah engga apa apa Nay, kalau Bang Alvian macem macem laporin ke gue "
" Yaudah makasih ya kak "
Nayla pun diantar oleh Alvian pulang, namun Nayla akan meminta untuk di turun yang lumayan jauh dari rumah Ares.
.
.
Saat mendengar suara mobil berhenti Ares langsung keluar menghampiri, namun ia terkejut melihat seseorang yang turun dari mobil tersebut.
" Haii " sapa seorang wanita
" Laras " gumam Ares melihat Laras
Laras dengan cepat memeluk Ares.
" Aku kangen banget sama kamu Res " ucap Laras
Saat Nayla baru saja tiba didepan pintu, ia melihat seorang wanita yang tengah memeluk tubuh Ares.
Ares yang melihat hal itupun terkejut, ia mencoba melepaskan pelukan Laras namun Laras menahannya sedangkan Nayla sudah berlari pergi meninggalkan rumah Ares.
" Kenapa sih sayang, aku kangen res sama kamu " ucap Laras yang menahan Ares pergi
Ares hanya bisa pasrah, namun malam ini Ares berenca untuk menyelesaikan hubungannya dengan Laras.
.
.
Alvian yang belum beranjak pergi melihat Nayla yang tengah berlari, dengan segera Alvian mengejar Nayla.
" Nayla tunggu " ucap Alvian dan Nayla pun berhenti
" Kak Alvian " ucap Nayla dan tangisnya pun pecah
Alvian langsung menarik tubuh Nayla kedalam pelukannya, ia sendiri bingung harus melakukan apa.
" Ada apa Nay, kamu kenapa..? " tanya Alvian sambil mengelus pundak Nayla
" Dia jahat kak dia jahat " Jawab Nayla sambil menangis
" Dia..? dia siapa "
" Aku mau pulang Kak, anter aku pulang "
Alvian pun menuruti permintaan Nayla, dengan segera Nayla masuk kedalam mobil Alvian dan membawa Nayla pergi.
sepanjang jalan Nayla hanya diam sambil sesekali menghapus air matanya, Alvian sendiri bingung tentang apa yang terjadi kepada Nayla.
Sesampainya dirumah Nayla, Alvian langsung membukakan pintu mobil Nayla.
" Makasih kak " ucap Nayla
" Kamu butuh teman cerita..? saya siap ko " ucap Alvian
__ADS_1
" Hmm masuk kak " ucap Nayla mengajak Alvian masuk
Alvian duduk di sofa dan Nayla mengambilkan air untuk Alvian.
" Makasih udah anterin aku kak, maaf jadi ngerepotin " ucap Nayla yang masih mengeluarkan air mata.
" Cerita aja kenapa Nay " ucap Alvian yang merasa khawatir
Nayla pun mulai menjelaskan semuanya kepada Alvin tentang masalah perjodohan hingga yang ia lihat sekarang, namun Nayla masih merahasiakan siapa nama laki laki tersebut.
" Kamu cinta sama dia Nay..? " tanya Alvian
" Engga tau kak " jawab Nayla
" Buat apa kamu berkorban demi orang lain terus Nay, kamu juga harus bisa menghargai perasaan kamu "
" Iyah Kak "
" Ada aku Nay, aku siap buat bikin kamu bahagia " gumam Alvian didalam hati.
Setelah Nayla merasa cukup tenang akhirnya Alvian memutuskan untuk pulang, karena ia tak enak jika ada orang yang melihat mereka berduaan.
" Makasih banyak ya kak " ucap Nayla
" Jangan sedih, kalau butuh teman ada aku " ucap Alvin
" Tolong rahasiakan dari Naya ya kak "
" Iyah Nayla, yaudah kamu istirahat yah Daahh " Alvian melambaikan tangan
Setelah Alvian pergi Nayla segera masuk kedalam kamar dan merebahkan tubunya, entah mengapa hatinya sangat sakit melihat hal tadi.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Ares dan Laras sudah berada didalam rumah, kedua duduk bersekolah.
" Tunggu..!! tadi kamu isengin aku ya res, pake bilang nama kamu resa " ucap Laras yang mengira Ares yang menghubunginya dengan nomor lain
" Resa..? engga " jawab Ares
Laraspun langsung memberikan ponsel kepada Ares, saat Ares melihat nomor tersebut ia menyadari jika itu adalah nomor Nayla.
" Kalau bukan kamu siapa dong " ucap Laras dengan manja
" Ras aku mau ngomong sesuatu " ucap Ares kembali
" Iyah Ares, Laras denger yaudah Ares mau ngomong apa..? "
" Kita sudah selesai Ras, sudah ada wanita lain yang sekarang menggantikan kamu "
" Maksudnya gimana sih Res, kamu udah punya pacar lagi gitu..? "
" Istri, aku sekarang sudah memiliki istri Ras "
" Hahaha ga mungkin kamu bercanda kan Res..?! " ucap Laras yang tak percaya
" Aku serius Ras, aku rasa kita sudah selesai sejak dulu namun karena aku tak pernah bisa menemui kamu dan menghubungi kamu jadi aku ga bisa ucapkan ini sejak dulu "
" Res kamu tuh ngomong apa sih, ga mungkin lah kamu nikah sedangkan hubungan kita aja masih berlanjut "
" Justru itu Ras, aku ingin mengakhiri semuanya. "
" Ares..!! sampai kapanpun aku ga akan lepasin kamu, aku akan lakuin semua cara agar kamu kembali sama aku "
" Ras tolong jangan ganggu aku lagi Ras "
" Ganggu..? setelah semua yang kita lakuin Res..? dan sekarang kamu buang aku gitu aja Iyah..? Engga Res aku gamau "
__ADS_1
" Lebih baik kamu sekarang pulang Ras, aku rasa semuanya udah jelas kan "
" Inget ya Res, kamu akan nyesel udah ngelakuin kayak gini ke aku. dan aku ga akan tinggal diam..!! "
Laras pun pergi meninggalkan Ares dengan rasa amarah, dan Ares pun mencoba untuk menghubungi Nayla namun berkali kali nomor Nayla tidak bisa dihubungi.
...
Nayla masih menangis mengingat apa yang ia lihat tadi, entah mengapa hatinya merasa sangat sakit.
Berkali kali Ares menghubungi Nayla namun Nayla tak merespon, dan Nayla pun memblokir nomor Ares.
Karena merasa sepi, akhirnya Nayla mencoba memutar lagu yang sedang menggambarkan isi hatinya.
...Aku memang terlanjur mencintaimu...
...Dan tak pernah kusesali itu...
...Seluruh jiwa telah kuserahkan...
...Menggenggam janji setiaku...
...Kumohon jangan jadikan semua ini...
...Alasan kau menyakitiku...
...Meskipun cintamu tak hanya untukku...
...Tapi cobalah sejenak mengerti...
...Bila rasaku ini rasamu...
...Sanggupkah engkau menahan sakitnya...
...Terkhianati cinta yang kau jaga?...
...Coba bayangkan kembali...
...Betapa hancurnya hati ini, kasih...
...Semua telah terjadi...
...Hu-oh-uh-oh-wo...
...Wo-uh-wo...
...Uh-oh, uh-uh-uh-oh...
...Bila rasaku ini rasamu (rasamu, oh)...
...Sanggupkah engkau menahan sakitnya...
...Terkhianati cinta yang kau jaga?...
...Coba bayangkan kembali...
...Betapa hancurnya hati ini, kasih...
...Semua telah terjadi...
...Aku memang terlanjur mencintaimu...
Nayla tak mampu menahan air matanya, rasa sakit itu terus berada di pikiran Nayla.
Nayla teringat ucapan Anin, dan Nayla pun sadar ia sendiri belum menjadi istri yang sempurna untuk Ares.
...****************...
Ares dirumah merasa pikirannya kacau, ia tak menyangka jika semuanya akan seperti ini.
__ADS_1
" Aarrggghhh " Ares berteriak sambil memukul tembok rumahnya
Sejak tadi Ares masih belum bisa menghubungi Nayla, bahkan Ares merasa jika Nayla memblokir nomo dirinya.