
Anin dan Rio yang baru saja sampai melihat Noval yang buru buru pergi dengan wajah panik, dengan segera Anin pun menghampiri Noval.
" Lo mau kemana Val..? " tanya Anin
" Kerumah sakit, Laras sama Mamah kecelakaan gue pergi dulu " Noval langsung menancapkan gas motornya meninggalkan rumah Ares
" Ayo RI masuk " Anin langsung mengajak Rio untuk masuk kedalam rumah
Saat Anin masuk kedalam rumah, Anin melihat semuanya hendak pergi.
" Nin Lo mau ikut ga..? " tanya Ares
" Iyah Bang " jawab Anin
" Yaudah pake mobil gue aja, mobil Lo taro sini " ucap Ares
" Bawa " Ares melemparkan kunci mobilnya kepada Rio
Dengan segera Ares dan yang lain bergegas, sedangkan teman teman Nayla tetap menunggu dirumah karena masih ingin membantu Nayla.
" Lo duduk di depan aja Bang, gue sama Nayla " ucap Anin yang sudah lebih dulu duduk di kursi belakang
" Yaudah Iyah " jawab Ares pasrah
Nayla menyadarkan kepalanya di bahu Anin, namun tak sengaja Nayla melihat bercak merah di leher Anin.
" Nin.. Leher kamu kenapa..? Ko merah merah gini..? " tanya Nayla dengan polosnya
Anin langsung menutup lehernya dengan tangannya, sedangkan Ares yang mengerti langsung melirik kearah Rio
" Ri.. " Ares seolah memberikan kode untuk Rio menjelaskan
" Sumpah Bang Ares engga macem macem, cuma dikit " jawab Rio sambil fokus menyetir
" Kalau udah ga tahan nikahin " ucap Ares kembali
" Iyah Bang Ares nanti deh kalau ga Sabtu Minggu yah " Rio mencoba untuk membuat suasana tak tegang
" Emang itu merah merah apa sih Mas ..? " tanya Nayla yang masih penasaran sebab Ares sering mencium namun tak meninggalkan jejak
" Bukan apa apa sayang ini Mah Rio aja yang ganas " jawab Ares
" Kalian berdua .. " Anin mencoba menjelaskan dengan kedua. Jari yang di tempelkan
" Iyah Nay gue sama Anin ciuman dah puas Lo " jawab Rio
" Jangan ketus ketus sama Istri gue, mau Lo gue ga restuin " ancam Ares
" Heheh Ampun bang, maafkan aku yah Nayla yang cantik " ucap Rio
***
Setelah mendapatkan informasi rumah sakit dari Noval, mereka pun sampai disana dan tepatnya didepan IGD.
" Gimana Val kondisinya..? " tanya Rio
" Ngalamin beberapa luka jaitan aja, tapi lebih baik kalian pulang aja gpp ko " jawab Noval
" Serius cuma luka jaitan aja .? " tanya Nayla yang masih penasaran
__ADS_1
" Iyah Nayla, nanti gue kesana lagi deh " ucap Noval
" Terus gara gara apa kecelakaannya..? " tanya Anin yang masih penasaran
Baru Rio hendak menjawab, Dokter dan perawat keluar dari dalam ruangan.
" Sebagian wajah Kaka kamu tidak bisa di selamatkan akibat air keras, dan untuk Mamah kamu juga sama sebagian tubuhnya tersiram oleh air keras" ucap sang Dokter
" Air keras...? Val..? " tanya Nayla yang khawatir
" Baik Dok, saya serahkan semuanya kepada dokter " ucap Noval
Dokter pun kembali masuk untuk memberikan perawatan, awalnya Noval tak ingin bercerita namun mereka semua sudah mengetahuinya.
" Val jelasin ada apa sebenarnya" ucap Nayla
" Jadi tanpa sengaja gue denger percakapan mereka mau beli air keras buat Lo Nay, dan alasan gue datang kerumah lo buat mastiin kalau Lo selalu baik baik aja. Tapi ternyata pas pulang tadi mobil mereka ditabrak dengan kencang dari belakang, alhasil air keras yang ada di bangku belakang tumpah dan kena kemereka. "
" Val.. Lo ga perlu ngerasa bersalah lagi yah, makasih udah jagain gue " ucap Nayla melihat Noval yang begitu sedih
" Gue selalu ngasih mereka nasihat buat hidup lurus lurus aja, tapi ternyata nasihat gue ga kepake. Bokap gue juga ternyata main cewe, dan beberapa temen gue ngeliat"
Nayla mengenal Noval yang begitu semangat dan cenderung tertutup, namun kali ini ia mendengar semua cerita yang Noval alami membuat Nayla merasa kasihan
" Val.. Gue tetap mau ko jadi temen Lo, jadi Lo gausah ngerasa sendiri lagi yah " ucap Nayla
" Iyah Val, kalau ada apa apa ko cerita aja ke kita yah " timpal Anin
" Kadang gue malu banget sama Lo semua, padahal keluarga gue udah jahat sama kalian tapi kalian masih baik sama gue " ucap Noval
" Ah lebay Lo lah, udah jangan sedih lagi " Ares menepuk pelan bahu Noval
" Kalau ada apa apa hubungi kita aja yah " ucap Ares
" Iyah Pak, makasih yah "
Setelah berpamitan Ares dan yang lainnya pun segera pulang meninggalkan Noval
***
Ares dan Nayla sudah berada didalam kamar, teman teman Nayla juga sudah pulang kerumah mereka
" Mas aku kasian sama Noval deh " ucap Nayla yang tengah dibersihkan wajahnya oleh Ares
" Kamu suka yaa sama Noval..? " Ares mencoba menggoda Nayla
" Engga lah Mas Ares, emang Mas Ares mau kalau aku sama Noval ..? "
" Ya engga lah sayang enak aja "
" Oiya Mas, kamu setuju Anin dan Rio..? "
" Engga tau, belum yakin "
" Kenapa..? "
" Mas takut Anin ngalamin salah pilih kedua kalinya, tapi Mas selalu berdoa semoga Anin dikasih pasangan yang tepat "
" Aamiin, Nayla juga berdoa semoga kita cepet dikasih momongan " ucap Nayla dengan tersenyum
__ADS_1
" Ehh " Ares menghentikan gerakan tangannya di wajah Nayla
" Kenapa..? Ko mas Ares kaget gitu..? " tanya Nayla
" Yaah kan Mas taunya kamu ingin nunda sayang, ko tiba tiba banget kamu ngomong gitu "
" Mas, Orangtua Mas Ares, Ibu Nayla pasti ingin punya cucu. Nayla gamau egosi mas, jadi Nayla pikir setelah Nayla punya anak pasti Nayla bisa ko lanjut kuliah "
" Mas bangga punya istri seperti kamu Nay, makasih yah "
" Sama sama Mas Ares "
" Yaudah ayo mandi, nanti keburu malem "
" Janji ya mandi aja "
" Iyah sayang mas janji "
Ares menggendong Nayla ala brides style ke dalam kamar mandi, sebelumnya Ares juga sudah mengisi Air di bathtub nya
****
Dicafe Anin dan Rio kini sedang duduk berdua, sejak tadi Anin benar benar menatap Rio dengan sinis.
" Ga cape apa natap kayak gitu " ucap Rio dengan asik memakan burger yang ia pesan
" Ah gue kesel sama Lo " jawab Anin membuang wajahnya dari Rio
" Yaudah Lo maunya apa sekarang..? " ucap Rio dengan serius
" Yaa Lo pikir aja sendiri "
" Ya apaa Lo mau apa..? kasih tau gue "
" Ya gue mau Lo nebak Rio "
" Hmm Lo mau pulang..? " Rio mencoba menebak
" Iyah terus gue gamau ketemu sama Lo lagi "
" Aish janga atuh Nin "
Ponsel milik Rio terus berdering panggilan masuk, namun Rio tak juga mengangkat panggilan itu.
" Rio itu siapa ..? Udah 10 kali kayaknya nomor itu hubungi lo, tapi ga ada Lo angkat " ucap Anin
" Pinjol kali " jawab Rio asal
Saat Ponsel itu kembali berdering dengan cepat Anin mengangkatnya, ia juga men loud speaker panggilan tersebut
" Hallo RI, Akhirnya diangkat juga gimana jadi kan Transfer sekarang Aku tunggu yah, kamu dimana memang..? " ucap seorang wanita
Anin langsung mengakhiri panggilan tersebut, dengan cepat ia mengambil tasnya dan bangun dari kursinya.
" Nin denger dulu penjelasan gue " ucap Rio memegang tangan Anin
" Lepasin atau kita gausah ketemu lagi " Anin menarik tangannya paksa
Setelah tangan Anin berhasil terlepas, dengan segera Anin meninggalkan cafe tersebut.
__ADS_1
" Aaargghh " Rio mengacak rambutnya kesal