
...Di mansion Keluarga Erlangga...
Pagi pagi hari Bu Amanda sudah rapih seperti siap untuk pergi, Anin yang sudah bangun sejak tadi menghampiri sang ibu.
" Mah mau kemana pagi pagi gini, masih jam 6 loh " ucap Anin menghampiri Bu Amanda
" Ini mamah mau kerumah Ares, Nayla masih dirumah Ares kan " ucap Bu Amanda
" Anin ikut ya Mah "
" Hmm oke mamah tunggu "
...****************...
Sementara Ares sejak malam tidak dapat tertidur karena memikirkan Nayla yang belum pulang kerumah, Ares terus menunggu Nayla diruang tamunya.
" Kenapa gabisa dihubungi si Nay " gumam Ares sambil terus membuka ponselnya
Ares terus mengecek ponselnya namun tak ada tanda dari Nayla akan membalas pesannya.
" Assalamu'alaikum " ucap seorang wanita masuk kedalam rumah Ares
" Waalaikumsalam " saut Ares menghampiri suara tersebut
Ares terkejut saat kedatangan Mamahnya, ia bingung akan menjelaskan apa ke Mamahnya.
" Mamah Anin " ucap Ares
" Nayla mana Res..? " tanya Bu Amanda sambil melirik sekitar rumah
Ares dan Anin saling berpandangan, Anin sudah tau jika Nayla tidak ada dirumah.
" Res..? ko diem Nayla dimana..? " tanya Bu Amanda kembali
Tak lama terdengar langkah seseorang masuk kedalam rumahnya, mereka pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
" Assalamualaikum " ucap Nayla yang baru saja tiba dirumah Ares
" Waalaikumsalam " saut ketiganya
" Nayla darimana..? " tanya Bu Amanda menghampiri Nayla
" Abis lari Mah, Mamah sama Anin daritadi..? "
" Engga ko belum lama, ko kamu ga bareng sama Ares sih kenapa sendiri "
" Ooo ya habis mas Ares tidurnya pules banget, Nayla jadi ga tega banguninnya " Nayla melirik ke Ares
" Terus itu mata kamu kenapa sembab gitu, kamu habis nangis ya..? " Bu Amanda memperhatikan kedua mata Nayla
" Ooo yaa Nayla abis nonton film drakor semalem Mah, terus karena sedih Nayla nangis habis itu dibawa tidur hehe " jawab Nayla berbohong
" Mamah sama Anin udah sarapan belum, kalau belum biar Nayla bikin nasi goreng " ucap Nayla dengan semangat
" Hmm boleehh kebetulan mamah laper banget nih " jawab Bu Amanda
" Ayo Nay aku temani " ucap Anin
Nayla dan Anin pun berjalan kedapur sedangkan Ares dan Bu Amanda menunggu.
" Ares.. sampai ada sesuatu yang terjadi dirumah tangga kalian, Mamah sendiri yang akan bertindak " ucap Bu Amanda
" Iyah Mah " Jawab Ares
.
__ADS_1
.
* 1 Jam yang lalu
Saat ia tengah bersiap siap, Anin langsung menghubungi Nayla
" Bang Ares keterlaluan..!!! " ucap Anin kesal
Anin pun segera bersiap, ia takut Mamahnya menunggu lama.
..
Setelah mendapat pesan dari Anin, Nayla langsung bersiap siap.
ia langsung mencuci wajahnya, dan berfikir mencari alasan.
Nayla membuka lemari pakaian, dan ia pun melihat baju yang biasa ia gunakan untuk olahraga dengan segera Nayla memakai baju itu dan pergi kerumah Ares.
.
.
" Nay kamu kenapa, cerita sama aku " ucap Anin khawatir
" Nanti aja Nin, panjang " jawab Nayla yang tengah fokus memasak
" Terus kenapa kamu tiba tiba nanya Laras, apa ada hubungannya dengan dia..? "
" Hmm nanti aja yah Nin aku ceritain, besok kita jalan jalan yuk aku kenalin sama semua teman teman aku " Nayla mencoba mengalihkan pembicaraan
" Oke deh " jawab Anin setuju
.
" Kamu ga ada niatan untuk mengajak Nayla honeymoon..? " tanya Bu Amanda mencairkan suasana
" Ada Mah, cuma Ares lagi ada kerjaan yang gabisa ditinggal "
" Kerjaan atau Dia..? "
" Dia..? maksudnya siapa Mah... ?
Saat Bu Amanda hendak menjawab ucapan Ares, Nayla dan Anin yang sudah selesai masak menghampiri mereka
" Ayo Mah udah jadi sarapannya " ucap Nayla kepada Bu Amanda
" Ayo kita makan " ajak Bu Amanda dan diikuti yang lain
" Kali ini lo selamat Bang..!! " bisik Anin dan Ares menatap wajah Anin
Selama makan Ares sesekali melirik kearah Nayla yang tengah menikmati makanannya, entah mengapa hatinya merasa sesak melihat Nayla yang mencoba menutupi masalah mereka.
Setelah selesai makan Bu Amanda berpamitan untuk pulang.
" yaudah Mamah pulang dulu yah, kalian baik baik ya " ucap Bu Amanda
" Iyah Mah, Mamah hati hati ya " ucap Nayla
" Nay jangan lupaa " Anin seolah memberi kode
" Iyah Nin " jawab Nayla
Bu Amanda dan Anin pun keluar dari rumah Ares, kini hanya tinggal Nayla dan Ares didalam rumah.
__ADS_1
" Nayla kita harus bicara Nay " ucap Ares
" saya cape mau istirahat " jawab Nayla dengan cuek ia pun pergi ke kamar meninggalkan Ares
.
.
" Mamah yakin ada sesuatu yang sedang Nayla tutupin " ucap Bu Amanda kepada Anin
" Sesuatu apa Mah..? " tanya Anin pura pura tidak mengerti
" Ya kita lihat saja nanti " Jawab Bu Amanda menggantung
" Gimana dengan kamu Nin..? kamu sudah urus semuanya kan..? "
" Sudah Mah, tinggal menunggu tanggal "
" Oke "
.
.
Ares menghampiri Nayla yang sedang berada didalam kamar, Ares pun ikut berbaring disebelah Nayla.
" Nay, dengerin penjelasan Mas dulu " ucap Ares kepada Nayla yang kini memunggungi Ares
" Hmm " guman Nayla tanpa berbalik
" Nayla, Mas dan dia ga ada hubungan apapun Nay "
" Hubungan kita juga cuma perjodohan, jadi anggap aja hubungan kita biasa aja " jawab Nayla tanpa menoleh
" Tapi Mas sayang sama Nayla " ucap Ares
" Jangan mudah bilang sayang kalau kenyataannya mas sendiri aja belum yakin sama perasaan sendiri "
" Mas pikir saya gatau siapa nomor yang sering hubungi Mas dan Mas ga pernah angkat..? saya tau Mas, dia kan wanita nya..? " ucap Nayla yang mulai menaiki suaranya
" Iyah dia wanitanya, tapi mas sudah ga ada hubungan apapun dengan dia nay "
" Kalau ga ada hubungan apa apa kenapa sampai peluk pelukan mesra gitu..? oo berarti walaupun saya ga ada hubungan apa apa sama teman laki laki saya ga apa apa dong pak saya peluk peluk "
" Nayla bukan gitu.. "
" Bukan gitu gimana..? loh mas aja boleh kenapa saya ga boleh "
" Oke mas ngaku mas salah, mas minta maaf. Tolong kasih mas kesempatan untuk buktiin ke Nayla kalau mas ga ada hubungan apapun sama dia "
" Okee Aku akan kasih mas kesempatan, tapi kalau sampai aku tau mas masih deket sama dia yaudah mas pilih aja dia tinggalin Nayla "
Ares yang mendengar merasa sakit, ia tak mau meninggalkan Nayla terlebih ia merasa sudah mencintai wanita itu.
" Mas sayang sama kamu Nayla sayang banget " ucap Ares sambil memeluk Nayla
Nayla pun mencoba memaafkan Ares, walaupun hatinya masih terasa sakit namun Nayla akan memberikan Ares kesempatan.
Saat Ares memeluk Nayla, ia merasa tubuh Ares yang panas.
" Badan Mas Ares ko panas..? " Nayla membalikkan tubuhnya
" Engga Nay, mungkin tubuh kamu yang dingin " Ares mencoba membantah walaupun memang ia merasa pusing
" Engga, coba Nayla ambil thermometer " Nayla pun bangun mancari kotak obat di kamar Ares
Nayla mencari kotak obat dikamar Ares, setelah dapat ia kembali ke kasur dan melihat Ares yang mimisan.
__ADS_1
" Mas Ares kenapa.. " ucap Nayla panik
Nayla langsung membersihkan darah tersebut, setelah bersih Nayla mengambil air hangat dan mengompres Ares.