
Malam tadi Rio memutuskan untuk menginap di tempat Anin, ia benar benar ingin memastikan Anin aman dalam penjagaannya.
Rio segera bergegas untuk mandi dan membuat sarapan untuk Anin, ia sudah merencanakan semuanya hari ini.
Saat Anin terbangun Anin tak melihat Rio didalam kamarnya, hidungnya mencium aroma harum masakan.
" Siapa yang masak yah " gumam Anin
Anin pun segera bangun dari kasurnya dan segera bergegas pergi ke dapur.
" Morning " sapa Rio melihat Anin yang menghampiri dirinya
" Hmm morning" sapa balik Anin
" Mending sekarang Lo mandi Nin " ucap Rio yang masih belum menyelesaikan masakannya
" Emang mau kemana..? " tanya Anin penasaran
" Gue mau ngajak Lo pergi, tapi sebelum ini kita kerumah Bang Ares dulu gimana..? "
" Hmm Iyah, yaudah gue mandi dulu yah "
" Iyah sayang "
Anin pun segera bergegas untuk mandi, sedangkan Rio masih melanjutkan masakannya.
***
" Mas Ares " panggil Nayla yang tengah berjemur
" Apa sayang kenapa..? Udah mulai panas yah "
" Iyah Mas, masuk yuk "
" Iyah sayang "
Dengan segera Ares mendorong kursi roda milik Nayla dan membawa masuk kedalam rumahnya.
Ares membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan dari Rio.
" Ada pesan dari siapa Mas..? Kayaknya serius banget bacanya " tanya Nayla yang memperhatikan raut wajah suaminya
" Ehh ini Rio sayang, dia bilang mau kesini sama Anin katanya ada yang mau di obrolin soal Anin "
" Mungkin Rio mau ngajak Anin nikah mas " ucap Nayla dengan bahagia
" Mas belum yakin Nay "
" Kalau Nayla yakin Rio laki laki terbaik, dia pantas buat Anin "
" Kalau Mas gimana..? Mas pantas ga buat Nayla..? "
" Engga " jawab Nayla menggelengkan kepalanya sambil tertawa
__ADS_1
" Ooo gitu yaah okee " Ares pun membuang wajahnya dari hadapan Nayla
" Bercanda Mas Ares, jangan ngambek udah tua ngambekan heheh"
" Iyah Iyah suka suka Nayla deh "
" Mas haus " Ucap Nayla dengan nada manjanya
" Gimana mau marah coba kalau istri mas tuh gemes banget kayak gini " Ares mencubit kedua pipi Nayla
" Aduuh sakit Mas Ares " Nayla memegang kedua pipinya
" Hehehe yaudah Mas ambil minum dulu yah " Ares pun segera bergegas ke dapur untuk mengambil minum
Nayla menunggu Ares di ruang tamu, sambil sesekali menoleh kearah dapur.
Dan Tak lama Ares pun kembali dengan membawa satu gelas air dan semangkuk buah ditangannya.
" Ini minum dulu, sekalian mas juga bawain buah buat kamu " ucap Ares
" Makasih Mas Ares " Nayla langsung meneguk air yang Ares berikan dan Ares pun menyuapi buah yang ada di mangkuk
" Naylaaa Bang Aressss " suara seorang perempuan yang keduanya hafal siapa pemiliknya
" Pasti Anin sama Rio " ucap Nayla menatap kearah Ares dan Ares hanya mengangguk
" Berisik banget sih pagi pagi teriak teriak, mana ganggu orang berduaan lagi " ketus Ares
" Yeee biarin ajaa sih " jawab Anin yang sedang asik memeluk Nayla.
" Yaudah ke belakang aja, Nin titip istri gue " Ares memberikan mangkuk buah tersebut kepada Anin
Rio dan Ares berjalan menuju taman belakang, sebab Rio bilang hanya ingin berbicara kepada Ares.
" Mau ngomong apa Ri..? " tanya Ares yang kini keduanya sudah duduk bersebelahan
" Jadi gini Bang.. " Rio menceritakan Semuanya kepada Ares
Mendengar cerita itu Ares sangat kesal, sangat kesal sampai ingin membunuh laki laki itu.
Namun Rio tak menceritakan tentang minuman yang Anin minum, karena Rio takut Ares mencurigai dirinya.
" Sama satu lagi Bang gue mau ngomong dan izin sama Lo " ucap Rio setelah selesai dengan ceritanya semalam
" Apa..? " tanya Ares
" Gue mau ngajak Anin ke hubungan yang lebih serius Bang " ucap Rio yang terdengar serius
" Gue sayang Bang sama Anin, gue cinta sama dia, gue mau lindungi dia Bang, gue mau bahagiain dia Bang " ucap Rio mencoba meyakinkan Ares
Ares mencoba mempertimbangkan ucapan Rio, sejujurnya ia masih tak yakin terlebih dengan masalalu Anin.
" Lo beneran sayang sama Anin..? " tanya Ares
__ADS_1
" Hemm sayang banget bang " jawab Rio dengan yakin
" Kalau gue ga kasih restu atau izin, apa yang akan Lo lakuin..? "
" Yaa gue bakal terus berjuang lah bang, ya kali gue nyerah hehe "
" Yaudah Lo berjuang aja dulu gue mau tau sampai mana "
" Hmm Iyah bang "
" Yaaudah gue mau ngomong dulu sama Anin, Lo panggil aja Anin kesini "
" Iyah Bang "
Riopun segera pergi meninggalkan Ares, dan sesuai permintaannya Anin pun menghampiri Ares.
" Kenapa Bang..? " tanya Anin yang kini sudah berada di sebelah Ares
" Semalem Lo kenapa ga bilang kalau mantan Lo ketempat Lo Nin..? " tanya Ares
" Bang gue bukan gamau ngabarin Lo bang, tapi semalem gue bener bener takut banget bang. Dan beruntungnya Rio ada malam itu bang, kalau engga gue gatau bang gue gimana mungkin kalau semalam Rio ga Dateng gue udah kehilangan diri gue bang " ucap Anin mengingat kejadian semalam
" Maksudnya kehilangan diri Lo..? " tanya Ares yang bingung
" Jadi semalem gue dikasih air entah air apa gue di cekokin gitu aja bang, dan tiba tiba badan gue panas gue rasa air itu udah di campur dengan hal lain. Gue ngerasa gelisah, panas tubuh gue ga karuan bang. Sampai akhirnya Rio nolongin gue bang " jawab Anin sambil menundukkan kepalanya
Ares terkejut dengan cerita sisi Anin, kenapa Rio tak menceritakan jika Anin meminum air seperti yang Anin cerita.
Ares juga tau betul pasti air itu dicampur obat perangsang, dan jika Anin bilang Rio menolong Anin itu berarti Rio dan Anin..
" Bang kenapa Lo diem bang " ucap Anin yang takut Ares marah kepadanya
" Gue semakin ga percaya Rio laki laki yang baik buat Lo Nin " jawab Ares
" Ke..kenapa bang..? " tanya Anin terkejut
" Nin Lo tau air yang Lo minum itu udah di campur obat rangsangan, dan Lo bilang ke gue Rio nolongin Lo berarti kalian udah ngelakuin hal itu kan..? " tanya Ares sedikit meninggi kan suaranya
" Bang Ares denger dulu penjelasan Anin, Anin juga berfikir jika Rio akan ngelakuin kayak gitu tapi salah bang salah semua yang bang Ares pikir itu salah bang..!! Rio berusaha cari dokter, nyuruh Anin mandi, hingga akhirnya Rio nyuruh Anin buat habisin 3 kotak susu bang. Rio ga ada sedikitpun nyentuh Anin bang Ares, ga ada sedikitpun malam itu justru Anin yang minta Rio buat ngelakuin" ucap Anin tak kalah meninggikan suaranya
**
Diruang tamu Nayla dan Rio menunggu keduanya, terdengar suara keduanya yang mulai meninggi namun samar sama mereka dengar
" Nay apa gue ga pantes ya buat Anin " tanya Rio yang sudah putus asa
" Pantes ko pantes gue yakin sama Lo " jawab Nayla dengan keyakinan
Tak lama keduanya datang bersamaan, Nayla dan Rio melihat mata Anin yang masih basah karena air mata.
" Bang.. gue rela kalau harus berjuang lagi buat hubungan gue dan Anin tapi please jangan salahin Anin bang " ucap Rio yang takut jika keduanya bertengkar
" Ya gue emang ga setuju kalian pacaran" jawab Ares dengan cepat
__ADS_1
Anin dan Nayla langsung menoleh kearah Ares.