
Anin terdiam mendengar ucapan Alvian kepada Ares.
" Segitu besarnya kak perasaan Lo ke Nayla " Anin pun segera pergi meninggalkan keduanya
" Al gue—" ucapannya tergantung
" Pak Ares Nayla pak pingsan pak " ucap Ayu berlari dari dalam
" Nayla " Ares yang panik langsung masuk mencari Nayla
Saat Ares masuk kedalam kamar dan melihat Nayla yang sudah tak sadarkan diri.
" Nayla sayang bangun nduk " ucap Bu Sri yang panik
" Ada minyak angin ..?" tanya Ares
" Ini pak " Ayu memberikan kepada Ares
Ares langsung mendekatkan minyak angin kehidung Nayla, dan perlahan Nayla membuka matanya.
" Mas Ares " Nayla memegang kepalanya yang terasa pusing
" Kamu makan yah biar mas suapin "
" Engga mas, Nayla ga laper " Nayla menggelengkan kepalanya
Semua orang yang berada didalam kamar pergi keluar meninggalkan Ares dan Nayla, begitu juga dengan Alvian.
" Sayang kamu makan dulu yah " ucap Ares kembali membujuk
" Engga mas, Nayla ga laper "
" Tapi nanti Nayla sakit gimana..? Nayla mau ibu juga sedih..?"
Nayla tak berbicara hanya diam.
" Makan ya sedikit aja yang penting keisi perutnya "
" Iyah mas "
Ares keluar kamar dan mengambil nasi yang memang sudah disiapkan.
Saat Ares masuk kedalam kamar ia melihat Nayla yang sudah tertidur pulas, karena tak tega membangunkannya Ares pun pergi.
" Kalian jagain Nayla yah kalau ada apa apa saya ada di luar " ucap Ares kepada Naya, Ana dan Ayu
" Iyah pak " jawab Naya
Ares pun keluar dari kamar dan kembali menghampiri Alvian.
" Lo tau Res, gimana perasaan Nayla betapa sakitnya perasaan dia Res saat dia cerita suaminya masih Deket sama mantannya "
" Tapi gue udah ga Deket Al sama Laras "
" Res, gue yang ada buat dia Res saat Lo nyakitin dia Res "
" Tapi gue ga ada maksud nyakitin dia Al "
" Kalau emang Lo sayang sama dia tunjukin Res, tapi kalau emang Lo nyakitin dia sekali lagi gue yang akan jaga dia "
__ADS_1
Alvian dan Ares saling diam, mereka sendiri bingung kenapa harus jatuh cinta dengan perempuan yang sama.
..
Anin duduk di halaman belakang sendiri, ia masih ingat betapa Alvian ingin sekali bersama dengan Nayla
" Hihihi " Rio menghampiri Anin yang sendiri
" Rioo, ga lucu ah " Anin mencubit Rio
" Hehehe lagian sendirian disini, kenapa sih kenapa..?"
" Engga apa apa, gue pengen cepet cerai RI "
" Katanya bulan ini kan ketuk palu..?"
" Iyaah tapi prosesnya lama banget yah "
" Kenapa ga sabar ya jadi Janda hahaha "
Anin kembali mencubit, namun kali ini Anin mencubit perut Rio.
" Gue bercanda Anin galak banget sih " Rio mengelus perutnya yang di cubit Anin
" Ri gue boleh ga minta sesuatu"
" Apaa...? Lo mau minta apapun gue kasih "
" Serius apapun..?'
" Iyaah emang Lo mau apa sih ...?'
" Yaudah gue mau minta semua harta Lo deh Ri, terus balik nama ke nama gue hahaha "
" Apaa...? "
" Lo jadi istri gue dan jadi ibu dari anak anak gue "
" Idiihh bisa ajaa, "
" Serius serius Lo mau minta apa emang sih..?"
" Gue mau minta Lo selalu disisi gue Ri, gue gamau kehilangan Lo "
" Iyah tenang ajaa tanpa Lo minta akan gue kasih "
" idih gomball "
Senyum Anin yang sempat hilang kini kembali datang, Rio adalah orang yang saat ini paling Anin butuhkan.
**
Malam hari acara tahlilan pun digelar, semua para tetangga datang untuk memberikan doa kepada Pak Agung.
" Gimana Nay perasaan kamu sekarang " tanya Anin
" Yaa gitu Nin, ada yang hilang rasanya "
" Udah sekarang kan ada Pak Ares yang jagain Lo sama ibu " ucap Ana dan diikuti anggukan Naya dan Ayu
__ADS_1
" Sorry ya gue ga cerita ke kalian kalau sebenernya gue sama Mas Ares udah nikah, gue bukannya gamau cerita gue cuma belum siap dan gue gamau Lo jadinya canggung sama Mas Ares " ucap Nayla
" Udah Lo ga perlu pikirin itu, yang penting sekarang Lo harus bisa kuat masih ada ibu yang butuh Lo Nay " ucap Ayu
" Iyaahh, makasih ya kalian udah jauh jauh Dateng kesini buat gue "
" Iyaah sama sama "
Merekapun langsung memeluk Nayla, Nayla merasa beruntung memiliki sahabat seperti mereka.
Setelah selesai tahlilan mereka berkumpul diruang tengah sambil bercengkrama dengan saudara Nayla.
" Res kamu jagain Nayla, Sri masih ada kami disini " ucap Om Oman suami dari Kaka ibu Nayla
" Iyah Om saya akan menjaga Nayla "
" Jadi kalian kapan akan mengadakan resepsi..? Atau memang kalian ga akan mengadakan resepsi..? Kamu kan katanya mampu Res masa ga ada resepsi sih" ucap Tia kaka Mamah Nayla
" Tiaa kamu tuh gatau waktu yah, ini tuh masih suasana duka. Lagian kamu sendiri saja belum menikah sudah mikirin hubungan orang lain "
" sabar mas " Malika menenangkan istrinya
" Om dan Tante ga perlu khawatir, saya akan menjaga Nayla dan Ibu. Kalau memang ibu ingin ikut kita ke Jakarta kita dengan senang ko Bu " ucap Ares
" Engga Nak, Ibu akan tetap disini tapi nanti sesekali Ibu akan kesana menjenguk kalian " jawab Ibu Sri
" Kamu nunda kehamilan yah Nay, awas nanti giliran saat kepengen jadi susah " ucap kembali Tia.
" Tante Tia bisa ga Tante hargain perasaan Nayla hari ini, Nayla habis kehilangan Bapak kalau emang Tante cuma bisa nyakitin perasaan Nayla mending Tante pergi " ucap Nayla yang tak mampu menahan emosi
" Ih dasar dibilangin ga terima " gumam Tia namun ia enggan pergi
" sabar sayang " Ares mengelus kedua bahu Nayla
Setelah selesai bercengkrama semuanya pun memutuskan untuk beristirahat, Rio Alvian, dan Oman tidur di kamar berdua sedangkan dikamar lainnya diisi oleh Anin, Naya, Ayu dan Ana
Ares dan Nayla tidur bersama, awalnya Nayla ingin tidur bersama dengan ibu namun ibu tidur bersama namun Malika dan Tika yang menemani Bu Sri
Nayla tak bisa tidur ia masih tak percaya kehilangan Ayah sekaligus cinta pertamanya, Ares sendiri juga tidak bisa tidur mengingat ucapannya Nayla dicafe yang mengatakan akan bercerai.
" Nay.." panggil Ares pelan
" Apa " saut Nayla yang membelakangi Ares
" Soal itu Mas minta maaf, sumpah Nay mas berani sumpah kalau Mas ga ada hubungan apapun dengan Laras "
" Hmm" gumam Nayla
" Nayla kalau mau marah sama Mas ga apa apa, mau pukul mau tonjok atau mau apaa "
Nayla membalik badan dan menatap Ares.
" Mas Nayla gamau itu semua, Nayla cuma mau—" ucapannya terpotong
" Pisah...?" ucap Ares dengan cepat
" Nayla mau pisah kan sama Mas Ares..? " Ares kembali mengulang
" Mas kenapa mikir gitu..? atau emang Mas Ares yang emang mau pisah sama Nayla ..?"
__ADS_1
" Udahlah Mas, emang Mas ga pernah sayang sama Nayla "
Nayla kembali membelakangi Ares, sedangkan Ares terdiam mendengar ucapan Nayla.