Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 17


__ADS_3

" Om dan Tante ga berhak marah marah ke istri saya, dan asal om tau saya yang ingin menikahi Nayla bukan Nayla yang mengejar saya..!! Satu lagi yang perlu kalian tau, anak om tante dia itu selingkuh dari saya..!! " Bentak Ares kemudian ia pergi meninggalkan orangtua Laras


Ares berlari mengejar Nayla, namun ia tak melihat Nayla disekitar sana.


" Nay kamu dimana Nay " gumam Ares


Ares meraih ponselnya untuk menghubungi Nayla, namun ia mendapatkan pesan dari Nayla.



Ares terdiam membaca pesan Nayla, baru saja ia dan Nayla berdamai kenapa ia harus kembali kehilangan Nayla.


Ares masuk kedalam mobilnya, ia sangat menyesal telah datang kesini dan mengajak Nayla.


...****************...


Sesampainya dirumah Nayla masuk kedalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya dikasur.


" Kenapa gini sih kenapa " gumam Nayla sambil menangis kencang


Nayla tak pernah menyangka jika dirinya dihina oleh orang yang ia tak kenal, bahkan bertemunya saja baru sekali namun bisa bisanya menghina Nayla


Nayla tak melihat Ares yang menghubungi dirinya, ia pun meletakkan ponselnya dan mencoba untuk tertidur.


.


.


Esok harinya Ares saat Ares hendak ke kantor, ia lebih dulu bertemu dengan sahabatnya yang sebelumnya ia sudah membuat janji.


Ares pergi ke suatu cafe dengan pikiran yang kacau, sesampainya dicafe ia melihat sahabatnya sudah datang.


" Weh bro " sapa teman Ares


" Sory macet, lo daritadi..? " tanya Ares yang kini sudah duduk di sebelah sahabatnya


" Halah macet alasan, ya gue udah sejam nungguin lo hahaha bercanda gue juga baru sampe ko "


" Tumben lo res ngajak pagi pagi gini ketemu, terus itu muka kusut banget "


" Iyah pusing gue Al "


" Kenapa nyokap nyuruh lo nikah lagi..? yaudah makanya lo tuh punya pacar, nikah move on lah "


" Lo sendiri so ceramahin gue, emang udah punya pacar " ucap Ares dengan ketua


" Belum bentar lagi, tapi gue baru kenalan sama cewe Res "


" Seorang Alvian kenalan sama cewe..? ga mungkin " bantah Ares


" Gue serius, di temen adik gue Res orangnya cantik lucu kata adik gue juga dia pinter tapi sayang Res dia nikah dijodohin sama orangtuanya. Gue sih baru dua kali ketemu sama dia, waktu itu pas dia ke rumah adik gue nah gue anterin dia tuh katanya mau pulang ke rumah lakinya, eehh tau taunya dia liat suaminya lagi sama cewe lain. Terus semalem gue juga ketemu dia dicafe nangis, yaudah gue anterin pulang tapi kayaknya dia mau cerai sama suaminya Res " ucap Alvian


" adik lo namanya siapa Al gue lupa " ucap Ares merasa tak asing mendengar cerita Alvian


" Naya " ucap Alvian

__ADS_1


" Terus nama temennya siapa..? " tanya Ares kembali


" Ah bilang aja lo mau tau nama cewe yang gue maksud, namanya Nayla " jawab Alvian


Degg..!!! Ares terkejut mendengar jawaban Alvian


" Lagian cowonya juga brengsek Res, udah nikah masih aja deket sama mantannya. Suaminya tuh harusnya beruntung punya istri kayak dia, kalau gue sih udah pasti gue sayang gue jagain sih " ucap Alvian


" Lo kata siapa dia mau cerai..? " ucap Ares dengan panik


" Dia lah, orang dia sendiri yang nanya syarat cerai apa aja terus nanya gue bisa buat ngurus cerai atau engga " jawab Alvian


" ngga ngga mungkin " gumam Ares pelan


" Ngga mungkin apa, ko lo jadi panik gitu sih Res " ucap Alvian melihat perubahan raut wajah Ares


" Engga apa apa, mereka murid gue Al "


" Ooo murid lo, bantuin gue dong biar bisa deket sama Nayla "


" Emang rumah Nayla dimana Al..? "


" Mau ngapain lo, mau nikung yaa " ketus Alvian


" Kagaa, katanya lo mau gue bantuin " Ares memberi alasan


Alvian pun memberikan alamat rumah Nayla kepada Ares, Ares berencana untuk menemui Nayla setelah ini.


...****************...


" Cih dasar paling lagi berduaan sama tuh cewe " gumam Nayla memegangi kepalanya


Nayla keluar kamar untuk mengambil air, namun entah mengapa rasa sakit kepalanya membuat ia kesulitan berjalan.


Ia pun berpegangan dengan tembok agar bisa berjalan menuju dapur, setelah berhasil mengambil air Nayla langsung duduk dan meminum air tersebut.


Tak lama Nayla mendengar suara bel rumahnya, dengan tertatih Nayla berjalan untuk membukakan pintu.


" Yaa siapa " ucap Nayla membuka pintu


" Nayla.. " ucap Anin yang baru saja tiba dirumah Nayla


" Anin kepala aku sa.. " belum selesai berbicara Nayla terjatuh pingsan


" Nayla Nay bangun Nay " ucap Anin panik


Kemudian ada tetangga yang melihat keduanya, menghampiri Nayla dan Anin.


" Kenapa mba sama Nayla nya " ucap tetangga Nayla


" Engga tau mas, tolong bantuin yah bawa ke mobil saya " ucap Anin meminta tolong


" iyah "


Tetangga Nayla dengan cepat menggendong Nayla untuk memasukan kedalam mobil Anin.

__ADS_1


" Mbanya pelan pelan aja jangan panik " ucap tetangga Anin


" Iyah Mas, makasih tolong titip rumah Nayla yah Mas "


Anin dengan segera menancap kan gas mobilnya pergi menuju rumah sakit.



Dika adalah tetangga Nayla ia tinggal tepat didepan rumah Nayla, Dika diam diam sering memperhatikan Nayla beberapa kali ia mengajak Nayla berbicara.


.


.


Setelah selesai bertemu dengan Alvian, Ares pun dengan segera pergi ke alamat yang sudah Alvian berikan.


Sesampainya dirumah Nayla ia langsung menekan bel rumah Nayla.


" Ayo dong Nay buka pintunya " ucap Ares panik


" Mas mau cari Nayla..? " tanya Dika yang melihat dari depan rumah ada seorang laki laki berdiri didepan rumah Nayla


" Iyah Mas, benarkan ini rumahnya " ucap Ares


" Iyah, tapi Nayla nya tadi diantar sama temannya ke rumah sakit soalnya tadi pingsan Mas " jawab Dika


" Rumah sakit mana yah Mas kalau saya boleh tau..? "


" Waduh saya kurang tau "


Ares memberikan kartu namanya kepada Dika


" Mas kalau sewaktu waktu seperti ini tolong hubungi saya yah, saya permisi " ucap Ares ia pergi meninggalkan Dika


Dika terkejut saat membaca kartu nama Ares.


" Jadi dia bos gue, terus ngapain nyariin Nayla " gumam Dika sendiri


.


.


Setibanya dirumah sakit Nayla langsung ditangani oleh dokter, Nayla dibawa ke ruang igd untuk menjalani pemeriksaan.


" Apa Nayla sama Bang Ares masih bertengkar ya " gumam Anin sendiri


Tak lama dokter keluar dan menghampiri Anin, Dokter memberitahu jika tekanan darah Nayla rendah. Dokter pun memperbolehkan Anin untuk menjenguk Nayla.


" Nayy kamu ga apa apa Nay " ucap Anin panik


" Engga apa apa ko Nin, cuma kepala aku sakit banget nafas aku juga sesek" jawab Nayla


" Yaudah kamu istirahat yah, aku keruang pendaftaran dulu buat siapin kamar " ucap Anin ia pun langsung meninggalkan Nayla


Saat Anin tengah menuju administrasi, dirinya bertabrakan.

__ADS_1


" Anin.. "


__ADS_2