Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 9


__ADS_3

...Kediaman Ares...



Setelah menempuh perjalanan, Nayla dan Ares pun sampai dikediaman Ares.


" Ini rumah mas..? " tanya Nayla melihat rumah Ares yang luas


" Iyah Nayla " Jawab Ares


Ares turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil Nayla, dan Nayla pun turun dari mobil.


" Ayo Nay masuk " ucap Ares sambil membawa koper miliknya dan tak milik Nayla.



Nayla semakin dibuat terkejut dengan rumah Ares yang sangat luas, ia melihat sekeliling rumah Ares sangat bagus.



" Ayo Nay, Naik " ucap Ares yang menunggu didepan lift


" Weh lift..? dirumah ada lift..? " tanya Nayla yang masih terkejut


" Kenapa..? udah ayo kamu mau berdiri disitu sampai pagi "


" Engga "


Nayla pun berjalan mengikuti Ares, setelah itu lift langsung menaiki lantai 2.



Ares mengajak Nayla untuk masuk kedalam kamarnya, dan Ares meletakkan kopernya di sudut kamar.


" Kamu mau mandi dulu..? " tanya Ares


" Iyah, aku mandi duluan " Nayla pun segera masuk kedalam kamar mandi


Ares pun mengeluarkan baju kotornya untu besok ia cuci, ia pun memasukkan kedalam keranjang baju kotor.


Tak lama Nayla keluar kamar mandi, Nayla sengaja memakai baju didalam kamar mandi dan Ares pun menatap Nayla dengan pakaian yang saat ini ia gunakan.



" Mas Ares " ucap Nayla melihat Ares melamun


" Ehh Iyah Nay, udah yah yaudah saya mandi dulu " Ares dengan segera masuk ke dalam kamar mandi


Sebenarnya Nayla ragu memakai baju tidurnya, karena baju tidur miliknya terbuka semua.


Nayla pun mencoba mencari lemari Ares, namun ia tak menemukannya.


" Gimana mau nyiapin baju kalau gue aja gatau bajunya dimana " gumam Nayla sendiri


Tak lama Ares keluar dengan memakai handuk yang melingkar di pinggang, Nayla yang baru melihat hal itu langsung menutup wajahnya.


" AHHHHH MAS ARES NGAPAIN " ucap Nayla


" Apasih Nay, saya kan habis mandi " jawab Ares dengan santai


" Ya Mas Ares kan bisa pakai dikamar mandi bajunya, lagian saya juga gatau baju mas Ares dimana jadi belum disiapin "


" Iyah ngga apa apa, yaudah saya pakai baju dulu "


Ares berjalan menuju suatu ruangan, sedangkan Nayla masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Udah lepas aja udah selesai ko " ucap Ares yang sudah memakai pakaian


" Dimana lemarinya..? " tanya Nayla


" Dibelakang sana " Ares menunjuk ke suatu ruangan


" Ayo tidur, kamu pasti lelah kan " Ucap Ares yang lebih dulu sudah menaiki kasurnya


Nayla pun segera naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya disebelah Ares.


" Mas Ares.. " panggil Nayla yang kini tengah memunggui dirinya


" Ya kenapa Nay..? " saut Ares tanpa menoleh


" Mas marah yah, ko tidurnya menghadap sana "


Ares pun membalikkan tubuhnya dan menatap Nayla.


" Engga, emang marah kenapa..? "

__ADS_1


" Ya ga apa apa takut aja "


" Saya cuma takut Nay, gabisa nahan diri saya seperti di mobil "


" Ooo ya kalau itu saya ga keberatan mas "


" Berarti saya boleh.. " Tanya Ares sambil mengusap bibir milik Nayla dan Nayla mengangguk



Setelah mendapat izin, Ares pun langsung mencium bibir Nayla.


Nayla tau jika dirinya belum siap untuk memberikan dirinya seutuhnya kepada Ares, namun Nayla juga tak ingin jika harus membuat Ares dan dirinya berjarak.


" Saya sayang sama kamu Nay " ucap Ares setelah melepaskan ciumannya


" Maafin saya Mas saya belum bisa balas perasaan mas Ares " ucap Nayla apa adanya


" Iya ga apa apa Nay, saya paham ko. Yaudah kamu tidur yah udah malem "


" Mas Ares.. "


" Iyah Nayla kenapa..? "


" Kalau mas Ares mau yang tadi mas Ares ga perlu izin lagi, kan mas Ares suami saya "


Mendengar ucapan tersebut Arespun tersenyum, ia pun mencium kening Nayla.


" Istirahat yah sudah malam " ucap Ares


" Iya " Nayla pun segera memejamkan matanya


...****************...


Driiiing...


Alarm Nayla berbunyi tepat pukul 5 pagi Nayla pun membuka matanya dan langsung mematikan alarm di ponselnya, ia melihat Ares yang masih tertidur dengan segera Nayla pun membangunkan Ares.


" Mas Ares bangun udah jam 5 pagi " Nayla menggoyangkan perlahan tubuh Ares


" Iya 5 menit lagi Nay, ngantuk banget " jawab Ares yang masih memejamkan matanya


Karena Ares sulit dibangunkan, akhirnya Nayla memiliki ide untuk membangunkan Ares.


" Ditunggu bapa tuh mas, yaudah aku bilang ke bapa dulu ya kalau Mas Ares ga ikut sholat " ucap Nayla menahan tawa dan benar saja Ares langsung membuka mata dan bangun dari tidurnya


" Nayla kamu ngerjain yaa " ucap Ares dengan kesal


" habis kalau ga digituin mas Ares ga bangun, yaudah sana ambil wudhu maaf ya saya belum ikut sholat "


" Hmm Iyah Iyah, cup " Ares mencium pipi Nayla dan setelah itu ia bergegas masuk ke kamar mandi


Nayla tersenyum sambil memegang kedua pipinya yang panas, ia pun segera membereskan kasur.


" Kayaknya mas Ares mandi deh " gumamnya sendiri karena Ares cukup lama berada dikamar mandi


Nayla pun segera pergi keruangan yang Ares beritahu, ia terkejut saat melihat ruangan tersebut.





Nayla terkejut saat masuk kedalam ruangan tersebut, ia melihat sekeliling ruangan tersebut


" Buseet ini ruangan udah kayak rumah gue " gumamnya sendiri


" Nayla kamu disini " panggil Ares menghampiri Nayla


" Eh mas udah selesai, Iyah aku mau siapin baju tapi bingung baju santai ada di sebelah mana " ucap Nayla


" Ooo ini ada di lemari ini Nay " Ares membuka lemari tersebut


Ares pun mengambil pakaiannya, sedangkan Nayla dengan cepat kembali kedalam kamar.


" Nayla Nayla " Ares tersenyum melihat kelakuan Nayla


.


.


Setelah selesai sholat Ares kembali kedalam kamar, dan Nayla baru saja selesai mandi.


" Mas mesin cuci ada dimana ya " ucap Nayla sambil mengumpulkan baju kotornya

__ADS_1


" Kamu mau nyuci..? " tanya Ares melihat Nayla mengeluarkan baju kotornya


" Iyah baju saya habis mas, nanti saya pakai apa " Jawab Nayla dengan polos


" Gausah pakai apa apa kan cuma saya yang liat " Jawab Ares menggoda Nayla


" Ih Mas Ares..!! dasar om om mesum..!! " ucap Nayla dengan ketus


" Hahaha bercanda sayang, udah kamu kumpulin aja di keranjang itu disana ada baju saya ko jadi nanti biar dicuci sama bibi "


" Emang mas punya asisten rumah tangga?? " tanya Nayla karena sejak datang kemarin ia tak melihatnya


" Ada cuma sampai jam 4 sore aja, dari jam 8 pagi "


" Hmm "


Nayla pun mengikuti perintah Ares, ia meletakkan bajunya di keranjang kotor bersama baju Ares.


" Olahraga yuk Nay " ucap Ares tiba tiba


" Sekarang mas..? "


" Iyah, kamu pakai punya adik mas aja masih banyak yang baru soalnya " Ares bangkit dari duduknya dan Nayla mengikuti Ares


" Emang adik Mas Ares kemana..? " tanya Nayla karena dihari pernikahannya tak melihat adiknya


" Ada di Belanda ikut suaminya, tapi karena mendadak jadi ga bisa pulang " Jawab Ares sambil mengambil baju untuk Nayla


" Pantesan Mas Ares mau di jodohin, karena udah di langkahin sama adik mas Ares toh " gumam Nayla


" Yaudah sana ganti baju dulu " ucap Area mengalihkan pembicaraan


Nayla menghampiri Ares, ia sudah selesai dengan mengganti pakaiannya



Ares terdiam melihat penampilan Nayla, walaupun ia sering melihat adiknya berpakaian seperti ini namun baginya Nayla lebih membuat dirinya kagum.


" Cantik " puji Ares


" Ini ga terlalu terbuka ya mas.? " tanya Nayla yang belum pede


" Kan cuma saya yang lihat ayo kita turun " Ares meraih tangan Nayla dan mengajak untuk pergi ke ruang Gym


Keduanya turun bersama menggunakan lift, sesampainya disana mereka langsung masuk keruangan gym pribadi Ares.



" Ehh disini mas..? " tanya Nayla terkejut


" Iyah, ayo " Jawab Ares


Ares dan Nayla pun memulai olahraga mereka, karna ini pertama kali untuk Nayla akhirnya Ares pun membantu Nayla memakai alat alat tersebut.


.


.


" huh huh huh cape banget mas " ucap Nayla karena jarang berolah raga


" Hahaha ketauan nih jarang olahraga " Ledek Ares


" Sstt Mas Ares diem saya cape banget nih "


Ares pun segera bangkit dari duduknya, Nayla yang melihat langsung ikut berdiri.


" Mau kemana mas..? " tanya Nayla


" Ke dapur mau buat minuman " Jawab Ares


" Ikut "


Nayla pun mengekori Ares, setelah sampai di dapur Ares meminta Nayla untuk duduk dan Ares membuatkan jus untuk mereka berdua.


" Ini minum " ucap Ares ketika minumannya sudah jadi


Nayla langsung meminus jus buatan Ares hingga tak tersisa, entah mengapa rasanya berbeda dengan jus yang biasa ia beli.


" Kayak anak kecil minumnya belepotan " ucap Ares melihat sisa minuman di sekitar bibir Nayla


" Mana..? " Nayla coba mengelap dengan jarinya namun Ares melarang


" Biar aku yang bantu " Ares langung mendekatkan bibirnya ke bibir Nayla


Saat Ares dan Nayla tengah berduaan, tiba tiba dari terdengar suara wanita yang masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


" Mas Ares Sayaaang " panggil wanita tersebut dengan segera Nayla melepaskan ciuman Ares


__ADS_2