
Anin terbangun dan merenggangkan tubuhnya, ia melihat pintu kamarnya yang terbuka.
Ia pun keluar dari kamar dan melihat Rio yang masih tertidur pulas diatas sofa.
Anin memiliki ide untuk menjahili Rio, ia kembali masuk kedalam kamar
" Morning" Anin mencium pipi Rio
" Euuhh" Rio perlahan membuka matanya
" Aaaa " Teriak Rio melihat Anin yang memakai masker wajah berwarna hitam
" Hahaha kaget ya hahaha " Anin tertawa puas
" Dah ah mau cuci muka dulu " Anin pergi ke kamar mandi untuk membilas
Setelah selesai ia kembali menghampiri Rio, saat Anin datang Rio menatap Anin dengan sinis.
" Lucu banget sih " Anin mencubit kedua pipi Rio
" Sakit Anin, gue bales yah " Rio pun langsung menarik pipi Anin
" Adduuuh sakit gue kan pelan " Anin meringis kesakitan
" Sukurin " jawab Rio
" Obatin gamau tau " ucap Anin dengan manja
" Sini sini " ucap Rio
Anin mendekatkan wajahnya kearah Rio, dan Rio memberikan dua kecupan di pipi Anin.
" Nin gue boleh nanya ga..? " tanya Rio dengan nada terdengar serius
" Boleh mau nanya apa..? "
" Lo trauma nikah ga..? Atau Lo ga mau nikah lagi ..? "
" Engga gue ga trauma nikah ko Ri, ya cuma milih aja mana yang bener bener serius sama gue yang sayang sama gue "
" Kalau menurut Lo gue cocok ga jadi suami Lo nanti..? "
" Ah gimana mau nikah dan jadi suami gue, status aja belum tau apa bahkan gue aja sekarang gatau status kita apa. Gue mandi dulu yah, Lo kalau mau pulang yaudah pulang aja dulu " Belum Rio menjawab Anin sudah pergi meninggalkan Rio.
" Hmm apa harus gue ungkapin sekarang yah, ga gue harus waktu yang tepat "
Riopun memutuskan untuk pulang, ia harus mandi dan berganti pakaian.
***
Ares melihat Nayla masih tertidur, ia ingin cepat cepat membawa Nayla untuk pulang kerumah
Perlahan Nayla membuka mata, dan melihat Ares yang tengah memperhatikan dirinya.
" Mas Ares udah bangun "
" Udah sayang, Nayla mau minum..? "
" Mau " Nayla mengangguk
Ares memberikan air dan membantu Nayla untuk minum.
" Mas, Nayla kapan boleh pulang yah Nayla bosen disini "
" Iyah nanti kita tunggu kabar dari dokter yah "
" Mas Ares pasti udah kangen yah " Nayla mencoba menggoda Ares
" Kangen apa sayang, yah kalau kangen meluk sih Iyah hehe "
" Selain meluk pasti ada dong yang lainnya hehe "
" Oo kamu mancing mancing yah, nanti dirumah awas yah "
" Hehehehe takutt " ucap Nayla dengan tertawa
Tak lama Dokter dan seorang perawat masuk untuk memeriksa kondisi Nayla, dan Dokter pun mengizinkan Nayla pulang namun Nayla masih harus menjalani rawat jalan dan terapi.
" Waah doa Nayla terkabul mas " ucap Nayla
" Iyah Mas, ayo siap siap Mas Nayla udah ga sabar mau pulang "
__ADS_1
" Gimana kalau mandinya dirumah aja Nay, udah lama juga kan kita ga mandi bareng hehe "
" Yaudah Iyah Nayla juga kangen "
Arespun segera merapikan baju baju milik Nayla, dan segela sesuatu yang ada di kamar.
Sedangkan Nayla hanya melihat suaminya yang sedang sibuk untuk bersiap pulang.
" Ayo mas Ares semangat" ucap Nayla
" Iyah dong semangat banget hehe " jawab Ares
Setelah selesai berkemas Ares menunggu perawat untuk memberikan obat.
" Mas Ares " panggil Nayla
" Apa sayang..? " saut Ares
" Boleh ga Nayla... " Nayla menjeda ucapannya
" Nayla mau apa..? " tanya Ares penasaran
Cup..
Nayla mencium bibir Ares.
" hehehe " Nayla tertawa sendiri karena ulahnya
" Bentar amat yang lama dong "
" Nanti ya dirumah, mas mau berapa lama..? "
" Apanya..? "
" Gatau ahh malu hehe "
Tak lama perawat datang memberikan obat, dan surat kontrol. Setelah infusnya di cabut, mereka bersiap untuk pulang.
" Sebentar Mas ambil kursi roda dulu yah " ucap Ares
" Iyah Mas " Nayla mengangguk
Tak lama Ares datang dengan membawa kursi roda, ia membawa Nayla untuk pulang kerumahnya.
" Udah, tapi mas bilang kamu mau istirahat jadi kalau mau datang besok saja "
Nayla hanya tersenyum, sejujurnya ia juga ingin berduaan dengan Ares hari ini.
***
Anin sudah rapih dengan pakaiannya, dan Riopun juga sudah sampai di apartemen nya untuk menjemput.
" Nin Lo marah sama gue yah, daritadi diem aja " ucap Rio yang tengah memperhatikan Anin di kamar
" Ga gue ga marah ngapain gue marah " jawab Anin dengan ketus
" Nin, ayo jalan jalan yuk kita ke pantai " Rengek Rio yang sejak tadi mengajak Anin pergi ke pantai
" Gamauu, maunya nonton"
" Yaudah ayo, lama amat sih dandannya "
" Biarin kan gue jomblo jadi biar punya pacar wlee "
" Dih ko gitu sih Nin, yaudah lah gue juga mau cari pacar aja kalau gitu "
Anin bangkit dari duduk dan menghampiri Rio, ia mencubit lengan Rio dengan kencang
" Adduuuh sakit sakit " Rio merintih kesakitan
" Rasain " ketus Anin
" Lu boleh masa gue ga boleh sih "
" Ya maksudnya Lo tuh bisa perjelas hubungan kita atau ah udahlah males bahasanya " Anin berbalik badan untuk masuk kembali namun Rio dengan cepat menarik tangan Anin
" Jangan marah marah dulu dong, sini " Ucap Rio
" Gamau males " ketus Anin yang berdiri jauh dari Rio
Rio masuk kedalam kamar Anin dan langsung menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
" Mau ngapain Ri..? " ucap Anin terkejut
Rio berlutut didepan Anin sambil memegang tangan Anin.
" Jadi pacar gue yah Nin, Lo mau kan..? " ucap Rio dengan nada serius
" Engga gamau " Anin menarik tangannya yang Rio pegang
" Kenapa..? " tanya Rio bingung
" Gamau nolak maksudnya" Anin menjawab sambil memunggungi Rio
" Berarti Lo ga jomblo, jadi gausah kebanyak make up nanti ada yang naksir " ucap Rio sambil memeluk Anin dari belakang
" Ga apa apa biar Lo cemburu "
" Emang kemarin kemarin belum puas bikin gue cemburu..? "
" Belum beda status, sekarang statusnya pacar "
" Kalau statusnya suami istri kapan..? "
" Mana gue tau tergantung dari lo sih yah itu mah "
" Yaudah ayo buruan jalan "
" Iyah bawel "
Anin dan Rio pun segera bergegas pergi, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi nonton.
***
Nayla kini sudah berada di dalam kamar milik Ares, ia merebahkan tubuhnya disana.
Ia sangat merindukan kamar ini, kamar ini masih sama dengan terakhir ia tempati.
" Ayo jadi mau mandi..? " tanya Ares yang sudah menyiapkan air hangat
" Iyah Mas " Nayla mengangguk
Ares menggendong tubuh Nayla ala bridal style, setelah di kamar mandi Ares membuka satu persatu pakaian milik Nayla.
" Mas Ares " panggil Nayla
" Ya sayang kenapa "
" Ga apa apa Mas "
Setelah semuanya berhasil dilepas, dengan segera Ares menduduki Nayla didalam bathtub.
" Kepanasan ga..?" tanya Ares
" engga mas, sini mas "
Ares ikut melepaskan pakaiannya dan setelah itu ia ikut masuk ke dalam bathtub.
" Sini munduran " ucap Ares menarik pelan Nayla.
" Ekhm Mas Ares "
" Iyah kenapa "
" Ko Nayla ngerasa ada yang ganjel gitu yah "
" Hehehe Ya mas kan laki laki normal sayang "
" Mas Mau..? "
" Terserah Nayla saja, kalau Nayla mau yah Mas mau "
" Kalau sekarang Mas mau..? "
" Ya Mau hehe "
" Yaudah habis mandi yah "
" Kalau dua kali gimana..? "
" Mas Aress "
" Hehehe bercanda bercanda "
__ADS_1
Nayla merasa bahagia begitu juga dengan Ares juga merasa bahagia