
" Oo jadi wanita yang kamu bela kemarin itu ternyata istri kamu, kelihatannya dia masih muda dan polos apa kamu memanfaatkan dia " ucap Laras dengan sinis
" Tutup mulut kamu Laras, jangan pernah mengatakan hal yang tidak kepada Nayla " ucap Ares yang emosi
" Loh memang iyah kan..? kalau memang kamu sudah tidak mencintaiku harusnya kamu menghargai istri kamu, bukan mengajakku berduaan diruangan kamu dong Res "
Nayla yang sejak tadi diam saja ikut emosi, ia pun mengepalkan tangannya karena emosi.
" HEH LARAS DENGER YAH LO PIKIR BISA DENGAN GAMPANG BIKIN GUE RAGU SAMA MAS ARES..!! LO AJA KEGATELAN MASIH MAU DEKET DEKET SAMA MAS ARES, KENAPA GAMON YAA " Nayla berbicara dengan keras membuat Laras dan Ares terkejut
" Sudah mas ayo kita pulang, ga penting menghadapi wanita seperti ini "
Nayla menarik tangan Ares untuk pulang, sedangkan Laras menatap sinis kearah keduanya.
" Awas kamu Nayla, aku akan membalas kamu " gumam Laras sendiri
***
" Ini laki bini lama amat yah " Gumam Rio yang sejak tadi sudah tak sabar
" Makanya lo yang jalan tadi, udah syukur ada yang mau pergi lo " timpal Naya
" Yee lo sendiri juga engga mau kan pergi " saut Rio yang tak mau kalah
Tak lama orang yang mereka bicarakan datang, Nayla turun dari motor dan disusul oleh Nayla.
" Nah ini dia nih orangnya, panjang umur " ucap Rio
" Apa lo ngomongin gue hah " jawab Nayla dengan ketus
" Buseet Bang bini lo ko jadi galak gitu sih, jadi takut gue " jawab Rio
" Hahaha yaudah nih gue balikin Atm lo " Ares memberikan Atm milik Rio
" Nih mie dan sekalian cemilannya " Ares meletakkan tiga tas belanjaan di tengah tengah mereka
" Tenang suami gue yang bayar engga jadi pake Atm lo " ucap Nayla
" Yealah pake punya gue juga ga apa apa kali, gue bisa borong minimarketnya kalau mau mah "
" Eh Rio mending lo masak mie deh, berisik tau ga tadi lo yang ga sabar kan nunggu Nayla " timpal Anin
" Eh masa gue doang sih ayolah bareng jahat banget sih "
Bu Sri , Tante Citra dan Om Tara ikut bahagia melihat Nayla yang bahagia.
" Syukurlah saat itu Mas Agung menikahkan Nayla dan Ares yah Mba Sri " ucap Tara
" Iyah benar, tapi apa mereka benar ingin menunda kehamilan mba..?" timpal Cinta
" Yaa katanya sih Ares dan Nayla ingin punya anak setelah Nayla lulus kuliah, tapi apapun keputusan mereka aku dan mas Agung tetap mendukung mereka " ucap Bu Sri
..
__ADS_1
Setelah selesai masak mereka kembali berkumpul untuk makan bersama, kali ini Bu Sri, Citra dan Tara ikut bergabung.
" Ini ga ada yang mau nyusul Nayla dan Ares " ucap Tara mencoba mencairkan suasana
" Pada jomblo Om " jawab Rio
" Yee Lo aja kali yang jomblo" timpal Anin
" Yee biasa aja kali " jawab Rio kembali
" Kalian ini berdua ribut terus kayaknya, cocok juga dilihat lihat " ucap Citra yang memperhatikan Anin dan Rio
" Anin mah pacaran sama Kak Alvian " jawab Ayu
" Oo maaf ya Tante gatau " Citra merasa tidak enak kepada Alvian
Merekapun menikmati makanan mereka, dan seketika hening.
Setelah selesai makan mereka masuk kedalam kamar masing masing, kini laki laki tidur diluar karena Tante Citra dan Om Tara menginap di sana.
" Mas tadi aku kelepasan maaf yah " ucap Nayla sambil menatap Ares
" Engga apa apa, mas juga minta maaf ga bisa banyak bela kamu "
" Biarin aja tuh cewe nanti kena azab tau rasa "
" Hahaha Azabnya gimana coba mas mau tau "
" Gini Azab seorang perempuan yang belum bisa move on dari mantan pacar mayat terbang terbang ke atas pohon dan terjatuh di kali "
" Terbangnya tuh kelempar gitu Mas karena yang bawa pada kesandung "
" Hahaha udah udah mendingan kamu tidur semakin ngaco pikirannya "
" Hehehe Iyah Mas, Mas juga tidur yah "
Nayla dan Arespun menghentikan pembicaraan mereka dan memilih untuk tidur.
Namun berbeda dengan Rio dan Alvian, mereka memilih untuk mengobrol diteras depan sambil menyeruput kopi dan menikmati cemilan yang dibeli tadi.
" Lo kenapa ga nembak Anin kalau emang Lo ada rasa sama Anin..?" tanya Alvian penasaran
" Gue gamau jadian sama orang yang hatinya ga seutuhnya buat gue, lagipula gue tau betul laki laki yang dia suka itu lu bukan gue "
" Apa gue keliatan bodoh banget yah Ri, gue ngejar yang ga pasti dan ga ngeliat orang yang suka sama gue udah lama "
" Enggalah, ya sekarang yang penting Lo jagain Anin jangan sakiti dia gue gamau ada yang nyakitin dia "
" Hmm Iyah "
Alvian menatap Rio dari samping, setiap berbicara tentang Anin matanya menunjukkan jika Anin adalah dunia dan semestanya.
***
__ADS_1
Esok pagi Mereka sudah siap untuk pulang ke Jakarta, mereka memilih untuk sarapan lebih dulu sebelum berangkat.
" Ibu titip Nayla yah " ucap Bu Sri kepada lainnya
" Tenang Bu, Suaminya galak lebih galak dari anjing galak " jawab Rio
" Iyalah jelas apalagi didepan Lo, harus galak banget gue " jawab Ares
" Ibu tenang aja, kita semua akan selalu ada untuk Nayla ko " ucap Anin
" Ibu nih yah Nayla juga bisa jaga diri ko Bu " ucap Nayla sambil memeluk ibunya
" Iyah ibu tau anak Ibu sudah besar ko, tapi kan ibu hanya ingin kamu selalu bahagia "
" Tenang Bu, Ares akan selalu bahagiain Nayla ko " Jawab Ares
Setelah selesai sarapan , mereka segera berangkat.
***
Sesampainya di Jakarta Rio memilih untuk pulang sendiri dengan supir pribadinya, ia pun segera pulang kerumah.
Entah kenapa setiap ia melihat Alvian dan Anin, hatinya terasa sakit walaupun ia sendiri tak memiliki hak untuk itu.
Ia merebahkan kepalanya disofa mobil, ia mengeluarkan ponselnya dan melihat galeri foto yang berisi foto foto Anin sejak dulu.
Tak banyak berubah masih sama dengan Anin yang dulu, Rio sendiri sudah mencoba melupakan Anin namun gagal semuanya gagal.
Sesampainya di rumah Anin disambut oleh ibunya yang sedang santai diruang tengah.
" Mom " sapa Rio
" Heii Boy, sini duduk " Bu Henny menepuk sofa kosong sebelahnya
" Lagi apa Mom, kayaknya serius banget nih "
" Ini Mom lagi pilih pilih WO wedding, catering sama MUA kira kira gimana menurut Kamu..?"
" Apa ini ga terlalu cepat Mom...?"
" Engga ko, Mom udah yakin sekali dengan pilihan Mom. "
" Kalau memang menurut Mom terbaik, Rio tak akan membantah Mom "
" Makasih yah sayang, kamu emang anak Mom yang paling Mom sayang "
" Ya kan emang anak Mom cuma aku "
" Hahaha yaudah sana kamu istirahat gih, kalau belum makan sana makan dulu pasti kamu lelah "
" Iyah Mom, aku istirahat dulu yah love you " Rio mencium pipi Bu Henny
" Love you to sayang " jawab Bu Henny sambil fokus menatap Ipad-nya
__ADS_1
Rio tersenyum dan pergi meninggalkan Henny, dikamar ia langsung merubuhkan tubuhnya yang lelah.
" Semoga pilihan Mom yang terbaik "