
" Nayla kamu bareng Mas aja yah " ucap Ares sambil merapihkan kemejanya
" Iyah, tapi gamau sampai kampus ah "
" Kenapa emang...?"
" Takut ada yang liat mas "
" Yaudah, udah rapih belum ...?"
" Udah Mas "
" Yaudah ayo berangkat "
Hari ini Nayla dan Ares berangkat bersama, sejujurnya Nayla bisa berangkat sendiri karena ia takut jika ada mahasiswi lain yang melihat.
Namun ia juga tak ingin terlambat, walaupun Nayla istri Ares ia tak mau memanfaatkan hal itu.
***
Hari ini Anin pun kembali bekerja, Alvian memberi kabar jika ia akan mengantarkan Anin ke kantor.
Anin sengaja menunggu Alvian di ruang keluarga, tak lama menunggu orang yang ditunggupun datang.
" Haii udah siap..?"
" Udah kak, nih udah rapih daritadi sampai lumutan "
" Lebay banget sih, yaudah ayo berangkat "
Anin dan Alvian pun segera berangkat ke kantor.
" Kamu pulang jam berapa nanti..?" tanya Alvian sambil tangan fokus menyetir
" Belum tau Kak, soalnya kan tergantung jadwal Rio. Tapi kayaknya sih agak malem deh, soalnya pasti banyak kerjaan yang pending "
" Ooo yaudah nanti kalau emang kamu udah pulang biar aku jemput aja, ga baik perempuan pulang malam malam sendirian "
" Iyah Kak, makasih yah "
Entah mengapa Anin tak merasakan kebahagiaan dihatinya, bukannya ini keinginan terbesar Anin tapi kenapa rasanya biasa saja
Setelah menempuh perjalanan Anin sampai di kantor perusahaan Rio, Alvian keluar lebih dulu untuk membuka pintu mobil milik Anin.
" Apasih Ka, aku bisa buka sendiri ko " ucap Anin sambil tersenyum
" Iyah aku tau kamu itu sangat mandiri, tapi aku akan mencoba yang terbaik buat kamu "
" Apasih gombal banget, yaudah aku masuk dulu yah kak. "
" Iyaah sayang, semangat "
Setelah Alvian pergi barulah Anin melanjutkan langkahnya masuk kedalam gedung.
Anin langsung menaiki lift untuk pergi keruangannya, entahlah ia ingin cepat bertemu dengan Rio.
Setelah sampai Anin langsung masuk keruangan Rio, ia melihat laptop milik Rio yang sudah menyala dan juga jas miliknya.
Pandangan Anin tiba tiba tertuju pada beberapa desain undangan.
" Udah dateng Lo Nin " ucap Rio mengejutkan
" Iyah udah, ini buat apaan ko banyak contoh desain undangan "
" Ya buat nikahlah buat apa lagi coy "
" Siapa yang nikah Ri..?"
Baru Rio hendak menjawab, ponselnya berbunyi panggilan masuk.
" Bentar yah Nin " ucap Rio
" Hallo Iyaah gimana..? Apa untuk Wo ditanggal 1 bisa..?"
"...."
" Oke, saya mau untuk acaranya dibuat sebagus mungkin dan seindah mungkin karena ini untuk orang yang spesial sekali "
"...."
Anin terdiam mendengar pembicaraan Rio dengan orang disebrang sana, apa Rio yang ingin menikah..?? Tapi kenapa secepat itu
Anin langsung segera keluar dari ruangan Rio, ia langsung duduk di kursinya dan menyandarkan pipinya di meja kerjanya.
" Nikah..? Sama siapa..? Kenapa secepat itu..?" pikiran Anin terus tertuju kepada Rio, Anin merasa gelisah mendengar kabar itu
***
__ADS_1
Setelah beberapa hari tak masuk, hari ini Nayla masuk ke kampus saat masuk kelas sudah ada Ana, Ayu dan Naya yang datang lebih awal.
" Eh..eh..ehh udah Dateng Lo pada " ucap Anin kepada tiga temannya
" Udahlah, Lo ga inget Minggu kemarin absen kita udah kosong sama laki Lo " jawab Naya
" Sssttt nanti ada yang denger " Ucap Nayla memperingati temannya
" Oiya lupa hehe sorry " ucap Naya
" btw Lo berangkat bareng..?" tanya Ana
" Iyaah, tapi ga sampai depan kampus "
" Padahal yah kalau mereka tau kan keren, jadi ga ada yang deketin dia " ucap Naya
" Ngacoo yang ada gue di gosipin "
Saat jam pertama dimulai semua mahasiswi masuk kedalam kelas, dan tak lama dosen mereka Ares juga masuk kedalam kelas.
" Pagi Semuanyaaaa" sapa Ares
" Pagi Paakk " jawab Mahasiswa di kelas
Seperti biasa sebelum memulai pelajaran, Ares akan mengabsen satu persatu muridnya.
" Nayla putri " panggil Ares sambil mencari sosok sang istri
" Hadir Pak " Naya mengacungkan tangannya
Setelah selesai Ares pun memulai materi pelajaran mereka.
" Hari ini saya ingin membuat kalian bekerja berdua berdua, dan untuk pasangannya saya akan gunakan absensi kalian " Ucap Ares
Ares menyebutkan satu persatu murid mereka sesuai absensi, saat tiba milik Nayla ia ragu karena Naya berpapasan dengan laki laki, namun ia harus profesional "
" Nayla dengan Noval " ucap Ares dengan berat hati
Setelah selesai Ares kembali memastikan tak ada yang kelewat
" Okee kalian boleh duduk berdekatan dengan masing masing pasangan kalian " perintah Ares
Noval pun berpindah duduk disebelah Nayla, sedangkan Ayu juga berpindah duduk disamping pasangannya.
Ares segera memberikan tugas kepada mereka, setelah itu mereka mulai fokus mengerjakan tugas Ares.
" Pinter juga Lo Val " ucap Naya melihat tugas yang hampir selesai oleh Noval
" Weeh meragukannya Noval " jawab Noval
" idih sombong " Nayla memukul lengan Noval pelan
" Aduuh sakit " Noval pura pura meringis kesakitan
" Lebay " Jawab Nayla
Ares pun berkeliling untuk memperhatikan tugas muridnya, ia juga merasa sedikit resah melihat Nayla dan Noval
" Ehh Nay kita tuh cocok tau Nayla dan Noval sama sama N " ucap Noval yang terdengar oleh Ares
" Ekhm jangan bercanda aja, kerjain tugasnya " ucap Ares dengan ketus
" Sudah pak kita sudah selesai, Soalnya Noval pinter pak jadi cepet deh " jawab Nayla yang sengaja ingin membuat Ares cemburu
" Wah pak ternyata gini rasanya di puji calon kekasih " ucap Noval, Nayla hanya tertawa kecil sedangkan Ares sudah sangat kesal.
" Calon calon, kuliah dulu yang bener baru ngomong calon kekasih" ketus Ares
" Tenang Pak, saya sudah mapan jadi kalau Nayla ingin minta dinikahi cepat saya siap "
" Nikah Nikah pikirin skripsi kamu dulu "
" Iyaa pak sambil mikirin Nayla "
" Novaaal " Nayla mencubit dengan kencang
" Suudah lebih baik kalian kerjakan tugas yang saya berikan, bukan malah bercanda terus " ketus Ares dengan wajah serius
" Oke Pak " jawab Noval
Ares kembali berjalan mengelilingi kelas, dan setelah itu ia memutuskan untuk duduk kembali dkursinya.
Pelajaran Ares selesai, ia langsung menagih tugas yang ia perintahkan.
" Kumpulkan tugas sekarang juga " ucap Ares dengan tegas
Semua murid langsung maju untuk mengumpulkan tugas, setelah itu Ares keluar dari kelas.
__ADS_1
" Gue mau ke ruangan dulu yah, nanti gue nyusul kalian " ucap Nayla kepada tiga temannya
" Okee " jawab Ana sambil memberikan jempol
Naylapun segera pergi keruangan Ares, sesampainya didepan pintu ia langsung membuka pintu ruangan Ares.
" Mas Ares " sapa Nayla
" Hmm " gumam Ares yang tak menoleh
Nayla masuk dan menguncinya agar tak ada yang tiba tiba masuk kedalam.
" ciee cemburu, padahal kan Mas sendiri yang nyuruh " Nayla duduk dipangkuan Ares
" Hmm "
" Ih HM HM doang kayak limbat "
" Hmm "
Nayla merasa senang melihat Ares cemburu kepada dirinya, ia langsung mencium bibir Ares
Cupp..
" Udah ah ngambeknya udah di cium tuh "
" Hmm "
" Hahaha lucu deh kalau ngambek, udah ah Nayla mau makan laper "
Saat Nayla bangun dari pangkuan Ares, dengan cepat Ares menarik tangan Nayla hingga kembali posisi awal.
" Siapa yang izinin kamu pergi..?" tanya Ares dengan menatap wajah Nayla
" Abis mas cuma HM HM doang "
Ares tak menjawab ia langsung ******* bibir Nayla, begitu juga dengan Nayla yang membalas ciuman Ares.
" Udah ah mas takut ada yang curiga, aku pergi dulu yah laper " Nayla dengan sadar langsung melepaskan ciuman Ares
" Hahaha yaudah sana "
Nayla pun dengan segera keluar dari ruangan Ares, dan pergi menuju kantin bertemu dengan temannya
***
Anin mengumpulkan semua berkas yang akan diberikan kepada Rio, dengan segera Anin mengetuk dan membuka pintu Rio.
" Iyaah Iyaahh, Yaudah Love You " ucap Rio dengan ponselnya
Anin terdiam sejenak, entah apa perasaannya saat ini yang ia tau ia sakit mendengarnya.
" Nin.. Ko bengong" ucap Rio
" Ehh engga, ini gue mau ngasih berkas yang buat Lo periksa dan tandatangan"
" Okee, tapi mungkin gue periksa dirumah yah soalnya gue harus pulang on time nih "
" Oo gitu yaudah, tapi besok harus udah selesai ya "
" Iyaah Bu sekretaris, yaudah Lo boleh pulang gue juga udah mau pulang nih "
" Oo oke deh "
Anin langsung keluar dari ruangan Rio, ia langsung menghubungi Alvian untuk menjemput dirinya.
Tak lama Rio keluar dengan raut wajah gembira, entah apa yang membuatnya bahagia sampai ia tak menyapa Anin.
Setelah selesai bersiap Anin langsung turun untuk menunggu Alvian, dan tak lama menunggu laki laki tersebut datang menjemput dirinya.
" Lama ya ...?" tanya Alvian saat bertemu dengan Anin
" Engga ko kak, ayo kita pulang "
Anin pun masuk kedalam mobil, dan diikuti oleh Alvian
Sepanjang jalan Anin tak banyak bicara seperti biasanya, Alvian bukan laki laki yang mudah peka namun kali ini ia menyadari ada yang berbeda dengan Anin.
" Sayang kamu kenapa..?" tanya Alvian sambil fokus menyetir
" Engga apa apa ko kak " jawab Anin dengan sendu
Mobil yang Alvian kendarai berhenti karena lampu merah, dan saat Anin menoleh kearah samping melihat Rio yang masuk kedalam toko seserahan.
" Lah itu si Rio, ngapain dia kesana mau bikin seserahan buat siapa " Alvian yang juga melihat ikut bertanya
" Engga tau kayaknya Rio mau nikah " jawab Anin sendu
__ADS_1
Kini Alvian paham dengan perubahan Anin, Rio.. apa Anin memiliki perasaan kepada Rio..?