
" Jadi gini Bang Ares sama Nayla dengerin dulu ya " Anin mencoba menjelaskan semuanya
" Kalian berdua pacaran..? Bukannya kamu sama Alvian Nin..? " ucap Ares yang memang mengetahui hubungan Anin dan Alvian
" Gue sama Anin putus Res, gue tau Anin sama Rio sama sama punya pasangan" timpal Alvian yang baru saja masuk kedalam ruangan
" Gue ikut bahagia untuk kalian berdua, ini Nin punya kamu yang ingin aku kasih sejak kemarin " Alvian memberikan Anin sebuah map
" Apa ini Kak..?" tanya Anin penasaran
" Buka aja, pasti kamu seneng " ucap Alvian
Tangan Anin dengan cepat membuka map tersebut, dan saat Anin lihat raut wajahnya berubah sangat bahagia.
" Kak ini serius kak..?" tanya Anin yang sangat bahagia
" Serius dong, gima seneng ga..?" tanya Alvian sambil mengacak rambut Anin
" Banget kak Anin seneng banget, makasih " Anin langsung memeluk Alvian
Anin sangat senang melihat akta perceraiannya yang sudah berada ditangannya.
" Sama sama Anin, kaka akan bantu apapun untuk Anin selagi Kaka bisa "
" Ih beda banget sama bang Ares, tukeran aja ah kakanya " ucap Anin yang telah melepaskan pelukannya
" Cih dia udah punya Naya jadi Lo gausah so soan mau jadi adik Al "
" Biarin sirik ajaa " ketus Anin
" Oiya btw Noval udah ada kesini belum..? Kata Naya Noval sering banget bolos " ucap Alvian
" Noval..? Kenapa sama Noval..? Ada apa emang mas..?" tanya Nayla yang penasaran
Ares lupa belum menceritakan jika Noval yang membantu Nayla bisa sampai kerumah sakit, dan Ares pun menceritakan semuanya.
" Mas Ares beneran ga nyuruh Noval buat berhenti nemuin aku kan..?" tanya Nayla setelah mendengar cerita Ares
" Engga sayang mana mungkin, walaupun mas ga suka sama dia mas ga mungkin seburuk itu "
" Terakhir juga emang dia tetep mau jaga kamu Nay, tapi kenapa jadi beda yah " timpal Anin
" Ada yang aneh ga sih..? " tanya Rio
" Coba aku hubungi dia mas, siapa tau dia mau respon pesan aku " ucap Nayla mencari ponsel miliknya
Dengan segera Nayla mengirim pesan kepada Noval.
[Nayla : Wey]✓
[Nayla : Sini ]✓
[Nayla: Ga kesini gue marah sama Lo]✓
" Gimana dibales ga..? " tanya Ares
" Engga tapi aktif ko " jawab Nayla
" Nayla jadi ga enak sama Noval mas " ucap Nayla dengan murung
" Yaudah kamu jangan sedih, mas akan bantu kamu untuk ketemu sama Noval yah "
" Makasih mas Ares '
Mereka semua sangat bahagia dengan kondisi Nayla yang mulai membaik, walaupun belum sembuh total namun melihat Nayla yang sudah kembali sadar membuat mereka merasa lega.
***
Noval sedang duduk di kursi taman sambil menghisap roko elektrik nya, dan ia mendengar ponsel miliknya yang terus menerus berbunyi notifikasi pesan
" Nayla " gumam Noval sambil tersenyum
Noval membaca pesan tersebut dari notifikasi pesan, ia ingin sekali membalas pesan tersebut ia juga ingin bertemu dengan Nayla.
Namun Noval takut, ia takut Nayla membenci dirinya jika ia tau Noval adalah adik dari seorang perempuan yang berencana menghancurkan rumah tangganya.
" Aarrgghh " Noval mengacak rambutnya
__ADS_1
Noval rindu kepada Nayla, walaupun ia dan Nayla tak dapat menjadi kekasih namun Noval tetap ingin berteman dengan Nayla.
" Apa gue jujur yah, daripada dia tau sendiri pasti lebih marah " gumam Noval
Akhirnya setelah memutuskan ia akan jujur, dengan segera Noval menaiki motornya dan pergi kerumah sakit.
..
Sesampainya di rumah sakit Noval berjalan menuju ruangan Nayla, ia sudah siap menerima konsekuensinya tentang ini.
" Lo bisa val Lo bisa " gumam Noval sendiri
Noval mendorong pelan pintu kamar Nayla, dan semua orang yang berada di ruangan langsung menatap ke Noval.
" Noval " panggil Nayla yang tak menyangka ia akan datang
" Wets gue kaya artis nih ditunggu tungguin hehe " Noval mencoba untuk mengubah suasana
" Darimana Lo, kemarin aja bilang mau nungguin sampai sadar sekarang baru nongol " ketus Ares
" Yee kan udah ada Lo pak, nanti Lo cemburu gue Deket sama bini Lo " jawab Noval
" Yaudah kalian ngobrol berdua aja dulu, kita tunggu diluar " ucap Ares
" Tunggu..! Ada yang ingin gue sampaikan kepada kalian semua "
" So serius, apaan sih cepet " ucap Anin
" Pertama gue minta maaf sama kalian semua, Teruma Pak Ares dan Nayla. Jujur gue ga tenang selama ini, gue takut banget. Jadi sebenarnya gue adik dari Laras mantan pacar Lo bang Ares, tapi sumpah gue baru tau saat ini terjadi itupun karena gue denger dari Laras dan Mamah kalau mereka sengaja merencanakan semuanya untuk hancurin rumah tangga kalian, gue tau pasti kalian semua benci sama gue kan..? Gue minta maaf, tapi gue berani sumpah gue ga ada ikut campur dengan semuanya "
Semua orang mendengarkan ucapan Noval, mereka tak marah kepada Noval terutama Ares dan Nayla.
" Val.." panggil Ares
" Iyah Pak Area " jawab Noval pelan
" Saya ga akan benci kamu, saya tau kamu baik. Yaudah kalian berdua ngobrol dulu, saya dan yang lain menunggu di luar yah"
Ares dan yang lain segera keluar kini hanya tersisa Nayla dan Noval.
" Lo bangun ga cape tidur terus " jawab Noval
" Val, makasih ya. Mungkin kalau ga ada Lo, gue udah ga ada kali " ucap Nayla
" Apaan sih Nay, udah Lo gaussh mikir apa apa deh otak Lo pasti konslet "
" Yee somplak "
" Eehh selamat ya buat Lo sama Pak Ares "
" Udah lama, tapi makasih "
" Tapi ko Lo Nikah sama pak Ares tetep aja di hukum, dia ga sayang kali sama Lo "
" Sembarang emang gue yang minta buat samain kayak murid lain "
" Nay, Lo tetep mau temenan sama gue..?"
" Iyahlah kenapa gamau..? Tapi nanti di kampus Lo jagain gue yah gantiin Mas Ares hehe "
" Iyah deh Iyah siap "
" Lo kenapa ga masuk masuk Val, sayang sama nilai " ucap Nayla
" Ga ada Lo Nay, ga seru " jawab Noval Asal
" Tapi Lo harus kuliah Val, Lo mau ga lulus lulus..?"
" Engga gamau "
" Nah yaudah "
Ares memperhatikan Nayla dari kaca pintu kamar Nayla, ia senang melihat Nayla yang kembali tertawa.
" Bang Lo beneran ga akan ngelarang mereka Deket..?" tanya Anin
" Gue rasa selama di kampus Noval bisa ngejagain Nayla gue percaya sama dia "
__ADS_1
" Hmm gue juga ngerasa gitu "
***
Karena hari mulai larut Ares menyuruh yang lain untuk pulang, begitu juga dengan Anin dan Rio pasangan yang tengah di mabuk asmara.
" Mau makan ? " tanya Rio
" Mau sih tapi pengen nasi goreng, tapi berdua aja yah satu piring "
" Emang kenyang..?"
" Kenyang Ri, yaudah yuk gue laper nih pengen pingsan "
" Hahaha lebay banget sih Lo "
Rio segera melanjukan mobilnya mencari nasi goreng, hingga akhirnya merekapun menemukannya
" Tunggu sini aja gue yang pesen " ucap Rio sambil membuka seatbelt
Anin mengangguk setuju ucapan Rio, ia pun menunggu Rio dalam mobil.
" Oke udah " ucap Rio yang sudah kembali masuk
" Mana nasi gorengnya..?' tanya Anin yang sengaja membuat Rio kesal
" Pulang aja yuk, atau Lo mau gue tinggalin disini "
" haha ih jahat ih masa gue ditinggal disini nanti kalau ada yang culik gue gimana "
" Ga ada yang mau nyulik tenang aja "
Tak lama nasi goreng merekapun jadi, setelah itu mereka menikmati nasi goreng tersebut.
" Aduh RI gue kenyang " ucap Anin mengelus perutnya
" Apaan Lo makan baru 5 sendok udah kenyang, ayo lagi "
" Gamau Rio kenyang "
" Aish ngeselin banget sih Lo Nin "
Rio pun terpaksa menghabiskan nasi goreng tersebut, setelah selesai mereka pun langsung kembali pergi.
" Mau diantar kemana tuan putri " tanya Rio yang fokus menyetir
" Ke apartemen gue aja "
" Siap laksanakan"
Karena hari sudah malam, tak banyak kendaraan yang masih berlalu lalang.
Saat sampai di apartemen, Rio melihat Anin yang sudah tertidur pulas. Ia tak tega membangunkannya, dan ia pun memutuskan untuk menggendong Anin.
" Untung sayang coba kalau engga " ucap Rio
Sesampainya didepan kamar Anin, Rio mencoba mencari kunci didalam tas Anin.
Setelah pintu berhasil terbuka Rio langsung masuk dan meletakkan Anin di kasur
" eeuughh " lenguhan dari Anin
" Gue pulang dulu yah Nin, kasian Lo cape banget pasti " Rio mendaratkan ciuman di pipi Anin
" RI mau kemana." tanya Anin yang setengah sadar melihat Rio berjalan meninggalkan dirinya
" Mau pulang, Lo tidur aja " jawab Rio
" Tidur disini aja udah malem "
" Yaudah gue tidur di sofa depan yah "
" Iyaah Ri, jangan di tutup pintunya ".
" Iyah "
Setelah itu Rio merebahkan tubuhnya di sofa, karena merasa lelah ia pun tertidur dengan cepat.
__ADS_1