Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 42


__ADS_3

Sudah 4 hari Anin beserta yang lain berada di Jogjakarta, Nayla sudah meminta agar mereka pulang lebih dulu,namun mereka menolak dengan alasan ingin menemani Nayla.


Bukan tanpa alasan mereka tetap disini, mereka sering kali melihat Nayla yang melamun sendiri bahkan menangis.


Ares sendiri pun tau bagimana perasaan Nayla, ia tak bisa memaksa Nayla untuk pura pura bahagia saat ini.


" Nduk ngapain disini" ucap Bu Sri menghampiri Nayla yang sedang duduk dihalaman rumah


" Nayla kangen bapa Bu " jawab Nayla dengan sendu


" Kamu lebih baik pulang ke Jakarta, kasian teman temanmu dan Ares. Bukannya ibu mengusir, tapi terkadang ibu lihat Ares yang mengerjakan pekerjaan malam malam "


" Tapi kalau Nayla tidur, Mas Area tidur ko Bu " jawab Nayla yang tak percaya


" Yah mungkin itu agar kamu tenang, kadang ibu lihat Nak Ares duduk sendiri diruang tamu sambil main laptop atau tablet "


Nayla terdiam mendengar cerita dari sang ibu, ia tak ingin meninggalkan ibunya sendiri namun disisi lain ia juga kasihan kepada teman temannya dan Ares


" Udah lebih baik besok kalian pulang, lagian disini ada Malika dan lain lain ko "


" Ibu ikut Nayla aja yuk ke Jakarta biar ibu ga sendirian "


" Engga, ibu mau disini aja lagian ibu sudah ga apa apa ko "


" Tapi Bu —"


" Nayla sayang kan sama Bapa, kalau Nayla sayang Nayla buktiin ke Bapa dengan lulus tepat waktu kuliahnya "


" Iya Bu "


" Yaudah Ibu masuk dulu, kamu juga masuk sudah mau magrib "


Benar yang Ibunya katakan jika Nayla seperti ini terus kuliahnya pun akan menjadi terbengkalai, Ia juga sudah berjanji kepada sang Ayah agar lulus tepat waktu.


Nayla masuk kedalam rumah mencari Ares, saat Nayla masuk is melihat Ayu, Naya, Ana, Anin dan Rio yang asik ngobrol sedangkan ia melihat Alvian yang duduk sendiri dengan ponselnya.


" Kak Alvian " sapa Nayla duduk disebelahnya


" Eh Nay" Alvian menyimpan ponselnya


" Kak Alvian sendiri..?"


" Engga, tadi sama Ares cuma dia lagi ke belakang mau bikin kopi katanya "


" Oiya kak, aku minta maaf soal rahasia pernikahan aku dan mas Ares "


" Iyah Nay santai, Ares juga udah jelasin semuanya ko. Udah kamu gausah merasa bersalah "


" Tapi Kak Alvian sama Mas Ares tetap temenan kan..?"


" Iyalah, tapi kalau Ares macem macem sampe bikin kamu nangis kamu telpon aku aja yah "


" Ngapin Lo modusin bini gue pake telpon telpon Lo " ucap Ares yang baru saja datang dengan membawa dua gelas kopi

__ADS_1


" Loh iyalah, kalau sampe Lo macem macem sama Nayla udah hubungi gue nanti gue tau syarat buat cerai "


" Heh mulut Lo ya mau gue siram kopi panas ga ada gue sama Nayla itu akan selalu bersama hingga maut memisahkan "


" Ciaa elah gaya lu Res "


Nayla hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua tingkah sahabat itu, sejujurnya ia sangat takut jika Ares dan Alvian bermusuhan karena hal ini.


" Oiya Mas Ares kita besok pulang yah "


" Kamu yakin..? Kalau emang kamu masih mau disini ga apa apa ko "


" Engga apa apa Mas, lagian Ibu juga yang minta "


" Atau Ibu kita ajak aja ke Jakarta..?"


" Ibu engga mau mas "


" Gimana kalau kita pulang hari Minggu, besok kan Jum'at tanggung jadi Sabtu kita jalan jalan dulu " Alvian memberikan ide


" Boleh tuh ide Alvian, mas juga belum hubungi temen mas untuk masalah pesawat "


" Hmm yaudah nanti Nayla kasih tau ibu yah "


" Iyah nanti Mas juga bantu jelasin ke Ibu "


" Yaudah Mas Ares lanjut dulu aja ngobrol sama Kak Alvian, Nayla mau gabung sama yang lain "


" Iyah sayang " Ares mencium pipi Nayla


" Tau nih Mas Ares omelin aja pukul aja pukul ga apa apa " Nayla pun berlalu pergi ke Anin dan lainnya


" Cantik kan Al bini gue " puji Ares sambil menatap Nayla


" Kenapa harus sama ya Res cewe yang kita taksir, andai dari kemarin kemarin gue tembak pasti ga bakal nikah sama Lo "


" Sembarangan gue udah minta dari dia lulus SMK tau "


" Hahahaha ya deh iyaa "


Kedua sahabat itu pun kembali berbincang bincang hal hal lain, sedangkan Nayla bergabung dengan Anin dan lainnya.


" Seru aamat ikut dong " ucap Nayla yang ikut bergabung


" Sini sini " Anin memeluk Nayla


" Oiya Kalian kalau pulang Minggu keberatan gaa.? Kak Alvian rencananya mau ajak kita jalan dulu Sabtu, dan Mas Ares juga bilang dia belum ngomong masalah pesawat ke temennya"


" SETUJU " Ucap mereka kompak


" Udah pokoknya kamu harus senyum lagi yah Nay, aku gamau kamu sedih lagi. Nanti kita ke Mall belanja beli baju haram biar kamu goda mas Ares " ucap Anin membuat Nayla malu


" Gimana Nay, punya Area gede ga..?" tanya Rio semakin membuat Nayla malu

__ADS_1


" Apaan sih Lo Kak Rio, engga tau ah " jawab Nayla malu


" Perasan dulu Lo bilang Najis najis ke Pak Ares eeh tau taunya " ucap Naya


" Tau taunya asoy asoyan pak Ares hahaha " timpal Ana


" Pak Ares kan udah berumur pasti udah berpengalaman tuh, gimana tuh Nay pasti ketagihan yah " timpal Ayu


" ih ko jadi bahas Mas Ares ih, ga boleh ga boleh itu rahasia rumah tangga " jawab Nayla


" Daripada bahas gue mending tuh bahas aja yang lagi PDKT " Nayla menyindir Anin dan Rio


" Ooo jadi Lo berdua lagi pdkt toh " ucap Ana


" Gosip banget siih " jawab Anin


" Anin tuhh lagi ga sabar nunggu cerai dia, ga sabar mau jadi janda katanya hahaha " Rio asik meledek Anin


" Wah parah nin, mau gue ambilin apa nih buat bales ucapan Rio "


" Pisau aja ada ga, pengen gue potong tuh sosisnya " jawab Anin dengan melirik Rio


" Jangan dong Nin, nanti gue gabisa berkembang biak "


" Eh Kak Lo emang ga bosen solo terus, kasian tuh tangan " ucap Nayla


" Aih sombong mentang mentang udah nikah, gue nanti kalau udah nikah seminggu nonstop ga ada libur pokonya " ucap Rio


" Eh pea kalau pms tuh cewe ga boleh begituan " Anin memukul lengan Rio


" Ada mulut atas kan " jawab Rio sambil memainkan alisnya naik turun


" Iii masa pake mulut jorok ih " ucap Naya


" Ihh Lo belom aja ngerasain, Lo udah ngerasain belom Nay punya Ares pake mulut..?" ucap Rio kembali menyudutkan Nayla


" Engga lah, Nin si Rio tuh mulut nya minta di lakban " ucap Nayla kesal


" Emang biarin aja yah " Anin membela Nayla


" Ayo ayo kenapa ini " ucap Ares yang ikut bergabung bersama Alvian


" Tuh Mas si Rio godain aku aja " Nayla mengadu dengan nada manja


" Cieee ngadu ke suami nih sekarang " goda Naya diikuti yang lainnya


" Bang Ares katanya Nayla lagi pengen tadi cerita " ucap Rio mengarang cerita


" Ih bener bener yaah gue keplak baru tau rasa " Ketus Nayla


" Rioo godain bini gue aja, tuh mending Lo godain si Anin " ucap Ares membela Nayla


" Nah iya tuh bener kan bentar lagi Anin cerai, jadi bisa tuh Kak Rio godain Anin " ucap Ana

__ADS_1


Ares terkejut mendengar ucapan Ana tentang Anin yang ingin bercerai, begitu juga dengan Anin karena sampai sekarang ia belum menceritakan kepada Ares.


__ADS_2