
Hari ini teman teman Nayla menjenguk Nayla, diantara teman temannya ada Noval yang juga ikut menjenguk Nayla.
" Kamu mau minum..? " tanya Ares yang selalu berada di samping Nayla
" Engga mas aku ga haus, mas udah nanya ke aku itu 5 Kali. " jawab Nayla
" Ya kan mas takut kamu haus "
" Mending mas yang makan sama minum gih sana, ga liat tuh badan udah kurus "
" Iyah sayang nanti yah "
Semua temannya datang untuk membantu Nayla mengerjakan tugas selama Nayla tidak masuk.
" Nay nanti kalau Lo udah sehat kerjain balik tugas gue yah dari Pak Ares hehe "
" Setidaknya kalau mau kerjasama jangan di depan orang langsung " ucap Ares ketus
" Ih lakinya Nayla galak kabur "
Nayla hanya tertawa melihat tingkah Noval ketika berhadapan dengan Ares, sedangkan Ares selalu terpancing emosi oleh Noval
***
Anin tengah duduk disofanya sejak 30 menit yang lalu, seperti biasa Rio pasti akan terlambat.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan pintu Anin, dengan segera Anin membuka pintu tersebut.
Saat Anin membuka pintu, Anin melihat buket bunga bersar sedang menutupi wajah seseorang.
" Ga mempan bunga beginian " ucap Anin namun ia merasa senang
" Yaudah kalau ga mempan gue kasih siapa yah " ucap Rio
" Sini gue buang di dalem aja " Anin mengambil bunga tersebut dari tangan Rio
Anin melangkah masuk kedalam, ia mencari sebuah pot untuk meletakkan bunga bunga tersebut.
" Suka ga.. ? " tanya Rio yang kini tengah memeluk Anin dari belakang
" Lebih suka lagi kalau Lo ga ngaret, ga enak sama Bang Ares dan Nayla "
" Iyaa maaf maaf yah, semalem gue ada ngerjain kerjaan. ".
" Iyah Iyah ga apa apa "
" Nin, Lo jadi sekretaris gue lagi yah "
" Hmm gimana yah " Anin mencoba pura pura berfikir.
" Tinggal bilang Iyah susah amat sih "
" Yaudah Iyah deh "
Cupp..
Sebuah kecupan mendarat di pipi Anin.
" Nin... " panggil Rio sambil membalikkan tubuh Anin yang sejak tadi membelakangi dirinya
" Apa..? " saut Anin yang kini menatap wajah Rio
" Gue sayang sama Lo, gue cinta sama Lo Nin "
" Masaa sihh..? " Anin meledak Gio
" Serius ah bt gue "
" Iyaah gue juga sayang sama Lo, gue juga cintaaaa banget sama Lo "
Rio tersenyum mendengar ucapan Anin, ia pun langsung mengangkat tubuh Anin.
" Ii nanti jatuh mau ngapain "
__ADS_1
" Yaudah diem makanya biar ga jatuh "
Rio menggendong Anin hingga masuk kedalam kamar, setelah berada di dalam kamar Rio merebahkan diatas kasur.
Rio mengurung Anin dengan tangannya, hingga kini kedua wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
Rio mendaratkan bibirnya keatas bibir Anin, Anin pun ikut membalas ciuman yang Rio berikan.
Anin melingkarkan tangannya ke leher Rio,ciuman yang awalnya lembut gini berubah menjadi *******.
Kedua Saliva mereka saling bertukar, dengan nafas yang memburu keduanya masih dalam permainan mereka.
Ciuman Rio perlahan turun ke leher putih milik Anin, Anin maupun Rio sama sama terbuai dalam permainan Mereka.
" RI... " panggil Anin sambil mengatur nafasnya
" Yaa Sayang " saut Rio
" I love you " ucap Anin
" I love you to Nin, i love you to so much "
Keduanya pun kembali berciuman, keduanya kini benar benar sedang di mabuk asmara.
Tangan Anin mencoba membuka satu persatu kancing kemeja milik Rio, setelah kancing baju itu terbuka Anin bisa melihat jelas tubuh Rio yang berisi namun tetap berbentuk.
Tangan Rio perlahan mulai turun ke bagian milik Anin, tangannya pun juga mulai menurunkan tali dres yang Anin gunakan.
Ciuman Rio perlahan ikut turun kearea leher
Rio menatap sejenak wajah Anin, ia takut jika Anin marah atau merasa tak nyaman.
" Ri.. Tapi gue—" belum selesai Anin menjawab Rio sudah memutus ucapan Anin
" Gue ga akan ambil itu sekarang Nin, tapi kalau Lo mau gue bisa pakai cara lain "
Anin tak menjawab perkataan Rio, namun Anin langsung mencium bibir Rio kembali.
Merasa mendapatkan izin Rio pun melanjutkan permainannya, tangan Rio perlahan mulai turun dan bermain main disana.
" Mmhh " ******* mulai keluar dari mulut Anin
" Ekhm Bang Ares telpon" ucap Anin memberitahu kepada Rio
Anin : Hallo Bang, kenapa..?
Ares : Lo dimana gajadi kesini
Anin : Jadi ko bang Jadi, iya ini lagi siap siap ko
Ares : Oo gue kira engga jadi
Anin : Jadi ko jadi, udah yang bang
" Mau berangkat sekarang..? " tanya Rio dengan rasa canggung
" Iyaah, g..gue ke kamar mandi dulu " Anin pun pergi meninggalkan Rio
Didalam kamar Rio hanya tersenyum, ia pun kembali memakai kemejanya yang sudah terlepas tadi.
" Duh Nin.. Ko bisa sih Nin bodoh banget " gumam Anin sendiri
Setelah merasa lega Anin pun keluar dari kamar mandi, dan ia melihat Rio yang sudah kembali berpakaian rapih.
" Lo ga ada kardigan atau apa gitu " ucap Rio
" Buat..? " tanya Anin bingung
" Baju Lo, kalau emang mau pakai dres yang tali setidaknya tutupin sama cardigan Nin "
" Oo Iyah ada ko, bentar gue ambil dulu "
Anin mengambil cardigannya dari dalam kamar, setelah itu ia keluar dan menghampiri Rio.
" Ayo Ri " ucap Anin yang sudah siap
__ADS_1
" Iyah sayang "
Setiap Rio memanggil dirinya dengan kata sayang, jantungnya berdetak dengan kencang.
Rio menggenggam tangan Anin dengan erat, mereka berjalan menuju parkiran mobil.
Setelah berada di dalam mobil Rio memberikan sebuah Tote bag kepada Anin.
" Apa ini..? " tanya Anin dengan raut wajah bahagia
" Buat kamu sayang, buka aja "
Dengan segera Anin membuka Tote bag tersebut, dan dialamnya berisi sebuah kotak yang berisi gelang.
" Ri.. Ini buat gue..? "
" Iyah sayang, sini gue pakein "
Rio mengeluarkan gelang itu dari dalam kotak dan memakaikannya dipergelangan tangan Anin.
" Cantik sama seperti yang pakai " puji Rio
" Makasih sayang " Anin menghadiahi Rio kecupan di pipinya
" Gue ingin jadi pria ketiga yang bikin Lo bahagia Nin "
" Loh ko ketiga sih ..? "
" Pertama bokap Lo, kedua bang Ares dan terakhir gue "
Anin tersenyum mendengar jawaban yang Rio berikan.
" Udah ah ayo jalan, kena serangan jantung nih gue lama lama " ucap Anin yang merasakan debaran pada jantungnya
" Jangan dong nanti gue sama siapa "
" Sama gue aja "
" Haha yaudah kita jalan sekarang yah "
" Iyah sayang " jawab Anin sambil mengangguk
***
Nayla dan Ares masih menunggu kedatangan Anin.
" Apa mungkin mereka lagi pacaran kali mas " ucap Nayla
" Perasaan kemarin Waktu sama Alvian dia kaga begini " jawab Ares
" Ya kan beda mas "
" Kita kapan pacaran lagi..? " Ares mencoba menggoda Nayla
" Emang mau pacaran kayak gimana sih Mas..? "
" Engga deh gamau pacaran, kalau cuma pacaran gabisa.." Ares menggantung ucapannya
" Mas ih nanti ada yang denger "
" Hehehe bercanda sayang "
Saat mereka semua sedang asik berbincang, ponsel milik Noval mendapatkan panggilan masuk.
" Ga diangkat Val..? " tanya Nayla
" Gatau nomor siapa Nay " jawab Noval dengan malas
" Angkat siappa tau penting " ucap Nayla kembali
" Hmm Iyah Iyah "
Dengan malas Noval mengangkat panggilan tersebut, raut wajah Noval yang tadi terlihat malas berubah menjadi tegang.
" Val kenapa..? Ad aapa..? " tanya Nayla melihat Noval yang memakai jaket nya
__ADS_1
" Mamah sama Mba Laras kecelakaan, gue pergi dulu yah "
Noval pun dengan segera pergi dari rumah Ares, sedangkan semuanya terkejut dengan berita tersebut.