
Pukul 9 malam Ares dan Nayla baru sampai dirumah, mereka baru kembali dari rumah sakit karena Nayla masih harus menjalani beberapa terapi.
" Mas Ares kita bawa baju berapa ya kira kira " tanya Nayla sambil membuka walk in closet
" Gausah banyak banyak, kalau kurang kita beli aja disana. Udah malam istirahat sayang, ga inget kata dokter apa " perintah Area
Nayla langsung pergi menuju kasurnya, dan diikuti oleh Ares.
" Mas, Noval ko ga keliatan yah " kata Nayla mengenai Noval
" Kenapa ? Kamu kangen yah ? " goda Ares
" Emang boleh aku kangen sama Ares ? Emang kamu ga cemburu? " Nayla berbalik menggoda Ares
" Ya paling dia babak belur, kaki patah, tangan patah sih "
Nayla tertawa mendengar jawaban Ares, dan Ares pun ikut tertawa.
Keduanya memutuskan untuk segera beristirahat, karena hari juga semakin larut dan besok mereka harus kembali beraktivitas.
**
Noval duduk di koridor rumah sakit, saat ia mendapatkan kabar mengenai orangtua dan Kakanya kabur dari rumah sakit Noval segera menyuruh gengnya mencari.
Dan selama ini Noval di tipu oleh keduanya, mereka tak sakit justru mereka memanfaatkan Noval untuk mengetahui keberadaan Nayla dan Ares
Saat ini Noval membawa orangtua dan Kakanya kerumah sakit berbeda, Noval juga meminta untuk orangtua dan kakaknya di ikat agar tidak kabur.
Noval masuk kedalam kamar tersebut, terlihat raut wajah marah dari keduanya kepada Noval.
" Dasar anak gatau diri, bisa bisa ngelakuin kayak gini belain perempuan yang jelas jelas ngerusak hubungan kakanya " ucap sang Ibu dengan nada tinggi
" Sstt berisik kalian berdua tuh berisik tau ga!! Apa kalian mau Noval bawa kerumah sakit jiwa ? Bisa bisanya kalian masih punya niat jahat " ucap Noval dengan nada yang lebih tinggi
" Noval akan kasih kalian pilihan, kalian pilih Noval bawa ke kantor polisi atau rumah sakit jiwa. Pikir baik baik sebelum besok menjawab "
Noval memilih keluar dari kamar tersebut, ia masih tak habis pikir dengan kedua orang tersebut.
***
Keesokan pagi Ares dan Nayla sudah siap untuk pergi ke kampus, tiba tiba ada suara yang mereka hafal datang kerumah Ares.
" Bang Areesss " ucap Anin yang datang bersama dengan Rio
" Berisik banget sih pagi pagi " ketus Ares
" Yee sewot aja, Bang Mamah sama Papah kapan pulang ya kira kira " ucap Anin sambil duduk di kursi meja makan
" Tanya aja sendiri, lo kan punya nomor mereka " saut Ares dengan sinis
Rio duduk di sebelah Anin, ia mengambil selembar roti dan meletakkan selai diatas roti tersebut.
" Kalian mau ke kantor terus sengaja kesini cuma mau nanya Mamah sama Papah ? " ucap Ares
" Betul sekali, seratus buat Bang Ares " jawab Anin sambil memakan roti yang dibuat oleh Rio
Nayla hanya mendengarkan percakapan keduanya, begitu juga dengan Rio yang hanya mendengarkan.
" Nay, besok kita pergi yuk " ajak Anin mengalihkan pembicaraan
" Nanti sore aja aku mau ke Bandung sama Mas Ares, katanya mau liatin projects di Bandung " jawab Nayla
__ADS_1
Anin tampak heboh sendiri mendengar mereka akan pergi ke Bandung, Ares sudah bisa menyimpulkan jika Anin akan memaksa untuk ikut nantinya.
" Gue kerja bukan jalan jalan " kata Ares lebih dulu
" Ya ga apa apa lo kerja, gue sama Nayla dan Rio jalan jalan " jawab Anin
" Sekali engga tetap engga, gue mau berduaan sama Nayla " jawab Ares dengan keras menolak
" Dah gue mau berangkat ke kampus, sana kalian pergi ke kantor "
Anin memanyunkan bibirnya, ia membuang mukanya enggan menatap Ares.
" Daah Anin " ucap Nayla sambil melambaikan tangan
Nayla dan Ares pun segera masuk kedalam mobil, Ares membantu Nayla dan meletakkan kruknya ke kursi belakang.
Nayla memutar musik untuk mengisi keheningan jalan, seperti biasa Ares juga tak pernah komplen dengan lagu yang Nayla putar.
" Kayaknya seru kalau nonton konser" ucap Nayla sambil mendengarkan lagu Raisa yang saat itu ia putar
" Kamu mau ? " tanya Ares sambil sesekali melirik kearah Nayla
" Mau banget, nanti Nayla mau nyanyi yang kenceng" jawab Nayla dengan semangat
" Yaudah latihan dulu disini, coba mas mau dengerin " kata Ares dan Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya
" Beda sensasinya kalau sama Mas, suara Mas Ares lebih bagus dari Nayla " kata Nayla
" Engga apa apa sayang, ayo coba Mas mau dengerin " pinta Ares membujuk
" Jangan ketawa yah " pinta Nayla dan Area mengangguk
Bertahun-tahun aku bersamamu
Hanya untuk engkau, belahan hatiku
Penuntun hidupku
Dengarlah, dengarkan pintaku ini
Jaga hatimu 'tuk wanita itu
Wanita yang tak pernah lelah mengerti
Wanita itu adalah aku
Kuharap engkau tak akan bosan
Melihat wajahku setiap hari
Hanyalah denganmu kumerasa tenang
Kumerasa aman
Dengarlah, dengarkan pintaku ini
Jaga hatimu 'tuk wanita itu
Wanita yang tak pernah lelah mengerti
Wanita itu adalah aku
__ADS_1
Dengarlah pintaku
Jagalah hatimu
Hanyalah untukku
Hanyalah denganmu kumerasa tenang
Kumerasa aman
Dengarlah, dengarkan pintaku ini
Jaga hatimu 'tuk wanita itu
Wanita yang tak pernah lelah mengerti
Wanita itu adalah aku
Dengarlah dengar pintaku ini
Jaga hatimu 'tuk wanita itu
Wanita yang tak pernah lelah mengerti
Wanita itu adalah aku
Wanita itu adalah aku.
Area mengangguk anggukan jarinya mendengar Nayla bernyanyi, wanita itu tampak santai menyanyikan lagu yang ia putar.
" Kayaknya dari hati nih " goda Ares begitu lagu selesai
" Iyaah buat Mas Ares " kata Nayla sembari tersenyum
Ares membalasnya dengan senyuman, dan ja meraih tangan Nayla dengan satu tangannya.
" I love you Mas Area " kata Nayla
" I love you To Nayla " jawab Ares
Setelah menempuh perjalanan akhirnya mobil Area sampai di kampus, seperti biasa teman teman Nayla sudah menunggu kedatangan Nayla.
" Haii " sapa Nayla begitu melihat teman temannya
" Sumringah banget nih kayaknya" goda Naya
" Sayang, Mas langsung keruangan yah " Ucap Ares memberikan kecupan dan pergi meninggalkan Nayla
" ekhm ekhm tolong di kondisikan " ucap Naya dan Nayla hanya tersenyum malu
Noval yang baru saja tiba ikut menghampiri Nayla dan yang lainnya.
" Noval kemana aja ? Ga keliatan" ucap Nayla yang merasa senang melihat Noval kembali
" Biasa ada urusan, mau ke kelas ? Ayo " kata Noval dan mereka mengangguk
Noval menatap Nayla dari samping, ia selalu merasa bersalah jika melihat Nayla.
Bagaimana mungkin orang seperti Nayla masih saja memiliki musuh atau orang yang tak suka kepadanya.
Ares yang sudah berada di dalam ruangan membuka beberapa file dokumen di laptopnya, ia juga menyempatkan membalas beberapa email yang masuk kedalam email-nya.
__ADS_1
Saat Ares meng-scrol kebagian bawah, Ares menemukan email dengan nama yang tak asing baginya.
" Dia ? Kenapa dia kembali ? " gumam Ares pelan