Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 75


__ADS_3

Nayla dan teman temannya sedang berada dirumah Ares, semua teman temannya menemani Nayla hingga Ares pulang.


" Hahaha gue masih ngebayangin gimana wajah tuh cewe saat malu tadi " ucap Naya mengingat kejadian di kantin


" Mungkin dia mikir Nayla tuh bakal marah marah gimana gitu yah " timpal Ayu


" Udah ah gausah di bahas, kasian tau " ucap Nayla


Tak lama terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah Ares.


" Assalamualaikum" ucap Ares begitu masuk kedalam rumah


" Waalaikumsalam " jawab semuanya serentak



Ares memberikan sebuah bucket kepada Nayla, dan raut wajah Nayla sangat bahagia.


" Ekhm pak tolong disini banyak jomblo " sindir Ayu dan diikuti yang lainnya


" Makasih Mas Ares, sayang banget di makan aku pajang aja deh " ucap Nayla sambil memandangi hadiah dari Ares


" Mending buat gue Nay kalau lo gamau makan " ucap Noval


" Yaudah Mas ganti baju sebentar yah, habis itu kita jalan " ucap Ares yang kemudian pergi ke kamarnya


" Gue kayaknya kalau jadi Nayla dirumah seharian juga ga bosen deh, wifi kenceng bebas nonton, mau berenang bebas, mau gym di rumah bisa, gue rasa kalau bioskop juga dia ga perlu keluar " ucap Naya


" Emang Iyah buat apa keluar hehehe " jawab Nayla yang diiringi tatapan teman temannya


" Gini Nay, Lo butuh saudara ga Nay gue bersedia banget buat nutup pintu atau apapun " ucap Ana


" Ana mau lama Nay, mending gue aja " timpal Ayu


" Lo butuh suami lagi ga Nay, gue bersedia " ucap Noval yang kemudian dihadiahi jeweran dari Ares


" Aduuh ampun pak Bercanda" ucap Noval meringis kesakitan


" Mas Ares " ucap Nanda sambil memegang tangan Ares


" Yaudah Nay kita pulang dulu yah, semangat buat terapinya " ucap Naya dan lainnya


" Makasih yaah " ucap Nayla


Semua teman teman Nayla pun pergi meninggalkan rumah Ares.


" Makasih yah sayang buat makanannya" ucap Ares yang kini berjongkok


" Sama sama Mas, gimana tidurnya pules ga tadi..? " tanya Nayla sambil membelai pipi Ares


" Hehehe lumayan, yaudah kita berangkat sekarang yah. atau kamu mau makan dulu..? " tanya Ares sambil mendorong kursi roda Nayla


" Nanti aja deh makanya, mending kita kerumah sakit dulu " ucap Nayla dan Ares setuju


Ares membuka pintu mobil untuk Nayla, dan membantu untuk masuk kedalam


Nayla pun kembali dibuat terkejut oleh Ares, disana sudah ada sebuah bunga yang begitu cantik

__ADS_1



" Mas Ares " ucap Nayla dengan wajah yang sangat bahagia


" Kamu suka..? " tanya Ares yang memberikan bunga tersebut kepada Nayla


" Apapun yang Mas Ares kasih aku suka " ucap Nayla sambil memegangi bunga dari Ares


" Kita berangkat sekarang..? " tanya Ares dan Nayla mengangguk


Ares segera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, sedangkan Nayla yang duduk di samping nya tengah asik mengambil gambar bunga yang Ares berikan.


" Upload aaah " ucap Nayla ketika sudah mendapatkan foto yang bagus


" Yang ngasihnya gamau di foto juga..? " ucap Ares menggoda


" Nanti ada yang ngambil foto Mas, engga mau ah " tolak Nayla


" Kenapa emang..? Cemburu yah "


" Engga lah buat apa Nayla cemburu, orang Nayla udah punya aslinya mereka cuma ambil gambar aja " ucap Nayla


Ares pun kembali fokus menyetir mobil, sedangkan Nayla tengah asik dengan ponselnya.


****


Anin yang telah usai dengan pekerjaannya segera menghampiri Rio, dengan segera mungkin ia masuk keruangan Rio


" RI udah rapih..? " tanya Anin setelah masuk keruangan Rio


" Nanti aku mau kerumah Mas Ares aja deh kayaknya mau nginep disana, udah lama ga main kesana " ucap Anin yang kini sudah berdiri disebelah Rio


" Mau nginep dirumah aku juga ga apa apa heheh " jawab Rio diiringi dengan tawa


" Emmm nanti ah tunggu halal " jawab Anin yang dibalas senyum oleh Rio


" Mau makan dulu..? "


" Boleh, kayaknya makan ayam bakar enak deh Ri " jawab Anin yang tiba tiba ingin ayam bakar


" Boleh sayang, ayo kita berangkat sekarang" ajak Rio yang sudah menggenggam tangan Anin.


Seluruh kantor sudah mengetahui jika Anin adalah kekasih Rio, para karyawan pun merasa patah hati.


Begitu sampai di mobil, Rio segera melajukan mobilnya.


Anin menguncir rambutnya yang seharian ia urai, Rio melirik ke arah Anin di sela sela menyetir.


" Cantik banget sih Nin " puji Rio tiba tiba


" Kalau ganteng ya kamu dong " ucap Anin yang sudah selesai menguncir rambutnya


" Nikah yuk Nin " ucap Rio tiba tiba


" Iya kalau ga Sabtu Minggu kan hehe " ucap Anin dengan tertawa kecil


" Iyah Sabtu atau Minggu aku datang kerumah kamu bawa keluarga aku " ucap Rio yang kini terdengar serius

__ADS_1


" Kamu lagi bercanda atau lagi serius nih..? "


" Serius Nin, emang ga liat nih muka aku serius gini " ucap Rio


" Ooo Kapan..? " tanya Anin


" Gimana kalau Minggu depan ..? Jadi nanti aku akan siapin dulu semuanya, sekaligus aku akan bilang ke keluarga kamu " jawab Rio dengan santai namun serius


" Hemm " Anin mengangguk dengan bahagia


Rio benar benar ingin menjalin hubungan serius dengan Anin, ia tak mau jika Anin pergi meninggalkan dirinya.


***


Nayla dan Ares sudah tiba dirumah sakit, seperti kemarin Nayla pun di ajak kesebuah ruangan khusus untuk menjalani terapi.


Perkembangan Nayla cukup cepat, bahkan Dokter pun juga menyarankan untuk menggunakan kruk.


Setelah selesai dengan terapi, Nayla dan Ares pun segera meninggalkan rumah sakit.


" Mau makan apa Nay..? " tanya Ares


" Hemm bentar Nayla mikir dulu " ucap Nayla sambil berfikir


" Apa aja deh terserah Mas Ares, Nayla ikut " ucap Nayla


" Hemm yaudah, kita jalan sekarang ya "


Ares pun segera mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah sakit, ia melirik kearah Nayla yang tengah asik memainkan ponselnya


" Nay, Mas mau ngasih tau sesuatu " ucap Ares


" Apa Mas..? " tanya Nayla menoleh ke Ares


" Minggu ini mas harus berangkat ke Bandung, buat liat project disana mungkin Jum'at sore atau malam berangkat dan Minggu malam pulang " ucap Ares dengan serius


" Hmm berarti Nayla sendiri dong dirumah " ucap Nayla yang tiba tiba menjadi sendu


" Ko sendiri sih, yah Nayla ikut dong. Mana mungkin Mas Ninggalin Nayla sendiri "


" Ooo emang boleh..? "


" Nay siapa yang ga bolehin..? Orang Mas bosnya, berani ngelawan Mas. haha " ucap Ares yang membuat Nayla ikut tertawa


" Hahaha Iyah, ehh tapi Mas nanti Nayla ngapain ..? Terus sama siapa..? "


" Ya sama Mas lah emang kamu mau sama siapa sayang..? "


Nayla berfikir sejenak untuk mencari ide.


" Naahh Nayla punya rencana Mas "


" Rencana..? Nayla punya rencana apa memang..? " tanya Ares penasaran


" Nanti juga Mas Ares tau, untuk sekarang rahasia "


Ares hanya menggelengkan kepalanya, terkadang ada saja tingkah Nayla yang membuat Ares menjadi gemas

__ADS_1


__ADS_2