Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 20


__ADS_3

Alvian yang baru saja bertemu dengan client kembali berpapasan dengan Anin.


" Anin " panggil Alvian


" Eeh Ka Al " sapa Anin


" Sahabatmu di jenguk disini..? " tanya Alvian


" Iyah Kak, lo masih ketemu sama client Kak..? " Nayla berbalik bertanya


" Iyah Nin, proses perceraian " jawab Alvian


" Kak boleh nanti kita ketemu kalau lo senggang..? "


" Boleh ko Nin "


" Yaudah gue pulang dulu yah Kak, byee "


Anin pun pergi meninggalkan Alvian, sedangkan Alvian juga pergi meninggalkan rumah sakit.


...***...


" Mas Ares kenapa melamun " ucap Nayla


" Ehh engga, kamu kenapa nanya masalah berkas berkas Mas..? " tanya Ares


" Ooo engga jadi kan Nayla juga punya berkas penting, kali aja bisa di titip ditempat Mas Ares " Jawab Nayla


" Oo yaudah nanti Nayla bawa aja biar Mas simpan " ucap Ares


Ares merasa sedikit takut dengan apa yang Nayla rencanakan, namun ia juga tak ingin berfikir negatif tentang hubungannya.


.


.


Hari ini Nayla dibolehkan untuk pulang, namun ia harus tetap menjaga kondisinya.


Dengan segera Ares mengajak Nayla pulang ke rumahnya.


" Mau makan apa..? " tanya Ares sambil fokus menyetir


" Hmm lagi ga ada ide mas " jawab Nayla sambil melihat kearah jalan


Ares memberhentikan mobilnya disalah satu tempat makan, ia pun langsung membukakan pintu mobil untuk Nayla.


" Ayo sayang " ajak Ares dan Nayla mengangguk


Ares dan Nayla duduk dipojok tempat makan, Nayla takut jika nanti ada yang mengenali dirinya.


" Mas aku boleh main ga besok..? " tanya Nayla


" Main kemana..? sama siapa..? " Ares berbalik bertanya


" Sama Ayu, Naya terus ajak Anin deh "


" Main kemana sayang..? kamu kan baru aja pulang dari rumah sakit kamu ga denger apa kata dokter tadi " ucap Ares yang khawatir


" Tapi Nayla beneran udah ga apa apa ko, lagian besok mas Ares kan kerja masa Nayla sendirian dirumah "


" Yaudah ajak aja teman teman kamu main Nay"


" Loh nanti mereka bingung Nayla tinggal sama siapa, gamau gamau gamau "


" Hufh yaudah yaudah boleh main, tapi ada syaratnya "


" Apapun syaratnya Nayla penuhin "

__ADS_1


" Beneran apapun..? " Ares menaikkan alisnya


" Ya asal jangan aneh aneh sih mas " Nayla mendadak takut karena ucapannya.


" Hmmm gimana kalau malam ini kita... " Ares menggantungkan ucapannya


" Apa..? " tanya Nayla penasaran


" Nayla Pak Ares " sapa Ayu tiba tiba, sontak Nayla langsung menatap Ayu dan melirik Ares


" A.. ayuu " ucap Nayla yang terkejut


" Duduk yu " ucap Ares meminta Ayu duduk


" lo ngapain sama Pak Ares Nay " bisik Ayu


" Ga ngapa ngapain, cuma ketemu terus diajak makan " Nayla berbalas berbisik


" Ekhm " gumam Ares, Nayla dan Ayu terkejut


Ares menatap wajah Nayla yang seperti kebingungan, sedangkan Ayu menatap keduanya bergantian.


" Bapak sama Nayla kenapa ko kayak orang bingung gitu " ucap Ayu


" Ayuu gini saya boleh minta tolong sama kamu " ucap Ares sambil menenangkan Nayla


" Minta tolong apa pak..? " tanya Ayu


" Tolong rahasiakan ini yah, jangan sampai teman teman kamu tau. Soalnya saya juga emang ga sengaja ketemu Nayla, dan saya ajak makan disini " jawab Pak Ares


" Ooohh Iyah pak gampang, kirain rahasiain kalau bapa sama Nayla pacaran " ucap Ayu asal


" uhuk uhuk uhuk " Nayla yang tengah minum mendadak tersedak mendengar ucapan Ayu


" Kamu kenapa Nay, pelan pelan dong lagian kenapa harus minum es sih Nay kan mas udah bilang kamu baru pulih. Udah besok mas ga izinin kamu main, mas temani besok dirumah " ucap Ares yang khawatir namun ia lupa jika ada Ayu disana, Nayla pun langsung menatap wajah Ares


" Ehm biar saya yang jelaskan, jadi saya dan Nayla itu sudah menikah " ucap Ares


" Nikah..? bapak nikah sama Nayla..? " ucap Ayu terkejut


" Makan dulu yu makan, gue pesenin minum yah " ucap Nayla yang memanggil kembali pelayan


" Saya ga bisa jelaskan di sini, jadi nanti setelah ini kamu ikut saya dan Nayla ya " ucap Ares mencoba memberi penjelasan


" Hmm baiklah pak " jawab Ayu


Nayla pun hanya bisa tersenyum kepada Ayu, iya tak menyangka jika semuanya akan seperti ini.


.


.


Sesampainya dirumah Ares, Ayu terkejut melihat rumah Ares yang sangat luas.


" Ayo masuk yu " ucap Nayla


Ayu Nayla dan Ares duduk di sofa ruang tamu.


" Mau dibuatkan minum apa Tuan..? " tanya Asisten rumah tangga Ares


" Ayu kamu mau apa..? " tanya Ares


" Apa aja pak " jawab Ayu


" Es jeruk 1 , saya dan Nayla teh hangat yah bi. " ucap Ares


" Baik tuan, permisi "

__ADS_1


Arespun mulai menjelaskan semuanya kepada Ayu secara perlahan, sedangkan Nayla hanya diam mendengarkan ucapan Ares.


" Jangan jangan Anin itu juga bukan saudara lo ya Nay " ucap Ayu


" Dia adiknya pak Ares yu " jawab Nayla


" Kalian berdua yakin bisa rahasiain ini sampai Nayla lulus..? " ucap Ayu


" Ya makanya lo tolongin gue yuu " ucap Nayla memelas


" Ya gue sih bisa nolongin lo, tapi kalau sewaktu waktu ada yang liat lo berduaan gimana... "


" Mas gimana..? " Nayla berganti bertanya kepada Ares


" Saya dan Nayla akan lebih berhati hati nanti " jawab Ares santai


" Tapi bangkai mau ditutupin kayak gimanapun pasti ketauan pak ujungnya " ucap Ayu


"Kamu tenang saja, saya pastikan ini tak akan terulang kembali " ucap Ares


...****************...


Malam hari Nayla seperti biasanya tengah menonton film kesukaannya, Ares yang sudah selesai mandi langsung menghampiri Nayla.


" Belum kelar kelar perasaan tuh film " ucap Ares sambil ikut menonton


" Belum lah masih ada beberapa episode " jawab Nayla tanpa menoleh kearah Ares


Ares menekan jeda pada film tersebut, dan memindahkan laptopnya ke meja.


" Ih Mas Ares Nayla kan lagi nonton " ucap Nayla kesal


" Kamu ga inget syarat tadi..? " ucap Ares


" Apaa kan mas belum selesai ngomongnya "


" Nah yaudah makanya kamu sekarang dengerin mas "


" Yaudah yaudah apa syaratnya "


Ares mendekati wajah Nayla secara perlahan.


" Mas mau malam ini kamu tidur cepet " jawab Ares menaikan selimut Nayla


" Oooo itu syarat nya " ucap Nayla mendadak grogi


Nayla pun dengan cepat memejamkan matanya, dan Ares langsung mematikan lampu kamarnya.


.


.


Pagi hari Nayla bangun lebih awal ia melihat Ares yang belum bangun dari tidurnya, Nayla pun berencana untuk membangunkan Ares.


" Mas Ares bangun mas sholat subuh yuk " ucap Nayla namun Ares tak merespon apapun


" Mas ayo sholat dulu mas " Nayla kembali memanggil Ares


Nayla pun menggoyangkan tubuh Ares secara perlahan, namun saat ia memegang tubuh Ares ia merasa tangannya sangat dingin.


" Mas Ares Mas bangun mas " ucap Nayla semakin khawatir


Nayla yang panik pun langsung menangis, sambil terus menggoyangkan tubuh Ares.


" Mas Ares bangun mas Ares jangan tinggalin Nayla mas " ucap Nayla kembali


" Mas Aress..." Teriak Nayla

__ADS_1


__ADS_2