Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 56


__ADS_3

Sudah tiga puluh hari Nayla terbaring dirumah sakit, dan selama itu juga Nayla belum juga sadar.


Ares terus berjaga disamping Nayla, semua temannya silih berganti datang untuk menjenguk sang sahabat.


Ibu Sri sampai saat ini belum diberi kabar mengenai Nayla, mereka hanya takut Bu Sri semakin terbebani.


Anin duduk sendiri didepan ruang Nayla, Alvian sang kekasih sedang sibuk mengurus klien.


" Nin.." panggil seorang laki laki


" Rio " Nayla menoleh ke sumber suara


" Gimana kondisi Nayla..?"


" Masih sama kayak kemarin kemarin "


" Nin kalau lo ga sibuk gue mau ngundang Lo ke acara nikahan—" ucapan Rio terhenti


" Gue sibuk jagain Nayla, maaf ga bisa Dateng " jawab Anin dengan cepat


" Oo oke gue ngerti ko, lo udah makan belum..? Kita makan dulu yu "


" Gue ga laper " jawab Anin dengan singkat dan dingin


" Nin lo marah sama gue atau gimana..? Apa salah gue Nin..? Sampai lo jutek ke gue dan dingin ke gue, bahkan nomor gue aja sampai Lo blok. Apa karena lo udah punya pacar jadi. berubah ke gue .?"


" Hmm itu tau " lagi lagi Anin menjawab dengan singkat


" Yaudah maaf kalau gitu, gue cabut dulu masih ada urusan jaga diri baik baik "


Rio meninggalkan Anin sendirian kembali, Anin mengangkat wajahnya agar air matanya tak keluar


" Engga apa apa Anin engga apa apa " Anin mencoba menguatkan dirinya sendiri


Alvian melihat Anin dari kejauhan sambil memegang undangan ditangannya, ia berjalan menghampiri Anin.


" Rio mau nikah Kak " jawab Anin lebih dulu setelah menyadari kehadiran Alvian


Alvian melihat bekas air mata yang jatuh, Alvian kini tau apa yang menyebabkan Anin menjadi banyak diam.


" Kamu ga datang..?" tanya Alvian


" Engga kak, ga penting juga aku harus jaga Nayla "


" Ada Ares ko "


" Kak Alvian megang undangan, undangan darimana..?"


" Oo ini undangan dari—" saat Alvian ingin menjawab Ares keluar dengan ekspresi yang tak bisa ia jelaskan


" Nin.. Al Nayla gerak, gue ngerasain sendiri tangannya gerak " ucap Ares


" Lo Udah panggil dokter bang..?" tanya Anin

__ADS_1


" Udah udah " jawab Ares


Dan benar saja tak lama Dokter dan perawat pun datang, mereka langsung masuk untuk memeriksa Nayla.


Ares berdoa agar Nayla bisa segera bangun, ia sudah sangat merindukan kekasihnya itu


" Keluarga Nayla " ucap perawat


" Iyah sayang Suaminya dok " ucap Ares dengan cepat


" Silahkan masuk, Bu Nayla sudah sadar "


Dengan wajah gembira Ares langsung kembali masuk kedalam, dan benar saja ia melihat Nayla yang sudah membuka matanya.


" Naylaa sayang " Ares mengelus tangan Nayla


Setelah dokter memeriksa semua orang di persilahkan untuk masuk kedalam ruangan.


" Mas.." panggil Nayla dengan pelan


" Iyah sayang ini mas "


" Anin.. Kak Alvian " Nayla mengabsen satu persatu


" Haii Nay " sapa keduanya


Nayla mengangkat tangannya pelan, ia mencoba memegang wajah Ares. Ares yang menyadari ia pun mendekati wajahnya, ia takut jika Nayla kesulitan.


" Iyah kenapa sayang..?"


Sebelum menjawab Nayla menatap Anin dan Alvian bergantian, kemudian ia kembali menatap Ares


" Lebih baik kita pisah aja ya mas "


Ares yang tadi tersenyum bahagia seketika raut wajahnya berubah, begitu juga dengan Anin dan Alvian mereka terkejut dengan yang Nayla ucapkan.


****


Naya, Ana dan Ayu sudah mendapatkan kabar mengenai Nayla yang sudah sadar, namun buka hanya mereka Noval pun juga sudah mengetahui kabar tentang Nayla.


" Val Lo mau bareng ga kerumah sakit..?" tanya Naya


" Engga " jawab Nova singkat


" Lo kenapa sih Val, perasaan kemarin kekeh mau jaga Nayla tapi Lo malah ga pernah lagi Dateng kerumah sakit" ucap Ana


" Hak gue, lagian dia juga udah punya laki buat apa gue deketin lagi " jawab Noval dengan dingin


Karena malas menanggapi ucapan wanita wanita itu, Noval pun pergi ke keluar kelas.


Sejak Ia mengetahui tentang kejahatan keluarganya, Noval ikut merasa bersalah. Bahkan ia sendiri malu untuk bertemu dengan Nayla, setiap Anin bertanya mengapa ia tak datang ia hanya menjawab sibuk.


Noval mengeluarkan roko elektriknya dan menghisapnya dalam dalam, ia sangat bahagia mendengar kabar Nayla namun yang membuatnya sedih adalah karena ia merasa bersalah karena perbuatan keluarganya.

__ADS_1


" Kenapa sih kenapa gini " Noval mengacak acak rambutnya


Ponsel Noval terus berbunyi notifikasi pesan, namun Noval mengabaikan pesan itu.


Untuk menghilangkan rasa kesalnya, Noval memutuskan untuk menyendiri sebelum ia kembali masuk ke dalam kelas.


***


" Kenapa Nay..?" tanya Ares dengan suara gemetar


" Aku cape Mas dengan masalalu kamu yang belum juga selesai, bahkan kamu berbohong sama aku. Kamu bilang kamu banyak kerjaan, tapi ternyata kamu jalan sama dia "


" Nay, dengerin mas dulu yah Mas bisa jelasin semuanya "


" Mas.. Please keluar dulu yah, Nayla gamau liat mas sekarang "


Ares terkejut dengan permintaan sang istri, bukan..bukan seperti ini yang Ares harapkan saat Nayla sadar.


Namun untuk menjaga kondisi Nayla, Ares mengalah ia pun segera keluar dari ruangan Nayla.


" Nin, aku temani Ares dulu yah " ucap Alvian dan Anin mengangguk


Diluar kamar Ares memukul dinding didepannya dengan keras, air mata yang sejak tadi ia tahan kini ia tumpahkan bersama dengan pukulan.


" Res..Res.. Stop Res jangan gini " ucap Alvian menenangkan


" Gini gimana Al, berhari hari gue nungguin Nayla sadar tapi apa Al apa. Gue emang gagal jadi suami Al, gue gagal "


" Lo kan tau Nayla baru sadar dia butuh waktu Res buat semuanya "


" Gue..gue sayang Res sama dia gue sayang banget, kalau kemarin gue bisa gantiin posisi dia disana gue mau "


" Res udah Res udah, gue yakin Nayla juga sayang banget sama lo "


Ares duduk di latai dengan air mata yang terus keluar, sedangkan Alvian hanya dapat menenangkan sahabatnya itu


***


Anin kini duduk disebelah ranjang Nayla, sejak Ares keluar tadi tak ada sepatah kata apapun diantara keduanya.


" Apa keputusan kamu sudah yakin Nay..?" Anin mencoba memecahkan mengheningkan diantara mereka


" Engga tau Nin, tapi aku cape Nin aku cape harus bersaing dengan masalalu Mas Ares "


" Kamu tuh ngomong apa sih Nay, bersaing darimana..? Kamu jelas jelas pemenangnya "


" Tapi kenapa Mas Ares masih Deket sama Laras ..? Dia bahkan sampai bohong sama aku Nin "


" Nay, semuanya ga seperti yang kamu bayangin percaya sama aku. Kamu tau Nay, selama kamu ga sadar Bang Ares bener bener jaga kamu. Aku bukannya ngebela Bang Ares karena dia Kaka aku, kalau dia salahpun aku akan benci dan marah. Awalnya kita semua marah sama Bang Ares, Papah yang tak pernah membentak anaknya didepan umum hari itu menampar Bang Ares dengan kencang. Kita semua mengusir dia Nay dari sini, tapi ternyata setelah kita denger penjelasannya bukan Bang Ares yang salah tapi dia Nay " Anin mengucapkan dengan nada yang serius


" Kalau kamu ingin pisah karena menurut kamu persaingan itu lucu Nay, karena sejak Bang Ares menikahi kamu itu kamu sudah jadi juara nya " Anin memegang tangan Nayla


Nayla pun menatap Anin, ia juga tau betapa Ares mencintai dirinya namun ia juga lelah harus seperti itu terus

__ADS_1


__ADS_2