Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 55


__ADS_3

Nayla membuka matanya karena melihat cahaya yang sangat terang, ia melihat ayahnya yang sedang melambaikan tangan.


" Bapaaa " Nayla berlari mengejar sang ayah


" Nayla anak bapaa " Pak Agung memeluk Nayla dengan erat


" Pak Nayla kangen sama bapa "


" Bapa juga kangen sama kamu nduk "


" Pak Nayla ikut yaah, Nayla mau ikut bapa "


" Nayla bener mau ikut bapa..?"


" Iyah Pak, Nayla mau ikut bapa "


Nayla menggenggam tangan sang Ayah, saat Nayla berjalan mendekati cahaya tiba tiba ia mendengar suara yang memanggil dirinya.


" Sayang jangan tinggalkan mas, kembali sayang "


Nayla menoleh dan melihat Ares yang mengerjar dirinya.


" Mas Ares " ucap Nayla


" Ikutlah dengan suamimu Nay, belum saatnya kamu ikut dengan bapa "


" Tapi pak—"


" Pergi Nay kejar suamimu, dia membutuhkan mu " perintah Pak Agung


Nayla melepaskan genggaman tangan dari sang Ayah, dan berlari mengejar Ares


" Mas Ares " Nayla memeluk Ares


" Nayla sayang ikut Mas yah " ucap Ares sambil menangis


" Iyaah Mas, tapi mas Ares jangan nangis yah " Nayla menghapus air mata Ares


" Engga sayang, ayo ikut Mas " Ares menggendong tubuh Nayla, dan membawa kesebuah taman yang indah


Dengan tersenyum bahagia Nayla terus memeluk Ares.


" Nayla sayang dengerin Mas yah, Nayla harus kuat Nayla bangun yah sayang Mas akan bawa Nayla ke tempat yang lebih indah dari yang sekarang "


" Mas Ares janji..?"


" Iyah mas janji sayang, mas tunggu yah "


Tiba tiba Ares menghilang, dan Nayla terus memanggil nama Ares.


" Mas Ares . Mas.. Mas Ares " panggil Nayla


***

__ADS_1


Saat sang dokter dan perawat hendak melepaskan alat, tiba tiba mesin kembali menyala dengan segera dokter memeriksa kondisi Nayla.


" Bang.. Nayla Bang... " ucap Anin yang tak percaya


" Iyah Nin " jawab Ares tak kalah bahagia


Setelah selesai memeriksa Dokter dan perawat keluar dengan wajah yang cukup tenang.


" Allah masih memberikan kesempatan, namun untuk sekarang Nayla belum sadar. Tapi jika kalian ingin masuk silahkan, mungkin bisa memancing pasien untuk bangun "


" Terimakasih dok terimakasih " ucap Ares


" Lo masuk sana Bang " ucap Anin menyuruh Area masuk dan Ares mengangguk setuju


Ares masuk kedalam dan mendekati Nayla, ditatapnya wajah Nayla yang penuh luka dan perban di kepalanya.


" Haii sayang, kamu cape banget yah sampe lama tidurnya" Ares meraih jari jari Nayla


" Maafin mas ya sayang, mas gagal jadi suami kamu. Tapi mas janji sama kamu, kejadian ini ga akan keulang lagi sayang kamu bangun yah "


" Tapi kalau Nayla belum mau bangun juga ga apa apa, mas Ares tunggu deh "


Ares terus mengajak Nayla untuk berbicara, walaupun tak ada jawaban dari Nayla.


Ares mengelus dan mencium punggung tangan Nayla, ia berharap sentuhan itu bisa membuat Nayla sadar


****


Sejak tadi Anin menunggu di luar ruangan, sambil sesekali ia melihat Nayla dari kaca.


" Mah.. Pah.. tadi detak jantung Nayla sempat berhenti, tapi Alhamdulillah sekarang kembali "


" Itu Ares.. Kenapa dia disini Nin, kamu ga usir dia..?" tanya Pak Erlangga yang emosi


" Mamah sama Papah duduk dulu biar Anin yang jelasin semuanya "


Anin mengajak kedua orangtuanya duduk, dan Anin menceritakan Semuanya.


Anin juga bercerita tentang Laras yang tiba tiba menjadi dosen di kampus, Uang yang Bu Amanda berikan kepada Laras, hingga kejadian kemarin.


" Kurang ajar wanita itu berani beraninya menuduh Mamah " Bu Amanda mengepalkan tangannya karena kesal


" Udah Mah sabar dulu, setelah Nayla membaik kita akan urus semuanya Anin juga akan bantu untuk menjebak Laras Mah "


" Iyah Nin " Bu Amanda mengangguk setuju


***


" Val gimana keada Nayla " tanya Ana melihat Noval yang baru saja tiba


" Masih sama Na kayak kemarin " jawab Noval dengan frustasi


" Gue bener bener khawatir sama Nayla " Noval mengacak rambutnya

__ADS_1


" Lo berdoa aja biar semuanya baik baik aja Val " ucap Naya


" Walaupun gue ga bisa milikin dia, gue pengen mastiin dia baik baik aja, dia masih ada disini "


Ketiga teman Nayla menatap wajah Noval yang sangat hancur, walaupun Noval tau jika Nayla sudah menikah tapi Noval tetap memilih memendam perasaan kepada Nayla.


" Lo semua pada tau ga sih siapa wanita yang ada di foto itu, Anin bilang itu mantannya"


" Tapi menurut gue sih sebelum Nayla ngeliat foto itu Nayla udah kepikiran deh " ucap Ana


" Maksudnya gimana..?' tanya Noval bingung


" Jadi kemarin itu kita mau pulang, nah ternyata tuh kita ngeliat Pak Ares pergi sama si Laras nenek lampir, dari situ Nayla tuh udah beda, dan semakin ditambah drop pas Nayla ngeliat foto Laras sama Pak Ares " jelas Naya


" Laras..? Dosen baru disini..?" Noval mencoba memperjelas


" Iyaah betul banget, dia kan mantannya Pak Ares dan Lo tau berkali kali di Laras itu mau ngerusak hubungan Pak Ares sama Nayla jahat ga sih " ucap Ana


Noval mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, emosinya benar benar ia ingin luapkan saat ini juga.


Setelah mendengar penjelasan dari temannya Noval pergi begitu saja, hal itu membuat pertanyaan Naya dan kedua temannya.


" Noval mau kemana yah, Ko dia malah pergi " ucap Ana bingung


" Iyaah, apa dia mau kerumah sakit lagi..? Tapi kan dia baru sampai " ucap Naya


" Tapi Lo liat ga sih tadi tuh Noval emosi banget, apa dia mau gebukin pak Ares..?" Ayu mulai membuat spekulasi


" Eehh bentar bentar, ada yang janggal jangan jangan emang sebenarnya Laras itu sengaja deh ngelakuin kemarin dan orang yang ngirim foto itu orang suruhan Laras ya ga sih " ucap Ana


" Berarti ga sepenuhnya salah Pak Ares dong..?" ucap Ayu


" Yaa tetap aja dia salah yu, ngapain coba dia nganterin tuh nenek lampir " jawab Naya


Saat dosen datang Naya dan kedua temannya mengakhiri percakapan, mereka akan membahasnya kembali nanti.


***


Noval pulang kerumahnya dengan emosi, jika benar Laras ikut terlibat atau yang dikatakan oleh Naya dan lainnya benar Noval benar benar kecewa..


Bukan hanya kecewa kepada Laras, tapi ia juga kecewa kepada dirinya sendiri karena secara tidak langsung dia lah yang membuat Nayla seperti ini


Saat Noval sampai rumah ia langsung memarkir motornya dan masuk kedalam, namun baru saja Noval masuk ia mendengar percakapan orangtuanya dengan Laras


" Iyah Mah jadi Ares tuh bodoh dia benar benar percaya dan mengantar Laras pergi, terus Laras peluk dan tepat sasaran deh hahaha "


" Pintar kamu Laras pintar, pasti sekarang dia dan istrinya tengah bertengkar besar "


" Iyah dong Mah, tapi Laras masih punya banyak rencana untuk memisahkan Ares dengan istri itu hahaha "


Dada Noval terasa seperti tertusuk tusuk, ia benar benar tak percaya jika Mamahnya ikut membantu Laras


" JADI INI SEMUA RENCANA LO SAMA MAMAH...?? LO TAU ORANG YANG LO OBROLIN TADI SEKARANG LAGI TERBARING DI RUMAH SAKIT KOMA..!!!" ucap Noval dengan lantang

__ADS_1


" Noval.." keduanya terkejut karena Noval yang tiba tiba muncul


__ADS_2