Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 11


__ADS_3

Ares melihat Nayla yang sudah tertidur pulas, karena tak bisa tidur akhirnya Ares memutuskan untuk pergi ke ruang kerja dengan menyendiri.


Ia teringat oleh Nayla dan Anin yang keluar bersama, Ares takut jika Anin berbicara sesuatu kepada Nayla.



Ares menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya, entah mengapa ia merasa ada yang belum usai namun disisi lain ia juga tak mau menyakiti perasaan istrinya terlebih ia pun mulai ada rasa kepada Nayla.


Ares pun kembali ke kamarnya, dan melihat Nayla yang tertidur begitu pulas.



" Kamu tidur aja cantik Nay " puji Ares yang menatap Nayla


.


.


......................


Driiingg.....


Nayla mencoba meraih ponselnya, dan setelah mendapatkan Nayla pun mematikan alarm tersebut.


Ia melihat Ares yang memeluk dirinya dan masih tertidur dengan pulas, Ares yang menyadari jika Nayla sudah bangun tetap berpura pura tertidur.


" Saya belum pernah jatuh cinta pak, saya belum pernah menaruh perasaan kepada laki laki, jika memang saat ini saya menaruh perasaan tolong jangan permainkan saya yah. Jika sekali saya tau perasaan saya hanya sebagai lampiasan, saya ga akan mau lagi bertemu sama bapa " ucap Nayla sambil menatap Ares, ia pun menyingkirkan tangan Ares dan pergi ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.


Ares yang mendengar ucapan Nayla merasakan sesak dalam hatinya, ia tak pernah tau apa yang ia lakukan sekarang benar atau salah.


.


.


" Nay keluar yuk kita cari sarapan, Mas pengen ngopi deh " Ucap Ares saat sedang bersantai bersama dengan Nayla


" Sekarang..? " tanya Nayla


" Iyah sekarang " Jawab Ares


" Yaudah aku siap siap dulu yah " Nayla pun dengan segera kembali ke kamar untuk berganti pakaian


Sambil menunggu Nayla berganti pakaian, Ares pun memainkan ponselnya untuk melihat sosial media.


Tiba tiba ada panggilan masuk dengan nomor yang sama dengan yang menghubungi dirinya, Ares pun dengan segera mengangkat panggilan tersebut.


" Ada apa..? " ucap Ares lebih dulu


".... "


" Aku gabisa hari ini maaf, sudah dulu " Ares pun mengakhiri panggilan tersebut.


Tak lama Nayla turun dari kamar dengan pakaian yang sudah ia ganti.


" Sudah siap..? " tanya Ares menatap Nayla


" Sudah Mas " jawab Nayla


Ares dan Nayla pun segera keluar dari rumah menuju garasi mobil, setelah siap mereka pun berjalan keluar menuju tempat yang Ares inginkan.


.


.


Setelah sampai ditempat tujuan Ares dan Nayla duduk dan memesan yang mereka inginkan.



Ares diam diam memfoto Nayla, dan menyimpan di ponselnya.


Tak lama Nayla melihat ponsel Ares yang kembali menerima panggilan masuk dari nomor yang sama, namun seperti biasa Ares tak mengangkat panggilan tersebut.


" Mas aku boleh minta pesenin itu ga " Nayla menunjuk kearah display


" Boleh, yaudah aku kesana ya " ucap Ares

__ADS_1


Setelah Ares pergi Nayla mencoba memanfaatkan waktu untuk mencari tau nomor tersebut, Nayla memfoto nomor tersebut untuk nantinya ia cari tau.


" Ini Nay " ucap Ares meletakkan diatas meja


" Makasih Mas " ucap Nayla


" Sama sama sayang " Ares mengelus kepala Nayla


Setelah selesai makan Nayla memutuskan untuk mengajak Ares pulang, ia sudah penasaran mencari tau nomor yang menghubungi Ares.


.


.


Sesampainya dirumah Nayla duduk diruang tengah, dan Ares duduk disebelah Nayla.


" Mas aku kemar dulu yah " ucap Nayla langsung pergi meninggalkan Ares


sesampainya dikamar Nayla pergi ke kamar mandi, ia pun langsung menyimpan nomor tersebut dan mulai mencaritau siapa nomor tersebut.


" Ga ada fotonya lagi " gumam Nayla ketika berhasil menyimpan nomor tersebut


Karena rasa penasaran akhirnya Nayla memberanikan dirinya untuk mengirim pesan.



" Perempuan.. " gumam Nayla sendiri


Nayla pun teringat Anin, ia langsung bertanya kepada Anin mengenai perempuan ini.



" Hmm Anin ga kenal lagi " gumamnya sendiri


Tok..


Tok..


" Nayla kamu didalem..? " tanya Ares sambil mengetuk pintu


" Iyaah " jawab Nayla


" Kamu ngapain didalem lama banget " tanya Ares yang menunggu Nayla sejak tadi


" Engga apa apa " jawab Nayla singkat


" Kamu kenapa ko bt gitu mukanya " tanya Ares melihat perubahan wajah Nayla


" Engga apa apa ko, saya mau izin keluar sama teman " ucap Nayla tiba tiba


" Teman siapa..? "


" Teman kuliah, udah yah mas saya pamit " Nayla pun mencium tangan Ares dan pergi dari kamar


Ares merasakan ada yang berbeda dari Nayla, padahal tadi saat masih bersama Nayla biasa saja.


Nayla memesan ojek online dan pergi menuju rumah Ana, karena ia tau orangtua Ana pasti sedang tidak ada dirumah.


.


.


" Assalamu'alaikum " ucap Anin yang tiba tiba datang kerumah


" Waalaikumsalam " saut Ares


" Nayla mana Bang..? " Anin mencoba mencari Nayla


" Pergi katanya sama temannya " jawab Ares sesuai yang ia tau


" Hmm Anin ga yakin Nayla pergi sama temannya " ucap Anin dan Ares menatap bingung


" Ga yakin gimana..? " tanya Ares yang mulai khawatir


Anin menunjukkan pesan Nayla kepada Ares, dan Ares pun terkejut membaca pesan tersebut.

__ADS_1


" HAHAHAH main lo ga bersih Bang..!! " ucap Anin dengan ketus


" Tapi kenapa dia kenal Laras nin.. " Ares pun merasa khawatir


" Ya mana gue tau, gue udah bilang pilih salah satu..!! dan satu hal jangan pernah memulai dengan hal baru kalau lo belum kelar sama masa lalu " ucap Anin dengan sedikit menaikan suaranya


" Nin gue cuma mau selesain yang lalu cuma itu ga lebih " jawab Ares


" Kalau emang lo ngerasa belum selesai yaudah lo ngapain mulai dengan yang baru hah..!! Lo punya adik perempuan Bang, dan gue kecewa sama lo..!!! " Anin pergi meninggalkan Ares


Ares mencoba berfikir positif, karena mungkin Nayla hanya menebak nama tersebut.


.


.


Ting..


Ting..


Nayla menekan bel rumah Naya..


" Yaa tunggu " saut seseorang dari dalam


" Permisi Nayanya ada..? " tanya Nayla ketika pintu terbuka


" Ooo ada ada ayo masuk " Jawab seorang laki laki yang membukakan pintu untuk Nayla


" Nayyy ada temen lo "


" Iyah Bang bentar " saut Naya dari atas


Naya turun dengan cepat dari atas, dan ia senang melihat Nayla yang tengah kerumahnya.


" Nayla... " saut Naya ia langsung memeluk Nayla


" Ko lo ga ngabarin gue sih mau kesini, Lo naik apa..? " tanya Naya


" Naik ojek online, gue iseng aja mau main hehe " jawab Nayla


" Oiya Nay, kenalin ini abang gue namanya Bang Alvian " ucap Naya memperkenalkan


" Alvian " sambil menjulurkan tangan


" Nayla " membalas uluran tangan Alvian


" Yaudah sana Bang jangan ganggu, gue buatin minum dulu yah Nay " ucap Naya pergi meninggalkan Nayla dan Alvian


" Temen kuliah..? " tanya Alvian


" Iyah Kak " jawab Nayla mengangguk


" Ooo " guman Alvian


" Kaka sendiri kuliah..? " tanya Nayla


" Engga udah kerja " jawab Alvian


Tak lama Naya datang membawa minuman untuk Nayla.


" Lo ngapain Bang disini udah sana " Naya mengusir Alvian


" Nayla udah punya pacar belum..? " tanya Ares sebelum pergi


" Belom dia belom punya pacar, dah sana dana hush " Ucap Naya mengusir dan Alvian pun pergi


Naya dan Nayla pun saling bercerita dan menonton film dikamar Naya.


.


.


Ares menunggu Nayla dengan perasaan khawatir, sejak tadi nomor Nayla belum bisa dihubungi.


" Sudah jam 7 kenapa Nayla belum pulang " gumam Ares sambil terus melihat jam

__ADS_1


Tak lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumah Ares, dan dengan segera Ares berjalan keluar.


" Haii " sapa seorang wanita


__ADS_2