
" Nay, Mas ngga apa apa serius " ucap Ares melihat Nayla yang khawatir
" Ngga apa apa gimana, orang tadi mas keluar darah " jawab Nayla yang tengah mengopres kening Ares yang panas
" Biasa mungkin karena kecapean, sama kurang tidur aja ini mah "
" Emang Mas Ares tidur jam berapa semalem..? "
Ares menggelengkan kepalanya, karena memang ia belum tidur sampai pagi ini.
" Kalau emang Mas Ares tau dampaknya kayak gini kenapa malah ga tidur..? kalau Mas Ares sakit gimna..? kan yang ngerasain sakit Mas bukan Nayla, sekarang Mas tidur..!! " ucap Nayla tanpa jeda ia merasa khawatir dengan kondisi Ares
" Mas khawatir sama kamu Nay, kepikiran kamu, mas juga ngerasa bersalah sama kamu. Bahkan buat hubungi kamu aja mas ga bisa, mas takut kamu kenapa kenapa Nay " jawab Ares dengan lembut
" Yaaa yaudah makanya sekarang Mas istirahat, nanti Nayla minta buatin bubur deh sama bibi " ucap Nayla gugup
" Bibi hari ini ga datang dia libur dihari ini Nay "
" Yaudah biar Nayla yang buat bubur untuk Mas, sekarang mas Ares tidur dulu " ucap Nayla dengan penuh perhatian
" Yaudah sini kamu nemenin Mas tidur " Ares menepuk kasur sebalahnya yang kosong
" Yaudah iyahh Iyah " Nayla pun menuruti permintaan Ares ia pun merebahkan tubuhnya di sebelah Ares.
Ares memeluk tubuh Nayla yang kini sudah berbaring disebelahnya.
" Udah Mas tidur nanti aku pergi lagi nih " Ancam Nayla
" Iyah Iyah Mas tidur " Arespun langsung memejamkan matanya.
Karena Nayla juga merasa mengantuk, akhirnya ia pun ikut tertidur bersama dengan Ares.
.
.
Nayla bangun lebih awal dibandingkan Ares, ia melihat jam menunjukkan pukul 1 siang Nayla pun segera bangun untuk membuat makanan.
Baru saja Nayla hendak bangun, Ares mempererat pelukannya kepada Nayla.
" Mau kemana..? " tanya Ares dengan mata yang masih terpejam
" Ehh Mas udah bangun, Nayla mau bikin makan udah siang Mas " Jawab Nayla
" Mas ikut kebawah " ucap Ares yang langsung bangun
" Mas kan masih sakit, udah tiduran dulu aja "
" Mas ga sakit sayang, ayo turun kebawah "
Akhirnya Nayla pun mengizinkan Ares untuk ikut turun, namun Nayla meminta Ares untuk duduk.
Nayla pun membuatkan teh hangat untuk Ares.
" Minum dulu mumpung masih hangat mas " ucap Nayla sambil memberikan secangkir teh
" Makasih sayang " Ares pun langsung meminum teh yang Nayla buatkan
Nayla pun langsung membuat bubur untuk Ares, sedangkan Ares menatapi Nayla pun tengah memasak.
Setelah bubur jadi Nayla pun membawakan untuk Ares dan ia juga membawa untuk dirinya.
" Makan dulu Mas " ucap Nayla
" Makasih sayang " Ares meraih mangkok berisi bubur yang Nayla buat
Selama makan keduanya hanya fokus terhadap makanan mereka, setelah selesai Nayla membawa piring kotor kedalam wastafel dan mencucinya.
Ares yang merindukan Nayla pun langsung memeluk tubuh Nayla dari belakang.
" Nay, jangan tinggalin Mas ya " ucap Ares
" Tergantung Mas, kalau Mas selingkuh yah Nayla tinggalin " jawab Nayla sambil mencuci piring
Ares membalikkan tubuh Nayla dan menggendong keatas meja.
" Ihh Mas " ucap Nayla ketika Ares menggendong dan meletakkan diatas meja
Ares tak menjawab ucapan Nayla, ia langsung mencium bibir Nayla.
Nayla melepaskan ciumannya dan menatap wajah Ares.
" Sana istirahat lagi Mas masih sakit kan " ucap Nayla
" Engga ko Mas udah ga sakit, kan udah ada obatnya š "
" Ih Mas Ares..... " Nayla mencubit lengan Ares karena malu
" Udah ah Mas, Nayla mau mandi dulu gerah banget " Nayla loncat
" Mas ikutt... " jawab Ares
" Ihh Mas Ares mesum ih, gamau gamau gamau.. " ucap Nayla menolak
__ADS_1
" Maksudnya Mas ikut ke kamar, tapi mandinya nanti habis kamu " jawab Ares membela dirinya
" Ooo " gimana Nayla
Sesampainya di kamar Nayla langsung mengambil baju dan membawanya ke kamar mandi, sedangkan Ares menunggu Nayla sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Setelah selsai mandi Nayla keluar sudah dengan berpakaian
Ares menatapi tubuh Nayla dari atas hinggal bawah.
" Mas Ares ngga jadi mandi..? " tanya Nayla memecahkan lamunan Ares
" Iyah jadi Nay " Ares pun dengan segera masuk kekamar mandi
Sambil menunggu Ares, Nayla pun menyiapkan baju untuk Ares selesai mandi.
Saat Nayla tengah duduk di sofa, ia melihat tas belanja yang belum ia sentuh ia juga teringat akan baju yang Anin belikan.
Nayla pun juga teringat ucapan ucapan Anin mengenai kewajiban sebagai istri, memang Ares sampai sekarang belum meminta haknya namun Nayla juga merasa takut tentang ucapan Anin.
.
.
Disisi lain Alvian tiba tiba teringat oleh Nayla, ia pun berenca untuk mendekati Nayla karena Alvian tau jika Nayla hanya di jodohkan.
" Bang lo kenapa ngelamun aja " ucap Naya mengejutkan Alvian
" Eh de, engga " jawab Alvian
" Bang kemarin lo anterin Nayla sampai rumah dia...? "
" Iyalah masa gue turunin ditengah jalan "
" Lo suka yaa sama Nayla.. " ledek Naya
" Ya gitu deh " jawab Alvian malu malu
" Dia single ko bang udah deketin aja " Naya mendukung Alvian dengan Nayla
" Hahahaha yaa lo bantu gue aja "
" Siap "
Alvian pun mengikuti permintaan Nayla untuk tidak memberitahu Naya masalah dirinya.
...***...
Nayla dan Ares kini sedang sibuk dengan dirinya masing masing, Ares tengah sibuk melakukan pekerjaan sedangkan Nayla sedang asik menonton film favoritnya.
" Apasih Nay daritadi kalau ga romantis ganteng, Mas juga ganteng ko " ucap Ares yang sejak tadi hanya mendengarkan
" Ssstt Mas Ares gausah komplen..!! " ketus Nayla
" Nay, keluar yuk " ajak Ares karena merasa bosan
" Kemana Mas..? "
" Makan aja gimana, lagian udah waktu makan malam juga kan " ucap Ares
" Hmm mau makan dimana.. ? "
" Kamu mau dimana..? "
" Terserah Mas aja "
" Hmm sudah kuduga " gumam Ares dalam hati
" Oke nayla tau Mas kita makan apa " ucap Nayla dengan semangat
" Apa..? " tanya Ares
" Mie gacoan "
" Yaudah ayo berangkat "
Setelah bersiap Nayla dan Arespun segera berangkat menuju tempat makan yang mereka tuju, walaupun sebenarnya Ares sendiri tidak tau tempat makan apa yang Nayla maksud tersebut.
Sesampainya disana Ares melihat antrian begitu panjang, namun berbeda dengan Nayla yang tampak semangat untuk mengantri.
" Ayo Mas " ajak Nayla dan Ares hanya mengikuti Nayla
" Ini serius Nay kita antri sepanjang ini " ucap Ares saat tengah mengantri
" Iyah " jawab Nayla dengan santai
Saat keduanya tengah mengantri, terlihat beberapa wanita yang mencoba curi curi pandang kepada Ares bahkan Nayla sesekali mendengar seorang wanita memuji Ares.
" Ganteng banget kakanya yah " ucap seorang wanita yang Nayla dengar
" Iyah, gue sih kalau jadi temennya ga apa apa deh main setiap hari kerumah dia " timpal temannya
( Kampret banget ga sih gila Mas Ares dibilang kaka gue, jelas jelas Mas Ares suami gue..!!!! )
__ADS_1
Nayla merangkul Ares, dan menyandarkan kepalanya ke tubuh Ares
" Kenapa kamu cape sayang..? " ucap Ares melihat Nayla yang menyandar kepada dirinya
" Engga ko mas, kasian banget suami aku ngantri karena istrinya ngidam " ucap Nayla dengan sengaja
" Engga apa apa, yang penting kamu senang sayang " Jawab Ares yang kemudian mengelus kepala Nayla
Terlihat beberapa wanita merasa terkejut, perihal wanita yang mereka sangka sejak awal adik ternyata suaminya.
.
.
Setelah cukup lama mengantri akhirnya tinggal beberapa orang lagi Ares dan Nayla dapat memesan.
" Mas mau yang mana..? " tanya Nayla sambil melihat menu
" Apapun yang kamu pilih mas makan " jawab Ares
" Mau pedes atau engga..? "
" Hmm sedeng aja deh "
" Yaudah sana Mas Ares cari tempat kosong, nanti biar Nayla yang pesen "
" Oke ini kamu pakai atmnya " Ares memberikan atmnya kepada Nayla
" Ngga usah mas, kan waktu itu Mas Ares udah kasih ke Nayla udah sana cepet cari kursi kosong "
Arespun segera mencari kursi kosong untuk mereka makan bersama, setelah cukup lama mencari akhirnya Ares menemukan kursi kosongĀ untuk mereka.
Nayla yang sudah selesai memesan menghampiri Ares yang sudah mendapatkan tempat duduk.
" Udah sayang..? " tanya Ares
" Udah tinggal makanannya aja dianterin mas "
" Nay, tadi kamu bilang kamu ngidam..? kita kan belum..." ucap Ares sembari memberi kode
" Yaaa iya kan ngidam bukan untuk hamil aja mas, bisa diartikan lagi kepengen banget gitu " jawab Nayla yang salah tingkah karena ucapan Ares
" Ohh gitu yah " gumam Ares yang paham
Tak lama makanan keduanya pun diantar, Nayla pun senang melihat makanan yang ia inginkan bisa ia makan sekarang. Bukan karena Nayla tak bisa membeli bersama teman temannya namun, teman temannya selalu malas jika harus antri berlama lama.
" Ayo makan mas " ucap Nayla
" Iyah sayang "
Ares dan Nayla mulai menikmati makanan mereka, Nayla memesankan Ares level 1 sedangkan ia memilih untuk memesan level 2.
" Enak ga mas..? " tanya Nayla melihat Ares yang menikmati makanannya
" Lumayan, berapa ini sayang harganya..? "
" Nih mas liat sendiri aja harganya " Nayla memberikan struk kepada Ares
" Pantesan antri panjang begini, harganya murah banget yah "
" Iyah "
.
Setelah semua makanan habis Nayla mengelus perutnya yang kekenyangan, sedangkan Ares hanya tersenyum melihat tingkah Nayla.
" Sepertinya kalau kamu hamil juga akan seperti itu Nay " ucap Ares sambil tersenyum
" Ehh ya bedalah mas kalau hamil perutnya besar mas "
" Pasti kamu lucuĀ Nay "
" Hehehe "
Entah mengapa Nayla jadi merasa bersalah kepada Ares, bahkan sampai sekarang saja Nayla belum memberikan hak Ares sebagai suami.
Setelah selesai makan, Nayla dan Ares langsung melanjutkan pulang kerumah. Sepanjang Nayla hanya diam memikirkan ucapan Anin, ia juga melihat Ares yang membayangkan ingin cepat memiliki anak.
Sesampainya dirumah Nayla dan Ares langsung masuk kedalam kamar, setelah berganti pakaian dan lainnya keduanya pun merebahkan tubuh mereka ke atas kasur.
" Mas Ares maaf yah " ucap Nayla memulai percakapan
" Maaf..? maaf kenapa ko tiba tiba minta maaf " jawab Ares yang bingung dengan Nayla
" Maaf karena Nayla belum kasih hak mas Ares "
" Iyah ngga apa apa, kalau emang Nayla belum siap mas ga akan maksa koĀ "
" Mas Ares keberatan kalau Nayla juga ingin menunda kehamilan Nayla sampai Nayla lulus kuliah..? "
" Engga mas ga keberatan sama sekali ko, kenapa ko Nayla tiba tiba mikir gitu "
" Yah Engga apa apa, Nayla cuma kepikiran aja tiba tiba "
__ADS_1
" Udah engga usah mikirin yang macem macem, sekarang kamu istrihat yah ayo tidur " Ares mengecup kening Nayla
" Iyah Mas "