
Anin membuka matanya dan masih merasakan kepalanya yang pusing, saat ia melihat sekitar tampak seperti ruangan.
" Duh gue dimana yah " ucap Anin mencoba bangun kasur
" Udah istirahat dulu, Lo masih pusing kan " ucap Rio yang duduk disebelah kasurnya
" Engga gue udah ga apa apa " Anin tetap mencoba untuk duduk
" Lo kenapa Nin..? Lo sakit, biar gue anterin ke dokter yah " ucap Rio dengan khawatir
" Engga gue ga sakit, gue izin pulang aja yah " Anin mengabaikan Rio
" Gue anter yah "
" Engga usah gue bisa naik taksi online, Lo juga lagi sibuk kan " Anin turun dari kasur dan berjalan keluar
Rio hanya diam melihat Anin pergi, bukan ia tak ingin mengejar dan memaksa untuk mengantarkan Anin, Ia hanya ingin menghargai perasaan Alvian yang kini menjadi kekasih Anin.
Setelah mengambil tasnya Anin turun kebawah dan duduk lobby tunggu, ia langsung memesan taksi online untuk mengantarkannya pulang.
Setelah taksi yang ia pesan sampai, Anin segera keluar untuk menaiki mobil tersebut.
" Anin " panggil seorang yang sangat Anin hafal suaranya, Anin tak menoleh ia dengan cepat langsung masuk kedalam mobil.
" Jalan Pak " ucap Anin dan dengan segera mobil itu berjalan dengan cepat
Rio terdiam saat Anin tak menoleh, pikirannya kini kacau ia bingung harus berbuat apa.
Didalam mobil Anin tak dapat menahan tangisannya, namun dengan cepat ia menghampus air matanya.
" Ga Anin Lo ga boleh nangis " gumamnya sendiri
Anin mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan yang belum ia buka, disana ada pesan dari Alvian dan Rio dua laki laki yang membuat ia dilema.
Anin membuka pesan Rio lebih dulu.
[Rio : Nin, Lo dimana..?]
[Rio : Weeyy ayo ikut meeting]
[Rio : Nin..]
[Rio : Lo marah sama gue..?]
Anin tak membalas, ia langsung membuka pesan dari Alvian.
[Alvian : Haii udah sampe kantor..?]
[Alvian : Kamu lagi sibuk ya..?]
[Alvian : Nin, kata Rio kamu pingsan di kamar mandi..? Kamu sakit..? Kenapa kamu ga bilang Nin]
[Alvian : Sore aku jemput yah sayang, maaf aku ga bisa kesana sekarang karena harus ngurus client]
[Anin : Aku udah pulang kak, ini di jalan pulang ko tapi mungkin aku pulang ke apartemen ]✓✓
[Alvian : Yaudah nanti aku kesana yah, sekalian aku mau ngasih kamu sesuatu]
[Anin : Apa tuuhh jadi penasaran]✓✓
[Alvian : Ada deh pasti kamu seneng dan bahagia]
[Anin : Okee Anin tunggu, jangan lupa coklat sama es krim hehe]✓✓
[Alvian : Iyah sayang]
Seutas senyum keluar dari bibir Anin, ia tak menyangka jika kini ia dan Alvian bisa menjalin hubungan kekasih.
Baru Anin ingin memasukan ponselnya, kembali terdengar suara notifikasi pesan dari ponselnya.
[Rio : Lo dimana gue kesana yah]
[Rio : Ada yang mau gue obrolin]
[Rio : Please jawab Nin, Lo marah sama gue karena semalem..?]
[Anin : Gue ga marah]✓✓
[Anin : Ri, mulai besok gue resign yah nanti suratnya nyusul]✓✓
[Anda memblokir nomor ini]
Anin langsung menyimpan ponselnya dan menahan air matanya agar tak jatuh.
" Ga apa apa Nin ga apa apa, mungkin ini yang terbaik " Anin menguatkan dirinya sendiri.
Sesampainya di apartemen Anin langsung menaiki lift menuju apartnya, setelah sampai didalam Anin langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
" Engga Nin engga Lo ga suka sama Rio kan Nin, engga mungkin kan " Gumam Anin sendiri
Anin mencoba menenangkan dirinya, ia tak ingin saat Alvian datang nanti melihat dirinya yang nangis
Dilain tempat Rio yang tengah duduk di kursinya hanya bisa terkejut membaca pesan Anin.
" Kenapa..? Kenapa harus resign, ada apa sebenarnya" gumam Rio sendiri
Saat Rio meletakkan ponselnya, ia mendengar suara notifikasi pesan dengan segera ia mengambil ponselnya.
[Alvian : Rii..]
__ADS_1
[Alvian : *send picture* akta cerai Anin]
[Rio : Oo syukurlah kalau sudah selesai]✓✓
[Alvian : Gue gatau apa yang terjadi sama Lo dan Anin, tapi apapun nanti keputusan Anin gue akan terima dan tetap bahagia]
[Rio : Gue cuma sahabat, gue titip Anin]✓
Rio senang kini Anin sudah bebas, ia kini juga sudah berhak menjalani kehidupan yang baru.
" Andai Nin Andai kita bukan sahabat, apa kita bisa bersatu"
****
Nayla sudah selesai dengan perkuliahan hari ini, ia dan teman temannya langsung pergi menuju kantin.
" Gue kayaknya habis beli minuman langsung pulang deh " ucap Nayla
" Kenapa..? Buru buru banget tumben " tanya Ana
" Ga apa apa gue lagi pengen istirahat aja "
" Ooo yaudah kalau gitu, kita bareng bareng aja gimana..?" tanya Naya
" Yaudah boleh kalau gitu " timpal Ayu dan diikuti anggukan Ana
Saat di kantin Anin membuka ponselnya, dan ia melihat beberapa pesan Ares yang belum ia baca.
[Ares : Kamu langsung pulang atau main dulu..?]
[Ares : Mungkin nanti mas ke kantor dulu]
[Ares : Maaf mas lagi banyak kerjaan]
[Nayla : Aku langsung pulang mas bareng sama Naya dan yang lain]✓
Setelah membalas pesan Ares, Nayla masih menatap layar ponselnya dan lama ia menunggu Ares tak kunjung membalas pesannya.
" Ayo jadi pulang ga..?" tanya Naya
" Iyah jadi, ayo " jawab Nayla
Nayla dan ketiga temannya pergi menuju parkiran dan saat mereka hendak masuk kedalam mobil, mereka melihat Ares dan Laras berjalan bersama menaiki mobil milik Ares.
" Loh itu pak Ares sama si cewe gila " ucap Ana
" Iyaah, Pak Ares ngapain sama dia " timpal Naya
" Nay.. Lo ga apa apa " Ayu melihat Nayla yang hanya diam
" Ga apa apa, ayo kita masuk mobil " Nayla mengalihkan pembicaraan
Selama di mobil Nayla hanya diam tak bicara seperti biasanya, ia tak mengerti mengapa Ares membohongi dirinya dengan alasan ke kantor.
Ketiga temannya bingung harus melakukan apa, menguatkan tapi mereka sadar pasti sakit di posisi Nayla.
" Gue pulang kerumah gue aja Nay " ucap Nayla
" Oke Nay " jawab Naya yang sedang menyetir
Sesampainya dirumah Nayla langsung turun.
" Lo mau kita temenin ga..?" tanya Ana
" Gausah gue ga apa apa ko " jawab Nayla dengan tersenyum
" Kalau ada apa apa hubungi kita yah " ucap Ayu
" Iyaah, yaudah sana kalian pulang makasih yah. Hati hati di jalan "
" Byee " Ana melambaikan tangan
Setelah mobil milik Naya pergi, Nayla melangkah masuk kedalam rumahnya.
Nayla menutup dan mengunci rumahnya, ia hanya ingin sendiri dan tak ingin diganggu.
Nayla pergi ke kamar untuk merebahkan tubuhnya, ia melihat ponsel untuk memastikan Ares membalas pesannya.
Namun jangankan membalas, pesan Nayla saja belum dibaca.
" Dasar cowo kampret" Nayla bergumam kesal
" Aaaaasarrgggghhhh" Nayla berteriak sambil menutupi wajahnya dengan bantal, dan ia pun menangis sekencang-kencangnya.
Karena merasa suntuk Nayla memilih untuk keluar dari rumah, saat ia membuka ponselnya ia melihat ada pesan dari nomor yang tak ia kenal.
[unknown number : * Foto Ares tengah memeluk Laras*]
Tangan Nayla bergerak, dadanya terasa sesak dan wajah yang memanas.
Nayla memasukan ponselnya dan tetap memutuskan untuk pergi.
Nayla mencoba untuk pergi ke cafe sebrang komplek rumah, namun karena pikirannya yang kacau Nayla hanya melamun sambil berjalan
Tin...Tin...Tin...
Suara klakson berbunyi berkali kali hingga akhirnya mobil itu menabrak Nayla, karena kencangnya tabrakan tersebut Nayla tepental cukup jauh.
Semua orang yang berada langsung berkumpul, ada yang menghubungi ambulans dan ada yang sibuk bertanya tanya tentang siapa wanita malang ini.
__ADS_1
Tiba tiba seorang laki laki yang hendak pulang ikut memasuki kerumunan.
" Astaghfirullah Nayla " ucap laki laki tersebut
" Masnya kenal sama perempuan ini..?" tanya salah satu orang disana
" Ya kenal dia teman kuliah saya, apa sudah ada yang menghubungi ambulans..?"
" Sudah mas mereka sedang jalan kesini "
Laki laki tersebut ialah Noval, merasa panik Noval langsung menghubungi sahabatnya Nayla yaitu Naya.
Noval : Hallo Nay
Naya : Hmm kenapa Lo tlp gue
Noval : Lo dimana..?
Naya : Di jalan pulang nih, kenapa
Noval : Nayla.. Nayla kecelakaan
Naya : Bohong, gue tadi nganterin dia Val
Noval : Gue ga bohong, ini gue lagi nunggu ambulance
Naya : Nanti kalau Lo udah dirumah sakit tolong hubungi gue yaa
Noval : Iya oke
Naya yang merasa panik langsung menghubungi Ares.
" Ayo dong pak Angkat" berkali kali Nayla menghubungi namun Ares tak menjawab
Karena bingung harus menghubungi siapa lagi, akhirnya Naya menghubungi Anin.
Naya : Anin hallo Nin
Anin : Iya Naya kenapa..?
Naya : Nayla Nin, Nayla
Anin : Nayla kenapa Nay..?
Naya : Nayla kecelakaan Nin, tadi Noval hubungi gue
Anin : Bang Ares udah tau..?
Naya : Belum, tadi gue udah coba TLP tapi Ares ga angkat
Anin : Dimana rumah sakitnya..?
Naya : Masih nunggu ambulance, nanti kalau udah ada gue kabarin lagi
Anin : Oke segera ya
Setelah panggilan berakhir dengan cepat Anin berganti pakaian sambil menghubungi Ares, namun sama seperti Naya, Ares tak mengangkat panggilan Anin.
" Dasar bod*h " gumam Anin kesal
Setelah selesai berganti pakaian Anin langsung keluar, baru saja membuka pintu ia melihat Alvian yang baru saja tiba
" Nin, mau kemana ko mukanya panik gitu "
" Nayla.. Nayla kecelakaan Kak, ayo kak kita pergi "
" Ares udah tau..?"
" Udah ayo kak, bang Ares ga angkat biarin aja "
Alvian pun mengangguk ia langsung mengikuti langkah Anin.
Setelah berada di mobil Anin mendapatkan pesan dari Naya, jika Nayla dibawa kerumah sakit xxx
" Kita kerumah sakit xxx ya kan "
" Iyah sayang, kamu tenang yah "
Alvian langsung mengendarai mobilnya menuju rumah sakit yang dimaksud, sepanjang jalan Anin tampak khawatir dengan Kaka iparnya.
Sesampainya dirumah sakit Anin langsung pergi menuju IGD,disana sudah ada Naya, Ana , Ayu dan satu orang laki laki yang Anin tak tau siapa.
" Ini hp Nayla " Noval memberikan ponsel Nayla kepada Anin
" Ada yang tau password nya..?" tanya Anin dengan tangan yang gemetar
" Gue tau " Ucap Naya
Dengan segera Anin memberikan ponselnya kepada Naya, dan benar saja ponsel milik Nayla berhasil dibuka.
Anin membuka pesan untuk menghubungi Ares, namun Anin salah fokus dengan satu nomor yang tak Nayla simpan.
Betapa terkejutnya Anin saat melihat isi pesan tersebut, semua pun penasaran dengan raut wajah penasaran
" Kenapa sayang..?" tanya Alvian
" Dasar breng*k, bod*h" ucap Anin tak dapat mengontrol dirinya
Alvian mengambil ponsel dari tangan Anin, dan Alvian ikut terkejut dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1