
Setelah selesai rapat Ares segera pergi meninggalkan ruangan tersebut, namun Laras mengikuti Ares.
" Ares tunggu " ucap Laras dengan maja
" Apa sih Ras, mau kamu tuh apa..!! " ucap Ares dengan ketus
" Buat apa kamu tiba tiba jadi dosen disini..? mau apa..? apa tujuan kamu sebenarnya..!! " lanjut Ares dengan kesal
Tiba tiba ada sosok laki laki menghampiri keduanya.
" Pak Ares dan Bu Laras sepertinya sudah akrab yah, dilihat lihat juga kalian cocok " ucap Laki laki tersebut ia juga dosen dikampus yang sama
" Ah pak Ahmad bisa aja, saya sama Ares emang udah deket banget Pak " jawab Laras dengan tersenyum
" Pak Ahmad saya permisi dulu yah " Ares tak menggubris ucapan Pak Ahmad ia pun segera pergi meninggalkan keduanya
Walaupun Ares menghindari Laras, tetap saja Laras mengikuti langkah Ares.
" Ares tunggu Res " ucap Laras yang tak Ares perdulikan
Saat Laras tengah berlari ia tak sengaja menabrak Nayla yang baru saja keluar dari toilet.
Bruk..!!!
" Awww " ucap Nayla karena terjatuh
Ares yang mendengar pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.
" Kamu kalau jalan bisa hati hati ga..? main asal tabrak tabrak aja " omel Laras
" Loh saya engga tau kalau ada ibu, lagian ibu ngapain lari lari disini " ucap Nayla sambil mencoba bangun
" Iyah bener bu, lagian kita juga gatau kalau ada ibu " Ayupun membela Nayla
" Loh ya tetap saja kalian tuh salah..!! " ucap Laras tak mau kalah
" Ibu jangan mentang mentang dosen disini makanya seenaknya yah bu, kita kalau emang salah ya salah tapi kita kan ga salah " timpal Naya
Arespun tak tinggal diam ia langsung menghampiri Laras dan Nayla.
" Ada apa ini " ucap Ares dengan tegas
" Ini Pak ibu ini nabrak Nayla, eh tapi Nayla yang di omelin " ucap Ana menceritakan
" Kamu jangan asal bicara, bohong Res padahal jelas jelas dia yang nabrak aku " jawab Laras
" Kamu minta maaf " ucap Ares
Laras yang mendengar pun merasa senang karena di bela oleh Ares.
" Tuh dengerin kalian harus minta maaf " ucap Laras bangga
" Kamu Laras yang minta maaf ke mereka, bukan mereka yang minta maaf ke kamu " ucap Ares membuat Nayla dan yang lain menahan tawa
" Apa apaan sih Res, jelas jelas mereka yang salah ngapain harus aku yang minta maaf " jawab Laras yang masih tak mau kalah
__ADS_1
" Udah Pak saya ga apa apa, saya waras jadi saya ngalah deh " ucap Nayla menyindir Laras
" Yaudah kalian lanjut lagi aja, gausah hirauin dia kalian ga salah kan " Jawab Ares
" Iyah Pak, kami permisi " ucap Ana dan mereka pun pergi meninggalkan Ares dan Laras
Ares pun segera pergi meninggalkan Laras sendiri, sedangkan Laras menatap Ares dengan kesal.
" Awas kamu Ares..!! " ucap Laras penuh emosi
Nayla dan teman temannya sudah kembali berada di Kantin setelah selesai dengan urusan, Mereka pun hanya bersantai sambil berbincang.
" Kayaknya Bu Laras tuh orangnya galak deh " ucap Ana
" Bukan galak lagi Na, ga waras " timpal Naya
" Hahaha udah udah jangan di omongin nanti kupingnya panas " timpal Ayu
Nayla hany tersenyum mendengar ucapan teman temannya, tiba tiba Ares datang membawa beberapa makanan.
" Ekhm " gumam Ares mebuat yang lain terkejut
" Eh Pak Ares " ucap Naya
" Ini saya bawa beberapa makanan, ya mungkin bisa menghilangkan rasa kesal kalian " ucap Ares
" Waah makasih loh Pak, jadi enak nih " tiap Ana
" Sstt Ana " Nayla menyenggol Ana
" Engga pak saya ngga apa apa ko "
" Yaudah kalau gitu saya permisi dulu, dimakan ya makanannya " ucap Ares dan ia pun pergi meninggalkan Nayla dan yang lain
Nayla menahan senyumnya karena perlakuan Ares, walaupun sebenarnya ia kesal karena Laras berada di kampus yang sama.
.
.
Ares berjalan menuju ruangannya, tiba tiba Laras yang sedaritadi menunggu menghampiri Ares.
" Nanti pulang bareng yah Res " ucap Laras
" Engga..!! " ketus Ares
" Ayolah Res " Laras merangkul tangan Ares
" Laras lepasin, saya gamau ada yang salah paham karena ini " Ares memaksa melepaskan tangan Laras
Karena merasa kesal Ares pun dengan cepat langsung pergi keruangan dan mengambil tasnya.
" Jangan ikutin saya..!! " Ares memberikan peringatan kepada Laras
Arespun segera pergi menuju mobilnya, ia akan menunggu Nayla didalam mobilnya.
__ADS_1
..
" Balik Yuk " ucap Ana melihat kampus sudah sepi
" Ayo " jawab Nayla
" Lo mau bareng kita Nay..? " tanya Ana
" Engga gue mau pergi dulu " jawab Nayla menolak
" Hmm yaudah deh kita duluan yaa " ucap Ana dan yang lain
Nayla pun segera menuju tempat parkir dimana Ares memarkirkan mobilnya, dan sesampainya disana ia melihat mobil Ares yang masih terparkir disana.
Dengan cepat Nayla menghampiri mobil Ares, namun baru saja Nayla membuka pintu dari arah belakang Laras menghampiri.
" Mau ngapain kamu naik ke mobil Ares..? " tanya Laras membuat Nayla terkejut
" Saya yang suruh Laras, kamu gausah ikut campur " ketus Ares
" Masuk Nayla gausah kamu perduliin ucapan dia " Perintah Ares dan Nayla pun menurut
Setelah Nayla masuk dengan cepat Ares melanjukan mobilnya meninggalkan Laras.
" Ciee satu kampus sama mantan tersayang " ucap Nayla meledek Ares
" Cih tersayang darimana " ucap Ares dengan datar
" Kamu beneran engga apa apa kan tadi ditabrak sama wanita itu "
" Sakit banget mas, kayaknya butuh dibawa kerumah sakit deh " Nayla pun memasang wajah melas sambil memegang badannya.
" Seriusan kamu..? yaudah kita kerumah sakit aja yah " Ares pun menanggapi ucapan Nayla dengan serius
" Eehh bercanda mas, engga ko aku ga apa apa cuma yah harus langsung mandi aja biar ga ada noda najis dari wanita itu "
" Iyah bener kalau perlu kamu buang aja baju ini "
Nayla pun tertawa melihat ekspresi wajah Area yang kesal, baru kali ini ia melihat Ares kesal.
Sebelum pulang Nayla dan Ares pun memesan makanan via drive-thru, mereka takut jika ada yang melihat mereka berduaan.
Sesampainya dirumah Ares dan Nayla beristirahat sejenak duduk di sofa, Nayla yang merasa lelah menyandarkan kepalanya di bahu Ares
Ares melihat Nayla yang begitu kelelahan, karena tak tega Arespun membiarkan Nayla tertidur dibahunya.
Saat Nayla tertidur ponsel milik Nayla berbunyi panggilan masuk, Arespun mengambil ponsel dari tas Nayla dan melihat siapa yang menghubungi Nayla.
" Alvian " gumam Ares membaca nama yang mengubungi Nayla
Karena Ares tak ingin Nayla terganggu, ia pun mengaktifkan mode diam pada ponselnya dan meletakkan kembali ke dalam semula.
Ares memandangi wajah Nayla yang cantik walaupun sedang tertidur, entah mengapa wanita ini berhasil mencuri hatinya.
__ADS_1
" Mas sayang sama kamu Nay " ucap Ares kemudian ia pun mendaratkan couman di kening Nayla