Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 30


__ADS_3

" Nak Ares ada yang Bapa sama Ibu ingin bicarakan soal hubungan kalian " ucap Bu Sri


Mendengar hal itu Ares pun merasa siap, tidak siap ia sendiri tau ke arah mana Bu Sri akan membahas hubungan mereka


" Ares ngga mau pisah sama Nayla " ucap Ares dengan cepat


" Saya benar benar mencintai Nayla, saya sungguh mencintai dan saya tidak kehilangan Nayla " ucap Ares kembali


" Mas Ares kenapa...? " tanya Nayla bingung


" Nay, kamu ga ninggalin mas kan..? " Ares berbalik bertanya kepada Nayla


" Engga, kenapa mas mikir kayak gitu..? " Nayla pun semakin bingung dengan ucapan Ares


" Yah tadi Mas ga sengaja denger obrolan kamu, dan bilang terbaik untuk rumah tangga kita " ucap Ares


" Ooo hehehe Nak Ares mikir apa toh " ucap Bu Sri


" Tadi Nayla bilang ke bapa sama ibu, katanya mungkin Nayla siap buat hubungannya di ketahui sama orang " ucap Bu Sri sekatika Ares pun merasa malu


" Ooo hehehe " jawab Ares karena malu


" Nay, ikut mas sebentar yuk keluar " ajak Ares dan Nayla setuju


Ares dan Nayla duduk diarea taman rumah sakit.


" Nay, yang bapa sama ibu bilang itu serius Nay..?' tanya Ares


" Iyah Mas yah tapi lihat nanti juga sih hehehe "


" Emang mas pikir tadi ibu mau ngomong apa..? " tanya Nayla


" Ya mas pikir kamu mau ngajak kita pisah bercerai gitu Nay, yah mas kan takut dan gamau seperti itu Nay " jawab Ares


" Kenapa Mas bisa mikir kayak gitu...? "


" Ya soalnya Alvian bilang kamu pernah nanya masalah perceraian terus syaratnya apa, dan kamu juga pernah nanya ke Mas kalau Mas simpan berkas berkas dimana " jelas Ares


" Ooo hahahaha " Nayla tertawa puas mendengar ucapan Ares


" Kenapa ko kamu ketawa sih Nay..?' " tanya Ares bingung


" Ya ga apa apa lucu aja bayangin mas panik hahaha " jawab Nayla yang masih tertawa


" Mas tuh serius Nay takut, kamu beneran ga ada niat buat bercerai kan..? "


" Yah tergantung kalau Mas macem macem apa lagi sama tuh nenek lampir, yaudah mending pisah aja "


" Engga Mas ga ada hubungan apapun ke dia Nay "


" Yaudah kalau ga ada ngapain mas takut "


" Hmm yaudah mas ga takut lagi deh "


" Lagian Mas kenapa mau bertahan sejauh ini sama Nayla..? umur beda jauh, bahkan nikah aja Nayla minta rahasia, terus Mas Ares juga belum dapet hak mas Ares dari Nayla " ucap Nayla


" Yaa rahasia hehehe " Jawab Ares


" Nayla ga enak sama Kak Alvian Mas " ucap Nayla mengingat Alvian


" Hmm mas juga, apalagi dia sahabat Mas satu satunya " ucap Ares


" Kak Alvian itu baik banget, waktu Nayla liat Mas sama tuh nenek lampir untung ada Kak Alvian dia ngebiarin Nayla nangis diperlukannya " ucap Nayla mengingat


" Jadi kamu pernah meluk Alvian...?" tanya Ares dengan terkejut


" Pernah meluk, pernah nyium, pernah tidur bareng " ucap Nayla berbohong untuk membuka Ares cemburu


" Tidur bareng..? nyium ..? Nay kamu kan udah ada Mas kenapa lakuin itu sama laki laki lain " ucap Ares yang terkejut

__ADS_1


" Ya ga apa apa emang kenapa..? Mas Ares aja ga apa apa peluk pelukan sama tuh nenek lampir, masa Nayla ga boleh sih "


" Nay itu bukan kemauan Mas, dia yang tiba tiba meluk Mas. " jawab Ares yang sudah mulai emosi


" Kayaknya Kak Alvian bisa deh jadi yang kedua, jadi kalau Mas Ares macem macem yaudah Nayla tinggal ke Ka Alvian " Nayla semakin senang memanasi Ares


" Hmm " gumam Ares kesal



" Nayla bercanda mas, Nayla ga ngelakuin itu ko " ucap Nayla


" kurang percaya " ucap Ares yang pura pura marah kepada Nayla


" Yaudah biar mas Ares percaya, Mas Ares mau apa..?" tanya Nayla menatap Ares


" Mau ini " Ares mengelus bibir Nayla


" Jangan disini ah malu " jawab Nayla melihat sekeliling


" Ya terserah " gumam Ares


" Ayo ikut Nayla " Nayla menarik tangan Ares dan Ares pun hanya pasrah


Nayla membawa Ares masuk ke dalam, dan Ares bingung kenapa Nayla mengajak ke ruang inap orangtuanya


" Ayo masuk Mas " ucap Ares yang hanya diam


" Iyah " jawab Nayla singkat


" Buu " panggil Nayla pelan karena bapaknya sedang tertidur


" Iyah sayang kenapa...?" tanya Bu Sri


" Nayla pulang kerumah dulu ga apa apa kan..? " ucap Nayla dan Ares terkejut


" Ayo Mas " ajak Nayla


Setelah berpamitan Nayla dan Ares pun segera meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju rumah Nayla


" Kita mau apa pulang ...? " tanya Ares sambil fokus menyetir


" Mau rebahan aja pegel banget " jawab Nayla


" Ooo " gumam Ares


Sesampainya dirumah mereka langsung masuk, dan Nayla pun mengunci pintu rumah mereka.


Nayla pun masuk kedalam dan diikuti oleh Ares.


" Jadi mau buktinya..? " tanya Nayla kepada Ares


" Yaa kalau kamu ingin memberi bukti ya Mas sih mau " jawab Ares yang masih berpura pura marah


" Yaudah Mas Ares Nayla tutup dulu matanya yah " Nayla mengambil dasi sekolahnya dan menutup mata Ares


" Ah pasti Mas diker.." ucapannya terpotong



" Udah yaa " ucap Nayla


" Belum " Ares membuka penutup matanya



" Udah percaya...?" tanya Nayla menatap Ares


" Belum " jawab Ares menggelengkan

__ADS_1


" Lagi..? " tanya Nayla


Ares tak menjawab, ia langsung mencium bibir Nayla.



...****...


Anin duduk sendiri di bangku taman, tiba tiba ia teringat Alvian.


" Kak apa Lo ga pernah peka sama perasaan gue kan " gumam Anin sendiri


" Anin..." panggil seseorang dan Anin menoleh ke suara tersebut


" Rio..? " saut Anin memanggil temannya


" Ngapain nin sendirian disini..? Siapa yang sakit...?" tanya Rio khawatir


" Orangtua sahabat gue RI " jawab Anin


" Ooo gitu " gumam Rio


" Lo sendiri ngapain disini..? siapa yang sakit...? " Anin berbalik bertanya


" Temen gue tadi sih ramean cuma gue balik duluan " jawab Rio


" Lo sekarang di Jogja Rio...? "


" Cuma beberapa hari aja, Lo sendiri sekaligus di Jogja Nin..?"


" Engga besok juga pulang hehehe "


" Ga berubah ya sama Anin yang dulu"


" Oiya Nin gue boleh minta nomor Lo..?" Rio memberikan ponselnya


" Boleh ko Ri " Anin mengambil ponsel milik Rio dan mengetik nomornya


" Nih udah " Ucap Anin mengembalikan ponsel Rio


" Udah makan..? " tanya Rio


" Belum " Anin menggeleng kepala


" Makan yuk, gue tau makan yang enak disini " Ajak Rio


" Oke boleh " Anin mengangguk setuju


Anin dan Rio pun berjalan bersama mencari tempat makan yang Rio maksud, mereka pergi dengan menggunakan mobil milik Rio.


" Cewe Lo orang mana sekarang RI...?" tanya Anin


" Ga ada gue ga ada cewe Nin, lagi jomblo hehehe " jawab Rio sambil fokus menyetir


" Masih aja dari dulu jawabannya hehehe " ucap Anin


" Hmm yaa gimana yah cinta pertama susah nin buat di lupain " ucap Rio


" Masih sampai sekarang...? " tanya Anin


" Masih, mungkin karena gue belum pernah ungkapin kali yah " jawab Rio


" Ya ungkapin dong makanya Ri, dia mana tau kalau Lo suka sama dia " ucap Anin


Rio menepikan mobilnya dan Anin menatap Rio bingung.


" Kenapa ko berenti...?" tanya Anin bingung


" Lo Nin orang yang gue maksud.. " ucap Rio membuat Anin terkejut

__ADS_1


__ADS_2