
" Nak Ares ada yang Bapa sama Ibu ingin bicarakan soal hubungan kalian " ucap Bu Sri
Mendengar hal itu Ares pun merasa siap, tidak siap ia sendiri tau ke arah mana Bu Sri akan membahas hubungan mereka
" Ares ngga mau pisah sama Nayla " ucap Ares dengan cepat
" Saya benar benar mencintai Nayla, saya sungguh mencintai dan saya tidak kehilangan Nayla " ucap Ares kembali
" Mas Ares kenapa...? " tanya Nayla bingung
" Nay, kamu ga ninggalin mas kan..? " Ares berbalik bertanya kepada Nayla
" Engga, kenapa mas mikir kayak gitu..? " Nayla pun semakin bingung dengan ucapan Ares
" Yah tadi Mas ga sengaja denger obrolan kamu, dan bilang terbaik untuk rumah tangga kita " ucap Ares
" Ooo hehehe Nak Ares mikir apa toh " ucap Bu Sri
" Tadi Nayla bilang ke bapa sama ibu, katanya mungkin Nayla siap buat hubungannya di ketahui sama orang " ucap Bu Sri sekatika Ares pun merasa malu
" Ooo hehehe " jawab Ares karena malu
" Nay, ikut mas sebentar yuk keluar " ajak Ares dan Nayla setuju
Ares dan Nayla duduk diarea taman rumah sakit.
" Nay, yang bapa sama ibu bilang itu serius Nay..?' tanya Ares
" Iyah Mas yah tapi lihat nanti juga sih hehehe "
" Emang mas pikir tadi ibu mau ngomong apa..? " tanya Nayla
" Ya mas pikir kamu mau ngajak kita pisah bercerai gitu Nay, yah mas kan takut dan gamau seperti itu Nay " jawab Ares
" Kenapa Mas bisa mikir kayak gitu...? "
" Ya soalnya Alvian bilang kamu pernah nanya masalah perceraian terus syaratnya apa, dan kamu juga pernah nanya ke Mas kalau Mas simpan berkas berkas dimana " jelas Ares
" Ooo hahahaha " Nayla tertawa puas mendengar ucapan Ares
" Kenapa ko kamu ketawa sih Nay..?' " tanya Ares bingung
" Ya ga apa apa lucu aja bayangin mas panik hahaha " jawab Nayla yang masih tertawa
" Mas tuh serius Nay takut, kamu beneran ga ada niat buat bercerai kan..? "
" Yah tergantung kalau Mas macem macem apa lagi sama tuh nenek lampir, yaudah mending pisah aja "
" Engga Mas ga ada hubungan apapun ke dia Nay "
" Yaudah kalau ga ada ngapain mas takut "
" Hmm yaudah mas ga takut lagi deh "
" Lagian Mas kenapa mau bertahan sejauh ini sama Nayla..? umur beda jauh, bahkan nikah aja Nayla minta rahasia, terus Mas Ares juga belum dapet hak mas Ares dari Nayla " ucap Nayla
" Yaa rahasia hehehe " Jawab Ares
" Nayla ga enak sama Kak Alvian Mas " ucap Nayla mengingat Alvian
" Hmm mas juga, apalagi dia sahabat Mas satu satunya " ucap Ares
" Kak Alvian itu baik banget, waktu Nayla liat Mas sama tuh nenek lampir untung ada Kak Alvian dia ngebiarin Nayla nangis diperlukannya " ucap Nayla mengingat
" Jadi kamu pernah meluk Alvian...?" tanya Ares dengan terkejut
" Pernah meluk, pernah nyium, pernah tidur bareng " ucap Nayla berbohong untuk membuka Ares cemburu
" Tidur bareng..? nyium ..? Nay kamu kan udah ada Mas kenapa lakuin itu sama laki laki lain " ucap Ares yang terkejut
__ADS_1
" Ya ga apa apa emang kenapa..? Mas Ares aja ga apa apa peluk pelukan sama tuh nenek lampir, masa Nayla ga boleh sih "
" Nay itu bukan kemauan Mas, dia yang tiba tiba meluk Mas. " jawab Ares yang sudah mulai emosi
" Kayaknya Kak Alvian bisa deh jadi yang kedua, jadi kalau Mas Ares macem macem yaudah Nayla tinggal ke Ka Alvian " Nayla semakin senang memanasi Ares
" Hmm " gumam Ares kesal
" Nayla bercanda mas, Nayla ga ngelakuin itu ko " ucap Nayla
" kurang percaya " ucap Ares yang pura pura marah kepada Nayla
" Yaudah biar mas Ares percaya, Mas Ares mau apa..?" tanya Nayla menatap Ares
" Mau ini " Ares mengelus bibir Nayla
" Jangan disini ah malu " jawab Nayla melihat sekeliling
" Ya terserah " gumam Ares
" Ayo ikut Nayla " Nayla menarik tangan Ares dan Ares pun hanya pasrah
Nayla membawa Ares masuk ke dalam, dan Ares bingung kenapa Nayla mengajak ke ruang inap orangtuanya
" Ayo masuk Mas " ucap Ares yang hanya diam
" Iyah " jawab Nayla singkat
" Buu " panggil Nayla pelan karena bapaknya sedang tertidur
" Iyah sayang kenapa...?" tanya Bu Sri
" Nayla pulang kerumah dulu ga apa apa kan..? " ucap Nayla dan Ares terkejut
" Ayo Mas " ajak Nayla
Setelah berpamitan Nayla dan Ares pun segera meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju rumah Nayla
" Kita mau apa pulang ...? " tanya Ares sambil fokus menyetir
" Mau rebahan aja pegel banget " jawab Nayla
" Ooo " gumam Ares
Sesampainya dirumah mereka langsung masuk, dan Nayla pun mengunci pintu rumah mereka.
Nayla pun masuk kedalam dan diikuti oleh Ares.
" Jadi mau buktinya..? " tanya Nayla kepada Ares
" Yaa kalau kamu ingin memberi bukti ya Mas sih mau " jawab Ares yang masih berpura pura marah
" Yaudah Mas Ares Nayla tutup dulu matanya yah " Nayla mengambil dasi sekolahnya dan menutup mata Ares
" Ah pasti Mas diker.." ucapannya terpotong
" Udah yaa " ucap Nayla
" Belum " Ares membuka penutup matanya
" Udah percaya...?" tanya Nayla menatap Ares
" Belum " jawab Ares menggelengkan
__ADS_1
" Lagi..? " tanya Nayla
Ares tak menjawab, ia langsung mencium bibir Nayla.
...****...
Anin duduk sendiri di bangku taman, tiba tiba ia teringat Alvian.
" Kak apa Lo ga pernah peka sama perasaan gue kan " gumam Anin sendiri
" Anin..." panggil seseorang dan Anin menoleh ke suara tersebut
" Rio..? " saut Anin memanggil temannya
" Ngapain nin sendirian disini..? Siapa yang sakit...?" tanya Rio khawatir
" Orangtua sahabat gue RI " jawab Anin
" Ooo gitu " gumam Rio
" Lo sendiri ngapain disini..? siapa yang sakit...? " Anin berbalik bertanya
" Temen gue tadi sih ramean cuma gue balik duluan " jawab Rio
" Lo sekarang di Jogja Rio...? "
" Cuma beberapa hari aja, Lo sendiri sekaligus di Jogja Nin..?"
" Engga besok juga pulang hehehe "
" Ga berubah ya sama Anin yang dulu"
" Oiya Nin gue boleh minta nomor Lo..?" Rio memberikan ponselnya
" Boleh ko Ri " Anin mengambil ponsel milik Rio dan mengetik nomornya
" Nih udah " Ucap Anin mengembalikan ponsel Rio
" Udah makan..? " tanya Rio
" Belum " Anin menggeleng kepala
" Makan yuk, gue tau makan yang enak disini " Ajak Rio
" Oke boleh " Anin mengangguk setuju
Anin dan Rio pun berjalan bersama mencari tempat makan yang Rio maksud, mereka pergi dengan menggunakan mobil milik Rio.
" Cewe Lo orang mana sekarang RI...?" tanya Anin
" Ga ada gue ga ada cewe Nin, lagi jomblo hehehe " jawab Rio sambil fokus menyetir
" Masih aja dari dulu jawabannya hehehe " ucap Anin
" Hmm yaa gimana yah cinta pertama susah nin buat di lupain " ucap Rio
" Masih sampai sekarang...? " tanya Anin
" Masih, mungkin karena gue belum pernah ungkapin kali yah " jawab Rio
" Ya ungkapin dong makanya Ri, dia mana tau kalau Lo suka sama dia " ucap Anin
Rio menepikan mobilnya dan Anin menatap Rio bingung.
" Kenapa ko berenti...?" tanya Anin bingung
" Lo Nin orang yang gue maksud.. " ucap Rio membuat Anin terkejut
__ADS_1