
Sejak masalah dicafe dengan Rio tadi, Anin sengaja tak mengangkat atau membalas apapun yang berhubungan dengan Rio.
" Dasar laki laki sama aja " gumam Anin kesal
Anin mendengar suara ketukan pintu berkali kali awalnya ia ingin mengabaikannya, namun ketukan itu membuat Anim terganggu.
Anin membuka pintu kamarnya dan ia terkejut dengan sosok yang berdiri didepan pintu miliknya.
" Haii Nin apa kabar..? " sapa seorang laki laki
" Pergi menjauh dari sini " Anin mencoba menutup pintunya kembali
" Sstt jangan berisik " laki laki itu menahan pintu tersebut ia tetap ingin mencoba masuk
" Engga gue bilang enggak ya engga sana pergi " Anin dengan keras mendorong pintu tersebut
Laki laki itu berhasil mendorong pintu Anin hingga terbuka, akhirnya laki laki itu berhasil masuk kedalam.
' Lo mau ngapain hah..? Gue udah bukan istri Lo " bentak Anin
" Ssstt jangan keras keras, kita main lembut aja. "
Laki laki itu adalah mantan suami Anin, entah apa tujuannya saat ini namun Anin sangat takut.
" Gimana kalau malam ini kita senang senang dulu "
" Engga gue gamau, pergi.. !! "
Laki laki itu tak gentar ia semakin mendekat kearah Anin.
Anin mencoba masuk kedalam kamar untuk bersembunyi, namun lagi lagi sial Anin tertangkap oleh laki laki itu
" Minum dulu Nin Lo haus kan karena marah marah "
Laki laki itu mengcekoki Anin minuman, namun didalam air tersebut sudah dicampurkan oleh obat .
" Kita nikmati ya malam ini cantik "
**
Rio memutuskan untuk pergi ke apartemen Anin malam itu juga, entah kenapa tiba tiba firasat nya tak enak.
Begitu sampai di depan pintu, Rio melihat pintu tersebut tidak tertutup sempurna dan terdengar suara laki laki dalam.
" Anin.." Rio langsung membuka pintu tersebut
" Ngapain Lo kesini hah..!! " Rio menarik leher laki laki tersebut
" Cihh pengganggu " gumam laki laki itu kesal
" RI.. panas RI.. " ucap Anin tak karuan
" Lo apain pacar gue hah..!! Lo apain dia " Rio memukul dengan keras berkali kali
" Pergi dari sini atau gue bnh Lo " Rio menahan pukulannya tepat di wajah
Laki laki yang sudah babak belur itu memilih untuk pergi, dengan cepat Rio mengunci pintu tersebut.
" Anin.. Sayang Lo ga apa apa kan..? " tanya Rio dengan khawatir
" Panas RI.. Panas .." ucap Anin karena obat rangsangan yang sudah ia minum
" Gu..gue harus apa gue gatau Nin "
__ADS_1
" Please tolong gue RI.. " Anin menatap Rio dengan sendu
Rio berperang kepada batinnya sendiri, Rio terjebak di situasi yang tak diinginkan.
" Coba Lo mandi yah biar ga gerah " ucap Rio memberi saran
Anin segera pergi ke kamar mandi sesuai saran Rio, namun tetap saja rasa itu masih ada.
" Ri.. Gimana ini ahh panas banget " gumam Anin keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah basah
Rio menelan ludahnya melihat baju yang Anin pakai sudah basah, hal itu membuat lekuk tubuh Anin terlihat jelas.
" Gue panggil dokter kali yah Nin gue panggil dokter" ucap Rio mencoba mencari kontak doker di ponselnya.
" Siaal kenapa ga ada nomornya yah " gumam Rio sambil terus mencari di kontaknya
Rio semakin tak tega melihat Anin yang begitu gelisah, Rio memberikan air putih kepada Anin
" Minum dulu sayang " ucap Rio memberikan segelas air kepada Anin
Anin langsung meminum air tersebut hingga bersih, Rio pun mencoba mencari susu di dalam kulkas.
" Obat kalau di hajar susu bisa kan yah " gimam Rio sendiri
" Nin minum dulu coba yah " Rio sudah membukakan susu kemasan dan memberikan kepada Anin
Anin langsung meminumnya dengan cepat tanpa tersisa.
" Ganti baju udah malam dingin " ucap Rio dan Anin mengangguk
Ani segera masuk kedalam kamar dan berganti pakaian, setelah selesai ia kembali menghampiri Rio.
" Gimana sayang apa sudah hilang" tanya Rio
" Belum " Anin menggelengkan kepalanya
" Nin kenapa..? " tanya Rio dengan panik
" Panas RI badan gue, gue bener bener ga tahan " jawab Anin sambil menunduk
Akhirnya dengan terpaksa Riopun mencoba hal lain.
" Sini sayang wajahnya jangan di tundukin terus " ucap Rio sambil memegang dagu milik Anin.
Riopun mendaratkan ciumannya di bibir Anin, kedua tangannya juga mulai bermain di dua gumpalan milik Anin.
" Mmhh RI.. " ******* mulai keluar dari mulut Anin
" Coba minum susu lagi yah " bisik Rio dan Anin mengangguk
Rio memberikan dua kotak susu kepada Anin, dan beruntungnya obat itu berhasil di nertalkan oleh susu.
" Gimana masih ga . ?" tanya Rio yang khawatir
" Engg Ri, makasih " jawab Anin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
" Yaudah sekarang tidur yah, gue disini bakal jagain Lo "
Anin menarik tangan Rio kedalam kamar, Anin meminta agar Rio menemaninya.
" Ri makasih yah udah nolongin " ucap Anin
" Sama sama sayang, yaudah sekarang tidur besok gue mau ngajak Lo ke suatu tempat "
__ADS_1
" Kemana..? "
" Rahasia, udah tidur gue disini "
Rio tidur di lantai yang sudah beralaskan karpet tebal, Walaupun Anin sudah menawarkan untuk Rio tidur di sebelahnya Rio menolaknya.
Anin merasa beruntung memiliki kekasih Rio, bukankah kejadian tadi menguntungkan bagi mereka.
Bukannya Rio tadi bisa saja menumpahkan hasratnya kepada Anin
Anin melihat Rio yang sudah tertidur, ia jadi merasa bersalah kepada Rio.
Tapi Anin teringat oleh suara perempuan tadi, sampai sekarang Anin sendiri belum tau siapa wanita tersebut.
***
" Nayla tidur Nay " ucap Ares yang sudah berkali kali meminta Nayla beristirahat
" Tanggung Mas Ares " jawab Nayla yang masih mengerjakan tugas-tugas
" Mas besok aku boleh kan ke kampus, aku bosan dirimah "
" Kamu kan masih harus istirahat sayang "
" Mas gausah khawatir ada teman teman Nayla yang perduli sama Nyal Mas "
Ares melihat raut wajah Nayla yang tengah manja, karena hatinya luluh akhirnya Ares pun menyetujui nya
" Yaudah sekarang istirahat yah sayang " Ares menggendong tubuh Nayla
" Ih aku di gendong terus kayak bayii "
" Iyah Bayi besar mas Ares nih " Ares merebahkan tubuh Nayla diatas kasurnya
" Tidur ya sayang " Area mengelus wajah Nayla
" Iyah Mas Ares, mas juga yah "
" Iyah sayang "
Setelah itu akhirnya Nayla pun tertidur dengan pulas, dan begitu juga dengan Ares.
" Apapun yang bikin kamu bahagia mas akan lakukan sayang " gumam Ares yang kemudian mencium Anim
***
Esok pagi saat Anin bangun ia melihat Rio yang sudah tidak bera di kamar, Anin pun memutuskan untuk keluar kamar melihat apa yang Rio kerjaan.
" masak apa .? " tanya Anin yang kini berada disamping Rio
" Nasi goreng sayang " jawab Rio dengan lembut
Rio mematikan kompornya dan menyiapkan di kedua piring mereka.
" RI.. " panggil Anin.
" Ya kenapa sayang "
" aapa Lo serius sama gue RI..? apa Lo yakin mau sama gue ? ".
" Iyah gue ga masalah aman '
' Tapi Ri.. "
__ADS_1
" Udah gausah Lo pikir habis ini kita mau pergi "
Anim pun setuju, setelah itu mereka menghabiskan makanan yang Rio sudah buatkan