Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 57


__ADS_3

Anin dan Alvian duduk di kantin rumah sakit untuk makan malam, semakin hari banyak yang berubah dari Anin terlebih sejak tadi ia dan Rio bertemu.


" Nin.. Kenapa..? " tanya Alvian dengan lembut


" Engga apa apa kak " jawab Anin masih menundukkan kepalanya


" Cerita aja ga apa apa Nin, kenapa..? Aku dengerin "


" Aku beneran ga apa apa kak, cuma mikirin Nayla sama Bang Ares aja "


Alvian mengangkat wajah Anin, hingga kini ia dapat melihat raut wajah Anin.


" Kejar Nin sebelum terlambat " ucap Alvian dengan tersenyum


" Maksud Kaka..? " Anin bingung dengan ucapan Alvian


" Aku tau kamu memiliki perasaan sama Rio kan..? Tatapan kamu, rasa sedih kamu. Mungkin aku hadir disaat kamu sudah bimbang antar aku atau Rio, aku ga apa apa Nin sungguh "


" Aku memang punya raga kamu sekarang, mungkin hati dan pikiran kamu sekarang bukan untuk aku Nin. Jujur sama perasaan kamu yah "


Anin terkejut dengan ucapan yang Alvian berikan, benar yang Alvian ucapkan sekarang pikiran dan perasaan Anin selalu banyak ke Rio dibanding kepada Alvian


" Nin.. Aku ga ingin menyudahi semuanya, tapi biar kamu saja yang menyudahi semuanya. Yang jelas aku berterimakasih, dan maaf aku telat menyadari perasaan kamu. " ucap Alvian kembali


" Kak maafin Anin, maaf kebimbangan perasaan Anin. Aku salah, aku ga bermaksud buat nyakitin perasaan Kaka. " Anin merasa bersalah


" Engga apa apa Anin, sini peluk biar ga sedih " Alvian menarik Anin kedalam pelukannya


" Walaupun kita bukan sepasang kekasih lagi, percaya sama aku Nin aku akan selalu ada buat kamu seperti dulu " ucap Alvian


" Makasih Kak " Anin memeluk Alvian dengan sangat erat


****


Sejak tadi Ares hanya menunggu Nayla diluar ruangannya, sesekali Ares melihat kearah dalam ruangan untuk memastikan Nayla baik baik saja.


Saat Ares melihat Nayla yang sudah tertidur, dengan pelan pelan Ares masuk kedalam ruangan Nayla.


Ia menarik pelan kursi agar tak mengganggu Nayla, ia pun duduk dan memandangi wajah cantik sang istri.


Sesekali Ares menghapus air matanya yang jatuh, ia sakit melihat keadaan istri nya sekarang dan ia semakin sakit mendengar kata sang istrinya yang meminta perpisahan.


Tak ingin Nayla terganggu nantinya, Ares pun memutuskan untuk kembali menunggu diluar.


" Mas Ares mau kemana..?"


Baru Ares membalikkan tubuhnya dari Nayla, namun suara itu berhasil membuat Ares kembali.


" Mau keluar, Mas tunggu diluar aja kasian Nayla terganggu nanti "


" Duduk aja disini Mas, sini "


Ares pun mengikuti permintaan Nayla, ia kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


" Kamu nyaman ga tidurannya, kalau ga nyaman biar mas naikin kasurnya"


" Hmm lumayan pegel sih Mas "


" Yaudah sebentar "


Dengan sigap Ares memencet remote kasur tersebut, setelah dirasa Nayla cukup nyaman Ares pun menghentikannya.


" Nayla laper ..?" tanya Ares memastikan Nayla tidak kelaparan


" Engga, kayaknya mas Ares yang harus makan liat deh mas Ares sekarang kurus badannya "


" Engga ko lagian Mas juga ga laper "


Kemudian keduanya pun saling diam, baik Nayla dan Ares tak ada yang kembali berbicara.


Nayla meraih tangan Ares yang berada di kasur, ia mengelus punggung tangan Suaminya itu.


" Nayla mimpi ketemu sama bapa, dan Nayla liat ada cahaya yang terang banget terus Nayla bilang kalau Nayla mau ikut sama bapa, saat Nayla berjalan menuju cahaya tiba tiba aku denger Mas Ares manggil manggil. Mas lari kencang banget dan Mas Ares pegang tangan Nayla, dan bapa bilang kalau Nayla harus ikut sama mas Ares akhirnya bapa ngelepasin tangan Nayla, dan Mas Ares genggam tangan Nayla terus ngajak Nayla pergi kesebuah taman yang indah banget tapi tiba tiba Mas Ares pergi, saat itu juga Nayla lari kesana kesini buat cari Mas Ares jauh banget Nayla jalan Mas. Tapi Nayla selalu dengar suara mas Ares, entah Mas ngajak Nayla ngomong, Mas Ares ngaji dan lainnya hingga akhirnya Nayla ngeliat cahaya lagi dan Nayla masuk " Nayla bercerita tentang apa yang ia lihat saat ia koma


Selama Nayla koma, Ares selalu mengajak Nayla berbicara apapun. Ares juga selalu mengaji dan sholat disamping Nayla, Ares hanya pergi untuk mandi dan berganti pakaian. Selama menjaga Nayla Ares melupakan dirinya sendiri, makan yang jarang bahkan satu hari ia tak makan apapun, tidur hanya beberapa jam. Semuanya ia lakukan karena ingin memastikan Nayla baik baik saja


" Nanti Mas Ares akan ajak Nayla ke taman, sekarang Nayla harus sehat dulu yah " ucap Ares


" Aku pikir saat itu aku gabisa ketemu lagi sama Mas Ares, tapi ternyata Allah baik banget Mas hingga akhirnya aku bisa ketemu sama kamu lagi Mas "


" Iyaah, dan Mas ga akan sedikit pun ngelakuin hal kayak gini lagi. Mas gamau lihat kamu kayak gini lagi, kalau mas bisa gantiin posisi kamu mas ingin gantiin posisi kamu sayang "


" Iyah Mas akan kerjain deh, yang penting Nayla sehat "


" Oiya terus selama Mas disini gimana Mas ngajar dan ke kantor..?"


" Selama Mas ngejagain kamu yah Mas kasih tugas ke anak anak dan mas minta Naya atau yang lainnya untuk kasih kesini, kalau kantor mas percaya sama Bayu dia bisa menyelesaikan semuanya ya mungkin kalau ada butuh apa apa email atau dia kesini "


" Ibu..? Apa ibu tau kondisi aku mas ..?"


Ares ragu untuk menjawab, ia takut jika Nayla marah karena ibunya tak tau kondisi dirinya


" Ibu gatau Nay, karena kita takut bikin ibu kamu kepikiran" jawab Ares hati hati


" Syukurlah, Nayla juga takut Mas "


Ares merasa lega ia takut jika justru Nayla marah


" Yaudah kamu istirahat tidur yah " Ares mengusap pipi Nayla


" Nayla udah banyak tidur, mending Mas Ares yang tidur liat deh matanya udah kaya panda "


" Kamu katanya suka sama panda, jadi yaudah mas cosplay nih "


" Hahaha bukan gitu Mas Ares , mana ada panda kurus panda tuh gemoy "


" Gamau gendut ah jelek nanti ga ganteng lagi "

__ADS_1


" Mas Ares ganteng ko Dimata Nayla "


" Iyah dehh Iyah gombal aja ".


" Mas kata dokter tangan kiri Nayla kan patah, terus kaki Nayla juga. Kira kira bisa sembuh ga..?"


" Bisa dong sayang, kamu tenang aja yah "


" Iyah Mas, makasih yah "


" Apapun Mas lakuin untuk Nayla, walaupun nyawa mas taruhannya "


" Iihh serem ah ga boleh gitu "


" Yaudah Nayla istirahat sekarang yah "


" Iyah Iyah, mas juga yah "


Malam itu Malam yang Ares tunggu, ia kembali berbicara dengan sang istri tercinta.


****


Keesokan pagi rumah Rio sudah dipenuhi oleh para saudara, semua sudah rapih dengan stylenya.


" Ri.." panggil sang Mamah


" Iyah Mah, kenapa..?" tanya Rio menatap wajah sang Mamah


" Kenapa ko wajah kamu sedih sih, harusnya ini kan hari bahagia "


" Engga apa apa Mah, Mamah ga perlu khawatir yah "


" Yaudah yuk kita tunggu luar RI "


" Iyah Mah "


Rio dan Mamahnya keluar dari kamar, mereka duduk bersama untuk menunggu acara dimulai.


**


Anin pergi ketempat yang Alvian beritahu, pikirannya tak karuan ia berharap masih memiliki waktu mengatakan perasaannya.


Setelah sampai Anin pun masuk kedalam dan saat ia masuk ia mendengar ijab kabul sudah dibacakan.


" Dibayar tunai " ucapan tersebut jelas terdengar ditelinga Anin


" Gimana para saksi.. Sah..??" tanya sang penghulu


" SAH " Jawab saksi


Anin terdiam mendengar ucapan tersebut.


" Gue..gue terlambat" gumamnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2