
Alvian yang kesal langsung pergi meninggalkan tempat, sebenarnya ingin sekali ia menghampiri meja Ares dan Nayla, namun ia menahannya dan mencoba mengikuti permainan Ares.
" Sahabat..!!! cih sampah " gumam Ares kesal
.
" Nin kenapa ..? lo liatin apa..? " Rio menepuk punggung Anin
" Engga engga apa apa ko Ri " Anin tak ingin membertihu Rio
Anin berharap Alvian tak melihat Nayla yang tengah duduk berdua, kalau sampai itu terjadi Anin juga akan kena akibat dari pembohongan Ares.
Anin dan Rio kembali menikmati makanan mereka, entah mengapa perasaan Anin menjadi tak enak ia kepikiran masalah Ares dan Alvian.
***
Sesampainya dirumah Nayla dan Ares menyiapkan beberapa baju untuk mereka bawa pulang kerumah Nayla, Ares juga sengaja mengganti mobilnya agar tak ada yang curiga saat dirumah Nayla nanti.
" Udah semua Mas..? " tanya Nayla yang sudah rapih lebih dulu
" Udah ko "
Saat Ares dan Nayla siap untuk berangkat, ponsel milik Ares berbunyi panggilan masuk.
" Bentar mas angkat telpon dari Alvian dulu yah " ucap Ares melihat panggilan masuk dari Alvian
Ares : Ya Al kenapa..?
Alvian : Lo dimana Res..? gue pengen kerumah lo nih
Ares : Dirumah, Ooo yaudah kesini aja
Alvian : Oke gue otw yah
" Kenapa Mas..? " tanya Nayla setelah Ares mengakhiri panggilan
" Alvian mau kesini, jadi kayaknya kita agak maleman atau mungkin besok pagi baru berangkat kerumah kamu engga apa apa kan..? "
" Ooo yaudah engga apa apa, yaudah mas turun gih sana tunggu Kak Alvian "
" Iyah sayang, yaudah kalau kamu ngantuk nanti kamu tidur aja ya " Ares mengecup kening Nayla dan turun ke bawah menunggu Alvian
Ares menunnggu Alvian di ruang tamu miliknya, tak lama menunggu terdengar suara bel rumahnya, dengan segera Ares membuka pintu rumahnya.
" Weh Bro " sapa keduanya seperti biasa
" Ayo masuk " Ajak Ares
Alvian masuk dan sambil melihat sekelililing rumah Ares.
" Kenapa tumben lo malem malem kesini "
" Iseng aja lagi suntuk gue "
" Hahaha gaya lo suntuk kenapa sih kenapa..? "
" Gue bingung Res menurut lo gue ungkapin ga ya perasaan gue ke Nayla, menurut lo dia jadi cerai ga yah "
Ares terdiam mendengar ucapan Ares, sejujurnya ia ingin mengatakan jika Nayla adalah istrinya
" Yee lo ko malah diem sih Res, mikirin apaan sih lu " Alvian memukul pelan bahu Ares
" Kaga gua ga mikirin apa apa, emang kenapa lo berharap Nayla cerai sama suaminya..? "
" Yaa gue kan suka Res sama dia, kalau Nayla masih sendiri kira kira lo naksir ga Res sama dia..? "
" Hahaha ya mana gue tau gila " Ares mencoba menutupinya dengan tertawa
__ADS_1
" Kita kan sahabatan udah lama ya Res, kalau tiba tiba kita suka sama perempuan yang sama gimana yah "
" Gimana apanya..? " tanya Ares bingung
" Yaa lo mau ga ngalah buat gue Res..? "
Ares terdiam mendengar ucapan Alvian, ia tak percaya jika kata kata itu akan keluar darinya.
" Mau kan Res Lo ngalah buat gue..? " Alvian kembali bertanya
" Hemm " gumam Ares
Alvian tersenyum sambil menepuk pundak Ares, tapi Ares sendiri merasakan sakit pada hatinya.
" Btw oleh oleh buat gue mana nih dari Jogja " Alvian mencoba mengalihkan pembicaraan
" Haha kaga sempet gua, lagian kan Lo tau cewe gue ortunya sakit "
" Oiya yah, gue mau liat dong foto cewe Lo Res "
" Ah nanti aja lah rahasia "
" Taee banget hahaha "
Ares dan Alvian pun berbincang hingga malam, dan karena sudah malam Alvian segera pamit.
" Yaudah udah malem gue pulang dulu ya " ucap Alvian
" Iyaah hati hati "
Setelah Alvian pergi dengan segera Ares masuk ke kamar, saat masuk ke kamar ia melihat Nayla yang sedang menunggu dirinya.
" Maaf mas lama yah " Ares menghampiri Nayla yang tengah duduk di sofa kamar
" Ga apa apa mas " jawab Nayla dengan sendu
" Nay kamu kenapa..? Cerita sama Mas "
Ares terdiam saat mendengar ucapan itu dari Nayla.
" Engga kata siapa..?"
" Nayla tuh daritadi dengerin percakapan kalian, dan Mas bilang akan lepasin Nayla. Secara orang yang kalian suka itu sama kan "
" Nay dengerin mas dulu "
" Mas yang harusnya dengernya Nayla..!! Harusnya mas bisa bilang kalau Mas akan pertahanin bukan malah ngeiyain Mas, itu sama aja Mas Ares pengecut dan Nayla ga suka sama cowo pengecut "
Belum sempat Ares menjawab, Nayla sudah lebih dulu pergi keluar kamar Ares.
Ares tak bermaksud untuk meninggalkan Nayla, ia sendiri juga tak ingin melepaskan Nayla.
Nayla duduk dipinggir kolam di halaman belakang, ia melamun masih memikirkan ucapan Ares
" Dasar Mas Ares bodoh " gumamnya sendiri dengan kesal
Nayla yang tengah kesal dengan Ares mendengar ponsel miliknya berdering dari Alvian, dengan segera Nayla mengangkat panggilan tersebut.
Nayla : Ya Hallo kak kenapa..?
Alvian : Lagi apa Nay..? Lagi sibuk..?
Nayla : Engga kak, lagi duduk aja
Alvian : Oo oiya kamu lagi sendiri atau..
Nayla : Sendiri Kak, kenapa Kaka mau tanya aku lagi sama suami..?
__ADS_1
Alvian : Hehe Iyah soalnya ga enak kan kalau ganggu
Nayla : Aku lagi males bahas suami aku kak
Alvian : Besok sibuk ga..?
Nayla : Engga kak, kenapa..?
Alvian : Jalan yuk, nonton gitu contohnya
Nayla : Hmm liat besok ya kak
Alvian : Oke ditunggu kabarnya yah
Nayla : Iyah Kak
Setelah selesai Nayla kembali meletakkan ponselnya, ia kembali melamun.
" Kenapa jadi gini sih, bisa ga sih hidup gue tuh mulus mulus aja gitu " Nayla bergumam sambil memainkan air dengan kakinya
" Udah malem kenapa disini nanti masuk angin " Ares yang sedari tadi mencari Nayla akhirnya menemukannya
" Biarin emang mas perduli sama aku "
" Kalau Mas ga perduli buat apa mas kesini, atau kamu mau berenang malem malem..?"
" Engga "
Nayla membuang mukanya kelain Arah, sedangkan Ares terus menatap Nayla yang sedang marah.
" Nayla mau sendiri Mas " gumam Nayla pelan
" Engga Mas gamau kamu sendiri "
" Kenapa..? Emang Mas perduli sama perasaan Nayla..? Bukannya mas lebih peduli sama perasaan temen Mas Ares "
" Nayla dengerin dulu penjelasan Mas "
Ares meraih tangan Nayla dan menggenggamnya.
" Nay, Mas ga mungkin lepasin Nayla gitu aja ya oke salah Mas jawab kayak gitu tapi ga ada sedikitpun ada niat buat kayak gitu. "
Nayla menoleh kearah Ares dan menatapnya dalam dalam.
" Nayla sayang kan sama Mas..?"
" Sayanglah, kalau ga sayang buat apa Nayla kasih semuanya buat Mas Ares "
" Apatuh semuanya...?" Ares mencoba mencairkan suasana
" Yaa semua emang Mas ga inget " Nayla malu menjelaskan kepada Ares
" Inget lah, kamu mau lagi..?"
Nayla terkejut dengan ucapan Ares, namun ia juga malu mendengar ucapan tersebut.
" Apasih Mas Ares nyebelin banget udah ah Nayla mau ke kamar aja " Nayla bangun dan langsung berlari masuk
" Oo jadi mau langsung dikamar aja Nay..?" Ares mengejar Nayla
Sesampainya di kamar Nayla langsung menutupi tubuh hingga wajahnya dengan selimut.
" Naylaa " panggil Ares
" Ga ada Naylanya tidur " saut Nayla dari dalam selimut
Ares pun langsung naik keatas kasur dan ikut masuk kedalam selimut.
__ADS_1
" Mas Aresss " teriak Nayla karena Ares terus menggoda
" Hahahaha " Ares merasa senang karena Nayla sudah tidak marah kepada dirinya