
Nayla dan Alvian kini sudah berada disuatu cafe bersama, Alvian yang mendapat telpon dari Nabila Lang segera menghampiri.
" Maaf ya kak aku jadi ngerepotin Kaka " ucap Nayla merasa tidak enak
" Engga apa apa ko, kenapa ada apa..?"
" Engga apa apa kak "
" Engga apa apa tapi nangis, udah ga apa apa cerita aja "
" Engga apa apa Ka, aku cuma pengen pergi aja dari kampus terus sedih karena telat jadi absen aku jelek deh "
" Emang siapa dosen kamu pagi ini..?"
" Tuh si Pak Ares, cowo nyebelin, ngeselin, ganjen iihh "
" Kamu tau saya dan Ares itu sahabat, kita temenan sejak SMP " ucap Alvian
" Ooo gitu ya ka, berarti Kak Alvian tau semua tentang Pak Ares..?"
" Tauu "
" Sampai mantannya juga aku tau Nay " lanjut Alvian
" OOO orang kayak dia punya mantan toh "
Nayla berpura pura tidak tau, walaupun sebenarnya ia tau semuanya.
" Mantannya yang sekarang jadi dosen juga di kampus kamu" ucap Alvian
" Laras kan " ucap Nayla
" Iyaah kamu pernah ya ketemu "
" Iyah tapi kirain bohong kalau itu mantannya"
" Beneran lah, Laras itu masih sayang sama Ares makanya di sengaja jadi dosen disana "
" Iyah makanya Laras nyamperin Ares keruangan terus ciuman " gumam Nayla tidak sadar dan Alvian dengan jelas mendengar
" Hah ciuman..? Sama Laras .?" Alvian terkejut mendengarnya
" Eehhh " Nayla menepuk pelan bibirnya
Kini Alvian paham mengapa Nayla menangis, dan sudah jelas siapa pelakunya ya jelas Ares sendiri pelakunya.
" Oiya gimana hubungan kamu sama suami kamu sudah membaik..?"
" Entahlah cape kak "
" Kalau cape berhenti Nay, jangan di paksa "
Nayla yang sejak tadi menuduk karena takut Alvian melihat nya menangis, seketika mengangkat wajahnya dan menatap Alvian.
***
Ares sejak tadi menghubungi Nayla namun tak ada satupun panggilan nya yang diangkat, ia sangat kesal kepada dirinya yang meminta Laras keruangan.
" Dasar perempuan itu apa sih maunya " Ares menjambak pelan rambutnya
__ADS_1
Sebenarnya Ares ingin bertanya tentang apa yang Laras katakan, dan jika memang benar seperti itu Ares juga merasa bersalah.
" Tapi kenapa Mamah tega ngelakuin kayak gitu, setelah urusanku dengan Nayla selesai akan aku tanya ke Mamah " gumam Ares kembali
Ares kembali mencoba menghubungi Nayla, namun tetap saja Nayla tak mengangkat panggilannya.
Ares pun memutuskan untuk pulang, ia berfikir Nayla sudah pulang kerumah.
Saat ia hendak pergi ke parkiran ia berpapasan dengan Ayu.
" Ayu kamu lihat Nayla..?" tanya Ares panik
" Justru kita juga nyariin pak, tadi Waktu kita ke kantin Nayla pamit mau ke kamar mandi tapi sampai sekarang ga balik dan kita hubungi juga ga ada respon " Jawab Ayu
" Yaudah Pak saya pergi dulu ya, kita juga mau cari Nayla khawatir "
" Iyah Yu makasih "
Ayupun segera pergi meninggalkan Ares, dengan segera Ares masuk kedalam mobil dan mulai mencari Nayla.
***
Hari ini Anin juga resmi menjadi sekertaris Rio sahabatnya, walaupun mereka sahabatnya di kantor Anin dan Rio tetap seperti atasan dan bawahan.
" Nin nanti temani saya ke cafe xxxx , ini juga kali pertama kamu kan ikut saya meeting "
" Siap Pak Rio hehehe "
" Oke kita berangkat sekarang yah "
" Siap Pak "
Anin mengambil alih untuk menyetir dan Rio duduk di sebelahnya.
" Nin lo ternyata cocok ya jadi sekertaris " ucap Rio memuji
" Hahaha ya mungkin karena sama Lo aja kali Ri jadi ga canggung "
" Kadang gue masih sering banget degdegan kalau sama Lo Nin, ya mungkin karena perasaan gue udah terlalu lama kali yah sama Lo "
" Hmm masa sih, lebay deh Lo "
" Yee serius Nin, oiya untuk urusan perceraian gimana Nin..?"
" Aman sih semua udah dibantu sama ka Alvian "
" Oo kira kira Lo trauma nikah ga Nin..?"
" Enggalah kenapa trauma, Lo kapan nikah Ri..? Lo ga bosen main solo terus hahaha "
" Hmm yaa gimana yah pengennya sih sama Lo Nin "
" Apanya sama gue mainnya gilaa Lo "
" Nikahnyaa ya kalau udah nikah ya baru main deh "
Mendengar hal itu jantung Anin berdetak dengan kencang, enthan mengapa ia justru juga mengingat Alvian ia selalu membayangkan bisa menikah dengan Alvian.
" Yee ko bengong, Lo lagi ngebayangin apa Nin "
__ADS_1
" Engga gue ga bayangin apa apa hahaha "
Tak lama Anin dan Rio sampai di cafe yang Rio maksud, Anin dan Rio masuk bersama kedalam cafe.
" Nin gue ke toilet bentar yah, Lo pesenin aja dulu yah "
" Okee deh "
Saat Anin hendak memesan, Anin melihat Nayla dan Alvian yang tengah duduk berdua.
" Mereka berduaa, berarti kak Alvian belum tau " gumamnya pelan
Anin melihat Nayla yang menangi, dan terlihat dari raut wajah Alvian juga yang begitu khawatir.
Anin sering bercerita sampai menangis kepada Alvian, namun pandangannya Alvian berbeda saat ia menatap Nayla.
Anin mencoba mendekati untuk mencari tau ada apa yang membuat Nayla menangis.
" Nay, lebih baik kamu udah pisah aja sama dia. Ada aku Nay, aku akan bahagiain kamu, aku akan nikahin kamu dan buat kamu bahagia "
DUAR..!!
Hati Anin langsung sakit mendengar ucapan yang keluar dari mulut Alvian.
Alvian ingin menikahi Anin, itu artinya Alvian benar benar mencintai Nayla.
Tak terasa air mata Anin jatuh begitu saja, dengan cepat ia menghampus dan ia kembali memesan dan duduk ditempat yang sudah Rio pilih.
" Nin darimana..? " tanya Rio yang sejak tadi menunggu Anin
" Tadi angkat telpon dulu RI, maaf yah " Anin berbohong
" Lo kenapa.. Ko nangis ...?" Rio terkejut melihat Anin tiba tiba menangis
" Ga apa apa gue ga apa apa " jawab Anin mencoba menenangkan dirinya
" Yaudah kita pergi aja yah, kebetulan client gue mendadak batalin nih katanya besok aja "
" Hemm " Anin mengangguk setuju
Saat berjalan keluar Anin masih melihat Nayla dan Alvian bersama, kini Anin melihat Alvian yang meraih tangan Nayla.
Anin langsung membuang wajahnya,ia tak ingin Rio curiga dengan dirinya.
***
" Kak maaf aku takut ada yang liat " Nayla melepaskan tangannya yang dipegang oleh Alvian
" Maaf "
" Aku masih ga ngerti apa salah aku, apa kurang aku . Kenapa suami aku tega ngelakuin kayak gitu "
" Yaa mungkin sayang dan cintanya cuma ada di mulut aja bukan dihatinya, kalau emang dia sayang sama kamu kenapa dia ngerelain kamu buat sahabatnya "
" Tapi bisa jadi Sahabatnya yang salah Kak, egois..!!"
Alvian terdiam mendengar kata Egois, ia tak merasa egosi ia hanya ingin membahagiakan Nayla.
" Aku akan bercerai Kak.."
__ADS_1
Alvian yang terdiam mendadak terkejut mendengar ucapan Nayla.