Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 16


__ADS_3

Tasya menghampiri asisten rumah Ares yang tengah menyiapkan bahan makanan.


" Bi, sini biar Nayla aja yang masak bibi ngga apa apa bibi pulang aja " ucap Nayla dengan lembut


" Bibi engga enak sama tuan Ares non " jawab Art Ares


" Udah ngga apa apa, pokonya bibi sekarang istirahat aja pulang "


" Yaudah kalau gitu makasih banyak ya non, kalau ada apa apa hubungi bibi yah "


" Iyah Bi, hati hati ya bi "


Setelah itu Nayla langsung menyiapkan makanan untuk Ares, ia memasak dengan bahan yang ada.


Nayla melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, masakan yang Nayla masak sudah jadi ia langsung meletakkan diatas meja makan.


" Assalamu'alaikum " Ares masuk mengucapkan salam


" Waalaikumsalam Mas " Nayla yang tengah menata makanan langsung menghampiri Ares


" Kamu masak sayang..? " tanya Ares melihat sang Art sudah tidak ada dirumah


" Iyah, aku yang nyuruh bibi untuk pulang jadi aku masak deh " ucap Nayla dengan senang


" Hmm yaudah ayo makan, Mas juga laper " ucap Ares


" Iyah "


Nayla pun melayani Ares dengan telaten, ia menyendoki nasi dan lauk lauk kedalam piring Ares.


Ares juga merasa lega karena Nayla tidak marah kepada dirinya, keduanya pun menikmati makanan yang ada.


" Gimana masakan aku..? " tanya Nayla penasaran


" Enak banget sayang " puji Ares


Nayla tersenyum senang mendengar pujian Ares, ia pun kembali melanjutkan makan bersama dengan Ares.


.


Setelah selesai makan Nayla dan Ares pergi ke kamar, dan Nayla meminta Ares untuk segera mandi.


" Dah sana mandi, Nayla ambilin baju dulu ya " ucap Nayla


" Iyah Sayang " Jawab Ares ia pun langsung masuk kedalam kamar mandi


Nayla menyiapkan baju dan meletakkan diatas kasur.


.


.


Ares dan Nayla pun bersantai, Ares ikut menonton film bersama dengan Nayla.


" Ganteng kan Mas " ucap Nayla


" Engga, gantengan Mas " jawab Ares


Adegan film pun semakin lama menunjukan adegan panas, Nayla sedikit melirik kearah Ares yang fokus menonton.


" Mas Nayla mandi dulu yah " ucap Nayla yang langsung pergi ke kamar mandi


Nayla pun segera mencari pakaian yang ingin ia gunakan, dan ia bergegas untuk mandi.


" Duhh ko degdegan gini sih " ucap Nayla melihat dirinya di pantulan kaca


__ADS_1


Dengan menarik nafas Nayla memberanikan dirinya untuk keluar kamar mandi, ia pun berjalan menghampiri Ares.


Area yang sejak tadi fokus menatap ponselnya, mendengar Nayla sudah selesai mandi langsung menoleh kearah Nayla.


Ares menelan ludahnya saat melihat Nayla keluar dengan pakaian yang baginya menggoda.


" Nay.. " gumam Ares yang tak bisa mengalihkan pemandangannya


" Nayla udah siap Mas " ucap Nayla malu malu


Ares bangun dan menghampiri Nayla.


" Kamu yakin sayang..? " tanya Ares meyakinkan Nayla


" Iyah Mas, Nayla yakin tapi Mas.. " ucap Nayla menggantung


" Tapi apa sayang.. ? "


" Nayla belum siap untuk hamil Mas, Nayla mau lulus kuliah dulu "


" Iyah Mas ngerti ko "


Nayla pun tersenyum kepada Ares, jantungnya berdebar dengan kecang saat bertatapan dengan Ares.


Kini Nayla lebih dulu mencium Ares, dan Arespun membalas ciuman Nayla. Ares mengangkat tubuh Nayla dan meletakkan diatas kasurnya, tangan Nayla mengusap dada bidang milik Ares yang masih tertutup oleh baju yang masih Area gunakan.


Ares langsung melepaskan bajunya dan melemparkan asal bajunya tersebut, dan ia kembali menciumi bibir Nayla.


Ciuman Ares perlahan turun kearah leher Nayla, Nayla yang merasakan hal itu memejamkan matanya sambil menarik pelan rambut Ares.


Tiba tiba ponsel milik Ares berdering, namun Ares mengabaikannya.


" Angkat dulu Mas " ucap Nayla menghentikan permainan Ares


" Engga penting sayang " ucap Ares seolah tak perduli


" Siapa Mas..? " tanya Nayla melihat Ares hanya terdiam


" Laras " ucap Ares pelan


" Kenapa dia hubungi Mas malem malem..? "


" Engga tau Mas juga "


Ponsel Ares kembali berdering, Nayla pun mengizinkan Ares untuk mengangkat panggilannya.


" Hallo " ucap Ares dengan datar


".... "


" Iyaah baik saya kesana " ucap Ares kemudian panggilan terhenti


" Kenapa mas..? " tanya Nayla setelah Ares selesai dengan panggilannya


" Laras masuk rumah sakit Nay " jawab Ares


" Hmm " gumam Nayla


" Kamu ikut mas yah, mas gamau jadi salah paham lagi " ucap Ares


" Tapi Mas.. "


" Udah ayo sayang, kamu gausah takut ada mas "


Nayla pun dengan segera mengganti pakaiannya, setelah rapih Ares dan Nayla segera bergegas pergi kerumah sakit.


.

__ADS_1


.


Sesampainya dirumah sakit Ares menuju ruangan Igd disana sudah ada kedua orangtua Laras yang juga menunggu Laras.


" Gimana Tante Om kabar Laras " ucap Ares.


" Plaak " Ibu Laras bangkit dari kursinya dan menampar wajah Nayla, Nayla pun memegang pipinya yang sakit akibat tamparan tersebut.


" Dasar kamu wanita murahan berani beraninya merusak hubungan anak saya dengan Ares..!!! Saya tau kamu itu hanya memanfaatkan harta Ares kan, dan akhirnya kamu menggoda Ares sehingga Ares putusin Laras..!!! " ucap Ibu Laras dengan keras


" Tante cukup, Nayla ga salah..!! " ucap Ares membentak


" Nggak salah gimana, jelas jelas karena wanita ini kamu putus sama Laras. Kamu jangan tertipu sama wajahnya Ares, dia ini perempuan murahan " ucap Ibu Laras kembali


Nayla yang mendengar ucapan tersebut merasa hatinya sakit, dengan segera Nayla pergi berlari meninggalkan tempat tersebut.


Saat Ares hendak mengejar Ayah Laras menahan Ares agar tidak pergi, Nayla pun berlari semakin jauh meninggalkan Ares.


Nayla menangis sepanjang jalan, ia merasa sakit hati atas ucapan dan tamparan yang ia Terima.


Nayla duduk di sebuah cafe untuk menenangkan dirinya, kemudian ada sosok laki laki yang menghampiri Nayla.


" Nayla.. " panggil seorang laki laki


" Kak Alvian " saut Nayla


" Kamu kenapa..? kenapa menangis Nayla, kamu sama siapa..? '


Nayla tak menjawab justru ia langsung memeluk tubuh Alvian yang kini berada di dekatnya.



" menangis lah Nay, menangislah dengan puas " ucap Alvian


Setelah merasa tenang Nayla melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya, Alvian melihat pipi Nayla yang merah seperti bekas tamparan.


" Kenapa sama wajah kamu Nay...? " ucap Alvian khawatir


" Engga apa apa kak, maaf tadi aku lancang " ucap Nayla


" Hmm engga apa apa, mau aku antar pulang..? "


" Boleh kak "


Karena cafe akan segera tutup, Nayla dan Alvian pun segera meninggalkan cafe. Alvian pun mengantar Nayla untuk pulang kerumah, sepanjang jalan Nayla masih menangis.


" Kamu darimana..? dan ada apa..? " tanya Alvian yang khawatir


" ngga apa apa ko kak, kaka sendiri darimana.. ? " Nayla mencoba mengalihkan pembicaraan


" Baru pulang habis ketemu client "


" Kak Alvian kerja dimana..? "


" Gausah Alvian kepanjangan panggil aja Alvi atau Vian "


" Kalau kak ian gimana..? "


" Boleh apapun yang membuat nyaman "


" Kak Ian kerjadimana..? "


" Aku jadi pengacara Nay "


" Kaka bisa bantu buat urus perceraian..? " tanya Nayla keluar begitu saja


" Siapa yang ingin bercerai Nay..? " jawab Alvian terkejut

__ADS_1


" Mungkin aku kak ... "


__ADS_2