Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 36


__ADS_3

Hari ini Nayla sudah mulai menjalani kehidupannya sebagai mahasiswi kembali, dan Arespun kembali menjalani pekerjaannya sebagai dosen.


" Kamu mau naik apa ke kampus " tanya Ares di sela Sera sarapan mereka


" Di jemput sama Ana Mas " jawab Nayla


" Ooo kamu yakin ga akan terlambat, gamau bareng sama Mas aja...? "


" Engga aku udah janjian tenang aku ga akan telat, aku juga belum tau sih jadwal kuliah ku "


" Hmm yaudah Mas duluan yah, nanti kamu hati hati jangan lupa kunci pintu "


" Iyah Pak Dosen "


Arespun segera berangkat ke kampus, sebenarnya Ares sudah menawarkan Nayla untuk berangkat bersama namun Nayla menolaknya.


Setelah Ares pergi Nayla mulai merapihkan bekas sarapan mereka, setelah itu Nayla menunggu kedatangan Ana.


Nayla terus melirik jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 7, dan kelas pertama mereka akan dimulai di jam 8.


" Siapa ya dosen pertama gue, lagian nih kampus tumben banget sih ga bisa liat jadwal aneh " Nayla bergumam sendiri


Setelah menunggu Ana pun datang dengan mobilnya, disana juga sudah Ayu yang akan ikut bersama dengan mereka.


" Iih Lo lama banget sih " ketus Nayla yang kini sudah masuk kedalam mobil


" Ehh ini jadwalnya belum keluar yah tumben banget " tanya Ana


Dan sialnya ternyata jalanan menuju kampus mengalami kemacetan, dan kini hanya tersisa 30 menit untuk sampai di kampus.


" Aduh ayodong gue mau cepet lulus nih " ucap Nayla


Ayu dan Ana pun ikut berkata yang sama, dan kini mereka bertiga takut jika akan terlambat masuk di kelas pertama.


***


" Ih nih orang mana lagi pada belum Dateng " ucap Naya dalam hati sambil menunggu ketiga sahabatnya


Jam menunjukkan pukul 8 pagi dan pelajaran pertama pun dimulai.


" Selamat Pagi " sapa seorang dosen laki laki yang sangat Naya hafal suaranya


" Mampus pak Ares " gumamnya sendiri pelan


" Oke kita mulai kuliah hari ini, saya akan mengabsen kalian satu persatu "


Naya terus memandang kearah pintu, ia berharap ketiga temannya datang tepat waktu.


" Ana Amalia.." panggil Ares namun tak ada sautan


" Belum datang pak " jawab Naya


Ares kemudian langsung mengabsen yang lain

__ADS_1


" Ayu Putri.." panggil Ares kembali namun sama seperti Ana tak ada sautan


" Belum datang juga pak " Naya kembali menjawab


Ares menggelengkan kepala, ia sendiri sebenarnya sudah tau karena ia belum melihat Nayla di dalam kelas


Ares dan Nayla sudah berkomitmen untuk tetap profesional layaknya Dosen dan Mahasiswi, dan Ares juga bilang tak akan membedakan Nayla dengan yang lainnya.


" Nayla Ayu Putri " panggil Ares dan benar saja Nayla tak kunjung datang


" Sama pak belum datang " Naya kembali menjawab ketiga kalinya


Ares menggelengkan kepalanya dan menarik nafas.


Tok.. Tok.. Tok..


Nayla dan kedua temannya berdiri didepan pintu kelas.


" Permisi Pak, maaf kami terlambat " ucap Nayla pelan


" Jam berapa ini, kenapa kalian baru datang..? Awal masuk kuliah saja kalian sudah terlambat, kalian ini sadar ga sudah semester berapa..!! " Ucap Ares dengan tegas seperti biasanya


" Maaf Pak " ucap Ayu


" Kalian boleh masuk tapi untuk absen kalian hari ini saya anggap tidak hadir, duduk " Tegas Ares


" Makasih pak " jawab Ana


Ketiganya masuk kedalam kelas dan mereka duduk di kursi yang sudah Naya siapkan.


Ares mulai menjelaskan mata kuliahnya, dan seperti biasa tak ada yang berani berbicara saat Ares tengah menjelaskan.


" Oke untuk kuliah hari ini selesai, dan untuk Nayla, Ayu dan Ana absen kalian sudah mangkir 1 kali " ucap Ares sebelum meninggalkan ruang kelas


" Ayo makan laper gue " Ajak Nayla dengan kesal


" Sabar Nay sabar " Ana mencoba menenangkan Nayla yang tak berubah membenci Ares.


Nayla dan ketiga temannya pergi menuju kantin, namun tiba tiba mereka melihat Ares dan Laras yang tengah berbincang bersama.


" Itu Pak Ares ngapain sama di nenek nenek Lampir " tanya Nayla yang menahan kesal


" Kayaknya lagi ngobrol serius deh " jawab Ana


" Udah ayo laper gue males ngapain juga liatin mereka "


Nayla menatap kesal melihat Ares dan Laras, ingin sekali Nayla menghampiri namun Ares menahannya.


**


Ares hendak keruangan namun Laras menahannya, karena meresa takut ada yang melihat ia memarahi Laras akhirnya Ares pun berhenti.


" Apa..?" tanya Ares yang sudah malas berurusan dengan wanita tersebut

__ADS_1


" Kamu harus dengerin penjelasan aku dulu Res "


" Kita bicara diruangan " Ares tak ingin ada yang mendengar dan memutuskan untuk berbicara diruangannya


" Apa lagi Ras yang mau kamu jelasin ..?" setelah diruangan Ares membuka obrolan


" Res ada yang harus kamu tau Res, semuanya itu ga seperti apa yang kamu pikir dan kamu lihat "


" Ga seperti yang aku pikir dan lihat gimana sih..? Terus dengan kamu di gilir oleh dua laki laki itu apa, kamu mau jelasin apa "


" Res aku ngelakuin ini karena Mamah kamu Res Mamah kamu "


" Apa maksud kamu bawa bawa Mamah "


Laras mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan ke Ares.


" Ini Mamah kamu pernah kirim uang 500 juta dan ia meminta aku untuk meninggalkan kamu, dan setelah itu aku mencari cara agar kamu pergi meninggalkan aku "


" Cih drama apa lagi Ras yang ingin kamu buat "


" Aku serius Res, kamu tau aku stres Res karena itu "


" Apa buktinya kalau memang mamah aku menyuruh seperti itu "


Laras kembali mengeluarkan ponselnya dan memutar ucapan dari seorang wanita


" Saya harap kamu tinggalkan anak saya, dan jangan pernah kamu muncul dihadapannya lagi. Saya ga Sudi anak saya harus berhubungan dengan kamu...!! "


Ya itu adalah suara yang Ares kenal suara Mamahnya, tapi kenapa mamahnya melakukan itu.


" Res kamu tau aku cinta sama kamu Res, ga ada laki laki lain aku cinta selain kamu "


" Ras oke aku minta maaf soal Mamah, tapi sekarang semua sudah berbeda "


Laras berdiri dan berjalan menuju kursi Ares, Laras sedikit menarik kursinya hingga menyisakan jarak.


" Apa yang berbeda Res, kita bisa mulai semuanya dari awal. Kamu juga tau ini kesalahan Mamah kamu, kalau bukan Mamah kamu kita tak mungkin berpisah "


" Tapi Ras--"


Belum selesai Ares menjawab Laras sudah mencium bibir Ares.


" Pak Ares Saya--" Nayla membuka pintu dan terkejut dengan apa yang ia lihat


" Nayla.." Ares dengan cepat mendorong Laras untuk menjauh


" Maaf Pak saya lupa ketuk pintu, permisi " Nayla pergi keluar dari ruangan Ares dan menuju toilet, ia ingin menangis dan tak ada yang tau.


" Udah Res ngapain di kejar dia cuma mahasiswi kamu kan, udah kamu tenang aja " Ucap Laras menahan Ares


" Aku harus pergi " Ares pun segera keluar dan ia tak melihat Nayla dimanapun


Nayla yang tak tau lagi harus apa langsung menekan nomor Alvian hanya dia yang ada dipikiran Nayla saat ini.

__ADS_1


" Kak tolong jemput aku di kampus, aku mau pulang " ucap Nayla sambil memangis


__ADS_2