Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 53


__ADS_3

Noval memberikan senyum sinis kepada Ares, mendapatkan respon tersebut Arespun merasa bingung.


" Kenapa kamu senyum senyum seperti itu " tanya Ares


" Suami.. Hmm suami yah " Noval berkali mengulang kata suami


Noval berjalan mendekat kearah Ares.


" Saat Bapa di hubungi sama semua orang dimana keberadaan bapa..? Bahkan kalau saya ga salah denger bapa juga lagi sama perempuan lain bukan, dan sekarang bapa datang dengan gagah berkata saya suami Nayla " ucap Noval dengan berani, sejenak ia lupa jika Ares adalah dosennya


" Kamu gatau apa apa jadi tutup mulut kamu Noval " bentak Ares


" Saya emang gatau apa apa pak, saya juga cuma murid bapa tapi ini bukan di kampus jadi saya rasa kita bisa bersikap biasa aja. Bapa tau gimana khawatirnya semua orang saat melihat kondisi Nayla..? Bapa tau seberapa banyak darah yang keluar dari tubuh Nayla..? Jadi saya minta sama bapa buat bilang apapun tentang saya "


Belum juga Ares menjawa Noval sudah lebih dulu meninggalkan Ares, sedangkan Ares masih berdiri dengan rasa sesal dihatinya.


" Engga.. Gue ga boleh kehilangan Nayla, engga ga boleh "


Ares memilih untuk mengalah malam ini, ia pun masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit.


****


Ares berjalan masuk kedalam rumah dengan air mata yang tak henti mengalir, rasa sesal, amarah menyelimuti dirinya.


" Naylaaaaa " teriak Ares


Ares ingat semalam tanpa ia sadar ia memberikan sikap dingin kepada Nayla, bahkan pagi tadi sepanjang jalan ia juga sibuk berbicara dengan Bayu via telpon.


Dikampus Ares melihat Laras yang sedang menangis, awalnya Ares ingin mengabaikannya namun karena rasa iba Ares menghampiri Laras.


Laras bercerita kalau ibunya tiba tiba masuk kerumah sakit, ia juga tak bisa berkonsentrasi mengemudi.


Dengan bodohnya Ares ia menawarkan tumpangan kepada Laras, sesampainya dirumah sakit Laras memeluk Ares dengan Erat.


Ares sendiri bingung siapa yang mengirim foto itu kepada Nayla.


Ares merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu, sambil menangis Ares terus memandangi foto Nayla di ponselnya.


***



Semua teman teman Nayla terus menunggu Nayla hingga sadar, walaupun sejak tadi Nayla belum menunjukkan jika dirinya akan sadar.


" Nay sadar Nay Lo pasti kuat Nay " ucap Anin dari luar ruangan


" Nin.." panggil seorang laki laki yang ia hafal suaranya, Anin pun menoleh ke sumber suara tersebut.


" Rio.." Anin langsung berlari menghampiri Rio dan langsung memeluknya

__ADS_1


" Nin.. Lo yang sabar yah " Rio mengelus punggung Anin


Rio berkali kali menghubungi Anin namun sayangnya selalu gagal, akhirnya Rio mencoba menghubungi Alvian dan Alvian memberitahu semuanya.


Alvian tau saat ini Anin membutuhkan Rio, bohong jika Alvian bilang ia tak cemburu ia hanya menurunkan egonya agar Anin merasa lebih baik.


" Gue disini Nin, gue akan nemenin lo kita lewatin bareng bareng yah " ucap Rio


Anin merasa nyaman dipelukan Rio, namun tanpa ia sadar ada Alvian yang sejak tadi memperhatikan keduanya.


" Makasih Ri " ucap Anin setelah melepaskan pelukannya


Noval.. Sejak tadi Noval terus berdiri menatap Nayla yang terbaring didalam tidak sadarkan diri.


Sejak semester satu Noval sudah memiliki perasaan kepada Nayla, namun ia selalu menutupinya dengan sikap sikap isengnya kepada Nayla


Hingga akhirnya ia tau jika Ares adalah suami Nayla, tapi Noval tak ingin menyerah terlebih dengan apa yang sudah Ares lakukan membuat Noval menjadi sakit hati kepada Ares.


" Val nih lo minum dulu, daritadi lo belum minum apa apa kan terus mending Lo tidur juga biar ga drop " ucap Ana yang berdiri disebelah Noval


" Na, apa gue terlambat yah " ucap Noval


" Terlambat gimana..? ga ko Val lo ga terlambat, untung aja ada Lo tadi "


" Bukan.. Bukan itu " Noval menggelengkan kepalanya


" Apa gue terlambat buat nyatain perasaan gue ke Nayla " Noval berbalik dan menatap Ana


" Gue tau Nayla udah nikah sama Pak Ares, tapi gue ngerasa dia ga cocok sebagai suami " ucap Noval


" Lo tau darimana..?' ucap Naya terkejut


" Pak Ares yang ngomong ke gue " Noval kembali menatap Nayla


" Gue suka sama Nayla Na dari semester satu, bahkan kayaknya gue sayang dan cinta sama dia "


" Terus kenapa Lo ga ungkapin dari dulu..?' tanya Ana


" Gue belum ada keberanian Na, hingga akhirnya gue nyesel sekarang"


" Yaudah yang penting sekarang Lo makan dulu, atau seenggaknya Lo minum deh terus istirahat biar kita gantian "


" Gampang, kalian semua istirahat dulu aja biar gue yang jaga "


" Yaudah Lo jangan kecapean yah "


Noval tak lagi menjawab ia hanya mengangguk, sedangkan Ana sudah meninggalkan Noval.


***

__ADS_1


Ares kembali memberanikan dirinya pergi kerumah sakit, setelah bertanya ruangan Nayla ia langsung segera pergi menuju ruangan Nayla.


Ares berjalan melewati lorong rumah sakit, semua tampak sibuk dengan kegiatan masing masing.


Ares terus berjalan hingga ia sampai, disana sudah ada orangtuanya, Ibu Nayla, dan yang lainnya.


" Ibu.. Ibu kapan datang" Ares menghampiri Bu Sri


Bu Sri tak menjawab ucapan Ares, justru ia melemparkan sebuah tatapan marah kepada Ares.


" Kamu bilang bisa menjaga Nayla, mana buktinya hah mana..?? Kamu lihat disana Res, anak saya.. Anak saya satu satunya terbaring disana Ares " ucap Bu Sri dengan menangis


" Bu maafin Ares Bu " Ares menatap Bu Sri dengan sendu


" Kemarin saya sudah kehilangan suami saya, apa sekarang sayang akan kehilangan anak saya juga..? Dasar laki laki ga bertanggung jawab " Ucap Bu Sri kembali


" Bu ibu sabar yah Bu " Anin memegang kedua lengan Bu Sri dan menjauhkan dari Ares


Ares berjalan mendekati kaca ruangan Nayla, ia melihat Nayla yang belum juga sadar.


Dokter dan suster datang untuk mengecek kondisi Nayla, mereka pun masuk kedalam dan mengecek kondisi Nayla.


Semua orang menunggu kabar dari sang dokter, begitu juga dengan Ares yang berdiri menatap sang istri.


" Naylaa kamu kuat sayang " gumam Ares


Dokter dan perawat keluar sambil berpandangan, semua orang bertanya tanya tentang apa yang akan terjadi.


" Gimana dok kondisi istri saya " Ares memberikan diri bertanya


Sang dokter menarik nafas sebelum memberikan kabar kepada keluarga tersebut.


" Mohon maaf dengan berat hati saya harus menyampaikan jika istri anda mengalami mati otak " ucap Sang Dokter


" Mati otak..?. maksudnya gimana dok, anak saya selamat kan dok " ucap Bu Sri


" Mati otak itu sendiri membuat pasien tidak dapat sadar dari komanya, semua sarafnya berhenti bekerja. Bisa kita bilang pasien meninggal " jawab sang Dokter


" Meninggal..? Engga ga mungkin kan dok, istri saya baik baik saja kan dok " ucap Ares yang histeris


Semua orang menangis, tak ada yang menyangka jika Nayla pergi secepat ini.


" Nayla bangun Nayla, maafin mas Nayla " Ares terus memanggil Nayla


" Res Lo sabar Res, ikhlasin Res " ucap Alvian


" Nayla.. Sayang bangun yuk kita pulang sayang " Ares terus berteriak memanggil Nayla


Semua orang saling berpelukan tak menyangka jika Nayla akan meninggalkan mereka selama lamanya

__ADS_1


__ADS_2