
" Bay, kamu lihat handphone saya ga yah " Ucap Ares sambil memeriksa kantong celana dan jasnya
" kayaknya dari tadi bos ga megang hp deh "
Karena Ares ada meeting mendadak dengan perusahaan jepang, Ares pun terburu buru hingga lupa dengan handphonenya.
" Masih di mobil kali bos " ucap Bayu
" Hmm yaudah deh, saya sekalian pulang aja udah jam 8 juga "
" Oke bos siap "
Arespun segera pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobil, dan benar aja ia melihat ponselnya tertinggal di dalam mobil
Ares melihat banyak pesan yang masuk kedalam ponselnya, ia langsung membuka satu persatu pesan yang belum ia baca.
[Nayla : Aku langsung pulang mas bareng sama Naya dan yang lain]
[Ares : Maaf sayang, Mas baru selesai meeting ini mau pulang Nayla mau mas beliin apa..?]✓
[Anin : Panggilan tak terjawab 20 Kali]
[Anin : Dimana Lo bngst...??]
[Anin : Gausah kesini atau nyari Nayla.!!]
[Ares : Ga ada sopan sopannya Lo chat gue kayak gitu, apa maksudnya Lo chat gue kayak gitu]✓
[Alvian : Panggilan tak terjawab 50 kali]
[Alvian : Nayla kecelakaan kondisinya kritis]
[Alvian : Tapi sebaiknya Lo ga perlu cari deh Res]
[Ares : Res bilang sama gue semua ini bohong]✓
[Ares : Res, dimana istri gue Res ]✓
[ Nomor yang anda tuju tidak menjawab]
[Naya : panggilan tak terjawab 30 kali]
[Naya : Selamat Sore Pak Ares, Bapa lagi dimana ya]
[Naya : Pak tolong angkat telpon saya pak]
[Naya : Pak Naya kecelakaan, saya mendapatkan kabar dari Noval]
[Naya : Pak Ares..]
[Ares : Nay, dimana Nayla sekarang]✓
[Ares : Nay saya mohon balas]✓
[Nomor yang anda tuju tidak menjawab]
Ares memegang ponselnya dengan tangan yang gemetar, ia tak mampu menahan air matanya.
" Nay.. Kamu dimana Nay.." gumam Ares sendiri
Ares terus mencoba menghubungi semuanya, namun sialnya tak ada satupun yang mengangkat panggilannya.
***
__ADS_1
Sejak tadi semua orang menunggu Nayla, tak ada tanda tanda akan Nayla sadar.
Dokter memberitahu jika benturan cukup keras, Nayla juga mengalami patah tulang dibagian kaki dan tangan kirinya.
Nayla juga sepertinya mengalami benturan di kepala cukup kuat, Nayla juga mengalami pendarahan cukup parah.
Anin meminta kepada semuanya untuk tidak membalas atau mengatakan kepada Area dimana keberadaan Nayla, Noval pergi ke kantor polisi untuk dijadikan saksi kecelakaan Nayla.
" Semua ini gara gara Bang Ares, bngst emang " ucap Anin yang benar benar emosi
" Sabar Nin sabar, aku tau kamu emosi aku juga emosi Nin " ucap Alvian yang duduk disebelah Anin
" Pak Ares dari tadi tlp terus " gumam Naya melihat panggilan Ares
" Diemin aja Nay, biar aja di urus tuh cewe murahan " ucap Anin dengan ketus
Mereka terus menunggu kabar dari sang dokter, namun sejak tadi belum ada kabar baik yang mereka dengar.
***
Ares berkeliling rumah sakit satu persatu rumah sakit untuk mencari keberadaan Nayla, namun sudah 4 rumah sakit belum ia mendapatkan keberadaan Nayla
Ares kembali mendatangi rumah sakit, sebelum masuk ia mencoba mengatur nafasnya ia berharap bisa menemukan Nayla.
Ares keluar dari dalam mobil dan tanpa ia sengaja ia melihat mobil Alvian yang terparkir, rasa lega ia rasakan
Dengan cepat Ares berlari masuk kedalam, ia langsung bertanya tentang Nayla dan benar ia berada dirumah sakit ini.
Ares langsung pergi menuju ruang IGD, saat ia sampai semua orang menatap Ares dengan penuh amarah terutama Anin.
" Nin.." panggil Ares pelan
Anin melangkah menuju Ares ditatapnya wajah Ares dengan emosi.
Plak..
" Kamu apa apaan sih Nin hah apa apaan " tanya Ares menatap Anin
" Rasa sakit itu belum seberapa dengan rasa sakit yang Nayla rasain sekarang bang, dia.."
Anin menjeda kalimatnya karena rasa sesak di hatinya
" Diaa.. dia kayak gini tuh karena Lo bang Ares karena Lo, dasar suami ga berguna bo*oh" Ucap Anin bergetar
" Gue..? gue ga lakuin apa apa Nin, kenapa Lo nyalahin gue " ucap Ares yang tak terima disalahkan
" Pak Ares tadi saat kita mau pulang kita semua termasuk Anin ngeliat bapa sama Laras masuk ke mobil bapa " timpal Naya
" Tapi—" belum sempat Ares menjelaskan Anin menyodorkan foto yang Nayla terima
" Ini.. Ini Lo kan bang..? Hah apa lagi yang mau Lo bantah..?" Anin menunjukkan foto yang Nayla terima
" Gaa ini ga seperti yang kalian pikir gue bisa jelasin " ucap Ares
" Lo sadar ga sih Bang, Lo punya adik perempuan dan Lo malah nyakitin perempuannya lain. " ucap Anin dengan sinis
" Mending sekarang Lo pergi deh Bang, Lo ga di harapkan disini " Anin mendorong tubuh Ares
" Gue mau ketemu istri gue Nin.." Tolak Ares
" Lo ga denger gue ngomong apa, Lo ga di harapkan disini jadi mending Lo pergi sebelum gue suruh security buat ngusir Lo " ucap Anin sekali lagi
Saat Anin dan Ares tengah berdebat hebat, ada dua sosok orang yang Anin dan Ares kenal.
__ADS_1
" Mah.. Pah.. " panggil Ares sedangkan Anin melangkah meninggalkan ketiganya
Plak..!!
Ares kembali mendapatkan tamparan diwajah oleh sang Papah.
" Papah ga pernah ngajarin kamu menyakiti istri kamu Ares, ini juga bukan sekali kamu seperti ini kan " ucap Pak Erlangga dengan amarah
" Tapi Pah Ares—" lagi lagi belum sempat Ares menjelaskan ucapannya di potong
" Kamu yang minta kepada kami, kepada orangtuanya untuk menjaga Nayla tapi apa kenyataannya kamu lihat sekarang istri kamu " ucap Bu Amanda
" Mah .. Pah dengerin Ares dulu "
" Pergi kamu dari sini " usir Pak Erlangga
" Didalam ada istri Ares Pah Mah, Ares harus jagain Nayla " ucap Ares dengan memohon
" Pergi saya bilang Ares, saya ga Sudi punya anak yang menyakiti wanita apalagi wanita itu adalah istrinya "
Ares tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia menatap kedua orangtuanya dengan memotong agar bisa tetap disini.
" Udah Res mending Lo pergi sekarang, ada kita yang bakal jagain Nayla " ucap Alvian
" Tapi Al, istri gue disana Al.. Nayla istri gue Al " ucap Ares yang masih menolak
" Kalau kamu tak bisa menjaga Nayla biar kami yang akan memisahkan kamu dengan Nayla, dan Alvian yang akan mengurus semuanya " ucap Pak Erlangga
" Paahh aku sayang sama Nayla aku cinta sama Nayla Pah "
" Alvian tolong suruh dia keluar, saya ga Sudi melihat dia "
Alvian pun menuruti ucapan Erlangga, Alvian memegang kedua bahu Ares dan mengajaknya keluar.
" Lebih baik Lo pergi dulu Res, semua lagi panas " ucap Alvian sambil mengajak Ares keluar
" Tapi Al Lo percaya kan sama gue "
" Sorry untuk kali ini gue ga percaya ke Lo Res, terlebih beberapa kali Nayla cerita tentang kedekatan Lo sama Laras "
" Tapi gue beneran ga ada apa apa Al sama dia, please percaya sama gue Al "
" Lo pulang dulu yah, Lo doain aja Nayla segera sadar "
Setelah mengantar Ares hingga luar, Alvian kembali masuk kedalam.
Ares melangkah penuh sesal, andai saja ia tak memberikan tumpangan kepada Laras semuanya tak akan seperti ini.
Saat Ares hendak masuk kedalam mobil, ia melihat Noval yang baru saja tiba dengan cepat Ares menghampiri Noval.
" Pak Ares, bapa ngapain disini..?" tanya Noval
" Kamu sendiri ngapain disini..? "
" Saya mau nemuin Nayla, kan tadi saya yang bawa Nayla kesini Pak "
" Kamu yang bawa Nayla, kenapa bisa..?"
" Lain kali aja ya pak saya cerita, saya mau masuk kedalam "
" Saya suami Nayla " ucap Ares dengan cepat
Noval yang terkejut langsung terdiam, ia mematung untuk beberapa saat
__ADS_1