
Naila sudah rapih dengan penampilannya dibantu oleh Anin, Anin semalam menginap dirumah Ares diantar oleh Rio.
" Iii cantik " puji Anin kepada Nayla
" Istri gue Mah emang cantik, baru tau " ucap Area yang menghampiri keduanya tak lupa Ares memberikan kecupan di pipi Nayla
" Yaa bagus, dunia milik kalian berdua yang lain ngontrak" ucap Anin dengan ketus
" Hahaha yaudah sini mana uangnya, bayar dong buat ngontrak " Ares mengulurkan tangannya
" Buat aku juga " Nayla ikut melakukan hal yang sama kepada Anin
" Udah sana sana kalian berangkat, gue mau sendiri aja nunggu Rio "
" Yaudah gue jalan duluan ya sama Nayla, byee "
Dengan segera Ares membantu Nayla yang baru saja menggunakan kruk, Nayla tak nampak kesulitan.
Setelah masuk kedalam mobil, Ares segera mengendarai mobilnya menuju kampus.
" Mas, Nanti Nayla ikut ya ke kantor"
" Beneran..?? Ga bosen nanti..?? " tanya Ares meyakinkan
" Ada Pak Bayu, nanti Nayla sama dia ga apa apa " jawab Nayla
" Yaudah kalau gitu sayang " Jawab Ares mengangguk
Nayla pun kembali fokus dengan ponselnya, sedangkan Ares fokus dengan mobil yang ia kendarai.
Begitu sampai di kampu semua teman teman Nayla menyambut dirinya, namun ia tak melihat keberadaan Noval seperti biasanya.
" Waah kamu udah ga pakai kursi roda Nay " ucap Ayu bahagia
" Iyah dong, eeh Noval kemana tumben tuh anak ga ad?? " tanya Nayla
" Kenapa?? Kamu kangen, baru sehari ga ada udah nyariin gitu " ucap Ares yang berdiri dibelakang Nayla
" Engga Mas Ares, dih pikirannya negatif aja nih " jawab Nayla dan Area hanya tersenyum
Dengan segera mereka pun langsung menuju ruang kelas, begitu juga dengan Ares yang pergi lebih dulu keruangannya.
**
Anin dan Rio tengah duduk di cafe, mereka merencanakan untuk sarapan bersama.
Sejak pagi Rio tengah disibukan beberapa pekerjaan, bahkan saat makan pun Rio masih sibuk dengan ponsel dan tabnya.
" Tumben kamu sibuk banget Ri " ucap Anin sambil memasukkan sepotong kue ke mulut Rio
" Iyah sayang, maaf ya aku jadi cuekin kamu " ucap Rio yang merasa tak enak kepada Anin
__ADS_1
Anim hanya mengangguk anggukkan kepalanya, Anin tak marah sebab ia tau bagaimana berada di posisi Rio.
Rio meletakkan ponsel dan Ipad-nya, ia pun segera meraih tangan Anin yang sejak tadi ia diamkan.
" Aku kerja keras buat kamu dan buat anak kita Nin, jadi maaf banget kalau aku kadang sibuk sampai lupa sama kamu " ucap Rio yang merasa bersalah
" Aku ngerti sayang, sini aku suapin lagi " ucap Anin dengan tersenyum, ia pun kembali memasukan sepotong kue kepada Rio
" Malam Minggu aku mau ajak kamu kesuatu tempat, kamu mau?? " ucap Rio yang sudah menyusun rencana
" Hemm mau aja asal sama kamu hehe " Anim tersenyum dan diikuti oleh Rio
Setelah selesai sarapan keduanya pun kembali masuk kedalam mobil, begitu sampai Anim langsung mengambil kaca dari dalam tasnya.
" Mau ngapain sayang ?? " tanya Rio penasaran
" Pakai lipstik " jawab Anin sambil mengeluarkan lipstik dari dalam tasnya
Rio mengambil lipstik dari tangan Anin, dan dengan cepat menarik pelan wajah Anin.
Rio memberikan ciuman di bibir Anin, dan Anin pun membalas ciuman Rio.
Rio bergantian mencium bibir Anin, begitu juga dengan Anin yang mengimbangi ciuman Rio.
" Aku sayang kamu Nin " ucap Rio begitu Anin mengakhiri ciuman mereka
" Aku juga sayang kamu RI " balas Anin sambil mengelus wajah Rio
***
Mata kuliah pun selesai, Nayla langsung memasukan bukunya kedalam tas miliknya.
" Mau nongkrong dulu ga?? " tanya Naya yang sudah selesai merapikan bukunya
" Gue ga dulu yah, gue mau ikut Mas Ares ke kantor" jawab Nayla
" Oo yaudah, ini Lo mau keruangan Pak Ares berarti?? " tanya Ayu dan Nayla mengangguk
" Yaudah ayo kita anterin " ucap Ana
Mereka pun segera mengantar Nayla menuju ruangan Ares, dan kebetulan pria itu juga baru selesai dan hendak masuk keruangannya.
" Makasih yah " ucap Nayla kepada teman temannya
" Iyah, kita duluan yaa byee " Ucap Naya dan mereka pun langsung pergi
" Ayo sayang masuk " ajak Area dan Nayla mengangguk
Area membantu Nayla untuk masuk kedalam, begitu disudah diruangan Ares, Nayla duduk di sofa ruangan Ares.
" Mas Ares, bantuin Nayla dong bikin makalah hehe " ucap Nayla sambil mengeluarkan catatan di tasnya
__ADS_1
" Yaudah Nayla kerjain dulu sebisa Nayla, nanti kalau ga bisa baru Mas bantu " jawab Ares sambil merapihkan berkasnya
" Tugas Nayla banyak Mas Ares, belum tugas dari Mas Ares, terus dari Pak Santo, belum lagi dari Pak Yusuf, terus Pak Yandi. Aduuhhh pusing deh Nayla "
Ares tertawa mendengar keluhan dari sang istri, ia pun duduk di sebelah Nayla.
" Kasian istri Mas, yaudah nanti Mas bantuin. Mas bantu doa, mas bantu siapin cemilan, mas bantun begadang, mas bantu pijitin kepalanya kalau pusing hehehe " jawab Ares sambil memeluk Nayla
" Nyebelin, nanti minta bantu sama Pak Bayu aja lahh. Nanti Mas yang upahin yaah, hehe " ucap Nayla
" Yaudah Iyah, bantuin yah bukan kerjain "
Nayla mengangguk kepalanya, dan Ares segera mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangannya bersama dengan Nayla.
Sepanjang jalan menuju parkiran banyak mahasiswi yang melirik kearah Nayla dan Ares, namun Nayla mencoba mengabaikannya dan tak mengambil pusing.
Akhirnya Nayla dan Ares pun sampai di dalam mobil, Nayla langsung meletakkan tasnya ke kursi belakang dan diikuti oleh Ares.
Nayla memutar lagu untuk mengisi keheningan perjalanan mereka, sedangkan Ares mulai mengendarai mobilnya.
Saat Nayla tengah fokus dengan ponselnya, ia mendengar Ares yang tengah bernyanyi.
" I'm so in love with you
And I hope you know
Darling, your love is more than worth its weight in gold
We've come so far, my dear
Look how we've grown
And I wanna stay with you until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
I wanna live with you
Even when we're ghosts
'Cause you were always there for me when I needed you most "
Nayla memberikan tepuk tangan kepada Ares, sedangkan laki laki itu hanya tersenyum malu.
" Baguss bagus waah suami aku hebat " Ucap Nayla sambil menepuk tangannya
Ares hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya, terkadang ada saja hal dan tingkah Nayla yang membuat Ares terhibur.
Ares benar benar beruntung memiliki istri seperti Nayla, ia berjanji dan bersumpah tak akan pernah menyakiti ataupun meninggalkan Nayla.
__ADS_1
Ares tak akan pernah mengulang kesalahan yang sama kepada Nayla..