Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 45


__ADS_3

Pagi ini Nayla dan lainnya berencana jalan jalan di Jogja, Nayla sudah mengajak ibunya namun Ibunya tak ingin ikut.


Ares menyewa mobil cukup besar agar mereka bisa tetap satu mobil, sepanjang jalan agar tak merasa sepi mereka memutar musik sambil bernyanyi bersama.


" Rio ayodong nyanyi " ucap Anin


" Wehh suara gue mahal " jawab Rio


" Gue sawer deh cepet nyanyi " ucap Ares


" Kalau ada saweran bisa diatur, mau lagu apa mau lagu apa "


" Lagu dangdut " jawab Nayla


" Ayoo ayoo " Naya dan lainnya ikut menyuruh Rio bernyanyi


Riopun akhirnya mengikuti keinginan teman temannya, semua tertawa mendengar Rio bernyanyi.


Setelah menempuh perjalanan, merekapun sampai di tujuan pertama yaitu candi Borobudur.



" Ayo Nin " Alvian menggandeng tangan Anin


Nayla dan Ares sudah jalan lebih dulu, dan di susul oleh yang lainnya.


" Ayo foto foto " ucap Naya yang siap mengabadikan gambar


" Mauu fotoin dong sama Mas Ares " ucap Nayla


Nayla dan Ares mulai berpose, mereka mengambil gambar dengan menggunakan ponsel milik Ares.


" gue gue juga mau " ucap Ana dan Ayu


" Tenang Nay, Lo nanti sama gue " ucap Rio yang melihat Naya sendiri


" Awas Lo modus " ancam Naya


" Dikit hehe " jawab Rio


" Yee gue tabok "


" Damai damai bercanda gue "


Naya dan Rio foto bersama, mereka mulai bergaya .


" Anin ayo kita foto " ajak Alvian dan Anin setuju


Anin dan Alvian pun langsung mengambil gambar bersama, hingga semua kebagian foto foto bersama.


" Panas banget ya Mas " Nayla merasakan cuaca yang mulai panas


" Yaudah kita mau pindah lokasi..?" tanya Ares


" Mau tapi gendong " Nayla mengangkat kedua tangannya


Ares pun langsung mengangkat tubuh Nayla, untung saja tubuh Nayla enteng jadi Ares tak merasa keberatan.


" Mulai deh bucinnya si laki bini satu ini " sindir Alvian


" Ihh yaudah Lo gendong aja Anin biar ga iri " jawab Ares


" Engga mau gue mah berat " jawab Anin yang merasa tak enak


" Ya gimana ga berat, makan nasi Padang aja sebakul abis " timpal Rio


" Sembarangan eehh sebakul itu juga berdua sama Lo ya " jawab Anin membela dirinya


" Dasar Anin gendut " ledek Rio


" Ga ngaca sendirinya juga udah mulai gendut, tuh roti sobek juga bentar lagi ilang " balas Anin

__ADS_1


" Udah sini aku kuat gendong kamu Nin tenang " ucap Alvian


Anin pun naik ke pundak Alvian sama seperti Nayla.


" Wlee Kak Alvian aja kuat, Lo aja yang payah " sindir Anin


Mereka pun turun menuju mobil.


" Kak Alvian aku turun aja kasian Kaka keberatan" ucap Anin


" Engga sayang, orang kamu ringan gini berat kamu berapa sih " tanya Alvian


" Hmm berat aku berapa yah terakhir sih nimbang 40 kak "


" Lah Kaka aja 70 Nin "


" Masa sih, tapi ko ga gendut "


" mungkin karena Kaka tinggi, kamu mau gendut atau kurus tetep cantik ko sayang dari dulu " puji Alvian


" Gombal hehe "


Rio berjalan bersama dengan Ana, Naya dan Ayu..


" Kak gendong gue juga dong, gue pegel nih " ucap Ana


" Sama kak gue juga " timpal Ayu dan Naya


" Ogaah makanya jalan tuh sama pacar, Lo bertiga jomblo ga laku ya "


" Dih sembarang,kayak Lo sendiri punya pacar aja kak "


Rio tak ingin berdebat ia mempercepat jalannya meninggalkan ketiga wanita itu


****


Kini mereka sudah berada di tujuan kedua yaitu candi Prambanan.



" Yaudah, tapi Lo yang traktir yah " jawab Anin


" Yaudah Iyah deh, Lo pada mau makan apa tinggal pesen " ucap Rio


" Okee siap " Anin mengacungkan jempolnya


Sebelum kembali berfoto, mereka pun memilih makan dulu. Entah karena cuaca yang panas atau apa, mereka memilih untuk makan bakso saat itu.


" Nin, Lo ga nyesel jadi sekretaris nya Rio..?" tanya Ares sambil melirik Gio


" Lah emang gua ngapa bang..? tenang jadi sekretaris gue mah santai, ya ga nin..?" Rio mencoba mencari pembelaan


" Engga santai buru buru juga " Anin mencoba tak membela Rio


" Wah lu parah Nin, jadi segini doang nih "


" Apasih Rio lebay tau ga Lo "


Anin menyentil dahi Rio yang emang duduknya disebelah Anin


" Kalian tuh berdua emang ya ga bisa akur " ucap Nayla melihat keduanya yang selalu bertengkar


" Biasa emang Rio tuh rada rada Nay " jawab Anin asal


" Udah udah makan, emang kita kesini tujuannya mau liat Lo berdua berantem apa "


" Mampus di omelin " ucap Naya


" Berisik lu " jawab Rio


Setelah selesai makan mereka pun kembali naik keatas, dan mulai berfoto foto kembali.

__ADS_1


" Kamu panas yah " tanya Ares melihat Nayla yang menutupi dirinya dengan tangan


" Engga apa apa mas, ayo udah foto foto lagi " ucap Nayla


Rio yang lelah pun akhirnya memilih duduk, ia melihat raut wajah Anin yang begitu bahagia.


" Galau nih ceritanya" ucap Ares yang tiba tiba menghampiri


" Kaga lah Bang " jawab Rio sambil menunduk


" berjuang, Anin juga tau siapa yang benar benar mencintai nya " ucap Ares sebelum pergi


Rio bingung dengan ucapan Ares, apa mungkin Alvian tak sungguh mencintai Anin..


" Rio Lo ngapain disana ayo sini " ucap Nayla memecahkan lamunannya


" Asiaaap Bu Negera " Rio pun kembali ikut berkumpul


Setelah puas disana mereka pun segera kembali kedalam mobil, mereka berencana akan bermalam mingguan di area Malino.


Selama di perjalan mereka sibuk melihat foto foto mereka, begitu juga dengan Nayla dan Ares.


" Istri mas ko cantik terus ya " puji Ares


" Mas Ares gombal ih "


" Cantik kalau ga sedih, kalau sedih mah ga cantik "


" Iyah engga sedih ko Mas "


Begitu juga dengan Anin dan Alvian, mereka melihat lihat foto mereka.


" Haha kak Alvian lagian mau aja pose kayak gitu ' ucap Anin


" Ya biar kamu seneng sayang " jawab Alvian


Semenjak jadian sudah beberapa kali Anin mendengar Alvian memanggilnya sayang, namun semua bagi Anin terasa biasa saja.


Rio memilih duduk bersama Ana, karena jika bersama Naya ia akan bertengkar terus.


" Kak Lo kenapa sih diem Mulu " ucap Ana melihat perubahan raut wajah Rio


" ngantuk gue Na " jawab Rio asal


" Ngantuk...? Perasaan Lo kaga nguap deh "


" Hoaaam " Rio pura pura menguap


" Oke gue percaya "


Rio kembali melamun walaupun sesekali matanya menatap punggung Anin dan Alvian.


***



Malioboro disini lah mereka sekarang, mereka berencana menikmati malam Minggu disini.


" Nin waktu itu kita sempet mau kesini kan yang kita ketemu dirumah sakit " ucap Rio


" Iyah tapi kan gajadi gara gara Lo sibuk "


" Ya maap Anin, lu kalau ngambek bibirnya bisa ga gausah maju "


" Bodo wlee "


Alvian hanya tersenyum melihat keduanya yang selalu bertengkar, tidak Alvian tidak cemburu ia justru tertawa melihat keduanya yang selalu bertengkar.


Saat mereka berjalan jalan, Anin melihat sosok laki laki yang tak asing baginya.


" Di..dia kenapa ada disini..?" ucap Anin gugup

__ADS_1


__ADS_2