Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 73


__ADS_3

Nayla menatap teman temannya bergantian, mengapa dari teman temannya tak ada yang bercerita masalah ini kepadanya.


" Nay Lo tenang dulu " ucap Noval


" Gimana gue mau tenang, coba kalau kalian bilang dari awal gue kan bisa make up atau dandan dulu " Ucap Nayla yang membuat teman temannya merasa terkejut


" Nay Lo lagi bercanda..? " tanya Naya yang sudah panik sejak awal


" Mas Ares udah tau belum yah, gue kasian sama dia " ucap Nayla memikirkan sang suami


" Naylaa suami Lo itu dosen, dia bisa ngelakuin apapun lah lo mahasiswa bisa apa..? " ucap Noval


" Gue istrinya dosen hehe, udah yuk ah kita ke kelas "


Nayla mencoba menutupi rasa kecewanya, ia bukan kecewa karena semua orang tau dia adalah istri Ares


Ia kecewa karena disaat kondisinya saat ini , pasti semua orang akan membicarakan Ares


***


Diruangan ini Ares tengah menunggu seorang wanita, ia memainkan bolpoin ditangannya dengan rasa emosi


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk " ucap Ares saat mendengar suara ketukan pintu dari luar


Tak lama pintu di dorong dengan pelan, dan muncul sosok wanita yang sudah Ares tunggu sejak tadi


" Permisi Pak, bapa memanggil saya " ucap Wanita itu


" Duduk " ucap Ares dengan tegas


Wanita itu adalah suci, orang yang sudah menyebar foto dirinya bersama dengan Nayla.


" Maaf Pak, ada apa ya pak bapa manggil saya..? " tanya Suci yang belum menyadari kesalahannya


" Jadi kamu ga ada merasa bersalah Suci..? " tanya Ares dengan menyadarkan tubuhnya ke kursinya


Suci diam karena ia tau jika Ares akan membahas foto yang ia sebar .


" Kemarin saya diam karena saya pikir hanya gambar saya yang nampak jelas di foto tersebut, tapi kali ini saya tidak terima jika foto istri saya ikut tersebar oleh kamu. " ucap Ares dengan setengah suara yang mulai meninggi


" M..maaf pak " gumam Suci pelan


" Jangan kamu pikir saya tidak tau apa apa tentang kamu, dan keluarga kamu. Saya juga bisa saja menyebarkan ini di kampus" ucap Ares mengeluarkan beberapa foto


" Bagaimana biar impas saya juga share foto kamu bersama pelanggan kamu..? Sepertinya seru " ucap Ares dengan santai namun menakutkan

__ADS_1


Suci menatap foto foto yang Ares berikan, disana ada foto dirinya yang tengah melayani laki laki.


Suci memang kerap tidur bersama dengan laki laki hidung belang, ia sering bergonta-ganti pasangan untuk mendapatkan uang.


" Pak saya mohon jangan pak saya sangat mohon " ucap Suci yang takut jika fotonya tersebar


Ares hanya tersenyum sinis, ia melihat jelas raut wajah Takut suci.


" Kamu tau Istri saya tak pernah melakukan apapun kepada kamu, bahkan dia merahasiakan hubungannya bersama saya agar tak ada kecemburuan Anatar mahasiswa lain. Tapi kamu dengan kebodohan kamu, dan rasa tak bersalah menghancurkan semuanya" kali ini Ares mulai meninggikan suaranya


" Apa lagi yang mau kamu sebarkan..? Atau kamu juga mau sebarkan foto pernikahan saya ..?? Iyah..? "


Ares benar benar sudah emosi, mungkin jika pelakunya laki laki Ares akan memukul nya berkali kali.


" Pak saya janji saya ga akan seperti itu lagi pak, saya mohon " ucap Suci yang terus memohon


Ares memberikan senyuman sinis kepada Suci.


" Kamu itu meminta maaf bukan karena bersalah, tapi karena kamu itu takut..!! " ucap Ares yang tak terpengaruh oleh maaf dari suci


" Kamu pikir dengan kamu minta maaf semua akan kembali seperti semula ..? TIDAK..!!


" Kalau saya yang hancur saya ga masalah, kalau saya yang sakit saya ga perduli, tapi ini Istri saya suci istri saya..!! " ucap Ares yang benar benar emosi


" Saya tau semua akan membicarakan istri saya, apa kamu pernah berfikir seperti itu..? Hanya demi sebuah gosip kamu dengan mudahnya menghancurkan seseorang "


Suci benar benar tak berani menjawab, sorot mata Ares pun bisa terlihat jelas jika laki laki itu tengah emosi.


" Kamu yakin akan melakukan apa saja pak " ucap Ares dengan tersenyum sinis


" Iyah pak saya yakin " jawab Suci dengan yakin


Ares tau apa yang akan ia minta.


***


Teman kelas Nayla semua memberikan Nayla semangat, Nayla merasa senang dan terharu.


Namun tetap saja Nayla merasa kasihan kepada Ares, ia takut jika Ares menjadi bahan omongan anak anak.


" Nay, anterin keruangan Mas Ares sebentar yuk " ucap Nayla setelah jam pelajaran usai


" Yaudah gue anter, mau gue tunggu..? " tanya Naya


" Boleh, gue ga lama ko " ucap Nayla mengangguk


" kalian tunggu di kantin aja yah, gue Keruangan Mas Ares dulu " ucap Nayla yang dijawab Anggukan teman temannya

__ADS_1


Naya pun langsung mengantar Nayla keruangan Ares, sebenarnya Naya masih tak habis pikir dengan sahabatnya.


Ia masih bisa memikirkan Ares padahal sebenarnya ialah yang tengah menjadi omongan satu kampus.


Tok. Tok.. Tok...


Naya membantu mengetuk pintu


" Masuk " ucap suara laki laki dari dalam


" Gue tunggu luar aja yah " ucap Naya dan Nayla mengangguk


Naya pun membantu Nayla untuk masuk kedalam, Ares terkejut saat melihat Nayla menghampiri dirinya.


" Sayang " panggil Ares


" Mas udah mau pergi ke kantor yah..? " tanya Nayla melihat Ares yang tengah bersiap


" Engga ko belum, ada apa sayang..? " Ares duduk di sofa agar sejajar dengan sang istri


" Mas Ares ga apa apa..? maafin Nayla ya mas " ucap Nayla dengan tatapan sendu


Ares terkejut dengan ucapan Nayla, padahal Ares begitu mengkhawatirkan Nayla tapi perempuan itu justru memikirkan dirinya.


" Maaf kenapa sayang..? Nayla ga salah apa apa, kenapa ada yang ngomong macem macem yah "


" Engga ada Mas, mas beneran ga apa apa ..?? Nayla beneran khawatir sama Mas Ares "


" Seharusnya yang ngomong seperti itu mas bukan kamu sayang, kenapa kamu khawatir sama mas..??? Mas ga masalah mau di bilang apapun, yang terpenting adalah kamu sayang. Mas justru gamau kamu kepikiran apapun, pokoknya Nayla gausah mikir macem macem yah " ucap Ares menenangkan Nayla


" Yaudah Mas, Nayla pergi dulu yah. Mas kalau udah sampai kantor kabarin Nayla ya " ucap Nayla sebelum pergi meninggalkan Ares


Sebelum pergi Ares memberikan kecupan di kedua pipi, kening dan bibir Nayla.


" Ayo mas bantu buat keluar " Ares membukakan pintu dan di depan masih ada Naya yang menunggu Nayla


" Nay, saya titip Nayla yah " ucap Ares kepada Nayla


" Mas Ares ih lebay " jawab Nayla


" Saya permisi pak " ucap Naya sambil mendorong kursi roda milik Nayla


Naya mengajak Nayla ke kantin, disana teman teman Nayla sudah menunggu.


" Maaf ga terima oranh bucin " ucap Noval ketika Nayla dan Naya sampai


" Gariing banget " timpal Nayla

__ADS_1


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba tiba ada seorang wanita menghampiri Nayla dan teman temannya


" Hai Nayla.. "


__ADS_2