
" Mita..? " ucap Ares yang mengenali wanita tersebut
" Ga nyangka ketemu disini, apa kabar " ucap Mita sambil memegang lengan Ares
" Baik kabar gue baik " jawab Ares dengan datar
" Udah lama banget ga ketemu, Lo makin ganteng aja Res " ucap Mita memuji
" Lo sama siapa Res..? Oo gue tau pasti sama Ade Lo yah, Ade Lo kenapa ko pakai kursi roda..? " tanya Mita melihat Nayla
" Dia bukan adik gue, dia istri gue Mit. Yang itu baru adik gue dan sebelahnya calon suaminya " ucap Ares sambil menunjuk Anin dan Rio bergantian
" Istri..? Ko ga kedengaran sih nikahnya, ga ngundang ngundang..? " tanya Mita yang penasaran
" Sengaja cuma mau pihak keluarga aja Mit " jawab Ares
" Eh Iyah Res gue minta nomor lo dong, kebetulan ada grup juga jadi nanti gue masukin ke grup " ucap Mita sambil memberikan ponselnya
Ares mengambil ponsel milik Mita dan mengetik nomornya di ponsel Mita,. sedangkan Mita terus menatap kearah Nayla.
" Nih " Ares mengembalikan ponsel milik Mita
" Oke deh nanti gue suruh masukin lo di grup ya " ucap Mita
" Yaudah Res gue duluan yah, byee " Mita pun pergi meninggalkan Ares dan yang lainnya
" Nin haus ga sih, terus gerah gitu yah " ucap Nayla menyindir Ares
" Mungkin karena ada setan kali yah tadi makanya hawanya ga enak gitu " jawab Anin
__ADS_1
" Kalau cemburu bilang aja kali gausah nyindir gitu dasar perempuan " ucap Rio menyindir keduanya
" Diem " ucap Anin dan Nayla bersamaan
" Bang belain dong, tadi kan gue belain lo " ucap Rio meminta pertolongan kepada Ares
" Gue ga minta di bela hahaha " jawab Ares diiringi tawa
" Ayo ada lagi ga yang mau dibeli, kalau udah kita pulang nanti keburu sore " ucap Ares
" Engga ada " jawab Nayla
Ares pun segera membayar semua yang dibeli, dan setelah itu mereka memasukkan kedalam bagasi dibantu oleh staf disana.
" Pulang kan..? " tanya Rio sambil memakai seatbelt nya
" Kamu cemburu yaa " Tanya Ares sambil mendekat kearah Nayla
" Mas Ares sanaan deh, ngapain sih deket deket" ucap Nayla mendorong tubuh Ares
" Gamau " Ares justru memeluk Nayla
" Iih Mas Ares lepas ah " Nayla mencoba melepaskan pelukan Ares
" Udah Nay nanti suruh tidur di luar aja " ucap Anin memberi saran
" Iyah aku suruh tidur di luar nanti, terus hpnya aku sita " ucap Nayla dengan ketus
" Ide bagus tuh Nay " ucap Rio yang tengah menyetir
__ADS_1
" Ko lo gitu sih RI, belain gue dong " ucap Ares
" Gamau tadi gue belain katanya ga butuh pembelaan dari gue " jawab Rio menyindir
" Sukurin " ucap Nayla dan Anin bersamaan.
***
" Gimana sayang rencana kamu berhasil ga..? " tanya Mamah Laras
" Berhasil dong Mah, pokoknya mamah tenang aja " jawab Laras dengan sombong
" Terus dengan Noval gimana..? "
" Kita manfaatin terus dong Mah, pokoknya kita harus terus dapat informasi dari dia "
" Pinter juga kamu yah, siapa suruh anak itu ga berpihak sama kita "
" Dia itu munafik Mah, padahal dia suka sama Nayla tapi dia gamau bantuin Laras. Coba kalau dia bantuin Laras, pasti dia bisa sama Nayla "
" Pokoknya kita harus terus manfaatin dia, jangan sampai dia curiga sama kita "
" Siap Mah "
Laras dan Sang Mamah terus mencari cara untuk menghancurkan rumah tangga Ares, walaupun bukan ia sendiri yang turun tapi ia bisa memanfaatkan orang lain untuk menghancurkan rumah tangga Ares
...****************...
__ADS_1