
" Nayla kenapa ko ngalamun sih " ucap Pak Agung menghampiri Nayla
" Engga pak cuma lagi ngebayangin aja kalau Nayla nikah apa suami Nayla akan seperti bapa "
" Naayy, semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing masing dan ga bisa semua orang itu sama. Tapi bapak selalu berharap nanti suami Nayla selalu sayang sama Nayla dan bahagiain Nayla, kalau suami Nayla jahat Nayla bilang sama Bapa biar bapa marahin terus bapa cubit bapa pukul siapa suruh nyakitin anak bapa yang cantik"
" Hahahaha Iyah pak omelin aja pak hahaha "
..
Kenangan sang Ayah tiba tiba teringat begitu saja dipikiran Nayla.
Nayla, Ares dan Bu Sri masuk keruangan dan melihat wajah Pak Agung yang pucat dan tubuhnya yang sudah dingin.
" Bapak ini Nayla pak, kenapa bapa pergi ninggalin Nayla. Katanya bapa mau marahin suami Nayla kalau suami Nayla jahat, nanti siapa yang marahin pak " Naya menatap wajah sang Ayah yang sudah kaku
" Kamu harus ikhlas ya nduk, bapa udah ga sakit lagi sekarang kamu harus kuat " Bu Sri mengelus pundak Nayla
" Bu Ares urus administrasi dulu ya biar jenazah bapa bisa dibawa pulang "
" Iyah Nak makasih yah "
Ares pergi keluar dan menuju ruang administrasi, ia juga memberi kabar kepada keluarga tentang kepergian ayah Nayla.
***
Setelah balik ke kantor Anin menyibukkan dirinya dengan beberapa berkas yang harus ia siapkan, tiba tiba ponselnya berbunyi panggilan masuk dari Ares.
Anin : Hallo Bang Ares, Kenapa Bang..?
Ares : Nin, Bapa Nayla meninggal dunia Nin
Anin : Innalilahi wainailaihi Raji'un, kapan Bang ...?
Ares : Tadi Nin, ini gue sama Nayla lagi di Jogja
Anin : Terus Nayla gimana kondisinya
Ares : Yaa dia lagi sama ibu diruang IGD nemenin jasad bapa
Anin : Yaudah Anin kesana yah Bang
Setelah selesai berbicara dengan Ares, dengan segera ia masuk mencari Rio.
" Ri..gue harus pergi Ri " ucap Anin dengan nada panik
" Pergi..? Pergi kemana Nin, duduk dulu cerita ada apa..?"
" Bapa Nayla, mertua bang Ares meninggal Ri gue harus ke Jogja sekarang "
" Biar gue temenin yah, kita berangkat sekarang '
" Tapi besok Lo harus meeting "
" Bisa di undur, ayo kita pergi "
Dengan segera Rio dan Anin pergi, Rio juga sudah meminta untuk segera dipesankan pesawat oleh asistennya.
Anin memberi kabar kepada Ayu sahabat Nayla, ia hanya memiliki nomor Ayu.
Anin : Hallo Yu, Yu aku cuma mau kasih kabar bapa Nayla meninggal dunia yu
Ayu : Innalilahi wainailaihi Raji'un, kapan Nin..?
__ADS_1
Anin : Barusan Anin dapat kabar dari Bang Ares, tolong sampaikan ke teman teman kamu yah
Ayu : Iyah Nin
setelah selesai mendapatkan kabar, Ayu langsung menghubungi semua sahabatnya, semua sepakat akan berangkat sekarang juga menemui Nayla.
****
Setelah semua proses administrasi selesai, Pak Agung pun dibawa pulang untuk selanjutnya dimandikan dan dimakamkan.
Pak Agung pulang dengan ambulance ditemani oleh Ibu, sedangkan Nayla pulang dengan Ares mengikuti dari belakang.
Nayla terus menangis disepanjang jalan, Ares sendiri hanya bisa menguatkan Nayla dan Ibu.
Sesampainya dirumah semua tetangga sudah berkumpul dirumah Nayla, jenazah diturunkan dan diletakkan diruang keluarga.
" Nayla yang sabar yah, harus ikhlas " ucap semua tetangga yang datang
" Maafin bapa ya kalau bapa ada salah " ucap Nayla kepada setiap tetangga yang datang
" Iyah bapa baik ko orangnya"
Tetangga terus berdatangan untuk memberikan doa, dan melihat pak agung untuk terkahir kalinya.
" Naylaaa " sapa Malika Tante Nayla
" Tante.. Bapa Tan " Nayla langsung memeluk tubuh sang Tante
" Iyaah Nayla yang ikhlas yah sayang " Tante Malika mengelus kepala Nayla
Ares berkumpul dengan bapa bapa lainnya untuk membahas lainnya ditemani dengan saudara Nayla yang baru datang.
Ayah Nayla kini sudah siap dimandikan, Ares pun ikut turun membantu.
Nayla dan Ibu Sri pun ikut menyiram, karena tak kuat mereka memilih masuk kedalam.
.
Mereka berangkat menggunakan pesawat pribadi rekan Rio, mereka memutuskan untuk berangkat bersama.
" Ayo kita masuk " ajak Anin
Saat mereka masuk mereka melihat Ares yang ikut membawa bapa Nayla yang usai dimandikan.
" Itu Pak Ares kan...?" tanya Ana
" Udah ayo kita masuk dulu " Ucap Anin
Mereka pun masuk kedalam dan melihat Nayla yang menangis sambil memeluk ibunya.
" Untung anaknya di Nayla sudah menikah yah "
" Iyaah, siapa nama suaminya saya lupa "
" Ares, mana ganteng lagi terus denger denger orang kaya "
Bisik bisik tetangga terdengar jelas ditelinga teman teman Nayla.
" Pak Ares dan Nayla udah nikah " ucap Naya
" Gue juga ga salah denger kan " jawab Ana
Tak lama mereka melihat Ares yang memeluk tubuh Nayla, mereka semakin yakin jika Ares dan Nayla memiliki hubungan.
__ADS_1
" Kalian kesana gih " ucap Rio memberikan saran
Anin, Ayu, Naya dan Ana menghampiri Nayla dan Pak Ares.
" Naylaa " ucap Anin menahan tangis
" Anin, Naya, Ana, Ayu " Nayla menatap satu persatu teman temannya
" Bapa aku udah ga ada " Nayla kembali menangis
" Sabar kamu harus kuat sayang, haru ikhlas " Ares mengelus pundak Nayla
" Tapi kemarin bapa udah sehat mas, mas liat sendiri kan waktu kita mau pulang "
" Iyaah sayang Iyah, udah itu teman teman kamu kasian jauh jauh kesini "
" Naylaa kita turut berduka cita yah " Naya memeluk tubuh Nayla
" Nay.. Bapa gue meninggal Nay " Nayla kembali menangis
" Sabar Nay, yang ikhlas yah " ucap Ana yang juga ikut memeluk Nayla
Ares membantu untuk mengkafani jenazah, setelah selesai jenazah dibawa ke masjid untuk di sholat kan.
Rio dan Alvian ikut ke masih untuk sholat jenazah, sedangkan Nayla dan ibunya duduk didalam mobil ditemani sahabatnya.
" Bu.. Nanti kalau bapa ga ada Nayla gimana Bu " ucap Nayla dengan sendu
" Ibu percaya Nak Ares pasti menepati janjinya menjaga kamu nduk "
" Iyah Nay, Bang Ares pasti akan jaga kamu dan ibu aku percaya " timpal Anin
" Makasih ya kalian bela belain datang kesini "
" Kita kan sahabat Nay, pasti kita akan selalu ada buat Lo " ucap Ayu
Setelah selesai di sholat kan, mereka kembali melanjutkan ke pemakaman. Ares menyetir mobilnya ditemani oleh Alvian, dan Rio ikut ambulance.
Sesampainya di pemakaman, Ares kembali membantu turun dan Nayla menatapi sang Ayah terkahir kalinya sebelum di timbun tanah.
Selamat jalan pak, Nayla menyayangi bapak
Pandangan Nayla tiba tiba kabur, dan setelah itu Nayla tak tau lagi apa yang terjadi.
**
Saat Nayla sadar ia melihat sudah berada didalam kamar ditemani oleh sahabatnya.
" Nay minum dulu " ucap Ana membantu Nayla untuk minum
" Kenapa gue disini "
" Tadi Lo pingsan Nay " jawab Naya
.
.
Ares duduk diluar bersama dengan Alvian, ia merasa harus menjelaskan kepada Alvian.
" Lo kenapa ga jujur sama gue Res, kenapa harus gue yang tau dan gue yang liat sendiri "
" Al gue minta maaf banget, gue bener bener minta maaf "
__ADS_1
" Lepasin dia Res, Lo terlalu banyak nyakitin dia "
Ares yang terkejut langsung menatap Alvian