Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 76


__ADS_3

Naila sudah rapih dengan penampilannya dibantu oleh Anin, Anin semalam menginap dirumah Ares diantar oleh Rio.


" Iii cantik " puji Anin kepada Nayla


" Istri gue Mah emang cantik, baru tau " ucap Area yang menghampiri keduanya tak lupa Ares memberikan kecupan di pipi Nayla


" Yaa bagus, dunia milik kalian berdua yang lain ngontrak" ucap Anin dengan ketus


" Hahaha yaudah sini mana uangnya, bayar dong buat ngontrak " Ares mengulurkan tangannya


" Buat aku juga " Nayla ikut melakukan hal yang sama kepada Anin


" Udah sana sana kalian berangkat, gue mau sendiri aja nunggu Rio "


" Yaudah gue jalan duluan ya sama Nayla, byee "


Dengan segera Ares membantu Nayla yang baru saja menggunakan kruk, Nayla tak nampak kesulitan.


Setelah masuk kedalam mobil, Ares segera mengendarai mobilnya menuju kampus.


" Mas, Nanti Nayla ikut ya ke kantor"


" Beneran..?? Ga bosen nanti..?? " tanya Ares meyakinkan


" Ada Pak Bayu, nanti Nayla sama dia ga apa apa " jawab Nayla


" Yaudah kalau gitu sayang "


Hari ini Nayla mulai membiasakan berangkat bersama dengan Ares, ia sudah tak memperdulikan ucapan orang lain mengenai hubungannya.


" Gimana sayang ajakan mas kemarin ? " tanya Ares yang tengah fokus menyetir


" Hemm gimana yaah "


" Ayolah, emang kamu tega membiarkan suami kamu ini pergi sendiri sayang "


" Iya Iyah Mas, Nayla mau ko "


Ares sedikit menoleh dan memberikan senyuman kepada istrinya itu, begitu juga dengan Nayla yang memberikan senyum kepada Ares.


Sesampainya di halaman kampus, Nayla merapihkan sedikit penampilannya.


" Udah cantik " ucap Ares memuji


" Mas Ares juga udah ganteng " Nayla membalas pujian Ares


" Tapi kayaknya ada yang kurang deh Nay, apalagi tadi juga belum dikasih dirumah " ucap Ares seolah memberikan kode


Nayla tersenyum mendengar ucapan Ares, dengan segera Nayla menarik Ares dan mendaratkan ciuman.


Nayla memberikan kecupan di kening, pipi dan Bibir. Ares menahan Nayla saat ia mencium bibir..


Teman teman Nayla menunggu di parkiran, mereka sudah melihat mobil Ares yang sampai tapi entah kenapa kedua nya belum turun atau membuka pintu.


" Tumben amat mereka belum turun, biasa langsung turun " ucap Ana


" Ya mungkin lagi.... " Noval menggantung ucapannya


Tak lama pintu mobil Ares terbuka, dan sosok laki laki tampan itu keluar lebih dulu dari dalam mobilnya.

__ADS_1


" Nah tuh anaknya " ucap Ayu


Ares membantu Nayla turun dengan menggunakan kruknya.


" Haii " sapa Nayla kepada teman temannya


" Lo bisa Nay " ucap Naya yang masih khawatir


" Bisa ko bisa, aman aman " ucap Nayla


" Udah sana Mas Ares pergi duluan, nanti aku sama temen temen " ucap Nayla melihat Ares yang belum beranjak pergi


" Iyaudah saya titip Nayla yah " Ares pun meninggalkan Nayla dan teman temannya


" Ayo kita ke kelas " ajak Nayla


Setelah kejadian di kantin kemarin tak terdengar lagi orang menjelekkan Nayla, justru kini semua beralih kepada Suci.


Begitu sampai di kelas mereka langsung duduk di kursi.


" Nay, itu si Suci ko berani beraninya sih ngomong gitu ke Lo sih " ucap Iin teman kelas Nayla


" Biarin aja, suka suka dia lah in " jawab Nayla


" Tapi denger denger dia itu simpenan om om tau " ucap Teman kelas Nayla yang lainnya


" Iyah satu geng, kan udah banyak yang tau juga " timpal yang lainnya


" Udah udah ko malah pada gosip sih, biarin aja dia mau seperti apa asal kita jangan kayak gitu " ucap Nayla agar teman temannya menghentikan gosip mereka


Jam pertama pun dimulai, Ares masuk kedalam kelas.


" Selamat pagi semuanya" sapa Ares seperti biasa


" Oke seperti biasa, saya akan absen kalian satu persatu " ucap Ares dengan ciri khasnya


Ares mulai mengabsen satu persatu murid nya, hingga tiba nama Nayla.


" Nayla—"


" Cieee " jawab satu kelas serentak sebelum Ares menyebutkan nama lengkap Nayla


" Jangan Nayla atuh pak, sayang gitu dong " ucap mahasiswa di kelas


" Nah Iyah tuh bener pak " timpal yang lainnya


Nayla hanya bisa menutup wajahnya dengan binder karena malu, begitu juga dengan Ares yang tersenyum malu.


" Ayo ayo ayo " ucap semuanya serentak


" Nayla Sayang " panggil Ares


" Ciee Nayla ciee "


" Hadir Pak " jawab Nayla pelan


Setelah itu Ares kembali mengabsen murid yang lainnya.


" Oke untuk hari ini selesai, dan saya minta tugas yang saya berikan Senin sudah siap " ucap Ares sambil merapihkan bukunya

__ADS_1


" Baik Pak " jawab semua serentak


Nayla pun juga bergegas memasukan bindernya kedam tas, sebab hari ini ia akan langsung pulang bersama dengan Ares.


" Gue langsung pulang yah, hari ini mau ikut ke kantor Mas Ares " ucap Nayla kepada teman temannya


" Tumben Nay " ucap Ayu


" Iyah besok juga soalnya gue harus ikut Mas Ares ke Bandung, kemungkinan pulang hari Minggu "


" Yaudah ayo " ajak Naya


Nayla dan teman temannya meninggal kelas mereka, tiba tiba Noval izin lebih dulu karena ada urusan mendadak.


" Noval kenapa..? " tanya Nayla bingung


" Engga tau, lo mau keruangan Pak Ares dulu..? " tanya Naya


" Iyah gue keruangan Mas Ares dulu, nanti gue sekalian bareng turunnya "


" Yaudah ayo kita anterin sampai sana Nay "


Nayla mengangguk setuju kepada teman temannya.


Setelah sampai diruangan depan ruangan Ares, teman teman Nayla pun pergi dan Nayla segera masuk kedalam.


" Mas Ares " panggil Nayla saat membuka pintu


" Hai sayang, sini duduk " ucap Ares dan Nayla mengangguk


" Kita mau berangkat kapan Mas..? " tanya Nayla yang sudah duduk di sofa


" Sebentar lagi ya sayang, Mas balas email dulu " jawab Ares yang masih sibuk dengan laptopnya


Nayla pun bangkit dari sofanya, ia duduk dipangkuannya Ares.


" Mas ga cape ..? "


" Engga, semua kerja keras Mas itu kan buat kamu buat anak anak kita nanti sayang "


Nayla memperhatikan Ares yang begitu lelah, ia mengajar sebagai dosen, mengurus perusahaan, belum lagi harus menemani Nayla yang kontrol.


" Oke udah selesai " ucap Ares mematikan layar laptopnya


" Kalau nanti kita udah punya anak, apa Mas Ares juga akan sibuk seperti sekarang..? " tanya Nayla tiba tiba


" Engga dong, keluarga itu prioritas buat Mas. " jawab Ares sambil memeluk Nayla


" Nayla boleh kerja ga mas..? "


" Mau kerja apa..? emang uang yang mas kasih buat Nayla kurang..? "


" Mau kerja jadi asisten pribadi Mas Ares, dikantor, di kampus, dirumah " ucap Nayla dengan tersenyum


" Boleh, tapi kira kira gajinya berapa yah berarti waktu kamu cuma buat Mas dong "


" Iyah, tapi Nayla mau minta bayarannya yang besar ke Mas Ares " jawab Nayla dengan semangat


" Berapa sih berapa..? "

__ADS_1


" Bukan soal uang Mas, tapi Nayla mau Mas Ares selalu ada buat Nayla, Mas Ares setia, sehat terus, dan nemenin Nayla sampai nanti "


Ares hanya tersenyum, ia tak menyangka jika hal itu terdengar dari Nayla


__ADS_2