
Dokter menyarankan agar orangtua Nayla dioperasi, dan akhirnya keluargapun setuju. Ares pun segera membayar semua biaya administrasi, dan akhirnya operasipun segera dilaksanakan.
" Ibu sama Nayla yang tenang yah, kita berdoa semoga bapa baik baik aja " ucap Ares menenangkan keduanya
" Iyah nak Ares, makasih yah " jawab bu Sri
Sambil menunggu operasi Ares pergi keluar untuk sekedar membeli makanan dan minuman untuk Nayla dan Ibu, saat Ares tengah mengantri ponsel miliknya berbunyi panggilan masuk dari Alvian.
" Hallo Al " saut Ares
" ....."
" Aaman ga apa apa ko, ini gue lagi di jogja Al cewe gue bokapnya masuk rumah sakit " ucap Ares menjelaskan semuanya
" ............."
" Iyah yaudah gue beli makan dulu, nanti gue kabarin lo lagi yah " ucap Ares ia pun mengakhiri panggilan
..
Nayla dan Ibunya duduk berdua saling berpelukan, Nayla takut ada yang terjadi kepada orantuanya ia belum siap untuk kehilangan ayahnya.
" Nduk handphone kamu kayaknya bunyi deh " ucap Bu Sri mendengar suara ponsel dari tas Nayla
" Ehh iyah bu, bentar Nayla angkat dulu yah bu " jawab Nayla
" Hallo Kak Alvian " ucap Nayla lebih dulu
"............."
" Oiya maaf kak Nayla kayaknya belum baca chat kaka deh " ucap Nayla kembali
"..........."
" Maf banget kak Nayla lagi pulang ke Jogja soalnya bapa Nayla masuk rumah sakit ini aja lagi nunggu operasi Kak " jawab Nayla
" ..........."
" Iyah Kak makasih banyak " kemudian panggilan pun berakhir.
.....
Alvian mendadak bingung dengan saat ini, mengapa Ares dan Nayla bisa memberikan jawaban yang sama kepada dirinya.
" Ah ga mungkinkan Ares sama Nayla " gumamnya sendiri
Ares tangah yang melamun tiba tiba dihampiri oleh Naya adiknya.
" Ngapain bang, bengong aja " ucap Naya mengejutkan
" Ehh engga Nay, eh iya Nay emang Nayla orang jogja yah..? " tanya Alvian
" Iyah bang, bapa sama ibunya orang jojga. Kenapa emang bang vian nanyain Nayla tiba tiba ? " tanya Naya penasaran
" Kamu pernah liat Ares sama Nayla deket ga di kampus gitu " tanya Alvian kembali
" Engga sih Bang justru Nayla itu benci banget sama Pak Ares, tapi kemarin Pak Ares belain Nayla di depan Bu Laras Bang sampe Pak Ares beliin kita makanan dan Pak Ares kayaknya khawatir banget sama Nayla " jawab Naya dengan yang ia lihat kemarin
__ADS_1
" Lagian kayaknya ga mungkin deh bang kalau Pak Ares sama Nayla jadian, orang jelas banget Nayla benci sama Pak Ares " lanjut Naya menjelaskan
" Hmm gitu yah " gumam Alvian
" Kenapa ko tiba tiba Bang Vian nanyain Nayla sama Pak Ares sih..? " tanya Nayla kembali
" Engga, kamu udah dapat kabar kalau orangtua Nayla masuk rumah sakit..? " tanya Alvian
" Engga belum bang, emang orangtua Nayla masuk rumah sakit..? sakit apa, coba deh Nayla telpon " ucap Naya mengeluarkan ponselnya
" Loundspeaker Nay " perintah Alvian
" Hallo Nayla aku denger dari bang Vian orangtua kamu dirawat, sakit apa Nay..? " tanya Naya khawatir
" Iyah Nay, bapa aku dirawat sekarang lagi di operasi " jawab Nayla
" Terus sekarang kondisinya gimana..? " tanya Naya kembali
" Kita masih nunggu sih Nay ( Ibu Nayla, ini makan dulu jangan sampe kita nunggu bapa tapi lupa sama diri kita sendiri ) " Saat Nayla berbicara terdengar suara laki laki disana yang berada dengan Nayla dan Ibunya
" Nay aku tutup dulu yah telponnya, daah " Nayla pun mengakhiri panggilan tersebut
Naya dan Alvian saling berpandanga.
" Itu siapa Nay ko kayaknya ada suara cowo " tanya Alvian
" Engga tau Bang, saudaranya kali.Yaudah Naya mau hubungin temen temen yang lain dulu deh " Naya pun pergi meninggalkan Alvian sendiri
Alvian semakin bingung dan curiga, ia berfikir jika Ares dan Nayla mempunya hubungan secara diam diam.
...
" Dari Naya mas " jawab Nayla
Ares langsung teringat jika ia mengatakan sejujurnya kepada Alvian, dan pasti Naylapun memberikan jawaban yang sama kepada Naya.
Ares pun mendadak panik ia takut jika Alvian merasa curiga kepada dirinya dan juga Nayla.
" Mas Ares kenapa ko diem..?" tanya Nayla melihat Ares
" Engga apa apa ko sayang " Jawab Ares dengan tenang
" OOO kirain mas Ares kenapa " gumam Nayla
Nayla Ares dan Ibunya masih menunggu operasi Bapak Nayla, mereka terus berdoa agar semuanya di berikan kelancaran.
Setelah lama menunggu, akhirnya suster memberi kabar jika operasi sudah selesai dilakukan dan mereka tinggal menunggu hasil selanjutnya.
Dokter menghampiri Nayla dan keluarga.
" Gimana dok keadaan bapa saya..?" tanya Nayla
" Operasinya lancar, tinggal menunggu bapa anda sadar setelah itu nanti kita akan coba lakukan pengecekan kembali " jawab sang Dokter
" Ini berarti bisa di pindah kerawat inap dok..?" tanya Ares
" Bisa, nanti bapa urus administrasi nya yah. Saya permisi dulu " jawab sang Dokter kemudian ia pergi
Ares dengan segera memesan kabar untuk bapa Nayla, ia memilih kamar VVIP untuk sang Mertua
__ADS_1
" Mas makasih yah udah begitu perduli sama Bapa " ucap Nayla
" Ga perlu makasih, udah kewajiban mas buat seperti ini " Jawab Ares sambil mengelus kepala Nayla
" Oiya mas sebenarnya tadi Kaka Naya ngajakin Nayla jalan terus Nayla bilang lagi ada di Jogja " ucap Nayla membuat Ares terkejut
" Ka..kamu bilang kalau kamu disini sayang..?' tanya Ares dengan gugup
" Iyah Mas, kenapa emang Mas..? "
" Mati lah guee " gumam Ares pelan
" Mas ada apa sih, jangan bikin Nayla panik Mas " ucap Nayla yang panik
" Engga apa apa Nay, nanti aja kita bahas yah " ucap Ares yang masih memikirkan Alvian
" Mas ke toilet dulu yah " ucap Ares beralasan dan ia segera pergi ketempat aman
" mampus gue mampus " gumam Ares sepanjang jalan
Ares pergi ke suatu tempat yang sepi, setelah itu ia menghubungi Anin agar Anin bisa membantu dirinya.
" Hallo Nin " ucap Ares lebih dulu
" .... "
" Nin gawat nin, kayaknya Alvian curiga sama Nayla dan gue nin " ucap Ares kembali
" ..... "
" Lo nanti pura pura jelasin apa lah gitu Nin, gue gamau dia salah paham Nin "
"....."
" Oke makasih Nin "
Setelah selesai Ares langsung memasukan ponselnya kedalam saku, tiba tiba ia dikejutkan oleh Nayla
" Mas katanya mau ke toilet ko kesini .?' tanya Nayla mengejutkan
" Ehh udah ko mas udah ke toilet " jawab Ares gugup
" Mas mending jujur deh ada apa sebenarnya, kenapa mas tutupin sih dari Nayla "
" Mas ga tutupin ke kamu Nay, beneran tapi mas ngerasa ini ga tepat waktunya "
" Yaudah apaa udah sih jelasin aja sekarang, mau kapan lagi Mas "
Baru saja Ares ingin menjelaskan ponselnya kembali berdering, Ares pun dengan cepat mengambil ponsel miliknya dari dalam saku
" Anin TLP ko mas ga angkat..?' tanya Nayla
" Nanti aja sayang " jawab Ares
" Angkat dan Loadspeaker ..!!" ucap Nayla dengan ketus
Karena Ares tak kunjung mengangkat Nayla langsung mengambil ponsel milik Ares dan mengangkat
" Hallo bang Ares, Bang nanti Alvian ngajak ketemu gue jelasinnya gimana bang..? Lagian Lo kenapa bilang apa adanya sih Bang, ah rese Lo " ucap Anin
__ADS_1
Nayla menatap sinis ke Ares, ia pun langsung mematikan panggilan Anin.