Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 71


__ADS_3

Siang ini Nayla tengah berada di kantin bersama dengan sahabatnya dan seperti janjinya kepada Ares , Noval terus menemani Nayla bahkan saat ini ia ikut berkumpul dengan Nayla dan lainnya.


" Eh Val lo ga ditanyain tuh sama temen geng lo " ucap Naya


" Engga gue ga punya geng " jawab Noval dengan datar


" Masa..? " ucap Naya kembali karena ia tak percaya dengan Noval


" Serius ngapain sih gue bohong, gue cuma punya temen doang tapi bukan geng kayak lo pada cewe cewe "


" Terus lo apa Val..? Gong hahha " jawab timpal Nayla


" Lo diem deh Nay, jangan ikut temen temen lo " jawab Noval


" Ih Noval galak banget sih, lagi pms yah " ledek Ayu


" Udah mending kalian ngobrol aja deh, gue ngomong sama Nayla aja yang aga waras biar dia ga ketularan elo pada " ucap Noval


" Emang Nayla mau ngobrol sama lo..? " ucap Ana


" Astagfirullah mulutnya pada lemes banget sih " ucap Noval


" Sabar Noval, orang sabar disayang "


" Naylaaa, orang sabar disayang Nayla " ucap Noval


" Macem macem kamu ya Noval " ucap seorang laki laki dari belakang


" Eh Pak Ares " Noval menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Mau pulang jam berapa nanti..? " tanya Ares kepada Nayla


" Jam 7 malam pak " jawab Noval


" Saya ga bicara sama kamu Noval " ucap Ares dengan ketus


" Mungkin jam 3 an Pak, kalau bapa mau ke kantor yaudah ga apa apa. " jawab Nayla yang sengaja memanggil Ares dengan Pak


" Saya ada meeting nanti di jam 4, jadi mungkin jam 5 baru sampai rumah. Jam 7 nanti kita harus ke dokter, jadi jangan lakukan apapun sampai saya pulang " ucap Ares yang tak tega meninggalkan Nayla


" Iyaah yaudah sana berangkat, kasian Pak Bayu pasti selama ini gantiin bapa " ucap Nayla


" Ga apa apa gantiin di kantor asal jangan gantiin dirumah, kalian tolong nanti temani Nayla dulu yah sampai saya pulang " ucap Ares yang kemudian meninggalkan Nayla


" Kantor..? Emang Pak Ares kerja di kantor juga..? " tanya Noval yang belum mengetahui siapa Ares


" Justru dia punya kantor oon, dia itu CEO " ucap Naya


Pantas saja Laras tergila gila oleh Ares, ternyata memang Ares adalah orang berada.


" Lah kampus ini juga kan juga ada dana dari keluarga Pak Ares " timpal Ana


" Ebuseett Nay, laki Lo ternyata kaya juga ya hehe " ucap Noval yang ternyata saingannya cukup berat

__ADS_1


" Apaa sih Val ga jelas deh " ucap Nayla yang malu


***


Hari ini Anin kembali bekerja sebagai sekretaris Rio, sejak pagi Anin disibukkan beberapa pekerjaan begitu juga dengan Rio yang sibuk dengan beberapa meeting.


Anin melihat jam yang sudah menunjukkan waktu makan siang, dengan segera Anin pun segera masuk keruangan Rio.


Tok.. Tok.. Tok..


" Permisi Pak Rio " ucap Anin sambil mendorong handle pintu ruangan Rio


" Sayang, sini " Rio merentangkan kedua tangannya


Anin pun mendekat kearah Rio, dan masuk kedalam pelukannya.


" Butuh di charge" ucap Rio dengan manja


" Emang kamu apaa butuh di charge..? " tanya Anin yang sudah melepaskan dari pelukan Rio


" Aku..? Kamu nanya aku apa..? "


" Yess. Kamu itu apa yaah "


" Aku ini calon suami kamu, emang kamu lupa " Rio menarik kembali Anin hingga jatuh dipangkuan Rio.


" oo calon suami sayaa toh " gumam Anin


Anin memberikan kecupan di pipi Rio.


" Kurang sayang, yang ini belum, ini belum, ini juga belum " Rio menunjuk kedua pipinya, kening dan juga bibir


Dengan tersenyum Anin kemudian memberikan kecupan di tempat yang sudah Rio tunjuk, saat berhenti di bibir Rio menahan bibir Anin.


Rio pun langsung ******* bibir Anin, ia menciumi bibir atas dan bawa Secara bergantian.


Anin melingkarkan tangannya di leher Rio, Rio pun memperdalam ciuman mereka.


Anin memejamkan matanya menikmati ciuman yang Rio berikan, hingga akhirnya Anin pun memilih untuk menyudahinya.


" Udah full belum..? " tanya Anin sambil mengelus pipi Rio


" Full banget " jawab Rio dan kemudian memberikan kecupan di pipi Anin


" Ayo makan emang kamu ga leper..? " tanya Anin yang sudah merasa lapar


" Laper banget nih, kita makan di luar aja yah " ucap Rio dan Anin mengangguk


Sebelum pergi Anin keruangan untuk mengambil ponsel dan dompet miliknya.


" Buat apa bawa dompet..? Mau bayarin makan yah " ucap Rio setelah didalam mobil


" Mau minta diisiin nih dompetnya sama kamu " ucap Anin

__ADS_1


" Boleh, mau diisi berapa sayang..? " tanya Rio sambil mengeluarkan dompetnya


" Eehh bercanda sayang " Anin menjadi panik saat Rio membuka dompetnya


" Ga bercanda juga ga apa apa, tapi aku ga megang cash hehe " Rio membuka dompetnya dan tak melihat uang di dalamnya


" Yaudah sini mau aku isi ga..? " Anin menawarkan balik kepada Rio


" Engga mau, udah ah kita ga jalan jalan nanti "


Dengan segera Rio melajukan mobilnya meninggalkan kantornya.


" RI aku jadi pengen ice cream deh " ucap Anin yang tiba tiba keingin ice cream


" Yaudah nanti setelah selesai makan kita beli ya sayang " jawab Rio


" Makasih " jawab Anin


" udah..? Makasih aja..? " tanya Rio


" Makasih sayangkuh " jawab Anin dan memberikan kecupan di pipi Rio


Rio hanya tersenyum mendapatkan ciuman dari Anin.


Keduanya pun sampai disebuah tempat makan Padang, Rio sangat tau jika Anin menyukai makanan ini.


" Waaahh aku takut kalap nih " ucap Anin melihat beberapa lauk di atas meja


" Pilih apapun yang kamu mau, atau kamu mau restoran nya beli beli " ucap Rio dengan khasnya


" Maunya beli tanah yang banyak terus bangun bikin kontrakan deh " jawab mengundang tawa untuk Rio


kedua pun menikmati makanan mereka , Anin yang melihat lauk di depannya pun manjadi kalap.


***


Siang ini Ares sudah mulai kembali ke kantor nya, selama ia menjaga Nayla ia mempercayai Bayu untuk menghandle semuanya.


" Permisi Pak ini ada beberapa laporan yang sudah saya siapkan untuk bapa periksa" ucap Bayu


" Oke makasih ya Bay, nanti saya periksa " ucap Ares meletakkan diatas mejanya


" Oiya pak kemarin saya mendapatkan info jika proyek kita di Bandung sudah hampir selesai, jadi mungkin bapa bisa kesana untuk melihatnya " ucap Bayu kembali


" Oke nanti saya akan atur jadwal, karena saya masih sibuk dengan istri saya " jawab Ares yang selalu tenang


" Oiya pak ngomong ngomong waktu itu ada perempuan datang kesini cari Pak Ares, saya juga tau dari bagian resepsionis sih tapi siapa ya namanya saya lupa "


" Jika bukan urusan kerjaan bilang saja saya tidak ingin menemui, sebab saya takut hal kemarin terulang lagi " ucap Ares


" Baik pak siap, kalau begitu saya kembali ke ruangan dulu pak " Ares mengangguk


Ares selalu tak pernah lepas dari ponsel nya, sebab ia tak mau kejadian kemarin terulang lagi kepada dirinya maupun Nayla

__ADS_1


__ADS_2