
Nayla, Ares, Rio dan Anin memilih untuk makan diwarung makan khas Sunda.
Setelah memilih makanan yang akan mereka makan, mereka segera menuju saung untuk nantinya makan.
Ting.. Ting.. Ting
" Hp siapa itu rame bener " ucap Rio mendengar suara notifikasi yang terus menerus
" Kayaknya hp gue deh " jawab Nayla yang kemudian mengecek ponselnya
Nayla terkejut melihat fotonya yang tengah di gendong oleh Ares tersebar di grup, walaupun sejujurnya disana tak ada yang mengenali Nayla yang bersama dengan Ares tetap Nayla merasa khawatir.
" Kenapa sayang..? " tanya Ares melihat raut wajah Nayla yang tampak bingung
" Ini Mas " Nayla memberikan ponselnya kepada Ares
" Apasih coba liat " ucap Anin yang juga ingin tau
" Ini siapa yang foto iseng amat " ucap Rio kesal
" Tapi mereka kayaknya gatau deh kalau yang di gendong itu Nayla " ucap Anin
" Ya tetep aja ga sih pasti mereka akan tau kalau aku perempuan itu " jawab Nayla
" Ya gimana Nay, cepat atau lambat pasti rahasia kalian akan terbongkar " ucap Rio
" Tapi apa ga apa apa Mas Ares, Mas Ares kan dosen disana sedangkan aku mahasiswa " ucap Nayla mengungkapkan kekhawatirannya
__ADS_1
" Nay udah kamu tenang aja, kampus itu juga masih ada sangkut paut sama keluarga kita jadi ga akan mungkin Bang Ares di pecat jadi dosen " ucap Anin
" Serius Mas..? Ko Mas Ares ga pernah bilang ke Nayla " ucap Nayla kepada Ares
" Yaa Nayla ga pernah nanya ke Mas " jawab Ares tanpa rasa bersalah
" Mas aneh deh, gimana Nayla mau nanya orang Nayla gatau " jawab Nayla yang kesal
" Yaudah kamu santai aja, Mas aja yang di gosipin santai. " ucap Ares dengan santai, ia tak ingin memperdulikan berita tersebut
" Bener Nay udah santai aja, paling kalau ada yang ngomongin kamu ngulang semester" ucap Anin
" Janganlah kasian Nin, bagaimana juga pasti kan ingin lulus tepat waktu "
" Udah Nayla tenang aja yah, Mas akan jagain Nayla jadi Nayla ga perlu khawatir ya " Ares membawa Nayla kedalam pelukannya
" Dih sirik " ketus Nayla
" Makanya udah cepat halalin, biar bisaa " ucap Nayla memberi kode
" Ya nanti kalau ga Sabtu Minggu deh " jawab Rio
" Ri Lo mau makin ngebet nikah ga..? " Ares kembali ingin memanasi Rio
" Kenapa emang..? " tanya Rio yang penasaran
Ares mencium bibir Nayla di depan Rio, Rio dan Anin membalas dengan tatapan sinis ke keduanya
__ADS_1
" yaak terus keluarin semuanya" ucap Rio menatap Ares sinis
" Jangan ah itu sih rahasia, ya ga mas " jawab Nayla
" Iyah betul " Ares mengangguk
Seketika Nayla melupakan masalah yang baru saja terjadi kepadanya.
Walaupun sejujurnya Nayla sudah siap jika hubungannya dengan Ares terbongkar, tetap saja Nayla memiliki ke khawatiran sendiri.
*
Setelah selesai makan keduanya pun memutuskan untuk pergi ke destinasi kedua, sesuai permintaan Nayla yang ingin mengunjungi Cimory.
Disana mereka memborong beberapa makanan yang menjadi ciri khasnya, Nayla juga berencana akan membagikannya kepada sahabat dan juga teman kuliahnya.
" Bang bayarin yah " ucap Anin sambil merangkul Ares
" Emang Rio ga ada duit buat beliin lo..? " saut Ares melirik kearah Rio
" Ya Allah bang Ares, gue bisa beli tokonya kalau Anin mau " jawab Rio yang mendapatkan lirikan Ares
Nayla pun tertawa mendengar ucapan dari Rio, ya memang Rio dan Ares selalu ada saja perdebatan diantara keduanya.
" Ares " sapa seorang wanita yang menghampiri keempat nya
Mereka pun saling berpandangan seolah bertanya tanya tentang wanita yang menyapa Ares.
__ADS_1