Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 46


__ADS_3

Anin berjalan mundur selangkah karena terkejut, Alvian yang berdiri dibelakang Anin pun menyadari perubahan Anin.


" Kamu kenapa sayang..?" tanya Alvian yang ikut khawatir


" Andri.. " gumamnya pelan namun terdengar oleh Alvian


" Mantan suami kamu..?" tanya Alvian yang ikut melihat kearah laki laki itu


" Seharusnya dia.. seharusnya dia ga disini kan harusnya dia itu .." Anin yang ketakutan tak mampu menyelesaikan pembicaraannya


Andri menyadari ada sosok Anin disana, ia langsung menghampiri Anin yang tengah berdua dengan Alvian.


" Haii Nin apa kabar..?" tanya Andri dengan mantap sinis


" Pergi..!!" bentak Anin


" Santai dong santai jangan galak gitu sayang " ucap Andri yang semakin senang melihat wajah ketakutan Anin


Ares melihat Anin dan Andri, laki laki yang Ares benci dengan kesal Ares pun menghentikan.


" Mas Ares mau kemana..?" tanya Nayla terkejut


Rio pun meminta yang lain untuk menunggu, Rio ikut menghampiri Anin.


" Ngapain lagi Lo muncul di hadapan Ade gue " tanya Ares dengan kesal


" Hallo Bang Ares apa kabar..?"


" Gausah nyebut gue dengan kata Bang, karena gue ga Sudi dengernya"


" Status Anin kan sekarang masih istri gue, kenapa udah jalan sama yang lain "


" Diem Lo, ayo Nin pergi " Ares menarik tangan Anin untuk menjauh


" Udah nikmatin aja bekas gue, ya walaupun emang blm gue sentuh tapi gue udah liat dalamnya kayak apa " ucap Andre yang kemudian pergi


BUG..!!!


Rio memukul dengan keras Andre, tak hanya satu pukulan Rio memberikan berkali kali pukulan.


Andre tak tinggal diam, ia menyuruh bodyguard nya untuk menghajar Rio.


" Rio " panggil Anin agar Rio pergi


Namun Rio tak pergi ia menghadapi para bodyguard Andre, Rio mendapatkan beberapa pukulan di wajah dan di perut.


Alvian dan Ares pun ikut membantu, namun baru saja mereka ingin membalas ada segerombolan polisi datang menghampiri mereka


Bodyguard Andre segera berlari, Rio mencoba bangkit sambil memegang wajahnya.


" Rio Lo kenapa lakuin itu sih " ucap Anin dengan khawatir


" Gue ga terima Lo di bilang kayak gitu Nin, emang Lo bodoh tapi g berhak orang ngomong kayak gitu ke Lo Nin.." Rio yang masih emosi tak dapat mengontrol dirinya


" Yaudah kita obatin dulu yah, gue beli obat dulu " Ares pergi bersama Alvian sedangkan Anin dan yang lain duduk menunggu Ares.


" Iiih jangan so soan berantem kalau emang ga bisa berantem " Anin memukul pelan lengan Rio

__ADS_1


" Tau Lo " timpal Naya yang ikut khawatir


" Gue gamau ada yang nyakitin sahabat gue "


Tak lama Ares dan Alvian datang, Anin pun langsung membantu mengobati luka Rio.


" Awww pelan pelan dodol " Rio meringis kesakitan


" Sabar ini gue udah pelan " ucap Anin sambil mengobati Rio


" Makasih yah RI, Lo udah ngelakuin kayak gitu " ucap Alvian


" Santai Anin kan sahabat gue "


Alvian melihat tatapan penuh khawatir kepada Rio, entah tatapannya tak pernah Alvian terima dari Anin.


***


Setelah puas berjalan jalan, Nayla dan yang lain pulang kerumah dengan larut malam


" Lo udah pada ngantuk..?" tanya Rio


" Belum sih, ngapain kek yuk " jawab Ana


" Makan aja gue laper " Rio memberi saran


Saat mereka tengah sibuk mencari kegiatan, keluar sosok laki laki yang ikut bergabung bersama mereka.


" Darimana ini baru pulang " ucap sosok laki laki yang keluar dari dalam rumah


" Ehh Om Tara " ucap Nayla memberi salam dan diikuti yang lainnya


" Iyaah, tuh Tante lagi sama Sri ngobrol berdua. Gimana Res sudah ada kabar baik belum "


" Hehe kita sepakat nunda sampai Nayla lulus "


" Oo gitu, terus ini kalian mau ngapain lagi..?" tanya Tara kembali


" Gatau nih kita sih belum ngantuk, tapi kayaknya makan mie enak deh " ucap Rio


Anin dan Nayla kompak menjulurkan tangan kepada Rio, sedangkan Ares dan Alvian hanya tersenyum melihat tingkah kedua wanita itu.


" Kompak bener " sindir Rio sambil mengeluarkan dompetnya


" Udah sini nanti gue sama Nayla yang beli " ucap Ares


" Halah bilang aja mau berduaan kan Lo, mau ngebucin " ketus Rio


" Jomblo dasar, iri yaaah "Nayla terus meledek Rio


" Nayla Nayla emang ga pernah berubah yah suka banget ngeledek orang " ucap Tara melihat kelakuan keponakan nya


" Emang om kayaknya nih dari lahir udah ngeselin dia " jawab Rio mencari pembelaan


" Yaudah kalau kalian mau pergi mau pakai motor om silahkan, ini kuncinya " Tara memberikan kunci kepada Nayla


" Ok Om, yaudah kita pergi dulu byee " ucap Nayla

__ADS_1


Nayla dan Ares pun pergi berdua menggunakan motor Tara, sedangkan yang lain diminta untuk menyiapkan apa apa saja yang di butuhkan.


Ini kali pertama Nayla menaiki motor bersama Ares, Nayla fikir Ares tak bisa mengendarai motor ternyata dugaannya salah.


Nayla memeluk Ares dari belakang dengan erat, ia merasa ini sangat romantis.


Setelah berputar putar akhirnya mereka menemukan minimarket yang buka 24 jam, dengan segera ia langsung masuk kedalam minimarket.


" Campur aja kali ya mas mienya " ucap Nayla sambil memasuka mie kedalam keranjang


" Iyah sayang " Ares ikut memilih mie yang mereka beli


Setelah selesai dengan per miean, mereka pun berkeliling mencari beberapa cemilan dan minuman.


" Kuaci kayaknya enak " Nayla memasukkan kedalam keranjang


" Minumannya jangan soda yah, mungkin teh teh aja " usul Ares


" Oke Mas "


Keduanya pun terus memilih cemilan untuk mereka beli, setelah cukup mereka langsung menuju kasir untuk membayar.


" Pakai kartu Mas aja " Nayla yang hendak memberikan kartu Rio dicegah oleh Ares


Ares memberikan kartunya kepada kasir tersebut, sedangkan Nayla tak henti henti menatap Ares dari samping.


"Tampan sekali, terimakasih tuhan telah mengirim Ares untukku. Aku merasa bersyukur memiliki suami seperti Ares "


" Heii ko bengong ayo sayang " Ares memegang kedua tas belanja


" Sini Nayla bantu " Nayla hendak mengambil namun Ares mencegah


" Berat, kamu cukup meluk Mas aja okee "


" Yaudah oke deh Mas "


Nayla dan Ares keluar dari minimarket tersebut, mereka merapikan belanjaan mereka agar dapat tersusun dengan rapih.


" Naah kan muat " ucap Ares dengan senang begitu juga dengan Nayla


" Iyalah jadi kan Mas Ares ga susah juga bawa motornya"


Baru mereka hendak pergi, tiba tiba sebuah mobil berhenti menghalangi motor Nayla dan Ares.


" Siapa sih rese banget " gumam Nayla pelan


Kemudian keluar sosok wanita, lebih tepatnya wanita yang Nayla dan Ares kenal.


Laras ... Wanita pengganggu itu datang menghampiri Nayla dan Ares.


" Ares yaampun kita tuh kayaknya berjodoh deh karena bisa tiba tiba ketemu disini"


" Apaan sih ga jelas " gumam Nayla pelan namun Ares dan Laura bisa mendengar


" Laura tolong... tolong jangan ganggu gue lagi, gue mau jaga perasaan istri gue " Ares merangkul pundak Nayla


Laras terkejut mendengar hal itu, ia tak pernah menyangka jika Ares sekarang sudah menikah.

__ADS_1


Ares menikah dengan mahasiswi nya saat ini, wanita yang Ares bela didepan Laras


__ADS_2