
Nayla mendadak kesal kepada Ares, karena ia tak jujur mengenai Alvian.
" Nay maafin mas Iyah mas ngaku salah " ucap Ares
" Kenapa mas baru cerita ke Nayla..? berarti tadi pagi pun yang kerumah kita Kak Alvian kan..? " jawab Nayla
" Ya karena mas pikir kamu masih ingin merahasiakan hubungan kita, dan kalau Alvian tau pasti Naya juga tau Nay " jelas Ares membuat Nayla terdiam
" Kalau emang kamu mau semua ga ada rahasia lagi mas siap ko, tapi apa kamu siap..? "
" Belum " jawab Nayla singkat sambil menggelengkan kepalanya
" Yaudah jangan marah lagi yah, sekarang kamu harus mikirin kesehatan bapa "
Ares langsung memeluk Nayla, dan seketika amarah Nayla langsung memudar.
...***...
Anin dan Alvian bertemu di suatu cafe, Anin sampai lebih dulu dan ia pun menunggu Alvian
" Nin lama yah nunggunya " ucap Alvian yang baru saja tiba
" Eh Engga ko kak " jawab Anin yang terkejut
Alvian segera memesan minuman sedangkan Anin sudah memesannya lebih dulu.
" Maaf ya Kak dadakan banget ngajak ketemunya " ucap Anin karena Ares lah Anin mengajak Alvian bertemu
" Engga apa apa santai, lagian hari ini juga ga sibuk banget ko " jawab Alvian dengan tersenyum
" Oiya ada apa Nin memangnya..? " tanya Alvian
" Kak Al bisa jadi pengacara Anin..? " jawab Anin
" Pengacara apa nih..? Emang kamu ada kasus apa..? "
" Perceraian kak, Anin ingin mengurus perceraian "
Alvian terkejut mendengar hal tersebut
" Memang alasannya apa Nin..? aku bisa bantu ko "
" Ternyata dia ga normal kak, dan dia waktu itu ngejebak Anin seolah kita udah tidur bareng. Pas Anin dan dia udah nikah ga ada sekalipun dia ngajak Anin untuk berhubungan, justru kalau Anin yang mulai dia cuma foto dan nolak mentah mentah Anin kak. Setiap Anin minta pisah dia selalu ancam kalau mau nyebarin foto foto Anin, makanya Anin takut kak " Anin menceritakan semuanya kepada Alvian
" Terus kamu tau kalau dia ga normal gimana Nin..? " tanya Alvian kembali
" Beberapa kali Anin liat dia bawa cowo kerumah dan ngelakuin kayak gitu, Anin juga foto sih kak " Anin menunjukkan foto tersebut kepada Alvian
" Ihh ko kamu bisa dapat Nin..? " Alvian menatap foto itu dengan jijik
" Yaa dia taunya Anin ga ada dirumah Kak setiap dia bawa cowo, dan Anin foto diem diem "
" Berarti saat pacaran kemarin pun dia ga ada rasa sama kamu..? "
" Engga ada kak, dia cuma manfaatin Anin aja "
Alvian merasa kasihan kepada Anin, ia tak menyangka jika Anin mengalami kejadian seperti itu
" Terus sekarang dia sama ada di Indo juga..? " tanya Alvian
" Iyah Kak, handphone dia Anin sadap dan Anin hapus semua foto foto Anin kebetulan teman Anin ada yang paham " jawab Anin
" Ares tau masalah ini..?? "
__ADS_1
" Engga cuma mamah dan papah, apalagi saat itu Bang Ares juga baru putus sama Laras kak Alvian tau sendiri gimana terpuruknya Bang Ares " jawab Anin
" Kamu sebenernya manggil Ares itu Abang kan bukan Mas..? " Alvian mulai bertanya tentang masalah hari ini
" Yaa kadang sih Mas , kenapa emang ..?" Anin mulai paham dengan ucapan Alvian
" OOO engga apa apa, terus pacar Ares siapa Nin..? "
" Pacarnya Bang Ares engga tau yah, tapi sekarang lagi di Jogja karena ibu pacarnya sakit. Ya mungkin karena belum fix kali yah makanya belum di kenalin, soalnya Mamah juga gatau tuh " jawab Anin berbohong
" Oo gitu yah Nin " Alvian pun mulai mempercayai cerita Anin
" Jadi kapan Nin kamu mau ngurus perceraian kamu..?" tanya Alvian
" Ini sih udah daftar kak, cuma dia bilang mau nuntut aku inilah itulah " jawab Anin
Alvian dan Anin mulai berbincang bincang, hingga tak terasa malam pun tiba.
" Eehh udah malam kak, pulang yuk " ajak Anin
" Kamu naik apa kesini tadi..? " tanya Alvian
" Taksi online kak " jawab Anin
" Yaudah biar aku yang antar yah, kamu mau pulang kemana...? "
" Aku sih pulang kerumah bang Ares kak "
" Oke aku antar yah "
" Makasih ya kak "
Anin dan Alvian pun pulang bersama, sepanjang jalan keduanya sesekali bercerita.
" Yaudah bentar ya " Alvian meminggirkan mobilnya
Anin pun membuka jendela mobilnya dan mulai memesan, ia melihat ada sate ayam langganannya dan ia pun langsung membeli.
" Kak Alvian mau..?' tanya Anin sebelum memesan
" Boleh deh jangan pakai lontong ya " jawab Alvian
" Bang 2 jangan pakai lontong dua duanya ya " ucap Anin
Anin dan Alvian pun menunggu didalam mobil, setelah jadi mereka pun makan lebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.
" Aku beli minum dulu yah " ucap Anin namun Alvian menahan
" Biar aku aja " jawab Alvian dan ia pun segera keluar
Sejak dulu sebenarnya Anin menaruh hati kepada Alvian, namun ia tak pernah berani untuk mengungkapkan perasaannya kepada Alvian.
Tak lama Alvian kembali dengan membawa dua botol minuman, dan ia memberikan kepada Anin.
" makasih kak " ucap Anin dengan tersenyum
" sama sama nin "
Setelah selesai makan Anin dan Alvian melanjutkan perjalanan menuju rumah Ares.
Sesampainya dihalaman rumah Ares, Anin pun berpamitan untuk masuk.
" Nin tunggu " Alvian menarik tangan Anin
__ADS_1
" Ada apa kak ...? " tanya Anin
Alvian mendekati wajah Anin dan Anin memejamkan matanya
" Ini bumbu kacangnya hehehe berantakan " ucap Alvian mengelap sisa makanan
" Oo hehe Anin gatau " Anin langsung mengambil tisu dan mengelap wajahnya
" Kamu ga berubah yah Nin, lucu dari dulu bikin orang tuh nyaman lama lama sama kamu " ucap Alvian
" Hehehe badut kali ah Anin " jawab Anin yang masih sibuk mengelap wajahnya
" Semoga kamu segera mendapatkan laki laki yang tepat ya Nin " ucap Alvian membuat Anin langsung menoleh
" Sebenarnya sih Anin ada suka sama orang kak dari dulu, tapi sayangnya dia ga pernah peka kak " ucap Anin pelan
" Waah kenapa ga di ungkapin Nin, kalau kamu ga ungkapin mana dia tau Nin " jawab Alvian
" Engga lah cukup seperti sekarang aja Anin udah seneng, yaudah kak Anin masuk dulu yah. Kaka hati hati dijalan" ucap Anin
" Iyaah Nin " Alvian mengangguk.
Setelah Anin keluar Alvianpun segera meninggalkan rumah Ares, dan Anin pun masuk kedalam rumah.
" Andai Lo tau kak orang yang gue suka tuh Lo " gumam Anin sendiri.
...****...
Karena Ares memesan kamar VVIP untuk orangtua Nayla, Ibu Nayla pun akhirnya bisa beristirahat disana.
" Ibu mau makan apa udah malem biar Nayla sama Mas Ares beli " ucap Nayla
" Apa aja Nay, oiya ibu minta tolong bawain baju ibu sama bapa ya Nay dirumah " jawab ibu Sri
" Yaudah Nayla sama Mas Ares pulang dulu deh ambil baju " ucap Nayla
" Iyah ini kuncinya ya " Bu Sri memberikan kuncinya kepada Nayla
" Ayo mas " ajak Nayla
" Ares tinggal dulu ya Bu, kalau ada apa hubungin Ares sama Nayla " ucap Ares
" Iyah " ucap Bu Sri tersenyum
Nayla dan Ares pun segera pergi menuju rumah Nayla, sepanjang jalan Nayla lebih memilih diam.
Ares tau jika Nayla masih marah kepada dirinya, ia pun tak ingin membuat Nayla semakin kesal.
Sesampainya dirumah Nayla dan Ares masuk, saat Nayla hendak pergi ke kamar sang ibu Ares menarik tangan Nayla.
" Kenapa Mas...? " tanya Nayla
Ares tak menjawab pertanyaan Nayla, ia langsung mencium bibir Nayla dan mengajaknya untuk masuk ke kamar Nayla.
" Mas sayang sama kamu Nay " gumam Ares
" Nayla juga sayang sama Mas Ares " jawab Nayla
.
.
__ADS_1