Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 70


__ADS_3

Hari ini Nayla sudah mulai kembali ke kampus, begitu juga dengan Ares yang akan menjalani sebagai dosen dan seorang bos di kantor.


" Mas Ares " panggil Nayla sambil memasukan buku kedalam tasnya


" Ya sayang ada apa..? " saut Ares yang tengah merapihkan kemejanya


" Mas Ares hari ini ke kantor..? "


" Iyah sayang, kamu jadi berangkat bersama teman teman kamu..? " tanya Ares sebab Nayla menolak untuk berangkat bersamanya


" Iyah Mas, aku juga rindu sama mereka " ucap Nayla dengan senyuman diwajahnya


" Yaudah tapi kalau kamu denger apapun jangan di pikirin yah, terus nanti malam jangan lupa kita harus kerumah sakit " ucap Ares tanpa jeda seperti ayah yang menasihati anaknya


" Mas Ares bawel banget sih kayak bapa bapa, eh iya lupa kan mas Ares udah bapa bapa " ucap Nayla meledek


" Iyah apalagi anaknya kayak kamu, uuh harus dibawelin banget " Ares mencubit kedua pipi Nayla karena gemas


" Ihh Mas Ares, udah ah ayo turun Mas " ucap Nayla dan dengan segera Ares mendorong kursi roda milik Nayla


Nayla menunggu kedatangan teman temannya, ia juga sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan sahabatnya.


" Jangan telat makan, jangan kebanyakan minum es, jangan dengerin omongan orang, jangan cape cape, jangan—"


" Mas kayaknya itu harusnya aku yang ngomong deh, udah mas Ares gausah khawatir yaah " ucap Nayla yang tau jika Ares sangat khawatir kepadanya


Tak lama terdengar suara bel rumah Ares, sudah dipastikan teman temannya sudah datang.


Dengan segera Ares mendorong kursi roda Nayla dan membuka pintu rumahnya.


" Naylaaaa " ucap para sahabatnya dengan gembira, mereka langsung memeluk tubuh Nayla


" Saya titip Nayla yah, tolong ingatkan jika dia terlalu memikirkan ucapan orang orang disana " Pinta Ares yang sudah berdiri di sebelah Nayla


" Mas ih, udah ayo berangkat " Ajak Nayla


Nayla di bantu oleh Ares dan teman temannya masuk kedalam mobil, sejujurnya Nayla bosan di perlakukan seperti ini tapi ia tak bisa apapun dengan kondisi yang memang belum stabil.


" Nay kamu gatau siapa yang share foto itu Nay " tanya Naya yang tengah fokus menyetir


" Engga aku engga tau, tapi apa itu keliatan ya kalau aku wanita yang Mas Ares gendong " Nayla berbalik bertanya


" Engga ko " jawab Ayu agar Nayla tak memikirkan hal itu


" Sampai aku tau orangnya udah aku habisi dia Nay " ucap Ana yang memang sudah emosi

__ADS_1


" Makasih ya kalian bener bener baik banget " ucap Nayla merasa bahagia memiliki sahabat seperti mereka


Mobil Naya pun sampai di parkiran kampus, mereka dengan segera membantu Nayla untuk turun dari mobil.


Begitu Nayla lewat beberapa pasang mata menatap Nayla , namun Nayla mencoba mengabaikannya.


" Pagi Naylaaa " sapa Noval yang tiba tiba muncul di hadapannya


" Sini sini gue yang dorong " ucap Noval kepada ketiga teman Nayla


" Awas pelan pelan " ucap Naya yang khawatir


" Ih justru gue mau ngebut " ucap Noval membuat teman temannya panik


" Noval jangan ngeselin deh masih pagi " ucap Nayla dan akhirnya Noval tak mengisengi nya


Mereka menunggu lift untuk terbuka, berkali kali mereka melihat keadaan Nayla.


" Nay mending Lo tidur dulu deh, nanti sampai di kelas gue bangunin " ucap Noval


" Ga mau ga jelas banget sih Lo " ketus Nayla


Noval juga tau mengenai foto yang Ares yang tersebar, namun Noval juga tak tau siapa yang menyebarkan foto tersebut.


***


Ares sudah berada di ruangan dosennya, ia terus khawatir kepada Nayla.


Pikirannya tak tenang tentang Nayla, namun jika ia mengatakan hal itu pasti Nayla akan memarahinya lagi.


Ponsel milik Ares berbunyi panggilan masuk, dengan segera Ares mengangkat panggilan tersebut.


Ares : Apa sudah tau siapa yang menyebar foto tersebut Bay..?


Bayu : Sudah bos, dia adalah mahasiswi semester 8 namanya suci


Ares : terimakasih informasinya


Ares sebenarnya kesal bahkan sangat kesal, namun ia tak mungkin melakukan kekerasan kepada wanita.


Ia melihat jam ditangannya dan menunjukkan jam pertama segera dimulai, pagi ini Ares mengajar di kelas Nayla.


Ia pun segera bersiap siap sebelum ia mengajar, apalagi ruangan ini ada seorang Nayla dimana istrinya.


**

__ADS_1


Teman teman kelas Nayla berdatangan satu persatu memeluk Nayla kecuali laki laki.


" Nay kamu benaran udah engga apa apa " tanya salah satu teman Nayla


" Beneran aku ga apa apa ko " jawab Nayla mengangguk


Tak lama Ares datang dengan ciri khasnya yang cool, semua murid segera duduk di kursinya masing masing.


" Selamat pagi " sapa Ares lebih dulu


" Pagi Pak " sapa semuanya serentak


" Nayla bagaimana kabar kamu..? " tanya Ares berbasa basi


" Baik pak " jawab Nayla mengangguk


" Maaf saya baru bisa kembali mengajar, karena saya ada urusan penting yang tak bisa ditinggalkan " ucap Ares menjelaskan


Kelas pun segera dimulai, semua langsung fokus dengan yang Ares ajarkan.


Nayla menatap kearah Ares yang tengah mengajar, saat mengajar dan bekerja ketampanan Ares bertambah berkali kali lipat.


" Nayla ada apa melamun..? " tanya Ares melihat Nayla yang melamun


" E..engga apa ga apa apa " jawab Nayla dengan gugup


" Oke saya jelaskan lagi materii " ucap Ares


Area terus menjelaskan mata kuliahnya, dan tentunya sambil sesekali ia menatap Nayla.


Tak lupa Ares memberikan sebuah tugas untuk nilai tambahan mereka, begitu juga dengan Nayla yang sudah fokus kepada tugasnya.


Saat Nayla tengah menulis tanpa sengaja ia menjatuhkan tempat pensil nya.


Ares berjalan menghampiri Nayla, dan ia segera membungkuk dan menhambil tempat pensil milik Nayla.


" Hati hati " gumam Ares pelan


" Maaf Pak " jawab Nayla


Nayla kembali fokus mengerjakan tugasnya yang Ares berikan.


Ares menatap Nayla dari kursi kebesarannya, ia berharap Nayla benar benar memikirkan keshatany.


Tak lama pelajaran pertama berakhir, dengan segera Ares merapikan meja kerjanya sebelum Aresnberikan.

__ADS_1


__ADS_2