Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 23


__ADS_3

Pagi hari Nayla bangun dan melihat Ares yang masih tertidur pulas, Nayla mendaratkan ciuman di pipi Ares.


" Hmm masih pagi udah cium cium " ucap Ares dengan mata yang masih terpejam


" Ehh Mas Ares udah bangun " Nayla pun malu


" Udah Nayla " jawab Ares tersenyum


" Mas hari ini Nayla mau kekampus buat daftar ulang " ucap Nayla


" oiya mulai hari ini ya Mas sampe lupa, yaudah kamu sama siapa ke kampus..? "


" Biasa sama Ayu, Naya, Ana mas "


Ares membuka laci disebelah kasurnya, ia mengambil dompetnya dan memberikan kartu kepada Nayla.


" Ini kamu lunasin aja 1 semester " ucap Ares


" 1 semester..? masa langsung sih Mas "


" Loh kenapa..? yah ga engga apa apa "


Nayla mengambil kartu tersebut dari Ares, dan ia pun mencium kembali pipi Ares.


" Makasih Pak Dosen " ucap Nayla dengan menggoda Ares


" Iyah siap siap nanti ketemu lagi ya sama Mas " Ares tersenyum


" Hah..!! serius mas..? " ucap Nayla terkejut


" Iyah serius sayang, kenapa ko kaget gitu "


" Ya habis nanti kalau ada yang curiga gimana Mas..?"


" Engga ada aman sayang, yaudah mau kamu atau Mas yang mandi duluan..? "


" Mas dulu deh "


" Yaudah " Ares bangun dari kasurnya dan mencium Nayla.


...****************...


Nayla dan Ares pun sarapan bersama, Ares dan Nayla pun sibuk dengan ponselnya masing masing.


" Kamu ke kampus bareng sama Mas yah, kebetulan hari ini juga Mas baru dapet kabar buat ke kampus " ucap Ares iapun meletakkan ponselnya


" Nanti kalau ada yang liat gimana mas..? " ucap Nayla


" Tenang aja aman, daripada kamu naik ojek online udah kamu bareng sama Mas aja "


" Hmm yaudah deh Mas "


Nayla pun pasrah ia tak ingin membantah ucapan suaminya, akhirnya ia menuruti permintaan Ares.


Setelah selesai sarapan Ares dan Nayla segera bergegas pergi ke kampus, sepanjang jalan Nayla menyalakan lagu untuk mengisi kesepian.


" Aku tak tahu harus gimana lagi


Untuk mencoba buatmu senyum lagi


Semuanya kucoba


Tapi tetap tak bisa


Aku tahu dia hancurkan hatimu


Dan membuatmu tak bisa utuh lagi


Tapi aku berbeda beriku kesempatan


Tetapi sabarku juga ada batasnya


Sebaiknya ku bisa menyerah juga


Dia masa lalumu

__ADS_1


Aku masa depanmu


Dia hancurkan kamu


Kususun kembali hatimu


Tapi mengapa kamu


Masih terpenjara bayangnya


Aku sungguh cinta


Tapi mungkin kamu yang bodoh "


Ares yang tengah fokus menyetir sesekali melirik ke arah Nayla.


" Dari hati banget kayaknya " Ares mencoba meledek Nayla


" Lagunya cocok buat Mas..!! " jawab Nayla dengan ketus


" Masa sih..? "


" Iyah Mas, Dia itu tuh udah masa lalu Mas Ares dan Nayla masa depan Mas Ares. kenapa coba Mas Ares mentingin masa lalu kalau udah ada masa depan "


" Aduhh istri Mas sekarang udah bisa ngomong kayak gini, Mas udah ga inget sama masa lalu Mas ko "


" Apaan orang buktinya masih peluk peluk gitu ko " ucap Nayla dengan nada manja


" Loh yang meluk kan bukan Mas, ya dia aja yang ga bisa move on sama Mas mungkin karena Mas emang susah di lupain "


" Iihh Mas Ares ngeselin banget sih " Nayla mencubit lengan Ares karena kesal


" Aduh aduh ampun Iyah Iyah engga, Mas bercanda sayang " ucap Ares meringis kesakitan


Mobil Ares dan Nayla pun sampai di kampus tujuan mereka, Nayla melihat kearah sekitar untuk memastikan tak ada yang melihatnya turun.


" Yaudah Nayla duluan yah Mas " Nayla mencium tangan Ares dan langsung dengan cepat keluar


Nayla langsung berlari menuju kantin untuk bertemu dengan teman temannya nanti.


" Gimana sih Nay Nay dompet ko bisa ketinggalan " gumam Ares sendirian


Area pun berjalan mencari Nayla di sekitar kampus.


.


.


Nayla yang tengah duduk sendiri tiba tiba dihampiri oleh seorang laki laki.


" Hai Nay " sapa laki laki tersebut


" Ehh Rian " saut Nayla


Rian duduk dikursi sebelah Nayla, karena kebetulan teman temannya belum sampai.


" Kamu sendirian Nay.. ? biasanya sama teman teman kamu " tanya rian


" Iyah teman teman aku belum dateng, kamu sendiri sendirian..? " Nayla berbalik bertanya


" Iyah, kebetulan teman teman aku lagi sibuk " jawab Rian


..


Ares memtusukan untuk mencari Nayla dikantin, dan benar saja ia melihat Nayla di kantin namun bersama dengan seorang laki laki dan terlihat sangat akrab.


Ares berjalan menghampiri Nayla, sesampainya disana Nayla dan Rian terkejut kehadiran Ares.


" Pagi Pak " sapa Nayla bersana Rian


" Dompet kamu jatuh lain kali hati hati " ucap Ares sambil memberikan dompet kepada Nayla


" Ooo Iyah makasih pak " Nayla mengambil dengan gugup


" Ini kampus bukan Mall jadi bukan tempat pacaran " ucap Ares ketus kemudian ia pergi meninggalkan keduanya

__ADS_1


" Pak Ares kenapa, padahalkan disini rame kita ga berdua aja " ucap Rian yang bingung


" Mungkin lagi pms " jawab Nayla asal, walaupun ia tau sebenarnya Ares kesal.


...


Ares berjalan keruangan dengan perasaan kesal.


" Aish kenapa sih gue ga bisa kontrol diri gue " Ares mengacak acak rambutnya


Tak lama terdengar suara ketukan pintu, Ares pun langsung menyuruh orang tersebut untuk masuk.


" Permisi pak "


" Nayla " ucap Ares melihat Nayla yang masuk ke ruangannya


" Mas lagi sibuk..? " tanya Ares pelan


" Engga belum, rapat baru dimulai jam 10 " jawab Ares dengan jutek


" Mas Ares marah..? " tanya Nayla yang merasa tidak enak


" sini duduk " ucap Ares dan Nayla pun menurut


Setelah Nayla berada disebelah Ares, dengan cepat Ares mencium bibir Nayla.



Karena merasa tidak nyaman Nayla melepaskan ciumannya.


" Saya takut ada yang liat pak " ucap Nayla


" Oke berarti dirumah.. " jawab Ares


" Iyahh, yaudah saya balik lagi ke kantin ya pak "


" Iyah " Nayla mengangguk


Nayla pun keluar dari ruangan Ares, sedangkan Ares sedikit amarahnya mereda.


" Kamu emang pinter ambil hati Nay " ucap Ares


.


.


Saat Nayla kembali ke Kantin disana sudah ada teman teman Nayla yang datang.


" Lo baru dateng Nay..? " tanya Ana


" Engga tadi abis dari toilet " jawab Nayla berbohong


" Ehh tau ga katanya ada dosen baru, namanya Laras " ucap Naya


Nayla pun terkejut mendengar temannya menyebutkan nama Laras.


" Laras ? " tanya Nayla.


" Iyah, lo kenal Nay..? " Naya berbalik bertanya


" Engga gue ga kenal " bantah Nayla


Nayla pun merasa tak tenang, ia takut jika Laras memiliki niat lainn


...


Ares dan para dosen lain memulai rapat mereka, dan Ares terkejut dengan kehadiran Laras disana.


" Hai Res senang bertemu kembali " ucap Laras yang duduk disebelah Ares


" ngapain disini..? " ucap Ares pelan


" nanti kamu juga akan tau " jawab Laras dengan sombongnya


Ares terkejut saat ia tau jika Laras akan menajdi dosen di kampusnya.

__ADS_1


" Aku sudah bilang, aku ga akan ngelepasin kamu Res.. " bisik Laras sontak Ares pun menjadi kesal


__ADS_2