
Karena Ares mendapatkan kabar jika Nayla sedang pulang kerumah miliknya, dengan segera Ares pun segera pergi kerumah Nayla.
Sesampainya dirumah Ares membuka pintu rumah Nayla dan benar saja pintu itu tak terkunci, Ares langsung membuka pintu rumah tersebut dan mencari pemiliknya.
" Nayla .. Sayang " panggil Ares namun tak ada sautan dari Nayla
Ares melangkah masuk ke kamar untuk mencari keberadaan Nayla, dan benar saja saat Ares masuk kedalam ia melihat laptop milik Nayla yang masih menyala sedangkan sang pemilik tertidur sangat pulas.
Dengan hati-hati Ares berjalan menuju kasur, ia mematian laptop Nayla dan memindahkan laptop tersebut keatas meja belajar Nayla, setelah itu Ares pun duduk di pinggir ranjang memperhatikan istrinya yang sedang tertidur.
Sambil menunggu Nayla bangun dari tidurnya Arespun memutuskan untuk mandi, namun baru saja ia bangun Nayla menahan tangannya.
" Mas Ares mau kemana " Ucap Nayla yang setengah sadar
" Kamu udah bangun sayang..? mas bangunin kamu yah " Ares mengelus kepala Nayla
" Engga ko Mas, ini baru jam 3 mas udah pulang..? "
" Iyah lagian mas juga udah ga ada kerjaan ko, jadi yaudah mas pulang aja "
Nayla mengubah posisinya menjadi duduk, ia melingkarkan tangannya di tubuh Ares.
" Kenapa sayang...? " Ares ikut melingkarkan tangannya di pinggang Nayla
" Engga apa apa cuma mau meluk aja "
Ares tersenyum melihat sikap manja Nayla, entah mengapa ia merasa senang memiliki Nayla saat ini.
" Nayla... " panggil Ares dengan lembut
" Iyah Mas " Nayla menegakkan kepalanya menatap Ares
" Makasih ya udah hadir di hidup Mas "
" Nayla juga makasih ya Mas, udah milih Nayla jadi istri Mas Ares "
Ares mendekatkan wajahnya ke arah Nayla, dan Ares memberikan kecupan di kening Nayla.
" Mas Ares kita jadikan tinggal dirumah Nayla ...?"
" Iyah sayang jadi, yaudah gimana kalau kita ambil baju dulu dirumah habis itu balik lagi kesini "
" Hmm yaudah mas boleh deh, tapi beli makan dulu ya mas, Nayla laper nih hehehe "
Ares tertawa melihat tingkah Nayla yang menggemaskan, ia pun mencubit kedua pipi Nayla yang membuat Ares merasa gemas.
" Sakit mas Ares " Nayla meringis sambil memegang kedua pipinya
" Yaudah sini mas obatin " Ares mencium kedua pipi Nayla bergantian
" Masih sakit ga..? " tanya Ares melihat Nayla yang sedang tersenyum
__ADS_1
" Engga " jawab Nayla sambil menggelengkan kepalanya
Nayla dan Ares pun segera bergegas untuk pulang kerumah Ares, Nayla merasa senang karena tak pernah melihat Ares menolak permintaannya.
*****************
Anin masih berada di kantor Rio, Anin belajar banyak menjadi sekretaris Rio. Sebenarnya Rio memiliki sekretaris sebelumnya bernama Abian, namun Rio sering menugaskan Abian untuk pekerjaan lainnya maka dari itu krena Anin tengah membutuhkan tak pikir panjang Rio mengajak Anin untuk bergabung.
" Ternyata belajar lo cepet juga yah Nin " puji Rio karena tak butuh waktu lama Anin dapat memahami semua pekerjaanya
" Iyah dong gue gitu loh " jawab Anin dengan nada sombong
" Pulang naik apa..? " tanya Rio
" Gue bawa mobil Ri, lo mau numpang sama gue..? "
" Boleh kebetulan gue lagi ngirit bensin nih hahaha "
" CEO ko ngirit bensin gimana sih, yaudah boleh tapi traktir gue makan yah "
" Hahaha siap lo mau makan apapun gue traktir deh "
Rio senang akhirnya bisa kembali dekat dengan Anin, ia juga berharap hubungannya dengan Anin bisa lebih dari sahabat bahkan Rio berharap ia bisa menikah dengan Anin.
.
.
Alvian duduk sendirian sambil membuka laptopnya, entah mengapa Alvian lebih suka bekerja dengan suasana seperti ini daripada harus berdiam diri di kantor.
" Ares.. Nayla mereka ngapain " gumamnya pelan sambil menatap kearah mereka
Alvian melihat Ares yang menggenggam tangan Nayla dengan erat dengan sesekali mencium punggung tangan Nayla, sedangkan Nayla begitu tersenyum bahagia didepan Ares.
Tatapan mata Nayla kepada Ares berbeda dengan tatapan matanya kepada dirinya, entah mengapa hatinya merasa sakit terlebih Ares tau jika ia memiliki perasaan kepada Nayla.
" Jadi gini Res, gue ikutin permainan lo " gumamnya kesal
Alvian mencari tempat yang aman untuk memperhatikan keduanya, ia tak ingin terlihat oleh Nayla maupun Ares.
.
Sebelum pulang Ares dan Nayla memilih makan lebih dulu, Nayla memilih tempat makan yang memang ia pernah makan dan ia memiliki makanan yang ia sukai disini.
" Mas Ares kenapa sih senyum terus liatin Nayla " ucap Nayla malu
" siapa suruh kamu cantik jadikan Mas suka liatinnya "
" Gombal banget sih Mas, mas Ares juga ganteng ko "
" Duuhh jadi degdegan dipuji sama cewe cantik hehehe "
__ADS_1
Seorang pelayan mengantarkan pesanan yang dipesan oleh Nayla dan Ares, setelah itu pelayan kembali meninggalkan mereka.
" Mas mau coba ga..? "
" Mau tapi suapin "
Nayla pun langsung mengarahkan sendok kearah mulut Ares, dan dengan senang hati Ares membuka mulutnya.
" Gimana enak kan mas menu pilihan Nayla "
" Iyah enak, Nayla mau coba juga punya Mas.. ?"
" Mauu "
Ares pun langsung menyuapi Nayla makanan miliknya, dan Nayla pun menganggukan kepalanya karena menu yang Ares pesan juga sama enaknya.
.
Disaat keduanya tengah bahagia, Alvian yang sejak tadi melihat merasa kesal ingin sekali Alvian menghampiri meja makan keduanya dan menampar Ares, namun Alvian memiliki permainannya sendiri ia tak ingin terlalu arogan didepan Nayla.
..
Anin dan Rio masuk kesebuah Restoran, saat ia melihat kursi kosong ia melihat Ares dan Nayla yang tengah makan bersama, awalnya Nayla ingin menghampiri namun ia tak ingin mengganggu keduanya yang tampak bahagia.
" Nin ko ngelamun " ucap Rio mengejutkan Anin
" Ehh engga ko, kita duduk disana aja yuk deket kaca " ucap Anin
" Iyah boleh "
Anin dan Rio pun duduk dikursi yang sudah Anin pilih, mereka langsung memilih menu untuk mereka makan, setelah itu mereka hanya tinggal menunggu makanan di antarkan.
" Kita udah lama banget yah Nin ga nonton berdua, dulu lo sering banget minta ditemenin nonton kalau ada film baru " ucap Rio memulai percakapan
" Iyah yah, gimana kalau besok Rio lo sibuk ga.. ?
" Engga ko, yaudah besok gue jemput yah "
" Oke siap, emang deh lo tuh sahabat yang paling peka "
Rio tersenyum mendengar pujian Anin, tapi entah mengapa hatinya juga sakit mendengar kata sahabat.
" Gue pengen lebih dari sahabat nin, pengen banget " gumamnya dalam hati
" Kok jadi Lo yang bengong si Ri " Anin menepuk pelan tangan Rio.
" Ehh engga ko engga, gue lagi inget dulu dulu aja waktu sama Lo kayaknya bener bener udah lama banget yah " Rio mencoba mencari alasan
" Hahaha Iyah, gue seneng Rio Lo hadir lagi di hidup gue Lo satu satunya sahabat yang gue sayang dan gue punya "
" Hehehe bisa aja Lo Nin jadi baper nih gue "
__ADS_1
Anin dan Rio sama sama tertawa karena percakapan mereka, kemudian saat Anin tengah meliha sekitar ia melihat Alvian yang baru saja keluar meninggalkan tempat dengan wajah kesal
" Kak Alvian.. Jangan jangan "