Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 65


__ADS_3

" Bang Ares " gumam Anin dengan pelan


" Nin.. Engga apa apa " ucap Rio mencoba menenangkan Anin


" Gue lebih setuju kalian cepet nikah, gue percaya Rio bisa gantiin posisi gue buat jagain Lo " ucap Ares, wajahnya yang terlihat datar kini mulai tersenyum


" Bang Ares serius..? " tanya Anin yang masih tak percaya


" Hmm gue serius, ya kalau kalian engga mau ya yaudah " Ucap Ares sambil mengangkat kedua bahunya


" Makasih bang Ares " Anin langsung memeluk tubuh sang Kaka


" Dah sana kalian mau jalan kan..? Gue mau berduaan sama istri gue "


" Emang kalian mau kemana..? " tanya Nayla


" Rahasia dong Nay " jawab Rio dengan meledek


" Ekhm " gumam Ares menatap sinis ke Rio


" Hehehe ampun ampun " Rio menyatukan kedua tangannya


" Makasih ya Bang udah setuju sama hubungan gue dan Anin " ucap Rio yang ingin memeluk namun Ares menolak


" Gamau di peluk sama Lo " sinis Ares


" Yaudah gue peluk Anin aja kalau gitu " Baru Rio merentangkan tangan Ares memberikan tatapan tajam kepada Rio


" Udah Nin ayo kita jalan, biarkan suami istri ini berduaan " ajak Rio


" Bang Ares, Nayla kita pergi dulu ya daah " ucap Anin berpamitan


Anin dan Rio pun pergi meninggalkan rumah Ares.


Nayla menatap wajah Ares dengan senyuman, ia berfikir Ares benar benar akan melarang namun ternyata ia justru merestui.


" Mas Ares " panggil Nayla dengan suara lembutnya


" Ya sayang kenapa..? " Ares membungkukkan tubuhnya sehingga sejajar dengan Nayla


" Mas Ares hebat " ucap Nayla dengan senyuman diwajahnya


" Apaa sih Nay, ke kamar aja yuk biar kamu rebahan" ucap Ares sambil mendorong kursi roda Nayla


" Hemm Iyah mas " Nayla mengangguk setuju


Ares pun membawa Nayla kedalam kamarnya, ia ingin menghabiskan waktu berdua bersama sang istri


***


Sejak keluar dari rumah Ares, Rio tak hentinya menggenggam tangan Anin sesekali ia mencium punggung tangan kekasihnya itu.


" Akhirnya penantian guee " ucap Rio sambil fokus menyetir

__ADS_1


" Kita mau kemana sih RI..? " tanya Anin karena tak mengenali jalan yang mereka lewati


" Nanti juga tau " jawab Rio dengan enggan memberitahu


Rio menghentikan mobilnya di sisi jalan, hal itu membuat Anim semakin bingung.


" Mau ngapain Ri..? " tanya Anin melihat sekeliling yang seperti


" Tutup mata kamu Nin " jawab Rio dengan lembut


" Tutup mata..? Hmm oke " Anin pun segera memejamkan matanya


Rio mengambil dasi yang berada di dashboard mobilnya, kemudian ia menutup mata Anin dengan dasi tersebut.


" Ri.." panggil Anin karena merasa panik


" Aku ga akan macam macam sayang, aku janji " jawab Rio


Setelah merasa aman Rio kembali melanjutkan perjalanan mereka, sejujurnya Rio sempat khawatir jika Ares tak memberikan restu untuknya.


Semua persiapan yang sudah ia susun sedemikian rupa jika Ares tak memberikan Restunya akan gagal begitu saja.


Rio membawa Anin kesebuah pantai, disana Rio sudah menyiapkan bunga untuk ia berikan kepada Anin.


" RI.. Mau kemana..? " tanya Anin yang masih di tutup matanya


" Nanti juga kamu tau sayang, udah kamu ikutin aku aja yah " Rio menuntun Anin dengan penuh hati hati


Hingga akhirnya mereka sampai ditempat yang sudah Rio siapkan..


" Hem " Anin mengangguk paham


Setelah semua dirasa cukup siap, Rio memberikan kode kepada seseorang ia juga sudah berlutut sambil mengeluarkan kotak berisi cincin didalamnya.


" Kamu boleh buka mata " ucap Rio


Perlahan Anin membuka matanya, dan betapa terkejutnya dengan apa yang ia lihat sekarang.


" Rio.." ucap Anin sambil menutup mulutnya


" Anin.. Sejak dulu sejak aku kenal sama kamu, sejak kita dekat sebagai teman, sebagai sahabat, aku selalu berfikir apa bisa kita lebih dari itu. Hingga suatu hari kamu menikah duniaku hancur Nin, aku tutup rapat rapat hatiku dari wanita lain. Hingga akhirnya kamu datang kembali, membuka kembali hati aku. Rasanya jika aku ungkapkan semuanya terlalu panjang heheh. Nin, apakah kamu bersedia menjadi teman hidupku, sahabat hidup hingga akhir hayat, menjadi seorang istri ku, dan menjadi Ibu dari anak anak kita Nin..? " ucap Rio dengan diiri lagu Melamarmu


Anin tak kuasa menahan air matanya, dengan cepat ia menganggukkan kepalanya .


" Aku mau Ri aku mau " Anin menganggukkan kepalanya berkali kali


Riopun langsung memakaikan cincin dijari manis Anin, ia langsung berdiri memeluk tubuh Anin.


" Makasih banyak Nin makasih banyak sudah menerima aku " ucap Rio dengan penuh rasa bahagia


" Sama sama sayang " jawab Anin yang tak kalah bahagia


Rio dan Anin sama sama menghapus air matanya, keduanya tampak bahagia bahkan sangat bahagia.

__ADS_1


Didepan laut, dan dibawah biru langit keduanya saling berbahagia hari ini.


" Secepatnya aku akan datang membawa keluarga aku Nin buat melamar kamu " ucap Rio


" Hmm aku tunggu " jawab Anin


" Ahh lega banget rasanya, kayak kentut yang udah ditahan akhirnya keluar" ucap Rio begitu saja


" Rio jorok banget sih gajadi deh baru mau dibilang romantis " Anin memukul lengan Rio


" Hehehe laper ga..? " tanya Rio


" Belum " Anin menggelengkan kepalanya


" Mau jalan jalan dulu..? "


" Boleh " Anin mengangguk setuju


***


Di lorong rumah sakit Noval duduk sendiri, ia menjaga Kaka dan Mamahnya.


" Menurut Mamah Noval percaya ga yah " ucap Laras kepada sang Mamah


" Harusnya sih percaya yah " jawab Sang Mamh


Laras dan Mamahnya sengaja membuat drama tentang kecelakaannya, dan dokter yang menangani keduanya adalah selingkuhan dari sang Mamah.


Mereka tau jika Noval akan terus menjaga Nayla, maka dari itu mereka mencoba mencari cara agar Noval tidak bersama dengan Nayla.


" Jadi apa rencana kamu selanjutnya sayang..? " tanya Mamah Laras


" Aku sudah menyiapkan banyak rencana Mah, yang terpenting sekarang Noval harus terus bersama kita "


" Hemm kamu benar sayang "


Laras bersama ibunya sudah memiliki banyak rencana untuk memisahkan Nayla dengan Ares, jika Laras tak bisa bersama dengan Ares maka tak ada satupun juga yang bisa bersama dengan Ares


***


Nayla dan Ares pergi keluar untuk makan bersama, Ares tak ingin membuat Nayla merasa jenuh dirumah.


" Mas jangan di gendong dong malu tau " ucap Nayla karena sejak turun dari mobil Ares menggendong dirinya ala bridal style


" Ga apa apa sayang, siapa sih yang berani ngomongin istri mas " jawab Ares yang tak memperdulikan


Keduanya sampai di kursi yang sudah di hias sedemikian rupa, Nayla tampak tersenyum bahagia dengan kejutan yang Ares berikan kepadanya.


" Kamu bahagia sayang..? " tanya Ares yang kini duduk di depan Nayla


" Hmm bahagia banget mas " jawab Nayla mengangguk anggukkan kepalanya


" Jadi gini sayang ada yang mas mau bicarain sama kamu " ucap Ares yang kali ini terdengar serius

__ADS_1


" Apa Mas..? Ko kayaknya serius banget sih Mas " Nayla pun ikut serius


" Mas mau ngajak kamu ke luar Negeri untuk sementara " ucap Ares, wajah Nayla pun mendadak murung setelah mendengar ucapan Ares


__ADS_2